Kabupaten Pandeglang

kabupaten di Provinsi Banten, Indonesia

Kabupaten Pandeglang (Sunda: ᮊᮘ᮪. ᮕᮔ᮪ᮓᮦᮌᮣᮔ᮪, Latin: Kab. Pandéglang), adalah sebuah kabupaten di Provinsi Banten, Indonesia. Ibu kotanya adalah Pandeglang. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Serang di utara, Kabupaten Lebak di Timur, serta Samudra Indonesia di barat dan selatan. Wilayahnya juga mencakup Pulau Panaitan (di sebelah barat, dipisahkan dengan Selat Panaitan), serta sejumlah pulau-pulau kecil di Samudra Hindia, termasuk Pulau Deli dan Pulau Tinjil. Semenanjung Ujung Kulon merupakan ujung paling barat Pulau Jawa, di mana terdapat suaka margasatwa tempat perlindungan hewan badak bercula satu yang kini hampir punah.

Kabupaten Pandeglang
Jawa 1rightarrow blue.svg Banten
Logo Pandeglang.gif
Lambang
Julukan: 
Kota Badak
Motto: 
BERKAH (Bersih, Elok, Ramah, Kuat, Aman, Hidup)
Locator kabupaten pandeglang.png
Kabupaten Pandeglang berlokasi di Jawa
Kabupaten Pandeglang
Kabupaten Pandeglang
Kabupaten Pandeglang berlokasi di Indonesia
Kabupaten Pandeglang
Kabupaten Pandeglang
Koordinat: 6°18′33″S 106°06′17″E / 6.3092°S 106.1047°E / -6.3092; 106.1047
Negara Indonesia
ProvinsiBanten
Tanggal peresmian1 April 1874 (umur 146)[1]
Ibu kotaPandeglang
Pemerintahan
 • BupatiIrna Narulita
 • Wakil BupatiTanto Warsono Arban
Luas
 • Total2,746,89 km²[2] km2 (Formatting error: invalid input when rounding sq mi)
Populasi
 ((2017)[3])
 • Total1,205,203 jiwa jiwa
Demografi
 • AgamaIslam 99,84%
Kristen Protestan 0,10%
Katolik 0,03%
Buddha 0,03%[4]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0253
Kode Kemendagri36.01 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan35 Kecamatan
Jumlah kelurahan13 Kelurahan
Jumlah desa326 Desa
DAURp. 988.536.476.000.-(2013)[5]
Bandar udaraBandara Banten Selatan (rencana)
Fauna resmiBadak bercula satu
Situs webhttp://www.pandeglangkab.go.id/
Kediaman bupati Pandeglang R. A. A. Wiriaatmadja di sekitar tahun 1925

Pusat perekonomian Kabupaten Pandeglang terletak di dua kota yakni Kota Pandeglang dan Labuan. Sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang merupakan dataran rendah dan dataran bergelombang. Kawasan selatan terdapat rangkaian pegunungan. Sungai yang mengalir di antaranya Sungai Ciliman yang mengalir ke arah barat, dan Sungai Cibaliung yang mengalir ke arah selatan.

SejarahSunting

Nama "Pandeglang" yang sekarang digunakan ini baik sebagai Ibu Kota Kabupaten maupun sebagai nama Kabupaten hal ini ada beberapa pendapat antara lain:

  • Pandeglang yang berasal dari kata “Pandai Gelang” yang artinya orang tukang atau tempat menempa gelang. Pendapat ini terutama dikaitkan dengan legenda "Si Amuk" yang konon kabarnya pada Zaman Kesultanan Banten, di Desa Kadupandak ada seorang tukang Pandai (tukang besi) yang termasyur pandai.

Meriam Ki Amuk (samping)

  • Sultan Banten yang memerintah pada waktu itu menyuruh tukang pandai besi di desa tersebut untuk membuat gelang meriam yang bernama si AMUK, karena di daerah lain tukang pandai besi tidak ada yang sanggup untuk membuatnya. Oleh karena pandai besi tersebut berhasil membuatnya maka daerah Kadupandak dan sekitarnya disebut orang Pandeglang yang selanjutnya berkembang menjadi salah satu distrik di Kabupaten Serang;

Meriam Ki Amuk (depan)

  • Pandeglang berasal dari kata “Paneglaan” yang artinya tempat melihat ke daerah lain dengan jelas. Hal ini seperti dikemukakan dalam salah satu Buku “Pandeglang itu asal dari kata Paneglaan, tempat melihat ke mana-mana”. Sedikit kita nanjak ke pasir, maka terdapat sebuah kampung namanya “Sanghiyang Herang” patilasan orang dahulu, awas (negla) melihat ke mana-mana yaitu “Pandeglang sekarang”.
  • Pandeglang berasal dari kata “Pani-Gelang” yang artinya “tepung gelang”. Pada Tahun 1527 Banten jatuh seluruhnya ke tangan Syarif Hidayatullah yang kemudian diperkuat untuk kepentingan perdagangan.

