Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara

organisasi antarbangsa untuk negara-negara di Asia Tenggara
(Dialihkan dari ASEAN)

Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Perbara)[7][8] (bahasa Inggris: Association of Southeast Asian Nations, ASEAN) adalah organisasi geopolitik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, Thailand pada tanggal 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Perbara oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, memajukan perdamaian dan kestabilan di tingkat regional, serta meningkatkan kesempatan untuk membahas perbedaan di antara anggotanya dengan cara yang damai.

CC-devnations.svg
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara
Bendera
Bendera
Semboyan"Satu Visi, Satu Identitas, Satu Komunitas"[1]
Lokasi Perbara yang berada di kawasan Asia Tenggara
Lokasi Perbara yang berada di kawasan Asia Tenggara
SekretariatJakartaa
6°12′S 106°49′E / 6.200°S 106.817°E / -6.200; 106.817
Bahasa resmiInggris[2]
Bahasa resmi negara-negara anggota
Keanggotaan
1 pengamat
Pemimpin
Kao Kim Hourn [en]
Pendirian
8 August 1967; 55 tahun lalu (8 August 1967)
• Piagam
16 December 2008; 14 tahun lalu (16 December 2008)
Luas
 - Total
4,522,518[3](1,746,154 sq mi) km2
Populasi
 - Perkiraan 2021
667.393.019[4]
144/km2
PDB (KKB)estimasi 2022
 - Total
AS$9.731 triliun
AS$14.441
PDB (nominal)estimasi 2022
 - Total
AS$3.595 triliun[5]
AS$5.336
IPM (2018)Kenaikan 0,723b
tinggi
Mata uangRinggit Brunei (BND)
Peso Filipina (PHP)
Rupiah Indonesia (IDR)
Riel Kamboja (KHR)
Kip Laos (LAK)
Ringgit Malaysia (MYR)
Kyat Myanmar (MMK)
Dolar Singapura (SGD)
Baht Thailand (THB)
Đồng Vietnam (VND)
Zona waktuWaktu Perbara
(UTC+6:30 hingga +9)
Kode teleponMyanmar +95
Thailand +66
Laos +856
Kamboja +855
Vietnam +84
Malaysia +60
Singapura +65
Indonesia +62
Brunei +673
Filipina +63
Situs web resmi
www.asean.org
  1. Alamat: Jalan Sisingamangaraja No. 70A, Jakarta Selatan.[6]
  2. Dihitung menggunakan data UNDP dari negara-negara anggota.
Sekretariat Perbara di Jalan Sisingamangaraja No. 70A, Jakarta Selatan, Indonesia
Bendera 10 negara anggota Perbara.
Peta dan bendera negara anggota Perbara.

Perbara meliputi wilayah daratan seluas 4,46 juta km², dan memiliki populasi yang mendekati angka 600 juta jiwa. Luas wilayah laut Perbara tiga kali lipat dari luas wilayah daratannya. Pada tahun 2010, kombinasi nominal PDB Perbara telah tumbuh hingga AS$1,8 triliun. Jika Perbara adalah entitas tunggal, maka mereka akan duduk sebagai ekonomi terbesar ke-9 setelah Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Jerman, Prancis, Brasil, Britania, dan Italia.

SejarahSunting

Pendirian ASEANSunting

Video penjelasan singkat tentang ASEAN

ASEAN didirikan oleh lima negara melalui 5 menteri luar negerinya, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina di Bangkok pada 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok. Berikut adalah daftar menteri luar negeri pendiri ASEAN:

Negara Nama
  Indonesia Adam Malik
  Malaysia Tun Abdul Razak
  Singapura S. Rajaratnam
  Thailand Thanat Khoman
  Filipina Narsisco Ramos

Deklarasi BangkokSunting

  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
  • Meningkatkan perdamaian dan kestabilan regional
  • Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi
  • Memelihara kerja sama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada
  • Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara

Brunei Darussalam menjadi anggota pertama Perbara di luar lima negara pemrakarsa. Brunei Darussalam bergabung menjadi anggota Perbara pada tanggal 7 Januari 1984 (tepat seminggu setelah memperingati hari kemerdekaannya). Sebelas tahun kemudian, Perbara kembali menerima anggota baru, yaitu Vietnam yang menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995. Dua tahun kemudian, Laos dan Myanmar menyusul masuk menjadi anggota Perbara, yaitu pada tanggal 23 Juli 1997. Walaupun Kamboja berencana untuk bergabung menjadi anggota Perbara bersama dengan Myanmar dan Laos, rencana tersebut terpaksa ditunda karena adanya masalah politik dalam negeri Kamboja. Meskipun begitu, satu tahun kemudian Kamboja akhirnya bergabung menjadi anggota Perbara yaitu pada tanggal 30 April 1999. Pada November 2022, Perbara menyatakan bahwa Timor-Leste “secara prinsip” diterima sebagai anggota Perbara, meskipun status anggota penuh masih bersifat pending.

Prinsip utamaSunting

Prinsip-prinsip utama Perbara adalah sebagai berikut:

  • Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
  • Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
  • Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
  • Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
  • Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
  • Kerja sama efektif antara anggota

Prinsip-prinsip dasar tersebut meliputi:

  • menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah dan identitas nasional seluruh negara anggota Perbara;
  • berbagi komitmen dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan perdamaian, keamanan dan kemakmuran regional;
  • menolak agresi dan ancaman atau penggunaan kekuatan atau tindakan lain dalam cara yang tidak sesuai dengan hukum internasional;
  • ketergantungan pada penyelesaian damai sengketa;
  • tidak campur tangan dalam urusan internal negara anggota Perbara;
  • menghormati hak setiap Negara Anggota untuk menjaga eksistensi nasionalnya bebas dari campur tangan eksternal, subversi, dan paksaan;
  • konsultasi ditingkatkan mengenai hal-hal serius memengaruhi kepentingan bersama Perbara;
  • kepatuhan terhadap aturan hukum, tata pemerintahan yang baik, prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan yang konstitusional;
  • menghormati kebebasan dasar, promosi dan perlindungan hak asasi manusia, dan pemajuan keadilan sosial;
  • menjunjung tinggi Piagam PBB dan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, yang disetujui oleh negara anggota Perbara;
  • tidak turut serta dalam kebijakan atau kegiatan, termasuk penggunaan wilayahnya, dan dikejar oleh Negara Anggota Perbara atau non-Perbara Negara atau aktor nonnegara, yang mengancam kedaulatan, integritas wilayah atau kestabilan politik dan ekonomi Perbara Negara-negara Anggota;
  • menghormati perbedaan budaya, bahasa dan agama dari masyarakat Perbara, sementara menekankan nilai-nilai bersama dalam semangat persatuan dalam keanekaragaman;
  • sentralitas Perbara dalam hubungan politik, ekonomi, sosial dan budaya eksternal sambil tetap aktif terlibat, berwawasan ke luar, inklusif dan tidak diskriminatif, dan
  • kepatuhan terhadap aturan-aturan perdagangan multilateral dan aturan berbasis Perbara rezim bagi pelaksanaan efektif dari komitmen ekonomi dan pengurangan progresif terhadap penghapusan semua hambatan untuk integrasi ekonomi regional, dalam dorongan ekonomi pasar.

KeanggotaanSunting

Negara anggotaSunting

Perbara beranggotakan hampir semua negara yang wilayahnya berada di regional Asia Tenggara. Berikut ini adalah negara-negara anggota Perbara beserta tahun masuknya ke organisasi Perbara:

Negara Tahun masuk
  Thailand 8 Agustus 1967 (negara pendiri)
  Indonesia
  Malaysia
  Singapura
  Filipina
  Brunei 7 Januari 1984
  Vietnam 28 Juli 1995
  Laos 23 Juli 1997 (Laos dan Myanmar bergabung pada waktu yang sama)
  Myanmar
  Kamboja 30 April 1999

Negara pengamatSunting

Negara Pengamat sejak
  Papua Nugini 1976
  Timor Leste 2002, 2022 (sebagai pengamat lebih dalam)

