Kabupaten Kapuas Hulu

kabupaten di provinsi Kalimantan Barat, Indonesia
(Dialihkan dari Kapuas Hulu)

Kabupaten Kapuas Hulu adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di kota Putussibau yang dapat ditempuh lewat transportasi sungai Kapuas sejauh 846 km, lewat jalan darat sejauh 814 km dan lewat udara ditempuh dengan pesawat berbadan kecil dari Pontianak melalui Bandar Udara Pangsuma. Memiliki luas wilayah 29.842 km² (20% luas Kalimantan Barat) dan berpenduduk 258.984 menurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2019.[2]

Kabupaten Kapuas Hulu
Lambang Kapuas Hulu.png
Lambang Kabupaten Kapuas Hulu


Moto: Bumi Uncak Kapuas
"Hulu Bumi Kapuas"



Locator map of Kapuas Hulu Regency in West Kalimantan.svg
Peta lokasi Kabupaten Kapuas Hulu di Kalimantan Barat
Koordinat:
Provinsi Kalimantan Barat
Dasar hukum -
Tanggal peresmian 1 Juni 1869
Ibu kota Kota Putussibau
Pemerintahan
- Bupati Abang Muhammad Nasir, SH
- Wakil Bupati Antonius L. Ain. Pamero, SH
APBD
- DAU Rp. 782.050.975.000.-(2013)[1]
Luas 29.842 km2
Populasi
- Total 258.984 jiwa (2018)[2]
- Kepadatan 8,68 jiwa/km2
Demografi
- Agama Islam 58,25%
Kristen 41,51%
- Katolik 32,82%
- Protestan 8,69%
Budha 0,12%
Konghucu 0,11%
Hindu 0,01%[2]
- Kode area telepon 0567
- Bandar udara Bandar Udara Pangsuma
Pembagian administratif
- Kecamatan 23
- Kelurahan 282
Simbol khas daerah
Situs web http://www.kapuashulukab.go.id

GeografisSunting

Batas WilayahSunting

Batas-batas wilayah Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut:

  1. Utara berbatasan dengan Sarawak, Malaysia Timur
  2. Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sintang
  3. Barat berbatasan dengan Kabupaten Sintang
  4. Timur berbatasan dengan Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur dan Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

Dewan Perwakilan Rakyat DaerahSunting

KecamatanSunting

Kabupaten Kapuas Hulu secara administratif terbagi menjadi 23 kecamatan, yaitu:

EkonomiSunting

Hasil hutan di wilayah Kesatuan Pemangku Hutan Putussibau dan Semitau jadi andalan utama roda perekonomian Kapuas Hulu. Hasilnya berupa kayu bulat yang terbagi dalam tiga kelompok, meranti, rimba campuran dan kayu indah.

Di sektor perikanan, Kapuas Hulu tergolong habitat puluhan jenis ikan hias, seperti arwana dan ulanguli. Habitat ikan ini hanya ada di dalam Danau Sentarum. Di kawasan lain seperti kawasan hulu sungai Kapuas, Embaloh, Mendalam dan Sibau dengan hasil seperti ikan jelawat, semah, toman, tengadak, belida, lais, entokan dan baung.

TransportasiSunting

Kabupaten ini memiliki sebuah lapangan terbang yang terletak di kota Putussibau, yaitu Bandar Udara Pangsuma (Bandara Pangsuma) yang memiliki Panjang Landasan/Arah/PCN: 1.004 x 23 m / 10-28 / 5 FCZU, tergolong Kelas IV dengan kemampuan bisa untuk mendarat jenis pesawat DHC-6 serta memiliki Terminal Domestik seluas 240 m2.

Sosial BudayaSunting

SkaKMAD-KH (Sekretariat Komunikasi Masyarakat Adat Dayak Kapuas Hulu)Sunting

Didirikan pada tahun 2004. Tujuannya bersama masyarakat adat Kapuas Hulu dalam mempertahankan wilayah adat dan mengelola sumber daya alam secara adil dan lestari berdasarkan kearifan lokal serta memperjuangkan kedaulatan masyarakat adat Dayak dalam bidang pendidikan, sosial budaya, ekonom dan politik demi tercapai kesejahteraan dan keadilan masyarakat adat Dayak Kapuas Hulu. Anggotanya terdiri dari 12 Ketemenggungan yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu.

OlahragaSunting

Kabupaten Kapuas Hulu memiliki klub sepak bola, yaitu:

Persatuan Sepak bola Kapuas Hulu saat ini berada di Divisi 1 Liga Amatir Indonesia.

ReferensiSunting

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ a b c "PKabupaten Kapuas Hulu Dalam Angka 2019". www.kapuashulukab.bps.go.id. Diakses tanggal 21 Februari 2020. 

Pranala luarSunting