Kabupaten Deli Serdang

kabupaten di Sumatra Utara, Indonesia
(Dialihkan dari Deli)

Kabupaten Deli Serdang (Melayu Jawi: كابوڤاتين دلي سردانڠ) adalah sebuah kabupaten yang berada di provinsi Sumatra Utara, Indonesia.[5][9] Ibu kota kabupaten ini berada di kecamatan Lubuk Pakam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Deli Serdang 2021, penduduk kabupaten ini berjumlah 1.931.441 jiwa (2020), dan merupakan jumlah penduduk terbanyak berdasarkan kabupaten di provinsi Sumatera Utara.[3]

Kabupaten Deli Serdang
Kabupaten di Sumatra Utara, Indonesia
Lambang resmi Kabupaten Deli Serdang
Lambang
Motto: 
Bhinneka Perkasa Jaya[1]
Lokasi Sumatera Utara Kabupaten Deli Serdang.svg
Kabupaten Deli Serdang is located in Sumatra
Kabupaten Deli Serdang
Kabupaten Deli Serdang
Kabupaten Deli Serdang is located in Indonesia
Kabupaten Deli Serdang
Kabupaten Deli Serdang
Koordinat: 3°33′N 98°51′E / 3.55°N 98.85°E / 3.55; 98.85
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
Dasar hukumUndang-Undang RI No. 7/drt Tahun 1956[2]
Hari jadi1 Juli 1946
Ibu kotaLubuk Pakam
Pemerintahan
 • Bupati Deli SerdangDrs. H. Ashari Tambunan
 • Wakil Bupati Deli SerdangAli Yusuf Siregar
Luas
 • Total2.497,72 km2 (964,38 sq mi)
Populasi
 • Total1.931.411 jiwa
 • Kepadatan773/km2 (2,000/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 78,16%
Kristen 19,63%
Protestan 16,81%
Katolik 2,82%
Buddha 2,05%
Hindu 0,47%
Konghucu 0,01%[4]
 • BahasaIndonesia, Melayu, Karo, Batak
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon061
Kode Kemendagri12.07 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan22[5]
Jumlah kelurahan14[5]
Jumlah desa380[5]
DAURp 1.541.866.237.000,- (2020)[6]
IPMKenaikan 75,53 (2021)
tinggi[7]
Bandar udaraBandara Kuala Namu
Flora resmiPisang Barangan
Fauna resmiWalet sarang-hitam
Situs webwww.deliserdangkab.go.id

Kabupaten Deli Serdang dikenal sebagai salah satu daerah dari 33 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatra Utara. Kabupaten yang memiliki keanekaragaman sumber daya alamnya yang besar sehingga merupakan daerah yang memiliki peluang investasi cukup baik. Selain memiliki sumber daya alam yang besar, Deli Serdang juga memiliki keanekaragaman budaya, yang disemarakan oleh hampir semua suku-suku yang ada di Nusantara. Adapun suku asli penghuni Deli Serdang adalah suku Melayu yang penamaan kabupaten ini juga di ambil dari dua kesultanan, yaitu Melayu Deli serta Melayu Serdang, kemudian Batak Toba, Karo, dan Batak Simalungun di wilayah Selatan; ditambah beberapa suku pendatang yang dominan seperti dari suku Jawa, Minangkabau, Tionghoa, India dan lain-lain juga menempati kabupaten ini.

Dahulu, wilayah ini disebut Kabupaten Deli dan Serdang, dan pemerintahannya berpusat di Kota Medan. Memang dalam sejarahnya, sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, wilayah ini terdiri dari dua pemerintahan yang berbentuk kerajaan (kesultanan) yaitu Kesultanan Deli berpusat di Kota Medan, dan Kesultanan Serdang berpusat di Perbaungan.

Bandar udara baru untuk Kota Medan yang menggantikan Polonia, yakni Bandara Kuala Namu, sebenarnya terletak di kabupaten ini, tepatnya berada di kecamatan Beringin. Pada akhir tahun 2015, sistem Bus Rapid Transit Trans Mebidang telah beroperasi di Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang.

