Buka menu utama

Laras bahasa (bahasa Inggris: register) adalah varietas bahasa yang digunakan untuk suatu tujuan atau pada konteks sosial tertentu. Banyak sekali laras bahasa yang dapat diidentifikasi tanpa batasan yang jelas di antaranya. Contoh dari laras bahasa ini dapat ditemui dalam bahasa Jawa, yang memiliki laras resmi yang disebut krama, laras akrab yang disebut ngoko dan laras madya yang terletak di tengah-tengahnya. Ketiga laras ini memiliki kosa kata yang berbeda, dan digunakan dalam keadaan sosial yang berbeda pula.[1]

Definisi dan kategorisasi laras bahasa pun berbeda antara para ahli linguistik. Salah satu model pembagian laras bahasa yang paling terkemuka diajukan oleh Joos (1961) yang membagi lima laras bahasa menurut derajat keformalannya, yaitu (1) beku (frozen), (2) resmi (formal), (3) konsultatif (consultative), (4) santai (casual), dan (5) akrab (intimate).

Ragam beku digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan keleluasaan seperti pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara pernikahan. Ragam resmi digunakan dalam komunikasi resmi seperti pada pidato resmi, rapat resmi, dan jurnal ilmiah. Ragam konsultatif digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada transaksi atau pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan di pasar. Ragam santai digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab. Ragam akrab digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang sangat akrab dan intim.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ K. Alexander Adelaar; Nikolaus Himmelmann (2005). The Austronesian Languages of Asia and Madagascar. Psychology Press. hlm. 101. ISBN 978-0-7007-1286-1. 

Bacaan lanjutanSunting

  • Gregory, M. (1967) "Aspects of Varieties Differentiation." Journal of Linguistics 3: 177-197.
  • Halliday, M.A.K. and R. Hasan (1976), 'Cohesion in English.' London: Longman.
  • Halliday, M.A.K. (1964), Comparison and translation. In M.A.K. Halliday, M.McIntosh and P. Strevens, The linguistic sciences and language teaching. London: Longman.
  • Halliday, M.A.K. (1978), Language as Social Semiotic: the social interpretation of language and meaning. Edward Arnold: London.
  • Joos, M. (1961), The Five Clocks, New York: Harcourt, Brace and World.
  • Quirk, R., Greenbaum S., Leech G., and Svartvik J. (1985) A Comprehensive Grammar of the English Language. Longman, Harcourt.
  • Reid, T.B. (1956), Linguistics, structuralism, philology, Archivum Linguisticum 8.
  • Swales, J. (1990), Genre Analysis. English in Academic and Research Settings. Cambridge: Cambridge University Press.
  • Trosborg, A. (1997), Text Typology: Register, Genre and Text Type. In Text Typology and Translation: 3-23. (ed: Anna Trosborg), John Benjamins.
  • Trudgill, P. (1992), Introducing language and society. London: Penguin.
  • Wardhaugh, R. (1986), Introduction to Sociolinguistics, (2nd ed.), Cambridge: Blackwell
  • Werlich, E. (1982), A Text Grammar of English. Heidelberg: Quelle & Meyer.