DemografiSunting

Jumlah penduduk, Bahasa, dan AgamaSunting

Negara Jumlah penduduk Bendera Ibu kota Mata uang Bentuk pemerintahan Bahasa resmi Lambang negara Agama
Brunei Darussalam 422.678 [1]   Bandar Seri Begawan Dolar Brunei (B$) Kerajaan (Sultan) Melayu   Islam (81%), Buddha, Kristen, dll.
Filipina 113.907.500 [2] Diarsipkan 2015-09-15 di Wayback Machine.   Manila Peso (₱) Republik (Presiden) Filipino (Tagalog), & Inggris   Katolik (80.6%), Islam (6.9%-11%),[9] Evangelis (2.7%), Iglesia ni Cristo (Gereja Kristus) (2.4%), Protestan (3.8%), Buddha (0.05%-2%),[10] Animisme (0.2%-1.25%), Lainnya (1.9%).[11]
Indonesia 272.229.372 [3]   Jakarta Rupiah (Rp) Republik (Presiden) Indonesia   Islam (86.7%), Protestan (7.6%), Katolik (3.12%), Hindu (1.74%), Buddha (0.77%), Konghucu (0.03%), Lainnya (0.4%).[12][13]
Kamboja 15.848.495 [4]   Phnom Penh Riel (៛) Kerajaan (Raja) Khmer   Buddha (97%), Islam, Kristen, Animisme, dll.
Laos 6.492.400 [5]   Vientiane Kip (₭) Republik (Presiden) Lao   Buddha (67%), Animisme, Kristen, dll.
Malaysia 33.112.900 [6]   Kuala Lumpur Ringgit (RM) Kerajaan (Yang di Pertuan Agong) Melayu   Islam (61.3%), Buddha, Kristen, Hindu, Animisme.
Myanmar 53.370.609 [7]   Naypyidaw Kyat (K) Republik (Presiden) Burma   Buddha (89%), Islam, Kristen, Hindu, Animisme, dll.
Singapura 5.612.300 [8] Diarsipkan 2015-11-29 di Wayback Machine.   Singapura Dolar Singapura (S$) Republik (Presiden) Inggris, Mandarin, Melayu & Tamil   Buddha (33%), Kristen, Islam, Taoisme, Hindu, dll.
Thailand 69.037.513 [9]   Bangkok Baht (฿) Kerajaan (Raja) Thai   Buddha (93.5%), Islam (5.4%), Kristen (1.13%), Hindu (0.02%), Lainnya (0.003%).
Vietnam 98.376.882 [10]   Hanoi Đồng (đ) Republik (Presiden) Vietnam   Agama Tradisional (45.3%), Ateisme (29.6%), Buddha (16.4%), Kristen (8.2%), Lainnya (0.4%).[14]

EkonomiSunting

Produk Domestik Bruto (PDB)Sunting

No Negara PDB Nominal
(dalam
dolar amerika)
PDB Nominal
per kapita
(dalam dolar amerika)
PDB (PPP)(dalam dolar amerika) PDB (PPP)
per kapita
(dalam dolar amerika)
  ASEAN 3.594.839 5.336 9.730.880 14.441
1   Indonesia 1.247.352 4.538 3.842.965 13.981
2   Thailand 585.586 8.356 1.428.729 20.387
3   Vietnam 415.493 4.187 1.250.441 12.602
4   Malaysia 415.315 12.295 1.055.454 31.243
5   Filipina 406.107 3.676 1.073.841 9.719
6   Singapura 396.995 69.129 652.586 113.635
7   Myanmar 63.052 1.170 243.420 4.517
8   Kamboja 27.985 1.749 84.755 5.299
9   Laos 20.631 2.757 66.735 8.920
10   Brunei 16.263 33.097 31.954 69.063

Indeks pembangunan manusiaSunting

Negara IPM (2019)[15] Kategori
  Singapura 0.938 (tertinggi) sangat tinggi
  Brunei 0.838 sangat tinggi
  Malaysia 0.810 sangat tinggi
  Thailand 0.777 tinggi
  Indonesia 0.718 tinggi
  Filipina 0.718 tinggi
  ASEAN 0.713 (rata-rata) tinggi
  Vietnam 0.704 tinggi
  Laos 0.613 menengah
  Kamboja 0.594 menengah
  Myanmar 0.583 (terendah) menengah

Hubungan luar negeriSunting

Perluasan keanggotaanSunting

Mengingat kepentingan geografis, ekonomis dan politik yang strategis, sejak beberapa tahun belakangan, Perbara telah mencoba menjajaki perluasan anggota kepada negara-negara tetangga di sekitar Perbara. Berikut ini adalah daftar negara-negara yang dijajaki untuk perluasan keanggotaan Perbara:

Negara
  Bangladesh
  Palau
  Republik Tiongkok (Taiwan)

Kebijakan visa antar anggota PerbaraSunting

Daftar ini hanya berlaku untuk paspor biasa Perbara.[16]

Tujuan Kewarganegaraan
                   
  Brunei 14 hari 14 hari 14 hari 30 hari 14 hari 14 hari 30 hari 14 hari 14 hari
  Kamboja 14 hari 30 hari 30 hari 30 hari 14 hari 21 hari 30 hari 14 hari 30 hari
  Indonesia 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari
  Laos 14 hari 30 hari 30 hari 30 hari 14 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari
  Malaysia 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari visa elektronik 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari
  Myanmar 14 hari 14 hari 14 hari 14 hari visa elektronik 14 hari 30 hari 14 hari 14 hari
  Filipina 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari
  Singapura 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari
  Thailand 30 hari 14 hari 30 hari 30 hari 30 hari 14 hari 30 hari 30 hari 30 hari
  Vietnam 14 hari 30 hari 30 hari 30 hari 30 hari 14 hari 21 hari 30 hari 30 hari

Kerja sama ASEAN+3Sunting

ASEAN+3 sudah melakukan beberapa pertemuan di antaranya kerja sama keamanan energi. ASEAN+3 muncul sebagai akibat semakin meningkatnya kebutuhan energi baik di tingkat regional maupun tingkat dunia. Pertemuan pertama berlangsung pada tanggal 9 Juni 2004 di Manila, Filipina dan mengesahkan program kegiatan Energy Security Forum, Natural Gas Forum, Oil Market Forum, Oil Stockpliling Forum dan Renewable Energy Forum dan masih banyak lagi pertemuan yang dilakukan ASEAN+3.[17]

Kerja sama dengan JepangSunting

Peran Jepang sangat diharapkan dalam mengambil peran ekonomi yang lebih tegas. Di sisi lain, Jepang sendiri terlihat pasif dalam peran kekuatan politik dan militer karena masih ada saingan yang kuat, yaitu RRT. Jepang masih menganggap bahwa kedaulatan suatu negara sebagai faktor yang paling penting.

Kepentingan Jepang di kawasan seperti yang kita lihat sekarang, yaitu kestabilan kawasan di Asia Tenggara dan keamanan maritim/the sea lines of communication. Para elite pemerintah Jepang tampaknya bersikap waspada dan proaktif terhadap setiap perkembangan pada tataran regional terutama bangkitnya RRT sebagai raksasa ekonomi dunia.

Jepang merasa harus memberikan perhatian yang lebih besar pada kestabilan regional. Lagi pula, Jepang sendiri secara psikologis tentunya masih merasa sebagai bangsa yang besar di Asia Pasifik. Dalam mengimplementasikan peranan politik di kawasan Perbara akan timbul perbedaan pandangan dengan Amerika Serikat. Instrumen yang paling efektif untuk menghadapi Amerika Serikat adalah ekonomi. Sikap lebih ramah bangsa Jepang sangat diperlukan untuk menghadapi Amerika Serikat. Jepang sendiri telah merencanakan peningkatan yang signifikan terhadap kekuatan militernya (secara langsung maupun tidak langsung). Hal ini akan berimbas pada negara-negara anggota Perbara dalam bentuk peningkatan perlombaan senjata di kawasan.

Kerja sama dengan Republik Rakyat TiongkokSunting

 
Beijing, pusat ekonomi RRT yang sedang tumbuh pesat

Kontur dimensi multipolar yang kian kompleks mengharuskan tiap negara anggota Perbara untuk adaptif terhadap dinamika geopolitik dan geostrategi kawasan. Seperti pada peningkatan kemampuan militer RRT yang oleh Amerika Serikat pun dipandang sebagai sebuah ancaman. International Role RRT telah terbuka lebar dengan diundangnya modal dan teknologi dari Barat dan Jepang.

RRT tampaknya akan terus mempertahankan kepentingan dan pengaruh strategis mereka di kawasan Perbara, baik secara politik maupun militer. Ada keprihatinan mengenai tindakan RRT beberapa tahun yang lalu di Kepulauan Spratly. Pengembangan lembaga-lembaga keamanan yang lebih kuat di kawasan sangat diperlukan. Di bidang ekonomi dan industri, langkah RRT yang mendorong warganya bermigrasi dari daerah perdesaan ke kota-kota untuk menciptakan 270 juta pekerjaan dalam 10 tahun ke depan patut diapresiasi.

Kepentingan utama RRT terhadap negara-negara Asia terfokus pada pembangunan ekonomi yang cepat, dan bagi RRT, untuk diakui sebagai kekuatan Asia yang besar juga sangat penting. Dalam sebuah novel terbitan tahun 1997 yang menggambarkan terjadinya perang berskala global antara Amerika Serikat melawan RRT, diceritakan bahwa pemicunya adalah serangan RRT ke Laut Tiongkok Selatan dan invasi militer RRT ke Vietnam. Walaupun novel tersebut adalah fiksi belaka, namun tetap ada korelasinya dengan kondisi yang terjadi saat ini, dan ada kemiripan dengan apa yang diungkapkan oleh pakar politik AS Samuel Huntington dalam bukunya The Clash of Civilization.[18]

Kerja sama dengan Korea SelatanSunting

Korea Selatan merupakan salah satu mitra Perbara yang hubungan memiliki hubungan terkuat, khususnya di bidang ekonomi. Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak pada tahun 2009 mengatakan bahwa perdagangan Korsel-Perbara telah tumbuh sebelas kali lipat dalam dua dekade terakhir menjadi senilai US$ 90,2 miliar. Angka tersebut bahkan diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 150 miliar pada 2015 dan berencana untuk meningkatkan (kerja sama) lebih baik lagi serta melakukan pertukaran budaya dan sebagainya.

Kerja sama ASEAN+6Sunting

Negara yang terlibat dalam kerjasama ASEAN+6 ini terdiri dari gabungan kerjasama ASEAN+3 yang beranggotakan Republik Rakyat Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang, ditambah India, Australia, dan Selandia Baru.

Kerja sama dengan IndiaSunting

 
Kota Mumbai, kota terbesar di India dan merupakan lambang India sebagai raksasa ekonomi baru

India menjadi mitra wicara penuh Perbara pada KTT ke-5 Perbara di Bangkok, Thailand tanggal 14-15 Desember 1995 setelah sebelumnya menjadi mitra wicara sektoral sejak 1992. Pada KTT ke-1 India-Perbara di Phnom Penh, Kamboja tanggal 5 November 2002, para Pemimpin Perbara dan India menegaskan komitmen untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang perdagangan dan investasi, pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, teknologi informasi dan people to people contacts. Komitmen Perbara dan India tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan ASEAN-India Partnership for Peace, Progress and Shared Prosperity and Plan of Action pada KTT ke-3 India-Perbara di Vientiane, Laos tanggal 30 November 2004.[19]

Hubungan kerja sama Indonesia-India di bidang ekonomi dan perdagangan mulai timbul seiring dengan adanya upaya-upaya ke arah kerja sama antara Perbara dan Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatan (SAARC) untuk menuju kerja sama yang lebih luas di kawasan Asia. Secara lebih konkret lagi, hubungan dan kerja sama yang lebih dekat telah terwujud dalam hubungan kemitraan antara Perbara dan India melalui format pertemuan tingkat tinggi ASEAN+1 (India), di mana pertemuan keduanya diadakan di Bali pada bulan Oktober 2003 lalu.[20]

