Kabupaten Sintang

kabupaten di provinsi Kalimantan Barat, Indonesia

Kabupaten Sintang adalah salah satu daerah otonom tingkat II di bawah provinsi Kalimantan Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Sintang. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 21.635 km² dan berpenduduk sebesar 413.369 jiwa (2019).[3] Kepadatan penduduk 19,11 jiwa/km2 yang terdiri dari multietnis dengan mayoritas suku Dayak dan Melayu.

Kabupaten Sintang
Lambang Kabupaten Sintang.png
Lambang Kabupaten Sintang



Locator map of Sintang Regency in West Kalimantan.svg
Peta lokasi Kabupaten Sintang di Kalimantan Barat
Koordinat:
Provinsi Kalimantan Barat
Ibu kota Sintang
Pemerintahan
- Bupati dr. H Jarot Winarno, M.Med.PH
- Wakil Bupati Drs. Askiman, MM.
APBD
- DAU Rp.925.671.945.000,00,-(2016)[1]
Luas 21.635 km2
Populasi
- Total 413.369 jiwa (2019)
- Kepadatan 19,11 jiwa/km2
Demografi
- Agama Kristen 62,21%
Katolik 38,69%
Protestan 23,52%
Islam 37,06%
Buddha 0,53%
Konghucu 0,07%
Hindu 0,02%
Lain-Lain 0,09%[2]
- Kode area telepon 0565
- Bandar udara Bandar Udara Susilo Bandar Udara Tebelian
Pembagian administratif
- Kecamatan 14
- Kelurahan 6
- Desa 281
Simbol khas daerah
Situs web http://www.sintang.go.id/
Litografi Sintang berdasarkan lukisan oleh Josias Cornelis Rappard (1883-1889)

Daerah Pemerintahan Kabupaten Sintang, pada tahun 2018, terbagi menjadi 14 kecamatan, 16 kelurahan, dan 361 desa. Kecamatan terluas adalah Kecamatan Ambalau dengan luas 29,52 persen dari total luas wilayah Kabupaten Sintang, sedangkan luas masing–masing kecamatan lainnya hanya berkisar 1–29 persen dari luas Kabupaten Sintang.[3]

Sebagian besar wilayah Kabupaten Sintang merupakan perbukitan dengan luas sekitar 13.573,75 km2 atau sekitar 63,57% dan dataran seluas 8.061,25 km2. Kabupaten Sintang merupakan kabupaten terbesar ke-dua di Provinsi Kalimantan Barat, setelah Kabupaten Ketapang. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia. Mata pencaharian utama masyarakat di kawasan ini adalah petani kelapa sawit dan karet.[3]

SejarahSunting

Afdeling SintangSunting

 
Kediaman asisten residen Sintang di sekitar tahun 1900

Tahun 1600 Raja Sintang mengirim utusan ke Banjarmasin melewati jalur sungai Katingan untuk menyalin Kitab Suci Al-Quran. Kontrak tahun 1756, Sultan Tamjidullah I dari Banjarmasin dengan VOC-Belanda mendaftarkan Sintang dalam wilayah pengaruh Kesultanan Banjarmasin.[4] Tanggal 1 Januari 1817 Raja Banjar Sultan Sulaiman menyerahkan Sintang kepada Belanda.[5] Tahun 1823 kontrak Sultan Sintang dengan Hindia Belanda.[6] Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam dari Banjarmasin menyerahkan Sintang kepada Hindia Belanda. Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam wester-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8.[7] Kabupaten Sintang dihuni 34 sub suku Dayak.[8]

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

Berikut ini adalah daftar bupati Sintang yang menjabat sejak pembentukannya pada tahun 1950.

Nomor Foto Nama Masa Jabatan Keterangan Wakil Bupati Ref
1 Raden Gondowirio 1950 [9]
2 R.M. Sudiono 1950–1952 [10]
3 R.P.N. Loemban Tobing 1952–1953
4 Raden Koesno 1953–1954
5 Ade Muhammad Johan 1954–1955
6 J.C. Oevaang Oeray 1955–1959
7 G.P. Djaoeng 1959–1966
8 Masri Hakim, B.A. 1966–1968
9 N. Sukardi 1968–1974
10 Drs. H. M. Saleh Ali 1974–1979 Periode pertama
1979–1984 Periode kedua
11 Daniel Toding 1984–1989
12 Bonar Sianturi 1989–1994
13 H. Abdillah Kamarullah, S.H. 1994–1999 Drs. R. Juris Mening (1996-2001)
_ Drs. R. Juris Mening 1999–2000 Pelaksana tugas (plt.) bupati
14 Drs. Elyakim Simon Djalil, M.M. 2000–2005 Drs. H. Ade Kartawijaya
_ Drs. Ignatius Lyong, M.M. Februari–Agustus 2005 Penjabat bupati
15 Drs. Milton Crosby, M.Si. 2005–2010 Periode pertama dr. Jarot Winarno, M.Med.Ph.
2010–2015 Periode kedua Drs. Ignasius Juan, M.M.
_ DR.Drs. Alexius Akim, M.M. 26 Agustus 2015–17 Februari 2016 Penjabat bupati [11]
16 dr. H. Jarot Winarno, M.Med.Ph. 17 Februari 2016–sekarang Drs. Askiman, M.M. [12]