SejarahSunting

Sebelum KemerdekaanSunting

Sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, Kabupaten Deli Serdang yang dikenal sekarang ini merupakan dua pemerintahan yang berbentuk kerajaan (Kesultanan) yaitu Kesultanan Deli yang berpusat di Kota Medan, dan Kesultanan Serdang berpusat di Perbaungan (± 38 km dari Kota Medan menuju Kota Tebing Tinggi).[1]

RISSunting

Dalam masa pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS), keadaan Sumatra Timur mengalami pergolakan yang dilakukan oleh rakyat secara spontan menuntut agar NST (Negara Sumatra Timur) yang dianggap sebagai prakarsa Van Mook (Belanda) dibubarkan dan wilayah Sumatra Timur kembali masuk Negara Republik Indonesia. Para pendukung NST membentuk Permusyawaratan Rakyat se-Sumatra Timur menentang Kongres Rakyat Sumatra Timur yang dibentuk oleh Front Nasional.[1]

Negara-negara bagian dan daerah-daerah istimewa lain di Indonesia kemudian bergabung dengan Negara Republik Indonesia (NRI), sedangkan Negara Indonesia Timur (NIT) dan Negara Sumatra Timur (NST) tidak bersedia.

Negara KesatuanSunting

Akhirnya Pemerintah NRI meminta kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) untuk mencari kata sepakat dan mendapat mandat penuh dari NST dan NIT untuk bermusyawarah dengan NRI tentang pembentukan Negara Kesatuan dengan hasil antara lain Undang-Undang Dasar Sementara Kesatuan yang berasal dari UUD RIS diubah sehingga sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.[1]

Pembagian Sumatra Timur ke dalam 5 AfdelingSunting

Atas dasar tersebut terbentuklah Kabupaten Deli Serdang seperti tercatat dalam sejarah bahwa Sumatra Timur dibagi atas 5 (lima) Afdeling, salah satu di antaranya Deli en Serdang, Afdeling ini dipimpin seorang Asisten Residen beribu kota Medan serta terbagi atas 4 (empat) Onderafdeling yaitu Beneden Deli beribu kota Medan, Bovan Deli beribu kota Pancur Batu, Serdang beribu kota Lubuk Pakam, Padang Bedagai beribu kota Tebing Tinggi dan masing-masing dipimpin oleh Kontrolir.[1]

Keresidenan Sumatra TimurSunting

Selanjutnya dengan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Sumatra Timur tanggal 19 April 1946, Keresidenan Sumatra Timur dibagi menjadi 6 (enam). Kabupaten ini terdiri atas 6 (enam) Kewedanaan yaitu Deli Hulu, Deli Hilir, Serdang Hulu, Serdang Hilir, Bedagai / Kota Tebing Tinggi pada waktu itu ibu kota berkedudukan di Perbaungan. Kemudian dengan Besluit Wali Negara tanggal 21 Desember 1949 wilayah tersebut adalah Deli Serdang dengan ibu kota Medan meliputi Lubuk Pakam, Deli Hilir, Deli Hulu, Serdang, Padang dan Bedagai.[1]

Kabupaten Deli dan SerdangSunting

Pada tanggal 14 November 1956. Kabupaten Deli dan Serdang ditetapkan menjadi Daerah Otonom dan namanya berubah menjadi Kabupaten Deli Serdang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1948 yaitu Undang-Undang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah dengan Undang-Undang Nomor 7 Drt Tahun 1956. Untuk merealisasikannya dibentuklah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Dewan Pewakilan Daerah (DPD).[1]

