Fira Basuki

sastrawan dan wartawan Indonesia

Fira Basuki yang bernama lengkap Dwifira Maharani Basuki (lahir di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 7 Juni 1972; umur 48 tahun) merupakan seorang sastrawan dan wartawan Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai redaktur di majalah Cosmopolitan.

Pendidikan dan KarierSunting

Setelah lulus dari SMU Regina Pacis, Bogor pada tahun 1991, Fira meneruskan studi di Jurusan Antropologi, Universitas Indonesia. Setahun kemudian ia pindah ke Jurusan Communication-Journalism di Universitas Negeri Pittsburg, Amerika Serikat. Ia meraih gelar Bachelor of Arts pada tahun 1995. Lalu, ia melanjutkan kulilah di Jurusan Communication-Public Relation di universitas yang sama. Ia juga sempat kuliah di bidang yang sama di Universitas Negeri Wichita.[1]

Ia pernah bekerja di majalah Dewi dan menjadi kontributor di beberapa media mancanegara, seperti Sunflower, Collegio, dan Morning Sun. Selain itu, ia juga pernah menjadi pembawa acara pada CAP-3 TV, Pittsburg, Kansas, produser paruh waktu di Radio Singapore International, dan kontributor majalah Harper's Bazaar Indonesia. Pada saat ini Fira Basuki menjadi executive contributor di Cosmopolitan Indonesia (MRA Media).

KepenulisanSunting

Ia sudah menulis karya sastra sejak menempuh pendidikan di bangku sekolah. Pada saat di sekolah menengah umum ia sudah menjuarai lomba menulis yang diselenggarakan oleh majalah-majalah, seperti Tempo dan Gadis. Selain itu, ia juga pernah mengikuti lomba yang diselenggarakan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, LIPI, dan FISIP-UI.[1]

Sejak tahun 2001 Fira Basuki mulai aktif menulis novel. Novel pertamanya yang berjudul Jendela-jendela mengisahkan kehidupan pasangan suami istri dan permasalahan-permasalahan yang muncul di dalam rumah-tangganya. Dengan suksesnya novel pertama tersebut, Fira kemudian menulis lanjutan kisah dalam Jendela-Jendela dengan Pintu yang diterbitkan pada tahun 2002, dan Atap pada tahun 2003.

Novel Rojak yang terbit pada tahun 2004 ini mengisahkan seorang perempuan dalam menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh dengan cobaan. Novel tersebut menceritakan terjadinya perkawinan campur antara Janice Wong yang merupakan keturunan Cina yang tinggal di Singapura dan Setyo Putra Hadiningrat yang merupakan keturunan Jawa yang tinggal di Yogyakarta.

Fira Basuki memaparkan penderitaan dan nasib seorang wanita sesuai dengan pengalaman dan sudut pandangnya. Berbekal pengalamannya bekerja dan menetap di luar negeri, seperti Amerika dan Singapura, ia dapat menggambarkan latar tempat dan suasana budaya dengan sangat jelas.

BibliografiSunting

  • Jendela-jendela (2001)
  • Ms. B: "Will U Marry Me" (20014)
  • Cerita di Balik Noda: 42 Kisah Inspiratif (2013)[2][3]
  • Catching Star (2014)
  • Atap (2002)
  • Capitan Pedang Panjang (2010)
  • Perempuan Hujan (2005)
  • Rojak (2005)
  • Astral Astria (2007)
  • Ms. B: "Panggil Aku B" (2004)
  • 140 Karakter: Kumpulan Tweets (2012)
  • Ms. B, Jadi Mami (2005)
  • Paris Pandora (2008)
  • Wimar Witoelar: "Hell, Yeah!" (2006)
  • Alamak! (2005)
  • Biru (2003)
  • Ms. B, Jangan Mati (2006)
  • Pintu (2002)
  • Cinta dalam Sepotong Roti (2005)
  • The Windows (2006)

Kehidupan PribadiSunting

Fira Basuki adalah Ibu dari seorang putri yang bernama Syaza Calibria Galang.

ReferensiSunting

  1. ^ a b Dewan Redaksi Ensiklopedi Sastra Indonesia. (2004). Ensiklopedi Sastra Indonesia. Bandung: Titian Ilmu. ISBN 979-9012-12-0 hlm. 265
  2. ^ Penerbit PKG: Cerita di Balik Noda Diarsipkan 2017-04-10 di Wayback Machine., diakses 10 April 2017
  3. ^ LensaIndonesia: Fira Basuki Luncurkan Buku Baru 'Cerita di Balik Noda', diakses 10 April 2017