Bahasa dagang dan kreol Melayu

Ragam dialek bahasa Melayu

Selain bentuk klasik dan sastranya, bahasa Melayu sudah memiliki beragam dialek regional sebelum berdirinya Kesultanan Malaka. Bahasa Melayu menyebar melalui kontak antaretnis dan perdagangan di seluruh kepulauan Melayu sampai Filipina. Kontak ini menghasilkan lingua franca yang disebut bahasa Melayu Pasar atau bahasa Melayu rendah. Umumnya diyakini bahwa Melayu Pasar adalah bahasa pidgin yang dipengaruhi kontak antara pedagang Melayu dan Tiongkok.

Bahasa dagang dan kreol Melayu
Bahasa-Bahasa Melayu Dagang dan Kreol بهاس٢ ملايو داڬڠ دان كريول
Dituturkan diAsia Tenggara, Asia Selatan, dan Australia
Etnisbermacam-macam
Kreol
  • Bahasa dagang dan kreol Melayu
Kode bahasa
ISO 639-3
IETFcrp-035
L • B • PW
Info templat

Selain penyederhanaan umum bahasa pidgin, lingua franca Melayu memiliki sejumlah karakteristik. Salah satunya adalah kepemilikan yang ditandai kata punya dan pronomina jamak ditandai kata orang. Satu-satunya afiks Melayu yang masih dipakai sampai sekarang adalah tər- dan bər-.

Ciri khas lainnya:

  • Ada menjadi partikel progresif.
  • Penyusutan bentuk ini dan itu sebelum kata benda menjadi penentu (determiner).
  • Kata kerja pərgi disusutkan dan menjadi kata depan yang bermakna 'ke'.
  • Konstruksi kausatif dibentuk menggunakan kasi, bəri, bikin, atau buat.
  • Kata depan tunggal, biasanya sama, dipakai untuk sejumlah fungsi, termasuk objek langsung dan tidak langsung.[1]

Contoh:[2]

  • Rumah-ku menjadi Saya punya rumah
  • Saya pukul dia menjadi Saya kasi pukul dia
  • Megat dipukul Robert menjadi Megat dipukul dek Robert

Melayu BabaSunting

Melayu Baba
Dituturkan diSingapura, Malaysia, Indonesia
Etnis250.000–400.000 (1986)
Penutur bahasa
tak diketahui (12.000; versi 1986)[3]
Kreol berbasis Melayu
Kode bahasa
ISO 639-3mbf
L • B • PW

Melayu Baba, dulunya grup bahasa pidgin yang besar, dipertuturkan di Malaysia namun saat ini nyaris punah. Ada sejumlah variasi bahasa Melayu yang dipertuturkan kaum Peranakan ("Babah"), yaitu keturunan Tionghoa yang tinggal di Malaysia, Singapura, dan Indonesia sejak abad ke-15.[4] Melayu Baba dekat dengan bahasa pidgin dagang yang mengalami kreolisasi di seluruh kepulauan Melayu, sehingga menghasilkan variasi kreol Melayu yang bertahan sampai sekarang.

Bahasa Indonesia Peranakan
Dituturkan di
WilayahJawa Tengah dan Jawa Timur.
Penutur bahasa
20.000 (Wurm dan Hattori 1981) (tidak tercantum tanggal)
Kreol Melayu
  • Bahasa Indonesia Peranakan
Kode bahasa
ISO 639-1-
ISO 639-2-
ISO 639-3pea
L • B • PW

Bahasa Indonesia Peranakan, satu jenis bahasa Melayu Baba, dipertuturkan di kalangan Tionghoa di pulau Jawa, khususnya di daerah perkotaan. Bahasa ini adalah campuran bahasa Melayu atau Indonesia dengan elemen-elemen bahasa Jawa dan bahasa Tionghoa (Hokkien). Penutur bahasa ini banyak ditemukan di Jawa Timur, khususnya Surabaya dan daerah sekitarnya (dengan bahasa Jawa dialek Jawa Timur). Jika warga Tionghoa cenderung mempertuturkan variasi bahasa tempat mereka tinggal (Tionghoa Jawa Tengah memakai bahasa Peranakan yang bercampur Jawa halus atau standar dalam percakapan sehari-hari antara sesamanya; di Jawa Barat, mereka menggunakan bahasa Peranakan yang bercampur bahasa Sunda), di Surabaya pemuda-pemudi Tionghoa cenderung berbicara dengan bahasa Peranakan yang bercampur bahasa Jawa dialek Surabaya dan belajar bahasa Mandarin melalui kursus.