Hari Jadi Kabupaten Deli SerdangSunting

Tahun demi tahun berlalu setelah melalui berbagai usaha penelitian dan seminar-seminar oleh para pakar sejarah dan pejabat Pemerintah Daerah Tingkat II Deli Serdang pada waktu itu (sekarang Pemerintah Kabupaten Deli Serdang), akhirnya disepakati dan ditetapkanlah bahwa Hari Jadi Kabupaten Deli Serdang adalah tanggal 1 Juli 1946.[1]

Perpindahan Ibu kotaSunting

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1984, ibu kota Kabupaten Deli Serdang dipindahkan dari Kota Medan ke Lubuk Pakam dengan lokasi perkantoran di Tanjung Garbus yang diresmikan oleh Gubernur Sumatra Utara tanggal 23 Desember 1986. Demikian pula pergantian pimpinan di daerah ini pun telah terjadi beberapa kali.

Dikelilingi Kabupaten BesarSunting

Daerah ini mengelilingi tiga “Daerah Kota Madya” yaitu Kota Medan yang menjadi ibu kota Provinsi Sumatra Utara, kota Binjai dan kota Tebing Tinggi disamping berbatasan dengan beberapa kabupaten yaitu, Serdang Bedagai, Langkat, Karo, dan Simalungun, dengan total luas daerah 6.400 km² terdiri dari 33 Kecamatan dan 902 Kampung.

Perubahan Luas WilayahSunting

Daerah ini, sejak terbentuk sebagai kabupaten sampai dengan tahun tujuh puluhan mengalami beberapa kali perubahan luas wilayahnya, karena Kota Medan, Tebing Tinggi dan Binjai yang berada di daerah perbatasan pada beberapa waktu yang lalu meminta/mengadakan perluasan daerah, sehingga luasnya berkurang menjadi 4.397,94 km².

Diawal pemerintahannya Kota Medan menjadi pusat pemerintahannya, karena memang dalam sejarahnya sebagian besar wilayah kota Medan adalah “Tanah Deli” yang merupakan daerah Kabupaten Deli Serdang. Sekitar tahun 1980-an, pemerintahan daerah ini pindah ke Lubuk Pakam, sebuah kota kecil yang terletak di pinggir Jalan Lintas Sumatra lebih kurang 30 kilometer dari Kota Medan yang telah ditetapkan menjadi ibu kota Kabupaten Deli Serdang.

Pada tahun 2004, Kabupaten ini kembali mengalami perubahan baik secara Geografi maupun Administrasi Pemerintahan, setelah adanya pemekaran daerah dengan lahirnya Kabupaten baru Serdang Bedagai sesuai dengan UU No. 36 Tahun 2003, sehingga berbagai potensi daerah yang dimiliki ikut berpengaruh. Dengan terjadinya pemekaran daerah, maka luas wilayahnya sekarang menjadi 2.394,62 km² terdiri dari 22 kecamatan dan 403 desa/kelurahan, yang terhampar mencapai 3,34% dari luas Sumatra Utara.

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Gambar Nama Awal masa jabatan Akhir masa jabatan Wakil Keterangan
1. Moenar S. Hamidjojo 1946 1947
2.   R. Sampurno Kolopaking 1947 1951
3.   Wan Omaroeddin Baros 1 Februari 1951 1 April 1958
4.   Abdullah Eteng 1 April 1958 11 Januari 1963
5.   Abdul Kadir Kendal Keliat 11 Januari 1963 11 November 1970
6.   Baharoeddin Siregar 11 November 1970 17 April 1978
7.   Abdul Muis Lubis 17 April 1978 3 Maret 1979
8.   Tenteng Ginting 3 Maret 1979 3 Maret 1984
9.   H Wasiman 3 Maret 1984 3 Maret 1989
10.   Ruslan Mansyur 3 Maret 1989 3 Maret 1994
11.   Maymaran NS 3 Maret 1994 3 Maret 1999 Rayo Usman Harahap
12.   Abdul Hafid 3 Maret 1999 7 April 2004
13.   Amri Tambunan 2004 2009 Yusuf Sembiring
Periode Pertama
2009 2014 Zainuddin Mars Periode Kedua
14.   Ashari Tambunan 2014 2019
Periode Pertama
2019 Petahana Ali Yusuf Siregar Periode Kedua
Plt. Zainuddin Mars 15 Februari 2018 13 Juni 2018 Lowong Menggantikan Bupati yang cuti kampanye
 
