Buka menu utama

Kabupaten Balangan

kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia

Kabupaten Balangan adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia yang ibu kotanya adalah Paringin.

Kabupaten Balangan
كابوڤاتين بالڠن
Lambang Kabupaten Balangan.png
Lambang Kabupaten Balangan
كابوڤاتين بالڠن


Moto: Sanggam


Rumah Adat Banjar Tipe Rumah Bubungan Tinggi Desa Tarangan Kabupaten Balangan.jpg
Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Balangan.svg
Peta lokasi Kabupaten Balangan
كابوڤاتين بالڠن di Kalimantan Selatan
Koordinat: 114°50'31 - 115°50'24 BT dan 2°1'31 - 2°35'58 LS
Provinsi Kalimantan Selatan
Dasar hukum PP No.129 tahun 2000
Ibu kota Paringin
Pemerintahan
-Bupati Drs. H. Ansharuddin, M. Si
APBD
-DAU Rp. 287.613.144.000.-(2013)[1]
Luas 1.819,75 km2 [2]
Populasi
-Total 129,093 jiwa (2015)[3]
-Kepadatan 0,07 jiwa/km2
Demografi
-Agama Islam 93.33%
Buddha 4.14%
Kaharingan 1.26%
Kristen Protestan 0.56%
Hindu 0.41%
Katolik 0.30%[4]
Pembagian administratif
-Kecamatan 8
Simbol khas daerah
Situs web http://www.balangankab.go.id/

Kabupaten Balangan merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Hulu Sungai Utara yang ditetapkan berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2003 tanggal 25 Februari 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan di Provinsi Kalimantan Selatan. Berdasarkan undang-undang tersebut, Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno meresmikan Kabupaten Balangan pada tanggal 8 April 2003 yang kemudian menjadi hari jadi yang dirayakan setiap tahunnya. Motto Kabupaten Balangan adalah "Sanggam": "Sanggup Bagawi Gasan Masyarakat" (bahasa Banjar, berarti: Kesanggupan melaksanakan pekerjaan (pembangunan) yang didasari oleh keikhlasan untuk masyarakat.

GeografiSunting

Kabupaten Balangan terletak di bagian utara Provinsi Kalimantan Selatan pada garis 114°50'31 - 115°50'24 Bujur Timur dan 2°1'31 - 2°35'58 Lintang Selatan, berdasarkan letak geografis maka kabupaten Balangan cukup strategis karena dilalui lintas trans Kalimantan dan berpeluang besar untuk berkembang menjadi kota persinggahan bagi perjalanan dari Banjarmasin ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Batas wilayahSunting

Secara administrasi Kabupaten Balangan berbatasan dengan:

Utara Kabupaten Tabalong
Timur Kabupaten Kota Baru dan Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur
Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Barat Kabupaten Hulu Sungai Utara

Luas WilayahSunting

Luas Kabupaten Balangan adalah 1.819,75 km² yang terdiri 8 kecamatan dan 160 desa. Kecamatan dengan wilayah terluas adalah kecamatan Halong dengan luas 659,84 km², sedangkan kecamatan dengan luas wilayah terkecil adalah kecamatan Lampihong dengan luas 96,96 km².

TopografiSunting

Wilayah kabupaten Balangan terdiri dari 179.269 ha dataran. Luas areal perairan terdiri dari rawa 3.026 ha dan sungai 5.537 ha. Temperatur udara di daerah ini rata-rata 26 °C.

SejarahSunting

Masa Sebelum MasehiSunting

Pada sekitar 8000 SM, Manusia ras Austrolomelanesia mendiami gua-gua di pegunungan Meratus. Fosilnya ditemukan di Gua Babi di Gunung Batu Buli, Kampung Randu, Desa Lumbang, Muara Uya, Tabalong, daerah yang berdekatan dengan Kabupaten Balangan. Kemudian sekitar 2500 SM terjadi migrasi bangsa Melayu Tua dari Yunan ke pulau Borneo yang menjadi nenek moyang suku Dayak (rumpun Ot Danum). Kemudian sekitar 1500 SM terjadi migrasi bangsa Melayu Muda ke pulau Borneo, kemungkinan dari Formosa (Taiwan).

Masa Abad PertengahanSunting

Kira-kira pada abad ke-5 terjadi migrasi orang Sumatra yang membawa bahasa Melayu kuno menjadi Bahasa Banjar Hulu. Diperkirakan pada 520 berdirinya Kerajaan Tanjungpuri di Tanjung, Tabalong yang didirikan orang Melayu kuno, daerah yang bertetangga dengan Kabupaten Balangan. Kira-kira pada tahun abad ke-6 Suku Dayak Maanyan melakukan migrasi ke pulau Bangka selanjutnya ke Madagaskar. Orang Balangan dan orang Pitap yang berbahasa Maanyan dan bahasa Bukit mendiami daerah aliran sungai Balangan dan sungai Pitap.