Contoh frasa (digunakan di Surabaya):

  • Lu bo' gitu!: Jangan seperti itu!
  • Yak apa kabarnya si Eli?: Apa kabarnya Eli?
  • Nti' kamu pigio ambek cecemu ae ya: Nanti kamu pergi dengan kakakmu saja, ya?
  • Nih, makanen sa'adae: Makanlah seadanya!
  • Kamu cari'en bukune koko ndhek rumae Ling Ling: Carikan buku adikmu di rumah Ling Ling.

Melayu Kreol MalakaSunting

Melayu Kreol Malaka
Melayu Kreol Chitties
Dituturkan diMalaysia
Etnis300
Penutur bahasa
tak diketahui (moribund; versi tak bertanggal)[5]
Kreol berbasis Melayu
Kode bahasa
ISO 639-3ccm
L • B • PW

Bahasa ini dipertuturkan sejak abad ke-16 oleh para keturunan pedagang Tamil di Selat Malaka. Bahasa ini bisa jadi terkait secara historis dengan bahasa Melayu Kreol Sri Lanka.

Melayu SabahSunting

Melayu Sabah
WilayahSabah
Penutur bahasa
(tidak ada perkiraan jumlah yang tersedia)
Sedikit tetapi berkembang[6]
Pidgin berbasis Melayu Brunei
Kode bahasa
ISO 639-3msi
L • B • PW

Sebagai varian pidgin dari bahasa Melayu Brunei, Melayu Sabah adalah bahasa dagang setempat. Ada beberapa penutur asli di kawasan perkotaan, termasuk anak-anak yang menuturkan dua bahasa asli.

Melayu MakassarSunting

Melayu Makassar
WilayahMakassar, Sulawesi Selatan
Penutur bahasa
Tidak ada (tidak tercantum tanggal)[7]
Bahasa kedua: 1.900 juta (2000)
Campuran MelayuMakassar
Kode bahasa
ISO 639-3mfp
L • B • PW

Bahasa Melayu Makassar bukan bahasa kreol, tetapi campuran bahasa Melayu–Makassar dengan leksikon Melayu, infleksi Makassar, dan campuran sintaks Melayu/Makassar.[8]

Melayu BaliSunting

Melayu Bali
WilayahBali
Penutur bahasa
25,000  (2000 census)[9]
Kreol berbasis Melayu
Kode bahasa
ISO 639-3mhp
L • B • PW

Bahasa Melayu Bali adalah bahasa dagang di pulau ini. Bahasa Melayu Bali umumnya dipertuturkan di Kabupaten Jembrana, khususnya Kecamatan Loloan Barat dan Melaya. Istilah "Melayu Bali" dipergunakan pertama kali oleh tim peneliti pada tahun 1978. Bahasa ini disebut dengan istilah "omong kampung" oleh penuturnya.[10]

Melayu Indonesia TimurSunting

Kreol di Indonesia timur tampaknya terbentuk ketika lingua franca Melayu, mulai mendominasi perdagangan rempah sebelum era kolonial Eropa. Bahasa-bahasa ini memiliki beberapa kesamaan:

  • huruf ə pepet menjadi a, e, atau berasimilasi dengan huruf vokal selanjutnya
  • i, u kadang berubah menjadi e, o
  • diftong ai dan au kadang berubah menjadi e dan o
  • ada kehilangan huruf plosif akhir p, t, k, dan netralisasi nasal akhir di sejumlah kata
  • penanda perfektif sudah diciutkan menjadi su atau so[1]

Contohnya:[2]

  • makan menjadi makang
  • pergi menjadi pigi atau pi
  • terkejut menjadi takajo
  • lembut menjadi lombo
  • dapat menjadi dapa

Bacan mungkin merupakan bahasa yang paling arkaik dan sangat erat dengan bahasa Melayu Brunei (non-kreol).

Melayu BacanSunting

Melayu Bacan
WilayahBacan, Maluku Utara
Penutur bahasa
6  (2012)[11]
Melayu Kreol
  • Melayu Bacan
Kode bahasa
ISO 639-3btj
L • B • PW

Dipertuturkan di Pulau Bacan dan sekitarnya di Maluku Utara.

