Bahasa Betawi

Bahasa Daerah di Indonesia
(Dialihkan dari Dialek Betawi)

Bahasa Betawi (bahasa Inggris: Betawi language) adalah bahasa daerah atau bahasa etnis (bahasa Inggris: native or indigineous language) yang dituturkan oleh Suku Betawi yang mendiami Jakarta (sebagai wilayah utama), dan juga mendiami sebagian wilayah dari provinsi Jawa Barat serta Banten. Kawasan penutur Bahasa Betawi yang dihuni oleh masyarakat Betawi ini biasa dikenal dengan istilah (Jabodetabek) yang berarti: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.

Betawi
Bahasé Betawi Jakarté
Basa Betawi Pinggiran
Dituturkan di
Wilayah
EtnisBetawi
Penutur bahasa
5 juta (2020) (tidak tercantum tanggal)
Status resmi
Diatur olehBadan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kode bahasa
ISO 639-1-
ISO 639-2bew
ISO 639-3bew
Glottologbeta1252[1]

Secara historis, Bahasa Betawi terbentuk dikarenakan adanya percampuran/akulturasi antar bangsa di Batavia pada masa Hindia-Belanda. Pernikahan antar etnis/suku tsb melahirkan ras, DNA, genetika/gen yang beragam seperti: Sunda, Melayu, Makassar, Jawa, Bugis, Tionghoa, Arab, Belanda, Portugis, Ambon, dan Bali yang kemudian membentuk sebuah entitas baru dan kebudayaan baru yang kini dikenal sebagai Suku Betawi. Dikarenakan hal tersebut, banyak kosakata dalam Bahasa Betawi memiliki kata serapan maupun elemen linguistik yang berasal dari bahasa-bahasa lain, seperti bahasa Melayu, Sunda, Jawa, Portugis, Tionghoa, Belanda, Arab, dan Bali yang memang sebenarnya Bahasa Betawi terlahir atau ada karena percampuran Bahasa-Bahasa tersebut yang akhirnya membentuk suatu Bahasa yang dialek/penyebutannya agak berbeda karena disesuaikan dengan lidah masyarakat lokal. Sebagai salah satu contohnya, yakni penggunaan elemen akhiran "-in" yang diserap dari Bahasa Bali, serta peralihan bunyi /a/ terbuka di akhir kata menjadi /e/ atau /ɛ/ pada beberapa dialek lokal. Selain itu banyak juga kata serapan Bahasa Betawi berasal dari Bahasa Melayu, Sunda, Jawa, Portugis, Tionghoa, Belanda, dan Arab.

Kosakata Bahasa BetawiSunting

Betawi Pinggiran Betawi Tengahan Bahasa Indonesia
apah apè apa
sapah siapè siapa
pegimanah begimanè bagaimana
ngapah/napa napè/ngapè kenapa
ada' adè ada
iya'/iyah iyè iya (baiklah)
baè' ajè saja
ora' kaga'/ngga' tidak
guah/sayah gua/guè/ayè aku
baba babèh ayah
bagen biarin biarkan
pisan/bangat amat/banget sangat
ngamprak berarakan berantakan
ilok? masa? apa benar?

Dialek-dialek Bahasa BetawiSunting

TokohSunting

Tokoh-tokoh bahasa Betawi modern:

  • Firman Muntaco, yang terkenal dengan cerpen/artikel di koran tahun 1960an s.d. 1980an
  • Ganes TH., yang terkenal dengan komik "Si-Jampang: Jago Betawi" yang isinya berbahasa betawi, tahun 1965an
  • Benyamin Sueb, yang terkenal memainkan film-film yang bergenre "bahasa Betawi", tahun 1970an
  • Sjumandjaja, yang terkenal sebagai sutradara film "Si Doel: Anak Betawi", tahun 1970an

BacaanSunting

Semua tokoh di atas menyumbang SASTRA BARU, yaitu "Sastra Betawi" (Betawi Literature). Jadi tokoh sastra akademis yang berjuang bagi "Sastra Betawi" adalah:

  • Muhadjir (1979 dan 2002)
  • K. Ikranegara (1980). Melayu Betawi Grammar. Linguistic Studies in Indonesian and Languages in Indonesia 9. Jakarta: NUSA.
  • S. Wallace (1976). Linguistic and Social Dimensions of Phonological Variation in Jakarta Malay. PhD. Dissertation, Cornell University.
  • Klarijn Loven (2009). Watching Si Doel: Television, Language and Cultural Identity in Contemporary Indonesia, 477 halaman, ISBN-10: 90-6718-279-6. Penerbit: The KITLV/Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies at Leiden.
  • Lilie M. Roosman (April 2006). Lilie Roosman: Phonetic experiments on the word and sentence prosody of Betawi Malay and Toba Batak, Penerbit: Universiteit Leiden

Buku-buku yang menjadi pastokan "Sastra Betawi" adalah:

Acara televisi dan YoutubeSunting

Acara TV (Televisi) yang menjadi pastokan "Sastra Betawi" adalah:

ReferensiSunting

  1. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Betawi". Glottolog 4.1. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. 
  2. ^ "Dialek Bahasa Betawi". kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2021-08-21. 

Catatan KakiSunting

Pranala luarSunting