Menurut Kakawin Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365, wilayah Barito (= Tanah Dusun), Tabalong dan Sawuku sudah menjadi daerah taklukan Gajah Mada, mahapatih mangkubumi Kerajaan Majapahit. Daerah-daerah tersebut berdekatan dengan wilayah Kabupaten Balangan. Pada tahun 1387[5], Ampu Jatmaka/Jatmika, saudagar dari negeri Keling (India Selatan atau Jawa Timur) mendirikan kerajaan Negara Dipa dan ia memakai gelar Maharaja di Candi.[6]. Semula ibu kota berkedudukan di Candi Laras (Margasari) pada daerah aliran sungai Tapin, kemudian dipindahkan ke hulu di Candi Agung/Negara Dipa (sekarang Amuntai) dekat muara sungai Tabalong tetapi pelabuhan perdagangan yang resmi tetap di Muara Rampiau dekat Candi Laras. Ampu Jatmika kemudian dilantik sebagai penerus raja Kuripan (Danau Panggang) sehingga ia menjadi penguasa empat negeri: Candi Laras, Candi Agung, Kuripan dan daerah Batung Batulis dan Baparada.[7] Batung Batulis dan Baparada merupakan julukan Kabupaten Balangan dahulu di mana terdapat lokasi yang dikeramatkan, yaitu Gunung Batu Piring (Kampung Pahajatan) tempat mengambil buluh betung (batung batulis) yang dipakai sebagai tiang mahligai/istana bagi Putri Junjung Buih.

Menurut Hikayat Banjar Resensi I, ketika ibu kota di Negara Dipa/Candi Agung, Ampu Jatmaka memerintahkan menteri penganan Aria Magatsari mudik untuk menaklukan daerah-daerah di hulu, yaitu batang Tabalong, batang Balangan, batang Pitap serta bukit-bukitnya. Maka diangkatlah ketua daerah setempat sebagai menteri-menteri sakai mengepalai daerah tersebut di bawah kekuasaan Aria Magatsari. Sementara itu menteri pengiwa Tumenggung Tatahjiwa diperintahkan menaklukan batang Alai, batang Amandit, batang Labuan Amas serta bukit-bukitnya. Mula-mula Lambung Mangkurat menjabat sebagai pemangku raja Negara Dipa, penerus Maharaja di Candi, tetapi kemudian sebagai raja dilanjutkan oleh anak angkatnya Putri Junjung Buih (Bhre Tanjungpura) bersama suaminya Pangeran Suryanata I dari Majapahit. Lambung Mangkurat dengan sukarela mengambil posisi sebagai mangkubumi Negara Dipa karena sebenarnya ia bukanlah berdarah biru.

Pada masa kekuasaan Raden Sekar Sungsang, wilayah Balangan termasuk dalam wilayah Kerajaan Negara Daha, nama negeri dengan ibu kota yang baru di sebelah hilir di Muara Hulak, yaitu perpindahan dari Negara Dipa (Candi Agung) sampai masa kekuasaan Pangeran Tumenggung. Lokasi Muara Hulak tersebut pada mulanya muncul sebagai pelabuhan bayangan kerajaan Negara Dipa, padahal pelabuhan perdagangan yang resmi adalah Muara Rampiau. Dengan berdirinya Negara Daha, maka pelabuhan perdagangan dipindah ke hilir dari Muara Rampiau ke Muara Bahan. Pada tahun 1526, wilayah Balangan menjadi bagian dari Banua Lima, sebuah provinsi dari Kesultanan Banjar, nama negeri dengan ibu kota yang baru yang didirikan oleh Sultan Suriansyah (keponakan Pangeran Tumenggung) di lokasi yang jauh lebih ke hilir dekat muara sungai Barito, yaitu Banjarmasin, merupakan perpindahan dari Negara Daha/Muara Hulak.

Masa Kolonialisme BelandaSunting

Dalam Perang Banjar, rakyat Balangan ikut aktiff berjuang, pada 4 Mei 1861 terjadi Pertempuran Paringin antara pasukan Antasari melawan kolonial Belanda. Pada tahun 1861 tersebut, pejuang Perang Banjar, Tumenggung Jalil gelar Kiai Adipati Anom Dinding-Raja gugur dalam pertempuran mempertahankan benteng Tundakan. Pada tahun 1899, Kiai Matsaleh sebagai kepala Distrik Balangan, yaitu salah satu distrik dalam Onderafdeeling Amuntai, Alabio dan Balangan di bawah penguasa Residen C.A Kroesen yang memimpin Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo

Menurut Staatblaad tahun 1898 no. 178[8] Distrik Balangan adalah salah satu Distrik di dalam Onderafdeeling Alabioe en Balangan yang merupakan bagian dari Afdeeling Amuntai.

Tahun 1870 Distrik Batang-Alai, Laboean-Amas en Balangan (ibu kota Barabai)Sunting

Distrikt Batang-Alai, Laboean-Amas en Balangan. (Standplaats Barabei).[9]

  • Kontroleur der 1ste klasse. N. van der Stok.
  • Distriktshoofd van Batang-Alai. Kjahi Demang Joeda Negara.
  • Idem van Laboean-Ámas. Kjahî Toemenggoeng Karta Joeda Negara
  • Idem van Balangan. Kjahi Raden Mas Wira Joeda.
  • Pangoeloe van Batang-Alai en Laboean-Amas. Hadjí Abdoel Kapi.
  • Idem van Balangan. Hadji Mat Saleh.

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No. Foto Nama Awal Jabatan Akhir Jabatan Keterangan Wakil Bupati Ref.
1 Drs. H. M. Arsyad 8 April 2003 16 April 2004 Penjabat bupati [10]
2 Ir. H. Sefek Effendie, M.E. 16 April 2004 13 Maret 2005 Penjabat bupati
3 Ir. H. Johanes Sriyono 13 Maret 2005 3 Agustus 2005 Penjabat bupati
Ir. H. Sefek Effendie, M.E. 13 Agustus 2005 13 Agustus 2010 Periode pertama Drs. H. Ansharuddin, M.Si.
13 Agustus 2010 13 Maret 2015 Periode kedua
4 Drs. H. M. Hawari 13 Maret 2015 17 Februari 2016 Penjabat bupati [11]
5 Drs. H. Ansharuddin, M.Si. 17 Februari 2016 sekarang H. Syaifullah [12]

Dewan PerwakilanSunting

Anggota DPRD Balangan periode 2014-2019 dilantik pada 13 Agustus 2014 di Mahligai Mayang Maurai oleh Ketua Pengadilan Negeri Amuntai.[13]

Komposisi AnggotaSunting

Nama Partai Jumlah Kursi
20px Partai Persatuan Pembangunan 5
  Partai Golongan Karya 5
20px Partai Keadilan Sejahtera 3
20px Partai Amanat Nasional 2
Partai Bulan Bintang 2
  Partai Nasional Demokrat 2
  Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 2
20px Partai Gerakan Indonesia Raya 1
  Partai Kebangkitan Bangsa 1
  Partai Hati Nurani Rakyat 1
20px Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 1
Total Kursi 25

KecamatanSunting

Kabupaten Balangan terdiri dari 8 kecamatan, 3 kelurahan, dan 154 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 125.288 jiwa dengan luas wilayah 1.878,30 km² dan sebaran penduduk 67 jiwa/km².[14]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Balangan, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Penduduk Kelurahan Jumlah Desa Daftar Desa/Kelurahan
63.11.03 Awayan, Balangan 12.048 23
63.11.04 Batu Mandi, Balangan 16.128 18
63.11.02 Halong, Balangan 18.612 24
63.11.01 Juai, Balangan 15.695 21
63.11.05 Lampihong, Balangan 15.728 27
63.11.06 Paringin, Balangan 16.865 2 14
63.11.07 Paringin Selatan, Balangan 11.436 1 15
63.11.08 Tebing Tinggi, Balangan 5.918 12
TOTAL 3 154

DemografiSunting

Penduduk kabupaten Balangan berjumlah:

  • 96.102 jiwa pada tahun 2000
  • 97.728 jiwa pada tahun 2001
  • 99.364 jiwa pada tahun 2002
  • 98.684 jiwa pada tahun 2003
  • 102.664 jiwa pada tahun 2004
  • 98.377 jiwa pada tahun 2005
  • 101.022 jiwa pada tahun 2006
  • 101.860 jiwa pada tahun 2007
  • 102.296 jiwa pada tahun 2008
  • 102.696 jiwa pada tahun 2009
  • 112.430 jiwa pada tahun 2010
  • 114.009 jiwa pada tahun 2011

[15]

PerhubunganSunting

Untuk mencapai kabupaten Balangan dapat ditempuh dengan beberapa cara, misalnya melalui jalan darat dengan waktu tempuh lebih kurang 5 jam menuju utara dari ibu kota provinsi Kalimantan Selatan.

Selain itu bisa juga dengan pesawat udara dari bandara Syamsuddin Noor di Banjarbaru dengan tujuan penerbangan ke bandara Warukin di Tanjung, kemudian dari Tanjung ke Paringin melalui jalan darat. Dengan cara ini, waktu tempuh hanya 2 jam dengan biaya yang tentunya sedikit lebih mahal.

Jika sedikit ingin bertualang, bisa juga dengan menempuh jalan sungai, dari sungai mana saja di provinsi Kalimantan Selatan. Untuk menempuh jalan sungai ini, sangat disarankan untuk melengkapi diri dengan peta navigasi dan peralatan GPS.

PotensiSunting

 
Durian Mantaula, buah khas Balangan yang kian langka.

PertanianSunting

Potensi areal tanaman pangan hortikultura di Kabupaten Balangan adalah padi, kacang, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar, langsat, jagung, pisang kepok dan pisang talas serta dengan luas areal 1.350 ha, produktivitasnya adalah 1,6 ton/ha.

PerikananSunting

Perikanan yang dapat dikembangkan di kabupaten Balangan di sepanjang aliran sungai Balangan adalah cekdam, baruh (rawa) serta kolam tadah hujan. Komoditas yang dikembangkan antara lain ikan patin, mas dan nila. Budidaya perikanan yang akan dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan ekspor adalah ikan betutu yang terdapat di kecamatan Paringin (Baruh Bahinu Dalam).

PerkebunanSunting

Jenis komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan antara lain:

  • Karet dengan luas areal tanam 30.591 ha dengan hasil produksi 24.342,31 ton/tahun.
  • Kelapa sawit dengan luas areal tanam 2.280 ha dengan hasil produksi 14.898 ton/tahun.

PeternakanSunting

Peternakan yang ada di daerah ini adalah sapi, kambing, domba, ayam ras/pedaging, ayam buras dan itik.

PertambanganSunting

Potensi pertambangan yang tersedia di Kabupaten Balangan adalah marmer, phospat, kaolin, gambut, lempung, emas, batu gamping dan batu bara. Pertambangan yang tersedia untuk dikembangkan adalah bijih besi.

PariwisataSunting

 
Rumah Adat Kabupaten Balangan

Berbagai tempat wisata yang layak untuk dikunjungi adalah:

  • Objek wisata alam; Gunung Batu Sumsum dan Goa Hantanung di kecamatan Awayan.[16]
  • Objek wisata alam/air; Baruh Bahinu Dalam di kecamatan Paringin.
  • Objek wisata religius; Makam Datuk Kandang Haji di desa Teluk Bayur, kecamatan Juai.
  • Objek wisata sejarah; Benteng Tundakan di kecamatan Awayan, adalah tempat perjuangan Temenggung Jalil yang bergelar Adipati Anom Dinding Raja Temenggung Macan Negara.
  • Objek wisata alam; Air Terjun Manyandar, Goa Berangin Gunung Belawan di kecamatan Halong, goa dengan terowongan unik yang menghubungkan ke dasar gunung dengan udara yang sejuk.
  • Objek wisata budaya dan upacara adat; Atraksi pesona budaya Pesta Panen Raya, Aruh Adat Baharin, Tarian Gintor dan Balian yang terdapat di kecamatan Halong.

ReferensiSunting

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ Luas Provinsi Kalimantan Selatan Per Kabupaten/Kota (BPS Provinsi Kalimantan Selatan)
  3. ^ "Kabupaten Balangan Dalam Angka 2016"
  4. ^ "Kabupaten Balangan Dalam Angka 2016"
  5. ^ Paul Michel Munoz, Kerajaan-kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaysia, Mitra Abadi, Maret 2009.
  6. ^ (Melayu)Johannes Jacobus Ras, Hikayat Banjar diterjemahkan oleh Siti Hawa Salleh, Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka, Lot 1037, Mukim Perindustrian PKNS - Ampang/Hulu Kelang - Selangor Darul Ehsan, Malaysia 1990.
  7. ^ Hikayat Banjar Resensi II teks Cense.
  8. ^ Saleh, Idwar; SEJARAH DAERAH TEMATIS Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942) di Kalimantan Selatan, Depdikbud, Jakarta, 1986.
  9. ^ (Belanda) Landsdrukkerij, Landsdrukkerij (Batavia) (1870). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar (dalam bahasa Belanda). 43. Batavia: Lands Drukkery. hlm. 180. 
  10. ^ "Lipsus Hari Jadi Ke-12 Balangan". antaranews.com. 7 April 2015. Diakses tanggal 10 Desember 2016. 
  11. ^ "Lima Penjabat Bupati/Wali Kota Kalsel Dilantik". antaranews.com. 14 Agustus 2015. Diakses tanggal 4 Desember 2016. 
  12. ^ "Kepala Daerah Dilantik Bawa Seribu Kue". antarakalsel.com. 17 Februari 2016. Diakses tanggal 4 Desember 2016. 
  13. ^ Tribun Balangan, 13 Agustus 2014, Masa Jabatan Anggota DPRD Balangan Berakhir, dikunjungi pada 29 Januari 2019.
  14. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Desember 2018. 
  15. ^ Jumlah Penduduk Kabupaten Balangan Dari Tahun ke Tahun (BPS Kalsel)
  16. ^ Regional Invesment - Potensi Wisata di Kabupaten Balangan

Pranala luarSunting