Melayu DiliSunting

Melayu Dili
WilayahKampung Alor, Kota Dili
Penutur bahasa
1.000 (tidak tercantum tanggal)
Melayu Kreol
  • Melayu Dili
Kode bahasa
ISO 639-3
L • B • PW

Dipertuturkan di Kampung Alor, Kota Dili.

Melayu ManadoSunting

Bahasa Melayu Manado
Bahasa Manado
Dituturkan diIndonesia
WilayahSulawesi Utara
Penutur bahasa
850,000 (2001) (tidak tercantum tanggal)
Melayu Kreol
  • Bahasa Melayu Manado
Kode bahasa
ISO 639-3xmm
L • B • PW

Melayu Manado adalah kreol lain yang menjadi lingua franca di Manado dan Minahasa, Sulawesi Utara. Bahasa ini berasal dari Melayu Ternate dan sangat dipengaruhi oleh bahasa Ternate, Belanda, Minahasa, dan beberapa kosakata Portugal.

Contoh:

  • Kita = Saya
  • Ngana = Kamu
  • Torang = Kami
  • Dorang = Mereka
  • Io = Ya
  • Nyanda' = Tidak (' = perhentian glotal)

Kalimat:

  • Kita pe mama ada pi ka pasar = Ibu saya pergi ke pasar
  • Ngana so nyanda' makan dari kalamareng = Kamu belum makan dari kemarin
  • Ngana jang badusta pa kita = Kamu jangan berdusta padaku
  • Torang so pasti bisa = Kami sudah pasti bisa

Melayu GorontaloSunting

Bahasa Melayu Gorontalo
Dituturkan diIndonesia
WilayahProvinsi Gorontalo, sebagian wilayah Provinsi Sulawesi Utara, sebagian wilayah Provinsi Sulawesi Tengah
Penutur bahasa
Lebih dari 1.000.000 jiwa (tidak tercantum tanggal)
Melayu Kreol
  • Bahasa Melayu Gorontalo
Kode bahasa
ISO 639-3
L • B • PW

Bahasa Melayu Gorontalo atau yang dikenal dengan "Logat Gorontalo" adalah salah satu bentuk bahasa Melayu yang dituturkan oleh penduduk di wilayah Semenanjung Utara Sulawesi, utamanya di wilayah Provinsi Gorontalo, sebagian di wilayah Sulawesi Utara, serta sebagian di wilayah Sulawesi Tengah.

Berdasarkan karakteristik bahasa dan pengucapannya, Bahasa Melayu Gorontalo termasuk dalam kelompok Bahasa Dagang dan Kreol Melayu. Pada umumnya, Bahasa Melayu Gorontalo adalah bahasa Lingua Franca untuk wilayah Gorontalo dan sekitarnya (termasuk pula di beberapa wilayah Teluk Tomini yang didiami oleh Suku Gorontalo).

Pengaruh Bahasa Arab terasa begitu kental dalam Bahasa Melayu Gorontalo. Sebagaimana digunakan dalam percakapan sehari-hari dimana penggunaan kata "Ana" sebagai kata ganti orang pertama tunggal (saya), serta "Ente" sebagai kata ganti orang kedua tunggal (kamu).[12]

Melayu MorotaiSunting

Melayu Morotai
WilayahPulau Morotai, Halmahera Tengah
Penutur bahasa
tak diketahui (1.000; versi 1992)[13]
Melayu Kreol
  • Indonesia Timur
    • Melayu Morotai
Kode bahasa
ISO 639-3mor
L • B • PW

85% kosakata Melayu Morotai berasal dari bahasa Melayu, tetapi juga memiliki beberapa kosakata Ternate. Tata katanya berbeda dengan bahasa-bahasa Austronesia dan Halmahera. Anak-anak sudah tidak menguasai lagi bahasa ini.

Melayu Maluku UtaraSunting

Melayu Maluku Utara
Dituturkan diIndonesia
WilayahMaluku Utara (Indonesia)
Penutur bahasa
700.000 (tidak tercantum tanggal)
Kode bahasa
ISO 639-3max
L • B • PW

Kreol ini menyerupai bahasa Melayu Manado, tetapi dengan aksen dan kosakata yang berbeda. Sebagian besar kosakatanya dipinjam dari bahasa Ternate, seperti:

  • Ngana = Kamu
  • Ngoni = Kalian
  • Bifi = Semut
  • Ciri = Jatuh

Bahasa ini digunakan di Ternate, Tidore, dan Halmahera, Maluku Utara, untuk komunikasi antarkelompok. Bahasa ini juga dipertuturkan di Kepulauan Sula.