Kantor Bupati Deli Serdang

Wakil BupatiSunting

Perjalanan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Deli Serdang, tercatat beberapa Bupati didampingi oleh seorang wakil Bupati. Pada pertengahan periode kepemimpinan (1997) H. Maymaran. MS, dia didampingi oleh seorang wakil Bupati Drs. H. Rayo Usman Harahap, sesuai dengan Surat Keputusan Mendagri Nomor 132.22-141 tanggal 24 Februari 1977. Jabatan Wakil Bupati berlanjut dijabat oleh Drs. H. Rayo Usman Harahap pada periode Drs. H. Abdul Hafid, MBA. sampai dengan tahun 2002. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, jabatan Wakil Bupati merupakan satu paket dengan Bupati yang dipilih oleh anggota legislatif. Tahun 2003, Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Deli Serdang, terpilih Drs. H. Amri Tambunan yang berdampingan dengan Drs. Yusuf Sembiring, MBA., M.M. sebagai Wakil Bupati untuk periode 2004 sampai dengan 2009. Tahun 2009, pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Deli Serdang, Drs. H. Amri Tambunan terpilih kembali menjadi Bupati berpasangan dengan Zainuddin MARS sebagai Wakil Bupati untuk periode 2009 sampai 2014 .Tahun 2014, pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Deli Serdang, Drs. H. Ashari Tambunan terpilih menjadi Bupati berpasangan dengan Zainuddin MARS sebagai Wakil Bupati untuk periode 2013 sampai 2018. Pemilihan bupati 2018 dimenangkan oleh Ashari Tambunan dan didampingi oleh wakil bupati Ali Yusuf Siregar.

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang dalam dua periode terakhir.[10][11]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 3   2
  Gerindra 6   8
  PDI-P 6   7
  Golkar 8   7
  NasDem 4   6
  PKS 4   5
  Perindo (baru) 1
  PPP 3   3
  PAN 6   4
  Hanura 4   1
  Demokrat 5   5
  PBB 0   1
  PKPI 1   0
Jumlah Anggota 50   50
Jumlah Partai 11   12


Demikian pula halnya di legislatif, pimpinan di lembaga ini pun sudah silih berganti mulai dari Ketua Dewan dijabat oleh Bonar Ginting, H. Mahmud Hasan, T.A. Muhaid Arief, dan Kapten M. Selamat.kemudian pada periode berikutnya terpilih menjadi Ketua Dewan adalah Letkol Gus Masinan, BA (1971 s.d 1982), H.M. Rizan ( 1982 s.d 1987), H.T. Abunawar Sinar (1987 s.d 1992), H. Iping Safei dilanjutkan oleh Usman DS (1992 s.d 1997), Kolonel Drs. H. Nusrin Siregar (1997 s.d 1999), Naik Tarigan, BBA (1999 s.d 2004) Tahun 2004 s.d 2009 H. Wagirin Arman, tahun 2009 sampai saat ini Ketua DPRD Kabupaten Deli Serdang dijabat oleh Hj. Fatmawaty Takrim[butuh rujukan].

