Kabupaten Serang

kabupaten di provinsi Banten, Indonesia

Kabupaten Serang (Aksara Sunda:ᮊᮘ᮪.ᮞᮨᮛᮀ ; Pegon: كَبُڤَتَينْ سَيرَڠْ) merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Banten. Ibu kotanya adalah Ciruas namun saat ini pusat pemerintahanya masih berada di Kota Serang. Kabupaten ini berada di ujung barat laut Pulau Jawa, berbatasan dengan Laut Jawa, dan Kota Serang di utara, Kabupaten Tangerang di timur, Kabupaten Lebak di selatan, serta Kota Cilegon di barat.

Kabupaten Serang

ᮊᮘ᮪.ᮞᮨᮛᮀ
Jawa 1rightarrow blue.svg Banten
Lambang resmi Kabupaten Serang
Lambang
Motto: 
Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe
Locator Kabupaten Serang.png
Kabupaten Serang berlokasi di Jawa
Kabupaten Serang
Kabupaten Serang
Kabupaten Serang berlokasi di Indonesia
Kabupaten Serang
Kabupaten Serang
Koordinat: 6°09′S 106°00′E / 6.15°S 106°E / -6.15; 106
Negara Indonesia
ProvinsiBanten
Ibu kotaCiruas
Pemerintahan
 • BupatiHj. Ratu Tatu Chasanah, S.E., M.Ak.
 • Wakil BupatiDrs. H. Pandji Tirtayasa, M.Si.
Luas
 • Total1.734,28 km2 (66,961 sq mi)
Populasi
 (2017)[1]
 • Total1.493.591 jiwa
Demografi
 • Suku bangsaBanten, Sunda, Jawa
 • AgamaIslam 99,15%
Kristen Protestan 0,60%
Katolik 0,19%
Buddha 0,04%
Hindu 0,02%[2]
 • BahasaIndonesia, Sunda, Jawa Banten
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0254, 0257
Kode Kemendagri36.04 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan29
Jumlah kelurahan246
Jumlah desa326
DAURp. 868.652.743.000.-(2013)[3]
Situs webwww.serangkab.go.id

SejarahSunting

Banten Lama yang terletak di Teluk Banten dulunya merupakan pusat Kesultanan Banten. Kawasan ini merupakan tempat di mana kapal-kapal Belanda mendarat untuk pertama kalinya di Indonesia. Di daerah ini terdapat 2 situs sejarah religius yang berdampingan, yaitu Masjid Agung dan Vihara Avalokitesvara. Beberapa harta karun dari China ditemukan di daerah Banten Lama, berupa Patung Giok berbentuk naga yang cukup besar serta beberapa perabot mewah dari bahan yang sama. Keberadaan benda-benda yang sangat bernilai tersebut ternyata luput dari perhatian pemerintah lokal, dan konon masih dimiliki oleh sang penemu harta tersebut. Sejarah Kabupaten Serang tidak terlepas dari sejarah Banten pada umumnya, karena Kabupaten Serang merupakan bagian dari wilayah Kesultanan Banten yang berdiri pada abad ke-16 dengan pusat pemerintahannya terletak di Serang (sekarang menjadi bagian wilayah Kota Serang).

Sebelum abad ke-16, berita-berita tentang Banten tidak banyak tercatat dalam sejarah, konon pada mulanya Banten masih merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Sunda. Menurut salah satu versi sejarah, dahulu ketika tanah Sunda masih dalam kekuasaan Kerajaan Pajajaran (zaman Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi : 1482-1521 M), di Banten sudah terdapat dua kerajaan, yaitu Kerajaan Banten Girang dan Kerajaan Banten Pasisir. Banten Girang dipimpin oleh Adipati Suranggana, dan Banten Pasisir dipimpin oleh Adipati Surosowan. Keduanya itu konon adalah putra Prabu Siliwangi buah perkawinannya dengan Dewi Mayang Sunda.

Adipati Surosowan mempunyai seorang puteri bernama Kawung Anten yang kemudian diperistri oleh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) dari Cirebon. Dari pasangan ini terlahir seorang anak laki-laki bernama Sabakingking.

Sebagai putra Sunan Gunung Jati, Sabakingking mewarisi kepandaian ilmu agama Islam dan ahli dalam memerintah sebuah kerajaan. Maka setelah berhasil menaklukkan Banten Girang pada tahun 1525, dan mempersatukannya dengan Banten Pasisir, Sabakingkingmendirikan kesultanan Islam di Banten yang pertama. Atas prakarsa SyarifHidayatullah, pusat pemerintahan yang semula bertempat di Banten Girang dipindahkan ke Banten Pasisir. Penobatan Sabakingking dengan gelar “Maulana Hasanuddin” sebagai pemimpin dan yang meng-Islam-kan Banten, dilakukan pada tanggal 1 Muharram 933 H yang bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 M.

Pada masa Sultan Hasanuddin telah dibangun sebuah keraton sebagai istana kesultanan yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan sekaligus merupakan pusat kota yaitu Keraton Surosowan. Keraton ini dibangun sekitar tahun 1552-1570, dan konon dikemudian hari melibatkan seorang arsitek berkebangsaan Belanda, yaitu Hendrik Lucasz Cardeel (1680–1681), yang memeluk Islam yang bergelar Pangeran Wiraguna. Dinding pembatas setinggi 2 meter mengitari area keraton sekitar kurang lebih 3 hektare. Surosowan mirip sebuah benteng Belanda yang kokoh dengan bastion (sudut benteng yang berbentuk intan) di empat sudut bangunannya. Bangunan di dalam dinding keraton tak ada lagi yang utuh. Hanya menyisakan runtuhan dinding dan fondasi kamar-kamar berdenah persegi empat yang jumlahnya puluhan.

GeografiSunting

Luas wilayah Kabupaten Serang adalah 1.467,35 km². Secara geografis terletak posisi koordinat antara 105º7' - 105º22' Bujur Timur dan 5º50' - 6º21' Lintang Selatan. Sebelah utara : berbatasan dengan Laut Jawa Sebelah selatan : berbatasan dengan Kabupaten Lebak dan Pandeglang Sebelah barat : berbatasan dengan Kota Cilegon dan Selat Sunda Sebelah : berbatasan dengan Kabupaten Tangerang

TopografiSunting

Secara topografi, Kabupaten Serang merupakan wilayah dataran rendah dan pegunungan dengan ketinggian antara 0 sampai 1.778 m di atas permukaan laut. Fisiografi Kabupaten Serang dari arah utara ke selatan terdiri dari wilayah rawa pasang surut, rawa musiman, dataran, perbukitan dan pegunungan. Bagian utara merupakan wilayah yang datar dan tersebar luas sampai ke pantai, kecuali sekitar Gunung Sawi, Gunung Terbang dan Gunung Batusipat. Dibagian selatan sampai ke barat, Kabupaten Serang berbukit dan bergunung antara lain sekitar Gunung Kencana, Gurung Karang dan Gunung Gede. Daerah yang bergelombang tersebar di antara kedua bentuk wilayah tersebut. Hampir seluruh daratan Kabupaten Serang merupakan daerah subur karena tanahnya sebagian besar tertutup oleh tanah endapan Alluvial dan batu vulkanis kuarter. Potensi tersebut ditambah banyak terdapat pula sungai-sungai yang besar dan penting yaitu Sungai Ciujung, Cidurian, Cibanten, Cipaseuran, Cipasang dan Anyar yang mendukung kesuburan daerah-daerah pertanian di Kabupaten Serang.

IklimSunting

Iklim di wilayah Kabupaten Serang termasuk tropis dengan musim hujan antara November – April dan musim kemarau antara Mei – Oktober. Curah hujan rata-rata 3,92 mm/hari. Temperatur udara rata-rata berkisar antara 25,8º Celsius – 27,6º Celsius. Temperatur udara minimum 20,90º Celsius dan maksimum 33,8º Celsius. Tekanan udara dan kelembaban nisbi rata-rata 81,00 mb/bulan. Kecepatan arah angina rata-rata 2,80 knot, dengan arah terbanyak adalah dari barat.

Data iklim Kabupaten Serang, Banten, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.2
(88.2)
31.4
(88.5)
32
(90)
32.5
(90.5)
33.7
(92.7)
32.7
(90.9)
31.8
(89.2)
31.9
(89.4)
33.6
(92.5)
34.4
(93.9)
33.2
(91.8)
32.8
(91)
32.6
(90.72)
Rata-rata harian °C (°F) 26
(79)
26.3
(79.3)
26.5
(79.7)
26.8
(80.2)
27
(81)
26.7
(80.1)
26.9
(80.4)
27.2
(81)
26.8
(80.2)
27.1
(80.8)
27
(81)
26.7
(80.1)
26.75
(80.23)
Rata-rata terendah °C (°F) 21.9
(71.4)
22
(72)
22
(72)
22.1
(71.8)
22.3
(72.1)
21.6
(70.9)
21
(70)
20.8
(69.4)
21.3
(70.3)
22.7
(72.9)
23.7
(74.7)
22.8
(73)
22.02
(71.71)
Presipitasi mm (inci) 350.7
(13.807)
289.3
(11.39)
233.4
(9.189)
199.2
(7.843)
165.3
(6.508)
110.4
(4.346)
102.1
(4.02)
97.6
(3.843)
105.1
(4.138)
160.5
(6.319)
210.4
(8.283)
266.2
(10.48)
2.290,2
(90,166)
Rata-rata hari hujan 24 21 18 15 13 9 8 7 8 12 16 19 170
% kelembapan 86 84 84 82 81 80 78 77 79 82 82 83 81.5
Rata-rata sinar matahari bulanan 134 142 165 190 201 217 238 245 253 258 184 150 2.377
Sumber: Climate-Data.org [4][5][6][7]

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Bupati Mulai menjabat Akhir jabatan Ket. Wakil Bupati
1
Pangeran Mudzafar Adi Santika
1816
1827
2
Agoes Rajak R. A Djajakusumaningrat
1827
1840
3
R. T. Mandoera Djajanegara
1840
1848
4
R. T. Basudin Tjandranegara
1848
1870
5
R. T. Pandji Gondokoesoemo
1870
1888
6
R. T. Soetadiningrat Murwan
1888
1893
7
R. T. Bagus Djaja
1893
1898
8
R. Ariadjajaatmadja
1898
1901
9
R. A. Achmad Djajadiningrat
1901
1904
10
R. T. Prawiro Koesoeman
1904
1931
11
R. A. A. Abas Soerianata Atmadja
1931
1935
12
R. A. A. Hilman Djajadiningrat
1935
1945
13
Kol. K.H.
Syam'un
1945
1949
14
Mas Padmadidjaja
1949
1950
15
Entol Oyong Tarnaya
1950
1955
16
Mas Adjenam Bin Mas Basa
1955
1957
17
M. Sirlan Sutawidjaya
1957
1959
R. Bidin Suria Gunawan
(Penjabat)
1959
1960
18
M.H Gogo Rafiudin Sandjadirdja
1960
1962
19
Letkol.
TB. Suwandi
1962
1968
20
Letkol. H.
Tb. Saparudin
1968
1974
H. S. Ronggowaluyo
(Penjabat)
1974
1975
21
Letkol. H.
Tb. Saparudin
1975
1978
22
Drs.
Kartika Suryasaputra
1978
1978
23
Letkol.
Atmawidjaya
1978
1983
24
H.
Tjakra Sumarna
1983
1988
25
H.
MA. Sampurna
1988
1993
26
Kolonel H.
Sukron Roshadi
1993
1998
27
Kolonel Inf.
Solichin Dachlan
1998
1999
Mayjen TNI (Purn)
R. Nuriana
(Penjabat)
1999
1999
28
Drs. H.
Rosadi Natawisastra
1999
2000
29
Drs. H.
Bunyamin, MM, MBA
20 April 2000
20 April 2005
A. Taufik Nuriman
Drs.
A. Rivai
M.Si
(Penjabat)
20 April 2005
28 Juli 2005
30
Letkol Inf (Purn) Drs.H.
A. Taufik Nuriman, MM, MBA
28 Juli 2005
28 Juli 2010
Andi Sujadi
28 Juli 2010
28 Juli 2015
Ratu Tatu Chasanah
Drs.
Hudaya Latuconsina

(Penjabat)
28 Juli 2015
17 Februari 2016
31
Hj.
Ratu Tatu Chasanah
SE, M.Ak
17 Februari 2016
Petahana
Pandji Tirtayasa

Dewan PerwakilanSunting

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kabupaten Serang
Periode 2019-2024
 
Jenis
Jenis
Pimpinan
Ketua
Bahrul Ulum, Golkar
sejak 30 September 2019
Wakil Ketua
Imam Gozali, Gerindra
sejak 30 September 2019
Wakil Ketua
Mansur Barmawi, PKS
sejak 30 September 2019
Wakil Ketua
Tati Sumiati, Demokrat
sejak 30 September 2019
Komposisi
Anggota50
Partai & kursi

  PKB (4)
  PDI-P (4)
  Berkarya (4)
  PKS (5)
  PPP (2)
  PAN (4)
  PBB (2)
Pemilihan
Representasi proposional
Pemilihan terakhir
17 April 2019
Tempat bersidang
Gedung DPRD Kabupaten Serang
Jl. Veteran No.1, Kotabaru, Kota Serang 42112
Situs web
dprdkabserang.com

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Serang (disingkat DPRD Kabupaten Serang) adalah lembaga legislatif unikameral di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Indonesia. Dewan ini terdiri dari 50 anggota yang dipilih dari 5 dapil dengan sistem representasi proposional terbuka pada Pemilihan Umum Legislatif Indonesia 2014. Pemilihan dilakukan lima tahun sekali bersamaan dengan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah lainnya.[8][9]

Alat kelengkapan DPRDSunting

  • Badan Kehormatan
  • Badan Anggaran
  • Badan Musyawarah
  • Badan Legislasi
  • Panitia Khusus
  • Komisi-komisi

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Kabupaten Serang Dalam Angka 2018". BPS Kabupaten Serang. Diakses tanggal 18 Oktober 2018. 
  2. ^ "Laporan Penduduk Berdasarkan Agama Provinai Banten Semester I Tahun 2014". Biro Pemerintahan Provinsi Banten. Diakses tanggal 18 Oktober 2018. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ "Padarincang, Banten, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 12 Agustus 2020. 
  5. ^ "Baros, Banten, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 12 Agustus 2020. 
  6. ^ "Ciruas, Banten, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 12 Agustus 2020. 
  7. ^ "Pontang Legon, Banten, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 15 Agustus 2020. 
  8. ^ https://www.radarbanten.co.id/foto-para-mantan-ketua-dprd-kabupaten-serang-dipajang/
  9. ^ https://www.detaktangsel.com/news/today-news/4083-50-anggota-dprd-kabupaten-serang-dilantik

Pranala luarSunting

KecamatanSunting

Kabupaten Serang terdiri dari 29 kecamatan dan 326 desa dengan jumlah penduduk pada tahun 2017 diperkirakan sebesar 1.435.003 jiwa dan luas wilayah 1.734,28 km² dengan kepadatan 827 jiwa/km².[1][2]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Serang, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Desa
Daftar
Desa/Kelurahan
36.04.30 Anyar 12
36.04.34 Bandung 8
36.04.22 Baros 14
36.04.18 Binuang 7
36.04.07 Bojonegara 11
36.04.17 Carenang 8
36.04.15 Cikande 13
36.04.23 Cikeusal 17
36.04.31 Cinangka 14
36.04.27 Ciomas 11
36.04.09 Ciruas 15
36.04.33 Gunung Sari 7
36.04.26 Jawilan 9
36.04.16 Kibin 9
36.04.25 Kopo 10
36.04.11 Kragilan 12
36.04.05 Kramatwatu 15
36.04.35 Lebak Wangi 10
36.04.32 Mancak 14
36.04.28 Pabuaran 8
36.04.29 Padarincang 14
36.04.24 Pamarayan 10
36.04.19 Petir 15
36.04.12 Pontang 11
36.04.08 Pulo Ampel 9
36.04.14 Tanara 9
36.04.13 Tirtayasa 14
36.04.20 Tunjung Teja 9
36.04.06 Waringinkurung 11
TOTAL 326

Kabupaten Serang terdiri atas 29 kecamatan, yaitu Anyar, Kecamatan bandung, Baros, Binuang, Bojonegara, Carenang, Cikande, Cikeusal, Cinangka, Ciomas, Ciruas, Gunungsari, Jawilan, Kibin, Kopo, Kragilan, Kramatwatu, Lebakwangi, Mancak, Pabuaran, Padarincang, Pamarayan, Petir, Pontang, Pulo Ampel, Tanara, Tirtayasa, Tunjung Teja, Lebak Wangi dan Waringin Kurung, yang dibagi lagi atas sejumlah desa. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Ciruas. Namun aktivitas administratif masih terdapat di kota serang karena masih proses pemindahan.[3]

Pada tanggal 17 Juli 2007 Kabupaten Serang dimekarkan menjadi Kota Serang dan Kabupaten Serang.


PendudukSunting

Jumlah penduduk Kabupaten Serang 1.571.174 (2010), sebagian besar tinggal di bagian utara. Bahasa yang dituturkan adalah Bahasa Sunda yang digunakan oleh masyarakat di daerah selatan, serta sebagian kecil bahasa jawa banten digunakan di daerah pantai utara.


PendidikanSunting

Sebagai salah satu wilayah dengan mayoritas penduduknya islam, maka pendidikan di Serang juga banyak menekankan pada pendidikan agama islam sesuai dengan semboyan "Serang Bertakwa". Sehingga di Kabupaten Serang pendidikan berbasis islam baik yang resmi maupun non-resmi (Pesantren, Madrasah, TPK, dsb) menjadi salah satu perhatian pemerintah. Sekolah-sekolah formal dari tingkat SD, SMP, SMA juga menjadi bagian pendidikan yang tidak terpisahkan. Beberapa sekolah favorit di Kabupaten Serang antara lain; SD Al-Azhar,SDK Penabur (Swasta), SMA Negeri 1 Serang, SMPN Negeri 1 Serang, dsb.

Pendidikan formal TK atau RA SD atau MI SMP atau MTs SMA atau MA SMK Perguruan tinggi Lainnya
Negeri 0 735 92 26 5 1 2
Swasta 0 134 261 112 41 18 4
Total 0 869 353 138 46 19 6
Data sekolah di kabupaten Serang
Sumber:[4]


TransportasiSunting

Daftar Trayek Angkutan Kota di Kabupaten SerangSunting

  • 01 Terminal Pakupatan - Ciruas
  • 02 Terminal Pakupatan - Ciruas - Walantaka
  • 03 Terminal Pakupatan - Ciruas - Pontang
  • 04 Terminal Pakupatan - Cikande - Pamarayan
  • 05 Terminal Pakupatan - Kragilan - Pamarayan
  • 06 Terminal Pakupatan - Ciruas - Petir - Pamarayan
  • 07 Terminal Pakupatan - Ciruas - Petir - Cikeusal
  • 08 Terminal Pakupatan - Ciruas - Cikande
  • 09 Ciruas - Pontang
  • 10 Terminal Pakupatan - BTN Cikande Permai
  • 11 Terminal Pakupatan - Ciruas - Kragilan
  • 12 Terminal Pakupatan - BTN Cisait
  • 13 Cikande - Kopo
  • 14 Terminal Pakupatan - Cikande - Kopo
  • 15 Terminal Pakupatan - Tirtayasa
  • 16 Terminal Pakupatan - Kragilan - Carenang
  • 17 Kragilan - Carenang
  • 18 Terminal Kepandean - Kramatwatu - Serdang - Bojonegara
  • 19 Terminal Kepandean - Kramatwatu - PCI
  • 20 Terminal Kepandean - Kramatwatu - Perumahan KHI
  • 21 Terminal Kepandean - Kramatwatu - Serdang - Bojonegara - Salira Indah
  • 22 Terminal Kepandean - Waringinkurung
  • 23 Terminal Kepandean - Gunungsari
  • 24 Pasar Rau - Karangantu - Situ Tasikkardi - Kramatwatu
  • 25 Terminal Cipocok - Petir
  • 26 Terminal Cipocok - Tinggar
  • 27 Terminal Cipocok - Pabuaran - Ciomas
  • 28 Terminal Cipocok - Ciomas - Padarincang
  • 29 Terminal Cipocok - Ciomas - Ciganangang
  • 30 Terminal Cipocok - Ciomas - Sanepa
  • 31 Terminal Cipocok - Baros - Petir - Pamarayan
  • 32 Terminal Cipocok - Petir - Cikeusal
  • 33 Terminal Cipocok - Petir - Tunjung - Pamarayan
  • 34 Terminal Cipocok - Baros
  • 35 Terminal Cipocok - Baros - Petir - Cikeusal
  • 36 Terminal Cipocok - Baros - Gayam
  • 37 Terminal Cipocok - Tembong - Pabuaran - Ciomas
  • 38 Terminal Cipocok - Ciomas - Padarincang - Cinangka - Anyer
  • 39 Nikomas - Kopo
  • 40 Nikomas - Pamarayan
  • 41 Nikomas - Cikande
  • 42 Nikomas - Carenang - Tanara
  • 43 Nikomas - Tanara via Asem
  • 44 Nikomas - Ciruas
  • 45 Nikomas - Ciruas - Pontang - Tirtayasa - Tanara
  • 46 Nikomas - Ciruas - Walantaka - Petir
  • 47 Nikomas - Ciruas - Terminal Pakupatan
  • 48 Nikomas - Gorda
  • 49 Nikomas - Kragilan - Cikeusal
  • 50 Tanara - Pontang - Terminal Pakupatan
  • 51 Tanara - Carenang - Terminal Pakupatan
  • 52 Bojonegara - Waringinkurung
  • 53 Anyer - Mancak
  • 54 Anyer - Mancak - Gunungsari
  • 55 Anyer - Pasauran
  • 56 Anyer - Cinangka - Padarincang
  • 57 Puloampel - Salira Indah - Merak - Cilegon
  • 58 Sirih - Anyer - Cilegon
  • 59 Bojonegara - Cilegon
  • 60 Ragas - Grenyang - Bojonegara - Cilegon

ReferensiSunting

  1. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  2. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  3. ^ "Baros,_Serang&oldid=10799905". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2016-02-04. 
  4. ^ Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Wilayah Kab. Serang

Pranala luarSunting