Contoh:

  • Jang bafoya: Jangan berbohong.
  • paitua pe balanga: pancinya bapak

Melayu KupangSunting

Melayu Kupang
WilayahKupang, Timor Barat
Penutur bahasa
tak diketahui (200.000; versi 1997)[14]
Melayu Kreol
  • Melayu Kupang
Kode bahasa
ISO 639-3mkn
L • B • PW

Bahasa ini dipertuturkan di Kupang, ujung barat Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Bahasa ini didasarkan pada bahasa Melayu arkaik yang mencampuradukkan bahasa Belanda, Portugal, dan bahasa setempat, tetapi mirip bahasa Melayu Ambon dengan sejumlah perbedaan kosakata dan aksen. Sistem tata bahasanya menyerupai kreol-kreol Melayu lain di Indonesia Timur.

Contoh:

  • beta = Saya
  • lu = Kamu
  • sonde = Tidak
  • Beta sonde tau, lai = Saya tidak tahu

Melayu BandaSunting

Melayu Banda
WilayahKepulauan Banda
Penutur bahasa
3.700  (2000)[15]
Melayu Kreol
  • Melayu Banda
Kode bahasa
ISO 639-3bpq
L • B • PW

Sebagai varian dari bahasa Melayu Maluku, bahasa ini dipertuturkan di Kepulauan Banda, Maluku, dan memiliki aksen unik. Berbeda dengan Melayu Ambon, bahasa Melayu Banda dianggap terdengar unik bagi banyak orang karena aksentuasinya.

Contoh:

  • Beta: Saya
  • pane: Kamu
  • katorang: Kami
  • mir: Semut (diserap dari bahasa Belanda: mier)

Melayu PapuaSunting

Melayu Papua
Melayu irian
WilayahPapua Barat
Penutur bahasa
500.000  (2007)[16]
Melayu Kreol
  • Melayu Papua
Kode bahasa
ISO 639-3pmy
L • B • PW

Awalnya digunakan sebagai bahasa kontak di kalangan suku Nugini Indonesia (Papua dan Papua Barat) untuk berdagang dan komunikasi sehari-hari, bahasa ini sekarang memiliki banyak penutur asli. Penduduk Papua dan Irian menyatakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar mereka sejak 1926, jauh sebelum Sumpah Pemuda. Saat ini mereka cenderung memakai bahasa Indonesia formal. Varian bahasa ini juga diguankan di Vanimo, Papua Nugini, dekat perbatasan Indonesia.

Contoh:

  • Ini tanah pemerintah punya, bukan ko punya! = Ini tanah pemerintah, bukan kamu!
  • Kitorang tar pernah bohong = Kita tidak pernah berbohong.

ReferensiSunting

  1. ^ a b Wurm, Mühlhäusler, & Tryon, Atlas of languages of intercultural communication in the Pacific, Asia and the Americas, 1996:673ff.
  2. ^ a b MALAY DIALECT RESEARCH IN MALAYSIA: THE ISSUE OF PERSPECTIVE1.
  3. ^ Referensi Baba Malay di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  4. ^ "Baba Malay of Malacca". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-10-02. Diakses tanggal 2013-09-29. 
  5. ^ Referensi Malaccan Creole Malay di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  6. ^ Referensi Sabah Malay di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  7. ^ Referensi Macassar Malay di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  8. ^ Wurm, Mühlhäusler, & Tryon, Atlas of languages of intercultural communication in the Pacific, Asia and the Americas, 1996:682.
  9. ^ Referensi Balinese Malay di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  10. ^ Bagus, I Gusti Ngurah; Denes, I Made; Laksana, I Ketut Darma; Putrini, Nyoman; Ginarsa, I Ketut (1985). Kamus Melayu Bali-Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 
  11. ^ Referensi Melayu Bacan di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  12. ^ Halidi, M. H. M. Penggunaan Kata Sapaan Bahasa Gorontalo. Bahasa dan Sastra, 4(4).
  13. ^ Referensi Gorap di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  14. ^ Referensi Melayu Kupang di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  15. ^ Referensi Melayu Banda di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  16. ^ Referensi Melayu Papua di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting