Kabupaten Tabalong

kabupaten di Kalimantan Selatan, Indonesia

Kabupaten Tabalong adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di kecamatan Tanjung. Kabupaten Tabalong memiliki luas wilayah 3.767,00  km², berpenduduk sebanyak 218.954 jiwa hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010). Dan pada tahun 2020, penduduk kabupaten Tabalong sebanyak 245.765 jiwa.[1] Motto kabupaten ini ialah Saraba Kawa dalam bahasa Banjar yang berarti Serba Sanggup. Tabalong berbatasan dengan kawasan Barito di provinsi Kalimantan Tengah, dan kabupaten Paser di provinsi Kalimantan Timur.

Kabupaten Tabalong
Monumen Tanjung Puri
Monumen Tanjung Puri
Lambang resmi Kabupaten Tabalong
Lambang
Motto: 
Saraba Kawa (Bahasa Banjar: Serba Bisa)
Semboyan: Kawa Ba'ucap, Kawa Manggawi, Kawa Manyandang
Slogan:Bersinar
Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Tabalong.svg
Kabupaten Tabalong is located in Kalimantan
Kabupaten Tabalong
Kabupaten Tabalong
Kabupaten Tabalong is located in Indonesia
Kabupaten Tabalong
Kabupaten Tabalong
Koordinat: 1°53′00″S 115°30′00″E / 1.88333°S 115.5°E / -1.88333; 115.5
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Selatan
Tanggal peresmian1 Desember 1965
Dasar hukumUU No. 8 Tahun 1965
Ibu kotaTanjung
Pemerintahan
 • BupatiAnang Syakhfiani
 • Wakil BupatiDrs. H. Mawardi, M.Si.
Luas
 • Total3.767,00 km2 (1,454,45 sq mi)
Populasi
 • Total245.765 jiwa
 • Kepadatan65/km2 (170/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 95,85%
Kristen 3,67%
- Protestan 2,77%
- Katolik 0,90%
Hindu 0,47%
Buddha 0,01%[1]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0526
Kode Kemendagri63.09 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan12 kecamatan
Jumlah kelurahan10 kelurahan
Jumlah desa121 desa
DAURp 524.923.823.000,- (2020)[3]
IPMKenaikan 72,19 (2020)
Tinggi[4]
Bandar udaraWarukin
Situs webwww.tabalongkab.go.id

SejarahSunting

 
Kantor Bupati Tabalong di Kota Tanjung
 
Gedung DPRD Tabalong di Mabuun, Kota Tanjung.
 
Pendopo Bupati Tabalong di Pembataan, Kota Tanjung

Sejarah menurut WaktuSunting

Sejarah Pembentukan KabupatenSunting

Pada tanggal 15 Maret 1958, atas permufakatan orang-orang terkemuka di Tanjung yang diprakarsai oleh Baharuddin Akhmid yang waktu itu menjabat Asisten Wedana di Kecamatan Tabalong Selatan, maka dibentuklah Panitia sementara Penuntutan Daerah Swatantra Tingkat II Tabalong yang disusun kepengurusannya sebagai berikut:

  • Penasihat: Baharuddin Akhmid
  • Ketua: Juhri
  • Wakil Ketua: A. Salman
  • Sekretaris: Usnan As
  • Wakil Sekretaris: Abdullah Khairul
  • Bendahara: H. Baderi
  • Pembantu Umum: As'ad
  • Anggota-anggota: A. Syamsi, H.A. Sudani dan M. Salman

Setelah Panitia Sementara terbentuk, untuk kepentingan perjuangan serta terjadinya beberapa mutasi terhadap Pegawai Negeri yang sudah duduk dalam kepanitian, maka komposisi dan personalia panitia penuntut mengalami beberapa kali perubahan hingga sampai pada Panitia V, di mana orang-orang yang mempunyai andil besar dan pernah menjadi Panitia Penuntut adalah sebagai berikut:

  • Abdussyukur
  • Amir Hasan
  • A. Sajeli
  • Basuni Ulita
  • A. Husaini
  • Juhrani
  • Majedi Effendi
  • Abdurahman Hamud
  • H. Baderi
  • H. Juhri Taher
  • H. Alikurdi Almas
  • Kadirman
  • H. Abdul Gani
  • Syahrap
  • H. Kurdi
  • Yahya Z.
  • H. Imansyah
  • Hiskia Tiro
  • H. Basuni (Kepala Desa)
  • Idar
  • Masran

Pada tanggal 5 Mei 1959, dalam sidang pleno terbuka, DPRD Hulu Sungai Utara memutuskan menyetujui sepenuhnya tuntutan rakyat Tabalong agar Kewedanaan Tabalong dapat dijadikan Daerah Swatantra Tingkat II Tabalong dengan ibu kota Tanjung yang terkenal dengan resolusi pada tanggal 5 Mei 1959 Nomor 2/II DPRD-1959 yang isinya selain menyetujui juga mendesak Pemerintah Pusat agar tuntutan dimaksud dapat dikabulkan. Panitia sebelumnya disempurnakan lagi dengan Panitia VI sebagai berikut:

  • Ketua Umum: Juhri
  • Ketua I: M. Salman
  • Ketua II: Maslan
  • Penulis I: Usnan As
  • Penulis II: Abdullah
  • Bendahara: Norbek
  • Pembantu-pembantu: Semua Camat dalam Kewedanaan Tabalong dan semua anggota DPRD Hulu Sungai Utara yang tinggal di Kewedanaan Tabalong
  • Seksi Politik: H. Baijuri Y, Ruminto dan kawan-kawan
  • Seksi Bangunan: Anang Basar, Donarian dan kawan-kawan
  • Seksi Perencanaan: Abdurrahman Projakal dan kawan-kawan
  • Seksi Penerangan: A. Syamsi dan Hamidhan Baseri
  • Seksi Organisasi: Makmod Asnawi, Hamad dan kawan-kawan

Panitia ini mengadakan hubungan dengan pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan DPRD GR-nya, serta tokoh-tokoh politik dan ormas yang diwakili dalam DPRD-GR Provinsi Kalimantan Selatan, agar dapat dukungan dari mereka atas tuntutan ini. Dalam sidang istimewa DPRD-GR Kalimantan Selatan menyetujui tuntutan rakyat Tabalong, Tapin dan Tanah Laut masing-masing dijadikan Daerah Swantantra Tingkat II.

DPRD-GR Provinsi Kalimantan Selatan mengeluarkan Resolusi yang ditunjukan ke Pemerintah Pusat, memohon Pemerintah Pusat dapat menyetujui dan selanjutnya melahirkan Daerah Tingkat II. Panitia dalam usahanya memperjuangkan ketingkat Pusat telah menghubungi Gubernur Kalimantan Selatan (waktu itu) Haji Maksid, untuk memohon nasihat dan petunjuk serta doa restu untuk berangkat ke Jakarta oleh Gubernur diberikan Petunjuk-petunjuk dan sekaligus merestui keberangkatan Panitia menemui Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, serta Pejabat-pejabat Tinggi lainnya guna menyampaikan hasrat Rakyat Tabalong dimaksud.

Berangkatlah Juhri dan Usman, masing-masing selaku ketua Umum dan sekretaris Panitia dan pula oleh Muhyar Usman selaku wakil dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam waktu yang relatif singkat, rombongan Panitia telah dapat diterima oleh Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah IPIK Gandamana dalam percakapan akhir dia mengatakan, bahwa pada prinsipnya saya dapat menyetujui tuntutan ini dan akan diajukan pada Sidang DPR-GR yang akan datang.

Sebagai realisasi dari kunjungan Panitia, oleh DPR-GR telah mengutus ketua Komisi B, yaitu I.S. Handoko Wijoyo untuk meninjau ketiga calon Daerah Tingkat II dimaksud, dalam kunjungan ke Tabalong I.S. Handoko Wijoyo mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk tidak menyetujui tuntutan Rakyat Tabalong ini.

Pada tanggal 5 September 1964, Kewadenaan Tabalong telah ditingkatkan statusnya menjadi Daerah Persiapan Tingkat II Tabalong dengan Kepala Kantor Usman Dundrung Bekas Wedana Barabai.

Lahirnya Undang-undang Noor 8 Tahun 1965 Tanggal 14 Juni 1965 yang mendorong daerah pesiapan Tingkat II Tabalong ini ditingkatkan lagi menjadi Daerah Otonomi Tingkat II Tabalong yang menjalankan roda pemerintahan sendiri baik eksekutif maupun legislatif dan untuk ini juga Pemerintah tetap dipercayakan kepada Usman Dundrung.

Pada tanggal 1 Desember 1965 pukul 11.00 pagi bertempat di lapangan Giat Kota Tanjung oleh Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Dr. Soemarno Sosro Atmodjo dengan disaksikan puluhan ribu rakyat Tabalong dan Pejabat-pejabat tinggi Kalimantan Selatan lainnya, maka papan nama yang diselubungi kain bludru hijau dengan untaian sutra kuning keemasan, telah dibuka dengan resmi oleh Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah dan dibalik selubung yang terbuka itu terpampang kalimat bersenjarah yang berbunyi, "DAERAH TINGKAT II TABALONG DIRESMIKAN 1 DESEMBER 1965″.

GeografiSunting

Secara geografis, Kabupaten Tabalong berada di bagian utara provinsi Kalimantan Selatan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian selatan, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di utara.

Batas WilayahSunting

Batas wilayah kabupaten Tabalong antara lain;

Utara Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Barito Selatan
Timur Kabupaten Paser
Selatan Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Utara
Barat Kabupaten Barito Timur

Keanekaragaman hayatiSunting

Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.

Sumber Daya AlamSunting

Kabupaten Tabalong memiliki sumber daya alam yang kaya, mulai dari hasil tambang, perkebunan, hingga pertanian dan beberapa di antaranya menjadi komoditas unggulan. Hasil tambang yang dominan di kabupaten ini adalah batu bara dan minyak bumi,sedangkan komoditas perkebunan dan pertanian yang menjadi unggulan adalah buah-buahan seperti langsat, rambutan, cempedak, durian. Selain itu, komoditas perkebunan unggulan kabupaten Tabalong berupa karet, kokoa dan kelapa sawit.[6][7]

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No. Foto Nama Awal Menjabat Akhir Menjabat Wakil Bupati Keterangan Ref.
1 Usman Dundrung 1 Desember 1965 12 Desember 1966 Penguasa Daerah [8]
12 Desember 1966 15 Desember 1971 Bupati Kepala Daerah
15 Desember 1971 14 Maret 1972
2 Badaruddin Kasim, B.A. 14 Maret 1972 26 Maret 1977
26 Maret 1977 25 Januari 1979
3 M. Syarkawi D. 25 Januari 1979 15 Februari 1979 Pejabat Bupati KDH
4 H. M. Ismail Abdullah 15 Februari 1979 15 Februari 1984
5 Dandung Suchrowardi 15 Februari 1984 15 Februari 1989 Periode pertama
15 Februari 1989 15 Februari 1994 Periode kedua
6 Obar Sobari 18 Februari 1994 18 Februari 1999
7 Drs. H. Noor Aidi 17 Maret 1999 16 Maret 2004
8 Drs. H. Rachman Ramsyi, M.Si. 17 Maret 2004 16 Maret 2009 H. Murhan Effendie, B.A. Periode pertama
17 Maret 2004 16 Maret 2014 H. Muchlis, S.H. Periode kedua
9 Drs. H. Anang Syakhfiani, M.Si. 17 Maret 2014 17 Maret 2019 H. Zony Alfianoor, S.E. Akt., M.M. Periode pertama [9]
10 H. Zony Alfianoor, S.E. Akt., M.M. 15 Februari 2018 23 Juni 2018 Pelaksana tugas (plt.) bupati, menggantikan bupati petahana yang cuti Pilkada [10]
Drs. H. Anang Syakhfiani, M.Si. 17 Maret 2019 sekarang Drs. H. Mawardi, M.Si. Periode kedua [11]

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Tabalong dalam dua periode terakhir.[12][13]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 2   2
  Gerindra 3   5
  PDI-P 0   3
  Golkar 5   4
  NasDem 2   2
  Berkarya (baru) 1
  PKS 1   4
  PPP 2   2
  PAN 5   4
  Hanura 3   0
  Demokrat 4   3
  PBB 2   0
  PKPI 1   0
Jumlah Anggota 30   30
Jumlah Partai 11   10

KecamatanSunting

Kabupaten Tabalong terdiri dari 12 kecamatan, 10 kelurahan, dan 121 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 238.000 jiwa dengan luas wilayah 3.766,97 km² dan sebaran penduduk 63 jiwa/km².<[14][15]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Tabalong, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
63.09.01 Banua Lawas 15 Desa
63.09.12 Bintang Ara 9 Desa
63.09.05 Haruai 13 Desa
63.09.11 Jaro 9 Desa
63.09.02 Kelua 1 11 Desa
Kelurahan
63.09.08 Muara Harus 7 Desa
63.09.06 Murung Pudak 5 5 Desa
Kelurahan
63.09.07 Muara Uya 14 Desa
63.09.09 Pugaan 7 Desa
63.09.03 Tanta 14 Desa
63.09.04 Tanjung 4 11 Desa
Kelurahan
63.09.10 Upau 6 Desa
TOTAL 10 121
Kecamatan Jumlah Penduduk

(2010)

Banua Lawas 17.997
Pugaan 6.479
Kelua 22.628
Muara Harus 5.901
Tanta 17.204
Tanjung 32.440
Murung Pudak 44.688
Haruai 20.416
Bintang Ara 7.935
Upau 7.046
Muara Uya 21.689
Jaro 14.197
Kab. Tabalong 218.620

Tokoh TerkenalSunting

Beberapa tokoh terkenal hingga ke tingkat nasional yang lahir di daerah ini adalah:

Didahului oleh:
Kawedanan Tabalong
Diteruskan oleh:
tidak ada

PariwisataSunting

Tempat WisataSunting

Beberapa agenda dan tempat wisata yang bisa dikunjungi di Tabalong:

Pranala luarSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 29 Juli 2021. 
  2. ^ Kabupaten Tabalong Dalam Angka 2019, Badan Pusat Statistik, 2019
  3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 29 Juli 2021. 
  4. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 29 Juli 2021. 
  5. ^ (Indonesia) Iskandar, Salman. 99 Tokoh Muslim Indonesia. PT Mizan Publika. ISBN 9797526828. ISBN 978-979-752-682-5
  6. ^ Kabupaten Tabalong Diarsipkan 2014-02-22 di Wayback Machine. dalam www.migas.bisbak.com. Diakses pada 6 Januari 2014
  7. ^ Profil Kabupaten Tabalong Diarsipkan 2014-02-22 di Wayback Machine.. BKPM. Diakses pada 6 Januari 2014
  8. ^ "Profil Kabupaten Tabalong". kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-12-20. Diakses tanggal 4 Desember 2016. 
  9. ^ "Bupati Tabalong Masa Bakti 2014-2019, Anang-Zony Dilantik". metro7.co.id. 17 Maret 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-03-05. Diakses tanggal 4 Desember 2016. 
  10. ^ "Wabup Zony Alfianoor Jabat Plt Bupati Tabalong". kalsel.antaranews.com. 16 Februari 2018. Diakses tanggal 17 Februari 2018. 
  11. ^ "Anang - Mawardi Dilantik Sebagai Bupati & Wakil Bupati Tabalong Periode 2019-2024". rri.co.id. 17 Maret 2019. Diakses tanggal 25 Maret 2019. 
  12. ^ Perolehan Kursi DPRD Tabalong 2014-2019
  13. ^ klikkalsel.com. "KPU Tabalong Tetapkan 30 Caleg Terpilih Pemilu 2019 | Klikkalsel.com". Diakses tanggal 2020-05-26. 
  14. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  15. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.