Kabupaten Barito Selatan

kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia

Kabupaten Barito Selatan adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah. Ibu kota kabupaten ini terletak di Buntok. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 8.830 km² dan berpenduduk sebanyak 136.297 jiwa (Tahun 2019).[1] Motto kabupaten ini adalah "Dahani dahanai tuntung tulus" dan "pantang pulang sebelum tumbang".

Kabupaten Barito Selatan
Kalimantan 1rightarrow blue.svg Kalimantan Tengah
Lambang Kabupaten Barito Selatan.webp
Lambang
Motto: 
Dahani Dahanai Tuntung Tulus
"Selamat Sentosa Adil dan Makmur Selama-lamanya"
Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Barito Selatan.svg
Kabupaten Barito Selatan berlokasi di Kalimantan
Kabupaten Barito Selatan
Kabupaten Barito Selatan
Kabupaten Barito Selatan berlokasi di Indonesia
Kabupaten Barito Selatan
Kabupaten Barito Selatan
Koordinat: 1°52′00″S 114°44′00″E / 1.86667°S 114.73333°E / -1.86667; 114.73333
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Tengah
Tanggal peresmian26 Januari 1958
Dasar hukumUU No. 6 Tahun 1957
Hari jadi21 September 1959
Ibu kotaBuntok
Pemerintahan
 • BupatiH. Eddy Raya Samsuri, S.T.
 • [[]]Satya Titiek Atyani Djoedir
Luas
 • Total8.830,00 km2 (341,000 sq mi)
Populasi
 ((2019)[1])
 • Total136.267 jiwa
Demografi
 • Suku bangsaSuku Dayak, Suku Banjar
 • AgamaIslam 70,43%%
Kristen 25,92%
- Protestan 18,96%
- Katolik 6,96%
Hindu/Kaharingan 3,64%
Budha 0,01%[1]
 • BahasaIndonesia, Maanyan, Dusun
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0525
Kode Kemendagri62.04 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan6
Jumlah kelurahan95
DAURp 583.667.676.000,-(2017)[2]
APBDRp 933.014.543.187[2]
IPM68,27
Bandar udaraBandar Udara Sanggu
Situs webhttp://www.baritoselatankab.go.id/

GeografiSunting

Kabupaten Barito Selatan secara geografis terletak 1°15' - 2°36' Lintang Selatan dan 114°35' - 115°36' Bujur Timur dengan batas wilayah sebagai berikut:[3]

Batas wilayah
Selatan Provinsi Kalimantan Selatan
Timur Kabupaten Barito Timur dan Provinsi Kalimantan Selatan
Barat Kabupaten Kapuas
Utara Kabupaten Barito Utara

IklimSunting

Sebagai daerah yang beriklim tropis, wilayah Barito Selatan udaranya relatif panas yaitu siang hari mencapai sekitar 34,94 °C dan malam hari sekitar 21,95 °C, rata-rata curah hujan sangat rendah pada tahun 2015 yaitu hanya 49,78 mm dengan rata-rata hujan turun sebanyak 15 hari setiap bulannya.

Wilayah AdministrasiSunting

Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Selatan dibentuk pada tanggal 21 September 1959 berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara RI Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 1820). Setelah berjalan 42 tahun maka berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2002, Kabupaten Barito Selatan dimekarkan menjadi Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Barito Timur. Daerah ini sempat di pimpin oleh Asmawi Agani (Gubernur Kalimantan Tengah periode 2000-2005) dan Achmad Diran (Wakil Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2010 dan periode kedua 2010-sekarang).

Apabila sebelum pemekaran Kabupaten Barito Selatan terdiri dari 12 kecamatan dengan luas wilayah 12.664 Km² maka setelah pemekaran tinggal 6 kecamatan dengan luas wilayah 8.830 Km². Keenam kecamatan yang menjadi bagian Kabupaten Barito Selatan tersebut adalah:

  1. Kecamatan Jenamas, dengan luas wilayah 708 km² (8,02%)
  2. Kecamatan Dusun Hilir, dengan luas wilayah 2.065 km² (23,39%)
  3. Kecamatan Karau Kuala, dengan luas wilayah 1.099 km² (12,45%)
  4. Kecamatan Dusun Selatan, dengan luas wilayah 1.829 km² (20,71%)
  5. Kecamatan Dusun Utara, dengan luas wilayah 1.196 km² (13,54%)
  6. Kecamatan Gunung Bintang Awai, dengan luas wilayah 1.933 km² (21,89%)

SejarahSunting

Sebagian kecil wilayah Barsel termasuk dalam Kesultanan Banjar (1826-1860), tetapi sebagian besar termasuk Dusun Ilir diserahkan kepada Hindia Belanda, menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, merupakan bagian dari zuid-ooster-afdeeling van Borneo berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8[4][5]

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Bupati[6] Mulai menjabat Akhir menjabat Ket. Wakil Bupati
1
  Gomer Tamin Binti
1959
1961
Tidak ada
2
  Benyamin A. Tidja
1961
1967
3
  Urbanus Martjun
S.H.
1967
1975
  Tunjung Silam
(Pejabat Sementara)
1975
1976
4
  Drs. H.
Mangkusari
1976
1981
5
  H.
Kamberani Seman
B.A.
1981
1986
1986
1991
6
  Drs. H.
Asmawi Agani
1991
1996
7
  Ir. H.
Achmad Diran
1996
2001
8
  Ir. H.
Baharuddin H. Lisa
M.M.
2001
2006
2006
2011
H.
Irawansyah
S.H., M.M.
  Drs.
Hardy Rampay
M.Si.
(Penjabat)
28 Juni 2011
18 September 2011
9
  Ir. H.
M. Farid Yusran
M.M.
18 September 2011
20 September 2016
Satya Titiek Atyani Djoedir
Ir. H.
Edi Kristianto
M.T.
(Pelaksana Harian)
20 September 2016
6 Oktober 2016
[7]
  H.
Mugeni
S.H., M.H.
(Penjabat)
6 Oktober 2016
22 Mei 2017
[8]
10
  H.
Eddy Raya Samsuri
S.T.
22 Mei 2017
masih menjabat
[9]
Satya Titiek Atyani Djoedir


Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan dalam dua periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019[10] 2019-2024[11]
  PKB 1 3
  Gerindra 0 2
  PDI Perjuangan 9 7
  Golkar 4 3
  NasDem 2   2
  Berkarya (baru) 1
  PKS 1   1
  PPP 2   2
  PAN 3 2
  Demokrat 2   2
  PKPI 1 0
Jumlah Anggota 25   25
Jumlah Partai 9 10
Nomor Ketua Wakil Ketua Periode Keterangan
1 Tamarzam Hasanuddin Agani
Rayuhani
2014 – 2019 [12]

KecamatanSunting

Kabupaten Barito Selatan mempunyai 6 kecamatan, yaitu:

  1. Dusun Selatan
  2. Dusun Utara
  3. Karau Kuala
  4. Gunung Bintang Awai
  5. Jenamas
  6. Dusun Hilir

Secara geografis Kabupaten Barito Selatan terletak pada posisi membujur atau memanjang sungai Barito dengan letak Astronomis 1° 20’ Lintang Utara – 2° 35’ Lintang Selatan dan 114° – 115° Bujur Timur. Perbatasan Kabupaten Barito Selatan adalah:

  1. Sebelah Utara dengan Kabupaten Barito Utara.
  2. Sebelah Timur dengan Kabupaten Barito Timur.
  3. Sebelah Selatan dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara (Provinsi Kalimantan Selatan).
  4. Sebelah Barat dengan Kabupaten Kapuas.

Forum Koordinasi Pimpinan DaerahSunting

Berikut ini adalah nama-nama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), yaitu:

  • Bupati: H. Eddy Raya Samsuri, S.T.
  • Wakil Bupati: Satya Titiek Atyani Djoedir
  • Sekretaris Daerah: Edy Purwanto
  • Ketua DPRD: Ir. H.M. Farid Yusran, M.SCi
  • Kapolres: AKBP Devy Firmansyah, S.I.K.
  • Dandim 1012/Buntok: Letkol. Inf. Tuwadi, S.E., M.I.Pol.
  • Kepala Kejaksaan Negeri: Luhur Istighfar, S.H., M.Hum
  • Ketua Pengadilan Negeri: Bayu Seno Mahartoyo Sukmo, S.H., M.H.
  • Ketua Pengadilan Agama: H. Muhammad Gafuri Rahman, S.Ag., M.H.I.

DemografiSunting

Jumlah penduduk Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2019 adalah 136.267 jiwa. Tingkat pengangguran terbuka sekitar 4,18% dan tingkat partisipasi angkatan kerja sekitar 70% (2019).[3] Rasio jenis kelamin tahun 2019 sebesar 106.[3]

Suku bangsa dan KepercayaanSunting

Mayoritas masyarakat yang tinggal di daerah ini adalah Suku Dayak, terdiri dari:

Data penduduk Kabupaten Barito Selatan Tahun 2015[13] berdasarkan agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dianut adalah:

PendidikanSunting

Angka partisipasi sekolah dasar di Kabupaten Barito Selatan mencapai 99%, sedangkan untuk tingkat sekolah menengah atas hanya 56,6%. Jumlah taman kanak-kanak pada tahun 2019 mencapai 98 buah, sekolah dasar 171 buah, sekolah menengah pertama 62 buah, dan sekolah menengah atas 23 buah. Semua kecamatan di Barito Selatan telah memiliki sekolah tingkat dasar hingga menengah atas.[3] Untuk sekolah menengah kejuruan, kabupaten ini memiliki 5 sekolah yang tersebar di 4 kecamatan.[3]

Di Kabupaten Barito Selatan terdapat Sekolah dasar hingga perguruan tinggi yang terletak di Kota Buntok, perguruan tinggi tersebut diantaranya:

  1. Sekolah Tinggi Pertanian Pgri Buntok, Buntok, Barito Selatan
  2. STIE Dahani Dahanai Buntok, Buntok, Barito Selatan
  3. STAI Al-Marif Buntok

KesehatanSunting

Sampai tahun 2019, fasilitas rumah sakit umum dan poliklinik di Barito Selatan hanya terdapat di Buntok, ibukota kabupaten. Belum terdapat rumah sakit bersalin maupun rumah sakit khusus lainnya di kabupaten ini. Puskesmas dan posyandu sudah dapat ditemui di setiap kecamatan.[3] Jumlah dokter di kabupaten ini terbilang minim, yaitu tidak sampai 50 orang.[3]

Jenis penyakit paling umum di Barito Selatan tahun 2019 adalah penyakit pernapasan, hipertensi, dan diare.[3]

EkonomiSunting

Pertumbuhan riil perekonomian Kabupaten Barito Selatan mengalami peningkatan positif sepanjang tahun 2001-2005. Tahun 2001, PDRB Barito Selatan mengalami pertumbuhan 0,57 %, tahun 2002 meningkat menjadi 1,36 %, tahun 2003 menjadi 2,83%, tahun 2004 menjadi 3,79%, maka dalam tahun 2005 menjadi 5,07%.

Secara garis besar, kehidupan ekonomi kerakyatan masyarakat Kabupaten Barito Selatan adalah pertanian, menyerap 69,91 % tenaga kerja, sektor jasa 9,80 % dan perdagangan 9,09 %.

Selama kurun waktu 2001-2005, terjadi perkembangan rata-rata luas tanaman padi sawah 30,27%, pertumbuhan peternakan budidaya 14,36%, pertumbuhan produksi daging rata-rata 10,38% dan produksi perikanan tumbuh 7,4%. Dengan demikian maka mayoritas masyarakat kabupaten Barito Selatan mengandalkan hidupnya sebagai petani, peladang, peternak maupun nelayan.

PDRB Kabupaten Barito Selatan tahun 2019 menurut harga berlaku adalah 5,99 triliun rupiah.[3]

Sosial BudayaSunting

Upacara AdatSunting

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c "Kabjpaten Barito Selatan Dalam Angka 2020". www.baritoselatankab.bps.go.id. Diakses tanggal 25 April 2020. 
  2. ^ a b "Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2016-2017". Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Humas DJPK. 9 Mei 2017. Diakses tanggal 21 Januari 2018. 
  3. ^ a b c d e f g h i "Kabupaten Barito Selatan Dalam Angka 2020". barselkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2020-06-20. 
  4. ^ (Belanda) Staatsblad van Nederlandisch Indië, s.n., 1849
  5. ^ Tijdschrift van het Bataviaasch Genootschap, Volume 9
  6. ^ "Bupati Barito Selatan dari Masa ke Masa". Setda Pemkab Barito Selatan. 13 Maret 2014. Diakses tanggal 3 Desember 2016. 
  7. ^ "Edi Kristianto Akhirnya Ditunjuk Menjadi Plh Bupati Barsel". tabengan.com. 19 September 2016. Diakses tanggal 26 November 2016. 
  8. ^ "Mugeni Dilantik Jadi Pj Bupati Barsel dan Diperintahkan Jaga Netralitas di Pilkada". antaranews.com. 7 Oktober 2016. Diakses tanggal 26 November 2016. 
  9. ^ "Bupati/Wakil Bupati Kobar dan Barsel Resmi Dilantik". Kalteng Pos Online. 22 Mei 2017. Diakses tanggal 22 Mei 2017. 
  10. ^ Antara Kalteng, 11 Agustus 2014, Pelantikan Anggota DPRD Barsel Terpilih 14 Agustus, dikunjungi pada 29 Januari 2019.
  11. ^ Perolehan Kursi DPRD Barsel 2019-2024
  12. ^ Borneo News: Suara Rakyat Kalimantan, 30 September 2014, Pimpinan DPRD Barsel Resmi Dilantik, dikunjungi pada 29 Januari 2019.
  13. ^ "Provinsi Kalimantan Tengah Dalam Angka 2016"

Pranala luarSunting