Dewan PerwakilanSunting

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sintang

KecamatanSunting

Kabupaten Sintang terdiri dari 14 kecamatan, 16 kelurahan, dan 390 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 403.095 jiwa dengan luas wilayah 21.638,20 km² dan sebaran penduduk 19 jiwa/km².[13] Kabupaten Sintang dibagi menjadi 14 wilayah kecamatan, yaitu:

  1. Ambalau
  2. Binjai Hulu
  3. Dedai
  4. Kayan Hilir
  5. Kayan Hulu
  6. Kelam Permai
  7. Ketungau Hilir
  8. Ketungau Hulu
  9. Ketungau Tengah
  10. Sei Tebelian (Sungai Tebelian)
  11. Sepauk
  12. Serawai
  13. Sintang
  14. Tempunak

Pemekaran daerahSunting

Kabupaten KetungauSunting

Kecamatan yang mungkin bergabung ke dalam kabupaten ini meliputi:

  1. Ketungau Hilir
  2. Ketungau Hulu
  3. Ketungau Tengah

Kabupaten SerawaiSunting

Kecamatan yang mungkin bergabung ke dalam kabupaten ini meliputi:

  1. Ambalau
  2. Serawai
  3. Kayan Hilir
  4. Kayan Hulu

Kota SintangSunting

Kecamatan yang mungkin bergabung ke dalam kota ini meliputi:

  1. Sintang
  2. Sintang Barat
  3. Sintang Kota
  4. Sintang Timur

Provinsi Kapuas RayaSunting

Beberapa Kabupaten/Kota yang membentuk Provinsi baru ini meliputi:

  1. Kota Sintang
  2. Kabupaten Melawi
  3. Kabupaten Kapuas Hulu
  4. Kabupaten Sekadau
  5. Kabupaten Sintang

ReferensiSunting

  1. ^ "APBD Sintang 2016 Meningkat". www.rri.co.id. Diakses tanggal 20 Januari 2019. 
  2. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut Kabupaten Sintang 2010". www.sp2010.bps.go.id. Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 20 Januari 2020. 
  3. ^ a b c "Kabupaten Sintang Dalam angka 2019". www.sintangkab.bps.go.id. Diakses tanggal 20 Januari 2020. 
  4. ^ (Inggris) Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië (1861). "Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië". 23 (1-2): 218. 
  5. ^ (Indonesia)Poesponegoro (1992). Sejarah nasional Indonesia: Nusantara pada abad ke-18 dan ke-19. Indonesia: PT Balai Pustaka. ISBN 979-407-410-1.  ISBN 978-979-407-410-7
  6. ^ (Inggris) van Panhuys, H. F. (1978). International law in the Netherlands. 1. BRILL. hlm. 156. ISBN 9028601082.  ISBN 978-90-286-0108-6
  7. ^ (Belanda) Staatsblad van Nederlandisch Indië, s.n., 1849
  8. ^ http://www.pontianakonline.com
  9. ^ "Bupati Kabupaten Sintang". pontianakonline.com. Diakses tanggal 10 Desember 2016. 
  10. ^ Kabupaten Sintang Dalam Angka 2014 (PDF). Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang. Dipublikasi oleh Bappeda Sintang. hlm. 30. Diakses tanggal 10 Desember 2016. 
  11. ^ "Gubernur Kalbar Lantik Akim Menjadi Penjabat Bupati Sintang". kalimantan-news.com. 26 Agustus 2015. Diakses tanggal 10 Desember 2016. 
  12. ^ "Cornelis Lantik Jarot-Askiman Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sintang". kalimantan-news.com. 26 Agustus 2015. Diakses tanggal 10 Desember 2016. 
  13. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Desember 2018. 

Pranala luarSunting