KecamatanSunting

Kabupaten Deli Serdang terdiri dari 22 kecamatan, 14 kelurahan, dan 380 desa dengan luas wilayah mencapai 2.241,68 km² dan jumlah penduduk sekitar 1.791.677 jiwa (2017) dengan kepadatan penduduk 800 jiwa/km².[5][9]

Kabupaten Deli Serdang terdiri dari 22 kecamatan sebagai berikut:

  1. Bangun Purba
  2. Batang Kuis
  3. Beringin
  4. Biru-Biru
  5. Deli Tua
  6. Galang
  7. Gunung Meriah
  8. Hamparan Perak
  9. Kutalimbaru
  10. Labuhan Deli
  11. Lubuk Pakam (ibu kota kabupaten)
  12. Namo Rambe
  13. Pagar Merbau
  14. Pancur Batu
  15. Pantai Labu
  16. Patumbak
  17. Percut Sei Tuan
  18. Sibolangit
  19. Sinembah Tanjung Muda Hilir
  20. Sinembah Tanjung Muda Hulu
  21. Sunggal
  22. Tanjung Morawa

PendudukSunting

Penduduk Deli Serdang terdiri dari: Suku Melayu Deli 35,5%, Karo 25,5%, Batak Simalungun 13%, Batak Toba 8%, dan lainnya seperti Jawa, Minang, Tionghoa. Sedangkan agama yang dianut oleh masyarakat Deli Serdang berdasarkan Data Kependudukan 2018 adalah Islam (78,16 %), Kristen (19,63%: Protestan 16,81% dan Katolik 2,82%), kemudian Buddha (2,05%), Hindu (0,47%) dan Konghucu (0,01%).[3]

Seni budayaSunting

Lagu DaerahSunting

Tari DaerahSunting

PariwisataSunting

Wisata alamSunting

  • Hillpark Sibolangit
  • Kebun Bunga Tanjung Morawa
  • Danau Linting
  • Taman Air Percut
  • Pantai Putra Deli
  • Pantai Romance
  • Pantai Muara Indah
  • Desa Wisata Paluh Naga

Wisata religiSunting

  • Masjid Agung Lubuk Pakam
  • Lau Simempar Gunung Meriah

Wisata sejarah dan budayaSunting

Media massaSunting

Berikut ini adalah media massa yang dapat dinikmati, diakses, dan/atau ditangkap di Kota Medan dan sekitarnya (Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, dan Kota Tebing Tinggi).

RadioSunting

Kota Medan dan sekitarnya (Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, dan Kota Tebing Tinggi) juga memiliki beberapa terdiri dari 37-stasiun radio seperti:

Frekuensi Signal Nama Stasiun
88.0-MHz FM FeMale Radio Medan Masima RadioNet
88.4-MHz Pro 4 RRI Medan Radio Republik Indonesia
88.8-MHz Pro 3 RRI
89.2-MHz Pasopati Perkasa Radio
89.6-MHz Visi FM Kardopa Group
90.4-MHz Sonora FM Medan KG Radio Network
90.8-MHz Mix FM Kiss Network
91.6-MHz UMSU M-Radio UMSU
92.4-MHz Pro 2 RRI Medan Radio Republik Indonesia
92.8-MHz Lite FM Kiss Network
93.2-MHz Elshinta Radio Medan Elshinta Media
94.3-MHz Pro 1 RRI Medan Radio Republik Indonesia
94.7-MHz Suara Medan Radio
95.1-MHz MNC Trijaya FM Medan MNC Networks
95.5-MHz Citra Buana Radio
95.9-MHz City FM City Media Group
96.3-MHz Medan FM City Media Group
96.7-MHz RDI Medan MNC Networks
97.5-MHz Prambors Radio Medan Masima RadioNet
98.3-MHz I-Radio Medan MRA Media
99.1-MHz Most FM
99.5-MHz Kardopa Radio Kardopa Group
99.9-MHz Radio Istana MBC
100.5-MHz Mutiara FM
101.4-MHz Radio Roris Shintarahma
101.8-MHz Smart FM Medan KG Radio Network
102.2-MHz Alnora FM
102.6-MHz Star FM Kiss Network
103.0-MHz Best FM
103.8-MHz A Radio Lumut Media
104.2-MHz Radio Maria
105.0-MHz Kiss FM Kiss Network
105.8-MHz Delta FM Medan Masima RadioNet
106.2-MHz Kardopa Radio Kardopa Group
106.6-MHz Sonya FM Kiss Network
107.3-MHz Lips FM
107,8-MHz Jawa Radio

TelevisiSunting

TerestrialSunting

Di Kota Medan dan sekitarnya (Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, dan Kota Tebing Tinggi) dapat disaksikan sejumlah siaran televisi, baik itu siaran lokal dan nasional, dengan sistem analog maupun digital.