Sengketa perbatasanSunting

Beberapa negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Perbara) berselisih tentang tapal batas masing-masing negara. Dan beberapa negara Perbara dengan negara disekitarnya saling membuat klaim teritorial atas Laut Tiongkok Selatan.[21] Perselisihan tersebut dianggap sebagai titik konflik Asia yang berpotensi menimbulkan ketidakstabilan kawasan Perbara.[22][23]

Sedang berlangsung
Sudah selesai

Perbara telah mengeluarkan deklarasi tentang masalah ini, menyerukan semua negara untuk menangani masalah tersebut tanpa menggunakan kekerasan.[21]

OlahragaSunting

Lihat pulaSunting

CatatanSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "ASEAN Motto". Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Diakses tanggal 9 Mei 2015. 
  2. ^ ASEAN Charter (PDF). Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. hlm. 29. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 9 November 2015. Diakses tanggal 29 October 2015. Pasal 34: Bahasa kerja Perbara adalah bahasa Inggris 
  3. ^ "Selected Basic ASEAN Indicators" (PDF). Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 4 September 2015. Diakses tanggal 9 Mei 2015. 
  4. ^ "Report for ASEAN populations". Dana Moneter Internasional. Diakses tanggal 18 April 2018. 
  5. ^ "Report for ASEAN GDP (nominal)". Dana Moneter Internasional. Diakses tanggal 18 April 2018. 
  6. ^ "ASEAN Centres & Facilities". Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Diakses tanggal 16 September 2015. 
  7. ^ "Empat Anggota ASEAN Ratifikasi Piagam"Diarsipkan 5 Maret 2009 di Wayback Machine., Antara, 20 Februari 2008
  8. ^ "Kemenlu akan bentuk tim kerja ASEAN", Radio Taiwan International, 15 September 2008
  9. ^ "National Commission on Muslim Filipinos". ncmf.gov.ph. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 November 2016. Diakses tanggal 14 July 2016. 
  10. ^ BuddhaNet. "World Buddhist Directory – Presented by BuddhaNet.Net". buddhanet.info. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 March 2021. Diakses tanggal 23 October 2014. 
  11. ^ "2015 Philippine Statistical Yearbook" (PDF). psa.gov.ph. Philippine Statistical Authority. Oct 2015. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 11 October 2016. Diakses tanggal 26 July 2020. 
  12. ^ "Indonesia", The World Factbook (dalam bahasa Inggris), Central Intelligence Agency, 2021-12-29, diarsipkan dari versi asli tanggal 13 April 2021, diakses tanggal 2022-01-06 
  13. ^ "Statistik Umat Menurut Agama di Indonesia". Ministry of Religious Affairs. 15 May 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 September 2020. Diakses tanggal 24 September 2020. 
  14. ^ "Table: Religious Composition by Country, in Percentages". 18 December 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 May 2014. Diakses tanggal 17 March 2015. 
  15. ^ UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME. Human Development Report
  16. ^ "Informasi negara (bagian visa)". Timatic. International Air Transport Association (IATA) melalui Olympic Air. 
  17. ^ ASEAN Selayang Pandang Edisi 2008 Halaman 63 oleh Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Departemen Luar Negeri Republik Indonesia.
  18. ^ "Perspektif Keamanan di Kawasan ASEAN dan Campur Tangan Negara Besar | TANDEF". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-04-14. Diakses tanggal 2010-04-06. 
  19. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-05-21. Diakses tanggal 2010-04-06. 
  20. ^ "Uni Sosial Demokrat". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-07-22. Diakses tanggal 2010-04-06. 
  21. ^ a b "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-07-31. Diakses tanggal 2010-12-12. 
  22. ^ "U.S., ASEAN Leaders to Discuss South China Sea Territorial Disputes". Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Desember 2010. Diakses tanggal 12 Desember 2010. 
  23. ^ Vietnam seeks ASEAN discussion over South China Sea

Pranala luarSunting

Organisasi

Konferensi Tingkat Tinggi Perbara

Organisasi Perbara

Situs web terkait Perbara