Sunda Kelapa yang diganti namanya menjadi Jayakarta sebagian dimasukan ke dalam Wilayah Banten. Cirebon kekuasaannya diserahkan kepada anaknya bernama Pangeran Pasarean yang wafat pada tahun 1552. Sedangkan Banten kekuasaannya diserahkan pada puteranya yang bernama Sultan Hasanudin (Tahun 1552-1570).

Pelabuhan Sunda KelapaSunting

Pada tahun 1568 Banten memutuskan hubungan kerajaan dengan Demak. Pengganti Hasanudin ialah Maulana Yusuf dari tahun 1570-1580. Penggantinya Maulana Muhammad (Ratu Banten) sebagai Sultan Banten III Tahun 1580-1596. Pada Tahun 1596 muncul orang-orang Belanda di Daerah yang kemudian mendirikan VOC pada tahun 1602. Tahun 1618 Belanda berselisih dengan Banten 1612 berdiri Batavia oleh Jan Pieterszoon Coen. Sultan Banten ke IV ialah Sultan Tirtayasa pada tahun 1651-1682. Pada tahun 1680 Sultan Ageng Tirtayasa berselisih dengan Sultan Haji yang minta bantuan pada Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap dan dipenjarakan di Batavia pada tahun 1692. Pada tahun 1750 timbul perebutan kekuasaan pada waktu Sultan Arifin (Sultan ke VI) Alim Ulama pada waktu itu mengangkat Ratu Bagus Buang. Keadaan ini oleh Belanda dianggap berbahaya, maka diangkatlah Pangeran Gusti sebagai penggantinya. Kenyataannya bukan mereda tetapi Kiyai Tapa dan Ratu Buang mengadakan perlawanan dan pengacauan di Daerah Bogor dan Priangan. Ketika zaman Deandels nasib Banten sama dengan nasib kerajaan lainnya di Pulau Jawa. Tahun 1809 Sultan Banten yang baru yaitu Sultan Muhamad harus menyerahkan Daerah Lampung kepada Batavia. Oleh karena itu Sultan Muhamad memindahkan Ibu Kota Kesultanan Banten ke Pandeglang.

Keresidenan BantenSunting

Menurut Staatsblad Nederlands Indie No. 81 Tahun 1828 Keresidenan Banten dibagi menjadi 3 Kabupaten yaitu:

  • Kabupaten Utara yaitu Kabupaten Serang;
  • Kabupaten Selatan yaitu Kabupaten Lebak;
  • Kabupaten Barat yaitu Kabupaten Caringin.
  • Kabupaten Serang dibagi atas 11 Kewedanaan:
    • 1. Kewedanaan Serang dibagi dalam Kecamatan Kalodian dan Cibening;
    • 2. Kewedanaan Banten dibagi dalam Kecamatan Banten, Serang, Nejawang;
    • 3. Kewedanaan Ciruas dibagi dalam Kecamatan Cilegon, Bojonegoro;
    • 4. Kewedanaan Cilegon dibagi dalam Kecamatan Terate, Cilegon, Bojonegoro;
    • 5. Kewedanaan Tanara dibagi dalam Kecamatan Tanara dan Pontang;
    • 6. Kewedanaan Baros dibagi dalam Kecamatan Regas, Ander, Cicandi;
    • 7. Kewedanaan Kolelet dibagi dalam Kecamatan Pandeglang dan Cadasari;
    • 8. Kewedanaan Pandeglang dibagi dalam Kecamatan Pandeglang dan Cadasari;
    • 9. Kewedanaan Ciomas dibagi dalam Kecamatan Ciomas Barat dan Ciomas Utara;
    • 10. Kewedanaan Anyer tidak dibagi dalam Kecamatan-kecamatan;

Selanjutnya memperhatikan SK Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 24 Nopember 1887 Np. 1/c tentang Batas Kota Serang dan Bagian Kota Pandeglang, Caringin dan Lebak Pasal 29, 31, 33, 67c dan 131 Reglement (STBL Van Nederlanch India Tahun 1925 No. 380 LN. 1924 No. 74 Pasal 1) maka ditunjuk Kewedanaan Pandeglang, Menes, Caringin dan Cibaliung.

Berdasarkan Surat Menteri Jajahan tanggal 13 dan 20 Nopember 1873 No. LAA.AZ.No. 34/209 dan 28/2165 menetapkan bahwa: Jabatan Kliwon pada Bupati dan Patih dari Afdeling Anyer dan Serang dan Keresidenan Banten dihapuskan; Bupati mempunyai pembantu yaitu Mantri Kabupaten dengan gaji 50 gulden; Kepala Distrik mempunyai gelar Jabatan Wedana dan Onder Distrik mempunyai Gelar Jabatan Asisten Wedana; Berdasarkan Staatsblad 1874 No. 73 Ordonansi tanggal 1 Maret 1874, mulai berlaku 1 April 1874 menyebutkan pembagian daerah, di antaranya

  • Kabupaten Pandeglang dibagi 9 Distrik atau Kewedanaan sebagai berikut:
    • 1. Kewedanaan Pandeglang;
    • 2. Kewedanaan Baros;
    • 3. Kewedanaan Ciomas;
    • 4. Kewedanaan Kolelet;
    • 5. Kewedanaan Cimanuk;
    • 6. Kewedanaan Caringin;
    • 7. Kewedanaan Panimbang;
    • 8. Kewedanaan Menes;
    • 9. Kewedanaan Cibaliung.
  • Di Pandeglang sejak tanggal 1 April 1874 telah ada pemerintahan. Lebih jelas lagi dalam Ordonansi 1887 No. 224 tentang batas-batas wilayah Keresidenan Banten, termasuk batas-batas Kabupaten Pandeglang. Dalam tahun 1925 dengan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 14 Agustus 1925 No. IX maka jelas Kabupaten telah berdiri sendiri tidak di bawah penguasaan Keresidenan Banten.
  • Atas dasar dan fakta-fakta tersebut dapat diambil beberapa alternatif:
    • 1. Pada tahun 1828: Pandeglang sudah merupakan Pusat Pemerintahan Distrik;
    • 2. Pada tahun 1874: Pandeglang merupakan Kabupaten;
    • 3. Pada tahun 1882: Pandeglang merupakan Kabupaten dan Distrik Kewedanaan;
    • 4. Pada tahun 1925: Kabupaten Pandeglang telah berdiri sendiri.

Dari keempat kesimpulan itu atas kesepakatan bersama kita telah menentukan 1 April 1874 sebagai Hari Jadi Kota Kabupaten Pandeglang.

GeografiSunting

Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu kabupaten di wilayah Provinsi Banten. Letaknya barada di ujung paling barat Pulau Jawa dengan luas wilayah 2.746,89 km² dan memiliki panjang garis pantai sebesar 230 km. Wilayah Kabupaten Pandeglang secara geografis terletak antara 6°21'–7°10' Lintang Selatan dan 104°48'–106°11' Bujur Timur dengan luas wilayah ±2.747 kilometer persegi (km²) atau sebesar 29,98 persen dari luas wilayah Provinsi Banten.[6]

Batas wilayahSunting

Batas-batas wilayah Kabupaten Pandeglang adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Serang
Timur Kabupaten Lebak
Selatan Samudera Indonesia
Barat Selat Sunda

TopografiSunting

Bentuk Topografi wilayah Kabupaten Pandeglang di daerah Tengah dan Selatan pada umumnya merupakan dataran dengan ketinggian gunung-gunungnya relatif rendah, sedangkan daerah utara sekitar 14,93 % dari luas Kabupaten Pandeglang merupakan dataran tinggi. Dataran di Kabupaten Pandeglang sebagian besar merupakan dataran rendah yakni di daerah bagian tengah dan selatan, dengan variasi ketinggian antara 0–1.778 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan luas sekitar 85,07% dari luas wilayah Kabupaten. Secara umum perbedaan ketinggian di Kabupaten Pandeglang cukup tajam, dengan titik tertinggi 1.778 m di atas permukaan laut (dpl) yang terdapat di Puncak Gunung Karang pada daerah bagian utara dan titik terendah terletak di daerah pantai dengan ketinggian 0 m dpl. Daerah pegunungan pada umumnya mempunyai ketinggian ±400 mdpl, dataran rendah bukan pantai pada umumnya memiliki ketinggian rata- rata 30 m dpl dan daerah dataran rendah pantai pada umumnya mempunyai ketinggian rata-rata 3 mdpl.

Kemiringan tanah di Kabupaten Pandeglang bervariasi antara 0 – 45 %; dengan alokasi 0-15% areal pedataran sekitar Pantai Selatan dan pantai Selat Sunda; alokasi 15–25 % areal berbukit lokasi tersebar; dan alokasi 25 – 45 % areal bergunung pada bagian Tengah dan Utara. Persebaran ketinggian di Kabupaten Pandeglang yang paling dominan yaitu pada ketinggian 0-175 mdpl dengan luasan 74.761,98 Ha (34,32%), dan yang terbesar terdapat di Kecamatan Cikeusik seluas 13.352,73 Ha. Untuk ketinggian ≥700 mdpl tersebar hanya di beberapa kecamatan, lebih sedikit dibandingkan persebaran untuk ketinggian 0–700 mdpl. Kecamatan Mandalawangi memiliki luas yang paling besar untuk ketinggian 700–1040 mdpl.[6]

HidrologiSunting

Kondisi hidrologi di Kabupaten Pandeglang didominasi oleh batu gamping terumbu (Ql), yaitu sebesar 15,70% yang tersebar di Kecamatan Sumur, Cibaliung, Cibitung, Cikeusik, Cigeulis, Panimbang, Sobang, Munjul, dan Kecamatan Angsana. Sumber air tanah Kabupaten Pandeglang terletak pada Cekungan Air Tanah (CAT) Labuan di Kecamatan Labuan. Mata air ini tersebar terutama pada ketinggian 200-400 m dpl. Potensi sumber daya air tanah secara umum dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu:

  • Kondisi air permukaan
  • Kondisi air tanah
  • Kondisi air hujan
  1. Air permukaan. Danau dan embung menjadi mozaik yang memperindah Kabupaten Pandeglang. Sebanyak 25 buah danau besar dan kecil. Danau Cikoncang yang berada di Kecamatan Cikeusik adalah danau terluas (20 ha) di bumi Pandeglang. Kecamatan yang memiliki danau terbanyak adalah Kecamatan Menes, yaitu sebanyak 7 buah rawa dan danau dengan luas total 18,5 ha. Selain danau dan embung, Kabupaten Pandeglang dialiri oleh 18 aliran sungai yang memiliki panjang total 835 km, sungai-sungai tersebut dikelompokan ke dalam 2 (dua) Satuan Wilayah Sungai (SWS) yaitu SWS Ciujung dan SWS Ciliman. Sementara itu Kabupaten Pandeglang terbagi menjadi 6 Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu DAS Ciujung, DAS Ciliman, DAS Cidanau, DAS Cibaliung, DS Cikeruh, dan DAS Ciseukeut. Wilayah Sungai merupakan kesatuan wilayah pengelolaan sumberdaya air dalam 1 (satu) atau lebih Daerah Aliran Sungai dan/atau pulau-pulau kecil yang luasnya kurang dari atau sama dengan 2.000 kilometer persegi. Sedangkan Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Wilayah Sungai (WS) di Kabupaten Pandeglang berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 11A/PRT/M/2006 tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai terdiri dari 3 (tiga) WS dan 5 (lima) Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu:
    • WS Lintas Provinsi Cidanau-Ciujung-Cidurian-Cisadane-Ciliwung-Citarum meliputi DAS Cidanau dan DAS Ciujung;
    • WS Lintas Kabupaten Cibaliung-Cisawarna berada di DAS Cibaliung;
    • WS Lintas Kabupaten Ciliman-Cibungur meliputi DAS Ciliman dan DAS Cibungur. [6]
  2. Air tanah. Sumber air tanah Kabupaten Pandeglang terletak pada Cekungan Air Tanah (CAT) Labuan di Kecamatan Labuan. Mata air ini tersebar terutama pada ketinggian 200-400 m dpl. Sumber mata air yang memiliki debit ≥100lt/dt ada 2 (dua), yaitu MA. Cikoromoy dan MA. Citaman tetapi masih belum dimanfatkan sistem distribusi gravitasinya. MA. Cikoromoy baru dimanfaatkan sebesar 42lt/dt dan untuk MA. Citaman baru dimanfaatkan sebesar 35lt/dt. Sehingga mata air yang ada di Pandeglang belum dapat memenuhi kebutuhan air penduduk secara menyeluruh.
    • Cekungan Air Bawah Tanah (CABT) Labuan mencakup wilayah Kabupaten Pandeglang (±93%) dan Kabupaten Lebak (±7%) dengan luas lebih kurang 797 km². Batas cekungan air bawah tanah di bagian barat adalah selat Sunda, bagian utara dan timur adalah batas pemisah air tanah dan di bagian selatan adalah batas tanpa aliran karena perbedaan sifat fisik batuan. Jumlah imbuhan air bawah tanah bebas (air bawah tanah pada lapisan akuifer tak tertekan/akuifer dangkal) yang berasal dari air hujan terhitung sekitar 515 juta m³/tahun. Sedangkan pada tipe air bawah tanah pada akuifer tertekan/akuifer dalam, terbentuk di daerah imbuhannya yang terletak mulai elevasi di atas 75 mdpl sampai daerah puncak Gunung Condong, Gunung Pulosari dan Gunung Karang.
    • Cadangan Air Bawah Tanah (CABT) Malingping termasuk dalam kategori CABT lintas kabupaten yang mencakup Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak dengan luas 707 km². Neraca air menunjukkan jumlah imbuhan air bawah tanah di wilayah satuan cekungan ini sebesar 384 juta m³/tahun, sedangkan jumlah aliran air bawah tanah pada tipe lapisan akuifer tertekan sekitar 2 m³/ tahun.[6]

GeologiSunting

Secara geologi wilayah Kab. Pandeglang termasuk ke dalam Zona Bogor yang mana merupakan jalur perbukitan. Berdasarkan sudut geologinya Kabupaten Pandeglang memiliki beberapa jenis bebatuan di antaranya;

  1. Alluvium terdapat di daerah gunung dan pinggiran pantai;
  2. Undiefierentiated (bahan erupsi gunung berapi), terdapat di daerah bagian utara tepatnya di daerah Kecamatan Labuan, Jiput, Cikedal, Cisata, Saketi, Mandalawangi, Cimanuk, Cipeucang, Menes, Banjar , Kaduhejo, Pandeglang, Karang Tanjung dan Cadasari;
  3. Diocena, terdapat di daerah bagian barat, yaitu di Kecamatan Cimanggu dan Cigeulis;
  4. Piocena sedimen, di bagian selatan di daerah Kecamatan Bojong, Munjul, Cikeusik, Cigeulis, Cibaliung, dan Cimanggu;
  5. Miocene Lemistone, disekitar Kecamatan Cimanggu bagian utara;
  6. Mineral deposit, yang terbagi atas beberapa mineral, yakni :
    • Belerang dan sumber air panas di Kecamatan Banjar;
    • Kapur/karang darat dan laut di Kecamatan Labuan, Cigeulis, Cimanggu, Cibaliung, Cikeusik, dan Cadasari;
    • Serat batu gift, terdapat di Kecamatan Cigeulis.[6]

IklimSunting

Kabupaten Pandeglang beriklim tropis seperti di wilayah Indonesia lainnya. Tipe iklim tropis di wilayah Pandeglang berdasarkan klasifikasi iklim Koppen adalah iklim hutan hujan tropis (Af). Tingkat kelembapan nisbi di wilayah Pandeglang terbilang tinggi yakni ±81% dengan suhu udara rata-rata bervariasi antara 20°–32°C. Oleh karena beriklim hutan hujan tropis, wilayah Kabupaten Pandeglang memiliki curah hujan yang cukup tinggi dengan jumlah curah hujan tahunan berkisar antara 2400–2800 mm per tahun dan jumlah hari hujan lebih dari 150 hari hujan per tahun. Curah hujan maksimum terjadi pada bulan Januari dengan curah hujan bulanan lebih dari 300 mm per bulan, sedangkan curah hujan minimum terjadi di bulan Juli dengan curah hujan bulanan kurang dari 130 mm per bulan.

Data iklim Pandeglang, Banten, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 29.7
(85.5)
30.1
(86.2)
30.8
(87.4)
31.2
(88.2)
31.5
(88.7)
31.4
(88.5)
31.4
(88.5)
31.5
(88.7)
32
(90)
32
(90)
31.5
(88.7)
30.8
(87.4)
31.16
(88.15)
Rata-rata harian °C (°F) 25.6
(78.1)
25.8
(78.4)
26.2
(79.2)
26.5
(79.7)
26.7
(80.1)
26.3
(79.3)
26
(79)
25.9
(78.6)
26.4
(79.5)
26.6
(79.9)
26.5
(79.7)
26.2
(79.2)
26.23
(79.23)
Rata-rata terendah °C (°F) 21.5
(70.7)
21.6
(70.9)
21.6
(70.9)
21.8
(71.2)
21.9
(71.4)
21.2
(70.2)
20.6
(69.1)
20.4
(68.7)
20.8
(69.4)
21.3
(70.3)
21.7
(71.1)
21.6
(70.9)
21.33
(70.4)
Presipitasi mm (inci) 340
(13.39)
283
(11.14)
260
(10.24)
242
(9.53)
215
(8.46)
133
(5.24)
126
(4.96)
131
(5.16)
160
(6.3)
218
(8.58)
266
(10.47)
289
(11.38)
2.663
(104,85)
Rata-rata hari hujan 23 21 20 19 15 11 10 11 12 15 20 21 198
% kelembapan 85 84 84 83 83 81 79 78 79 80 82 83 81.8
Rata-rata sinar matahari bulanan 140 151 183 211 225 233 269 261 232 216 194 177 2.492
Sumber #1: Climate-Data.org[7]
Sumber #2: Weatherbase[8]

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

Berikut adalah daftar Bupati Pandeglang yang pernah menjabat sejak jabatan ini dibentuk hingga saat ini.

No. Bupati Mulai menjabat Selesai menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1
  R.T. Aria Tjondronegoro Djayanegara
1848
1849
1
Tidak ada
2
R.T. Aria Natadiningrat
1849
1870
2
3
R.T. Pandji Gondokoesoemo I
1870
1870
3
4
R.T. Soetadindingrat
1870
1888
4
5
R.T. Abdul Gafoer Soerawinangoen
1888
1898
5
6
  R.T. Soera Adiningrat
1898
1910
6
7
R.T. Mas Kanta Astrawijaya
1910
1914
7
8
R.T. Adipati Hasan Kartadiningrat
1914
1927
8
9
Rd. Aria Adipati Soerja Djajanegara
1927
1927
9
10
Rd. Aria Adipati Wiriaatmadja
1927
1941
10
11
R.T. Mr. Djoemhana Wiraatmadja
1941
1945
11
12
K.H. Tb. Abdoelhalim
1945
1947
12
13
Mas Soedibjadjaja
1947
1948
13
14
Mas Djaja Rukmantara
1948
1949
14
15
Rd. Hola Sukmadiningrat
1949
1956
15
16
Rd. Moch. Noch Kartanegara
1956
1957
16
17
Rd. Lamri Suriaatmadja
1957
1957
17
18
Rd. Muhdas Suria Haminata
1957
1958
18
19
Rd. Harun
1958
1959
19
20
Muhammad Ebby
1959
1961
20
21
Rd. Moch. Sjahra Sastrakusuma
1961
1964
21
22
Rd. Akil Achjar Mansjur
1964
1964
22
23
Rd. Syamsudin Natadisastra
1964
1968
23
24
Drs.
Rd. Machfud
1968
1968
24
25
Drs. H.
Karna Suwanda
1968
1973
25
1973
1975
26
1975
1980
27
26
Drs. H.
Suyaman
1980
1985
28
1985
1990
29
27
H.
Muhammad Zein
BA
1990
1995
30
28
Drs. H.
Yitno
1995
2000
31
29
Dr. H.
R. Achmad Dimyati Natakusumah
S.H., M.H., M.Si.
2000
2005
32
Mudjio
2005
2009
33
Erwan Kurtubi
30
Drs. H.
Erwan Kurtubi
MM
2009
2010
Asmudji HW
November 2010
Maret 2011
(30)
  Drs. H.
Erwan Kurtubi
MM
10 Maret 2011
10 Maret 2016
34
Heryani
Aah Wahid Maulany
10 Maret 2016
23 Maret 2016
31
Irna Narulita
SE, MM
23 Maret 2016
Petahana
35
Tanto Warsono Arban


Dewan PerwakilanSunting

KecamatanSunting

DemografiSunting

Kecamatan dengan penduduk terbanyak adalah Kecamatan Labuan disusul Kecamatan Cikeusik dan Kecamatan Panimbang

Kecamatan Wilayah (km²) Populasi Kepadatan (/km²)
Sumur 258,54 21.813 84
Cimanggu 259,73 37.121 143
Cibaliung 221,88 26.033 177
Cibitung 180,72 19.903 110
Cikeusik 322,76 49.647 154
Cigeulis 176,21 27.724 189
Panimbang 132,84 46.686 351
Sobang 138,88 37.735 272
Munjul 75,25 22.836 303
Angsana 64,84 27.124 418
Sindangresmi 65,20 21.527 330
Picung 56,74 34.023 600
Bojong 50,72 33.804 666
Saketi 54,13 40.465 748
Cisata 32,65 22.150 678
Pagelaran 42,76 33.882 792
Patia 45,48 27.612 607
Sukaresmi 57,30 33.674 588
Labuan 15,66 51.903 3.314
Carita 41,87 32.086 766
Jiput 53,04 29.795 562
Cikedal 26,00 30.721 1.182
Menes 22,41 35.692 1.593
Pulosari 31,33 26.599 849
Mandalawangi 80,19 44.910 560
Cimanuk 23,64 37.745 1.597
Cipeucang 21,16 28.107 1.328
Banjar 30,50 30.463 999
Kaduhejo 33,57 33.880 1.009
Mekarjaya 31,34 20.769 663
Pandeglang 16,85 38.590 2.290
Majasari 19,57 42.153 2.154
Cadasari 26,20 30.936 1.181
Karang Tanjung 19,07 29.799 1.563
Koroncong 17,86 17.069 956
Kabupaten Pandeglang 2.746,89 1.130.514 412

Berdasarkan Sensus Penduduk Di Bulan Mei 2010 Jumlah Penduduk Pandeglang: 1.145.792 Orang.

PendidikanSunting

Pendidikan formal TK atau RA SD atau MI SMP atau MTs SMA atau MA SMK Perguruan tinggi Lainnya
Negeri 1 886 123 22 10 0 1
Swasta 29 150 136 67 40 5 6
Total 30 1.036 259 89 48 5 7
Data sekolah di kabupaten Pandeglang
Sumber:[9]

Komunikasi dan Media MassaSunting

Stasiun RadioSunting

Sejumlah stasiun radio yang beroperasi di wilayah ini:

  • Radio Adhiswara FM 90.6 MhzRadio Female FM 97.9 MHz
  • Radio Angkasa FM 98.9 MHz
  • Radio Paranti FM 105.6 Mhz
  • Radio Berkah FM 97.3 Mhz
  • Radio Akarsari FM 92.20 Mhz
  • E - Radio Fm 95.9 MHz
  • Radio Krakatau FM 93.7 Mhz
  • Radio Labuan FM 93.3 Mhz
  • Radio Nadafa FM 91.0 Mhz
  • Radio Arjuna FM 100.0 Mhz
  • Radio Female FM 97.9 MHz
  • RIS FM 107.9 MHz

Kaka Teteh PandeglangSunting

Kaka dan Teteh Pandeglang adalah sebutan untuk Duta Wisata, Pemuda Dan Pembangunan Kabupaten Pandeglang. Dilaksanakan pertama kali pada tahun 2011 oleh DPD KNPI Pandeglang. Kaka dan Teteh Pandeglang ini, bernaung pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang.

Kaka dan Teteh Pandeglang bertugas sebagai Duta atau icon daerah (Kabupaten Pandeglang) dalam membantu pemerintah daerah membangun dan mempromosikan potensi-potensi daerah. Baik itu dalam bidang Kebudayaan, Pariwisata, dan lainnya.

Pemilihan Kaka dan Teteh Pandeglang kedepannya akan berlangsung rutin setiap satu tahun sekali, di mana pemenang Kaka Teteh Pandeglang akan diikutsertakan di Pemilihan serupa di tingkat Provinsi Banten, yakni Kang Nong Banten.

Dan tujuan dari Pemilihan Kaka Teteh Pandeglang yaitu mencetak Generasi Muda Kabupaten Pandeglang yang ideal, yakni Generasi Muda yang berlandaskan Iman dan Taqwa, menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), dan mempunyai daya saing, terampil, serta menguasai Kebudayaan dan Pariwisata baik Nasional, Provinsi Banten, maupun Kabupaten Pandeglang.

Pemenang Kaka Teteh PandeglangSunting

Tahun 2011,

  • Kaka Pandeglang: Abda Yuafi (Kec. Cisata)
  • Teteh Pandeglang: Astri Lestari (Kec. Pandeglang)
  • Wakil I Kaka Pandeglang: Muhamad Aghi Gumelar (Kec. Majasari)
  • Wakil I Teteh Pandeglang: Astri Oktawati (Kec. Pandeglang)
  • wakil II Kaka Pandeglang: Adhisajana Parahita Ananto (Kec. Pandeglang)
  • Wakil II Teteh Pandeglang: Fathya Rizkiati Sundani (Kec. Majasari)
  • Kaka Favorit Pandeglang: Muhamad Fahrizal (Kec. Cimanuk)
  • Teteh Favorit Pandeglang: Nurzahara Amalia (Kec. Menes)
  • Kaka Persahabatan Pandeglang: Endang Hidayatullah (Kec. Cadasari)
  • Teteh Persahabatan Pandeglang: Marsih (Kec. Cikeusik)

Tahun 2012,

  • Kaka Pandeglang: Asep Budianto (Kec. Koroncong)
  • Teteh Pandeglang: Dhini Gharat Fannai (Kec. Cisata)
  • Wakil I Kaka Pandeglang: Rendy Lazuardi Dengah (Kec. Pandeglang)
  • Wakil I Teteh Pandeglang: Anisa Septiani (Kec. Pandeglang)
  • wakil II Kaka Pandeglang: Asep Mulyadi (Kec. Cimanggu)
  • Wakil II Teteh Pandeglang: St. Roifatul Roihah (Kec. Majasari)
  • Kaka Harapan Pandeglang: Muiz Abdul Aziz (Kec. Saketi)
  • Teteh Harapan Pandeglang: Tria Utari Handayani (Kec. Karang Tanjung)
  • Kaka Favorit Pandeglang: Tb. Dian Kurniawan (Kec. Mandalawangi)
  • Teteh Favorit Pandeglang: Ainus Santy Pandita (Kec. Majasari)

Tahun 2013,

  • Kaka Pandeglang: Hasanudin (Kec. Menes)
  • Teteh Pandeglang: Jihan Amalia (Kec. Pandeglang)
  • Wakil I Kaka Pandeglang: Nurul Hadi (Kec. Cikeudal)
  • Wakil I Teteh Pandeglang: Dhea Linta (Kec. Majasari)
  • Wakil II Kaka Pandeglang: Aldi Septiadi (Kec. Karang Tanjung)
  • Wakil II Teteh Pandeglang: Fitri Marsela (Kec. Sumur)
  • Kaka Kader Anti Narkoba Terpilih: Rizki Iskandar (Kec. Saketi)
  • Teteh Kader Anti Narkoba Terpilih: Maya Shintya (Kec. Cadasari)
  • Kaka Persahabatan Pandeglang: Uhan Burhan (Kec. Carita)
  • Teteh Persahabatan Pandeglang: Meity Ayu Nursanty (Kec. Karang Tanjung)
  • Kaka Favorit Pandeglang: M. Maman Sumaludin (Kec. Menes)
  • Teteh Favorit Pandeglang: Sheila Monica (Kec. Labuan)
  • Kaka Kulit Sehat Pandeglang: Aldi Septiadi (Kec. Karang Tanjung)
  • Teteh Kulit Cantik Pandeglang: Ratih Chandraningsih (Kec. Pandeglang)

Tahun 2014,

  • Kaka Pandeglang: Ayyatulah Mudjahidin (Kec. Pandeglang)
  • Teteh Pandeglang: Saskia Lydia Kirana (Kec. Majasari)
  • Wakil I Kaka Pandeglang: Hikmat (Kec. Pandeglang)
  • Wakil I Teteh Pandeglang: Windi Daniati (Kec. Karang Tanjung)
  • Wakil II Kaka Pandeglang: Cep Dinar (Kec. Majasari)
  • Wakil II Teteh Pandeglang: Agnes Ferdian (Kec. Pandeglang)
  • Kaka Favorit Pandeglang: Danang Wahid Salim (Kec. Labuan)
  • Teteh Favorit Pandeglang: Mega Sylviani Widadi (Kec. Labuan)
  • Kaka Persahabatan Pandeglang: Abdullah (Kec.Sobang)
  • Teteh Persahabatan Pandeglang: Siska Ayuningtyas (Kec. Cikedal)

JulukanSunting

Kabupaten Pandeglang memiliki beberapa julukan, yaitu:

  • Kota Badak
  • The Sunset of Java
  • Kota Berkah
  • Kota Santri

PariwisataSunting

Kabupaten Pandeglang memiliki beberapa tempat wisata, yaitu:

  • Pantai Carita
  • Pantai Bama
  • Pantai Ciputih
  • Pantai Tanjung Lesung
  • Curug Gendang
  • Pemandian Cisolong
  • Pemandian Cikoromoy
  • Pemandian Citaman
  • Taman Nasional Ujung Kulon
  • Situs Salakanagara di Mandalawangi (Petilasan Pangeran Angling Darma)
  • Kramat Syech Asnawi Caringin
  • Dataran tinggi Pulosari-Hasepan-Gunung Karang
  • Alun-alun Pandeglang
  • Kramat Syech Daud Cikaduen
  • Kramat Syech Husen Carita

ReferensiSunting

  1. ^ "SEJARAH SINGKAT KABUPATEN PANDEGLANG". Website Resmi Kabupaten Pandeglang. 20 September 2017. Diakses tanggal 20 September 2017. 
  2. ^ BPS Kabupaten Pandeglang (2018). Statistik Daerah Kabupaten Pandeglang 2018. BPS Kabupaten Pandeglang. hlm. 1. 
  3. ^ "Kabupaten Pandeglang Dalam Angka 2018". BPS Kabupaten Pandeglang. Diakses tanggal 18 Oktober 2018. 
  4. ^ "Laporan Penduduk Berdasarkan Agama Provinsi Banten 2014". Biro Pemerintahan Banten. Diakses tanggal 18 Oktober 2018. 
  5. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  6. ^ a b c d e "Profil Pandeglang" (PDF). 
  7. ^ "Pandeglang, Banten, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 13 September 2020. 
  8. ^ "PANDEGLANG, INDONESIA". Weatherbase. Diakses tanggal 13 September 2020. 
  9. ^ Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Wilayah Kab. Pandeglang

Bacaan lebih lanjutSunting

Pranala luarSunting