AnalogSunting

Stasiun analog (PAL) beroperasi hingga 24 Agustus 2022.[12]

Kanal

(UHF)

Frekuensi Nama Nama Perusahaan Jaringan Pemilik
23 487.25 MHz Indosiar Medan PT Indosiar Medan Televisi Indosiar Surya Citra Media
25 503.25 MHz MNCTV Sumatera Utara/Medan PT TPI Empat MNCTV Media Nusantara Citra
27 519.25 MHz Trans TV Medan PT Trans TV Medan Palembang Trans TV Trans Media
29 535.25 MHz antv Medan PT Cakrawala Andalas Televisi Medan dan Batam antv Visi Media Asia
31 551.25 MHz GTV Medan PT GTV Empat GTV Media Nusantara Citra
33 567.25 MHz RCTI Network Sumatera Utara PT RCTI Empat RCTI
35 583.25 MHz SCTV Medan PT Surya Citra Visi Media SCTV Surya Citra Media
37 599.25 MHz tvOne Medan PT Lativi Media Karya Medan dan Pekanbaru tvOne Visi Media Asia
39 615.25 MHz MetroTV Sumbagut PT Media Televisi Medan Metro TV Media Group
41 631.25 MHz Trans7 Medan PT Trans7 Medan Palembang Trans7 Trans Media
43 647.25 MHz NET. Medan PT Televisi Anak Medan NET. Net Visi Media
45 663.25 MHz iNews Medan PT Deli Media Televisi iNews Media Nusantara Citra
47 679.25 MHz TVRI Sumatera Utara LPP Televisi Republik Indonesia Stasiun Sumatera Utara TVRI LPP Televisi Republik Indonesia
49 695.25 MHz DAAI TV Medan PT Daya Angkasa Andalas Indah Televisi DAAI TV Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia
53 727.25 MHz RTV Medan PT Cahaya Nusantara Perkasa Televisi RTV Rajawali Corpora
55 737.25 MHz MYTV Medan PT Waktu Mekar Sari Alam MYTV Mayapada Group
57 759.25 MHz Berita TV PT Tayangan Berita Medan Televisi STTV
59 775.25 MHz Kompas TV Medan PT Kompas TV Media Informasi Kompas TV KG Media
61 791.25 MHz Toba TV PT Sibolga Medan Bersama CTV Network CTV Banten
DigitalSunting

Stasiun digital (DVB-T2) meliputi Kota Medan, Kota Binjai, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai.

Kanal (UHF) Frekuensi Virtual Nama Nama Perusahaan Jaringan Pemilik
28 530 MHz 1 TVRI Nasional LPP Televisi Republik Indonesia Stasiun Sumatera Utara LPP Televisi Republik Indonesia
2 TVRI Sumatera Utara TVRI
3 TVRI World
4 TVRI Sport HD
7 Nusantara TV Medan PT Nusantara Media Mandiri Tapanuli Nusantara TV NT Corp
8 Inspira TV Medan PT Inspira Medan Mulia Inspira TV Inspira Media
32 RTV Medan PT Cahaya Nusantara Perkasa Televisi RTV Rajawali Corpora
30 546 MHz 21 Trans7 Medan PT Trans7 Medan Palembang Trans7 Trans Media
20 Trans TV Medan PT Trans TV Medan Palembang Trans TV
113 CNN Indonesia Sumatera Utara CNN Indonesia
114 CNBC Indonesia Sumatera Utara CNBC Indonesia
115 Kompas TV Medan PT Kompas TV Media Informasi Kompas TV KG Media
5 DAAI TV Medan PT Daya Angkasa Andalas Indah Televisi DAAI TV Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia
34 578 MHz 24 Indosiar Medan PT Indosiar Medan Televisi Indosiar Surya Citra Media
23 SCTV Medan PT Surya Citra Visi Media SCTV
O Channel Medan O Channel
Mentari TV Medan Mentari TV
36 594 MHz 22 MetroTV Sumbagut PT Media Televisi Medan MetroTV Media Group
99 Magna Channel Sumatera Utara Magna Channel
55 BNTV Sumatera Utara BNTV
40 626 MHz 26 antv Medan PT Cakrawala Andalas Televisi Medan dan Batam antv Visi Media Asia
27 tvOne Medan PT Lativi Media Karya Medan dan Pekanbaru tvOne
42 642 MHz 28 RCTI Network Sumatera Utara PT RCTI Empat RCTI Media Nusantara Citra
29 MNCTV Sumatera Utara/Medan PT TPI Empat MNCTV
30 GTV Medan PT GTV Empat GTV
31 iNews Medan PT Deli Media Televisi iNews

BerlanggananSunting

Surat kabarSunting

Kota Medan dan sekitarnya (Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, dan Kota Tebing Tinggi) juga memiliki beberapa terdiri dari 15-surat kabar seperti:

NasionalSunting

Nama Jenis Perusahaan Bahasa
Koran Sindo Nasional Media Nusantara Citra Indonesia
Republika Mahaka Media
Kompas KG Media
Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Media Indonesia Media Group
Kontan KG Media
Koran Jakarta Berita Nusantara
The Jakarta Post Bina Media Tenggara Inggris
Indonesia Shang Bao Bisnis Indonesia Group Mandarin
Harian Indonesia Mahaka Media
Guo Ji Ri Bao Mayapada Group

LokalSunting

  1. Analisa, terletak di Medan Barat, Medan.
  2. Hao Bao Daily, terletak di Medan Barat, Medan.
  3. Waspada, terletak di Medan Maimun, Medan.
  4. Tribun Medan, terletak di Medan Baru, Medan.

Objek wisataSunting

Pantai LabuSunting

Pantai Labu terletak di kecamatan Pantai Labu. Objek wisata pantai ini masih butuh perhatian pemerintah setempat karena masih kurang terawat.

Magic Eye 3D MuseumSunting

Objek wisata yang baru ada di kabupaten ini terletak di kecamatan Batang Kuis, tepatnya 7,5 KM sebelum menuju Bandara Internasional Kuala Namu. Tempat ini menyajikan banyak gambar gambar 3D yang sangat unik dan menipu mata kita.

Lau Mentar CanyonSunting

Keindahan dan pesona hijau, berpadu dengan keunikan geologi di Lau Mentar Canyon menjadi sebab mengapa para pengunjung berbondong-bondong datang ke tempat wisata yang satu ini. Lokasinya terletak di kecamatan Sibolangit.

Sumber Air Panas Negeri SuahSunting

Objek Wisata Negeri Suah mulai ramai dikunjungi sejak tahun 2013, aksesibilitas menuju lokasi masih belum cukup memadai begitu juga dengan sarana serta prasarana pariwisaa. Sensasi air panas dan keberadaan air terjun bertingkat seratus menjadi incaran para adventurer. Terletak di Desa Gugung.

Air Terjun Dwi WarnaSunting

Kerap juga disebut Air Terjun Dua Warna, terletak di Desa Gugung Kecamatan Sibolangit. Panorama memukau dari 2 air terjun yang memiliki suhu berbeda adalah sebab mengapa objek wisata alam ini disebut Air Terjun Dua Warna.

Hill Park SibolangitSunting

Lokasinya yang tidak jauh dari Kota Medan menjadikan tempat wisata yang dikhususkan untuk permainan ini menjadi favorit wisatawan. Terdiri dari 3 konsep, Hill Park Sibolangit menawarkan keceriaan bersama keluarga. Terletak di Desa Suka Makmur, jalan lintas Medan ke Kabanjahe.

Danau LintingSunting

Simpang siur munculnya danau bersuhu panas ini belum dapat dibuktikan, terlepas dari fakta tersebut panorama dan keunikan dari Danau Linting memang benar-benar memukau. Selain Danau Linting terdapat juga beberapa objek wisata di sekitarnya yakni: Kolam Putri dan beberapa Goa Speleologi.

Pulau SibaSunting

Siba Island terletak di semenanjung Desa Sei Baharu Kecamatan Hamparan Perak. Dikembangkan oleh pihak swasta menjadi lokasi wisata bahari. Terdapat beberapa jenis permainan wisata air dan juga penginapan untuk para pengunjung.

Pemandian Alam SembaheSunting

Pemandian Alam Sembahe letaknya dekat dengan kabupaten Karo yang merupakan salah satu destinasi wisata di Sumatra Utara. Hal tersebut menyebabkan banyaknya wisatawan yang singgah atau memang sengaja berkunjung. Berbagai kegiatan menarik dapat dilakukan disini.

Selain tempat wisata tersebut diatas, ada lokasi wisata di Kabupaten Deli Serdang lainnya yakni: Pemandian Air Panas Embun Pagi Penen, Frans Betala, Pemandian Alam Kasanova dan Pemandian Alam Sarilaba Biru Indah di Kecamatan Sibiru-Biru. Pantai Pasir Putih dan Pantai Beting Camar di Kecamatan Hamparan Perak. Air Terjun Tarak Enggang, Pemandian Pagar Salju dan Pemandian Pagar Manik di Kecamatan Bangun Purba. Pantai Percut dan Taman Air Percut di Kecamatan Percut Sei Tuan. Taman Rekreasi Bagan Serdang, Pantai Putra Deli, Pantai Serambi Deli, Pantai Muara Indah di Kecamatan Pantai Labu. Lau Jabi Negeri Gugung, Pemandian Alam Elva, Pemandian Alam Rindu, Pemandian Alam Karoja, Taman Hutan Wisata Sibolangit, Air Terjun Tujuh Tingkat, Air Terjun dan Pemandian Alam Loknya, PT Taman Rekreasi Deli, Lorena, Bumi Perkemahan Pramuka, Pemandian Alam Bolbrem dan Retreat Center di Kecamatan Sibolangit. Air Terjun Pelangi Indah dan Air Panas Gunung Manumpak di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu. Agro Wisata Kampung Bunga di kecamatan Tanjung Morawa.

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e f g h Sejarah Deli Serdang. Situs pemkab Deli Serdang
  2. ^ http://www.hukumonline.com/pusatdata/detail/4200/node//undang-undang-darurat-no-7-tahun-1956-pembentukandaerah-otonom-kabupaten-kabupaten-dalam-lingkungan-daerah-propinsi-sumaterautara
  3. ^ a b c "Kabupaten Deli Serdang Dalam Angka 2021" (pdf). www.deliserdangkab.bps.go.id. hlm. 9, 65. Diakses tanggal 15 April 2021. 
  4. ^ "Data Kependudukan Berdasarkan Agama di Kabupaten Deli Serdang 2018". www.disdukcapil.deliserdangkab.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-01-26. Diakses tanggal 27 Januari 2020. 
  5. ^ a b c d e "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  6. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2021). Diakses tanggal 15 April 2021. 
  7. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 1 Desember 2021. 
  8. ^ Demografi Deli Serdang. Situs pemkab Deli Serdang
  9. ^ a b "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  10. ^ Perolehan Kursi DPRD Deli Serdang Periode 2014-2019
  11. ^ "Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Deli Serdang 2019-2024". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-24. Diakses tanggal 2020-05-18. 
  12. ^ "Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 11/2021 tentang Perubahan atas Permenkominfo 6/2021". Kemenkominfo. Diakses tanggal 16 Agustus 2021. 

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting