Stasiun Maguwo

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Maguwo (MGW) adalah stasiun kereta api bandara kelas II yang terletak di Kalurahan Maguwoharjo, Kapanéwon Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Stasiun ini yang terletak pada ketinggian +118 meter ini hanya melayani KRL Commuter Line dan merupakan stasiun aktif yang lokasinya paling timur di Daerah Istimewa Yogyakarta. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api bandara pertama di Indonesia dan menjadi stasiun bandara yang dikelola KAI Commuter.

Stasiun Maguwo
KAI Commuter
Y03

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun MGW.png
Stasiun Maguwo 2021.jpg
Bangunan operasional Stasiun Maguwo, setelah menjalani elektrifikasi dan penggantian papan nama stasiun, 2021
LokasiJalan Bandara Adisucipto
Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Indonesia
Ketinggian+118 m
OperatorKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 158+975 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Yogyakarta[1]
Jumlah peronDua peron sisi yang tinggi; satu sama lainnya dihubungkan dengan jalan setapak dan lorong bawah tanah
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • MGW
  • 3101
[2]
KlasifikasiII[2]
Operasi layanan
KRL Commuter Line
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Brambanan
ke arah Solo Balapan
Lin Yogyakarta Lempuyangan
ke arah Yogyakarta
Brambanan
ke arah Palur
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Mesin tiket Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Pusat informasi Musala Toilet Pertokoan/area komersial Isi baterai Area merokok 
Tipe persinyalanElektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02
Lokasi pada peta

Ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Brambanan, terdapat Stasiun Kalasan yang sudah tidak aktif sejak jalur ganda lintas Kutoarjo-Solo beroperasi.

Untuk mendukung operasional jalur ganda di lintas tersebut, sistem persinyalan mekanik di stasiun ini diganti dengan sistem persinyalan elektrik buatan PT Len Industri (Persero) yang sudah dipasang sejak tahun 2013 dan kemudian mulai dioperasikan pada tanggal 1 Oktober 2018.[3][4]

SejarahSunting

Pascarenovasi pertama tahun 2010, dipotret 2014
Pascarenovasi kedua tahun 2019
Stasiun Maguwo Lama yang menjadi cagar budaya. Jalur 1 kini dijadikan sebagai tempat langsiran Pusri Palembang ke gudang yang terletak di barat stasiun

Pada awalnya, stasiun ini hanyalah stasiun kecil yang fungsinya hanya menjadi titik persilangan KA jarak jauh, bongkar muat gerbong Pupuk Sriwidjaja Palembang ke emplasemen gudang, dan titik langsir untuk gerbong ketel untuk memasok Avtur.

Menurut Gapeka 2004, Stasiun Maguwo lama ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Terdapat empat sepur badug (masing-masing dua yang menyambung di jalur 1 dan di jalur 4). Sepur badug di jalur 4 dahulu digunakan untuk langsiran kereta api ketel avtur Pertamina relasi Cilacap–Maguwo pp, sedangkan sepur badug di jalur 1 digunakan untuk langsiran dan penyimpanan KA angkutan Pupuk Sriwidjaja Palembang yang gudangnya berada di sebelah barat stasiun.[5] Selama masa-masa transisi ke jalur ganda, stasiun ini tetap digunakan.

Dengan selesainya pembangunan jalur ganda Yogyakarta-Solo[6][7] dan karena letaknya yang berdekatan dengan Bandar Udara Adisucipto, dibangunlah Stasiun Maguwo baru yang berada beberapa ratus meter di sebelah timurnya untuk memudahkan akses penumpang dari dan menuju bandara tersebut. Stasiun Maguwo baru mulai diuji coba pada tanggal 2 Juni 2008.[8] Begitu diuji coba, beberapa bulan kemudian bangunan Stasiun Maguwo lama resmi ditutup dan dijadikan cagar budaya oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur PT KAI karena memiliki nilai sejarah dan pernah ditampilkan dalam film Janur Kuning (1979).

Bangunan dan tata letakSunting

Stasiun ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 merupakan sepur lurus.

Stasiun ini difungsikan menjadi stasiun bandar udara yang akan melayani KA bandara untuk mengangkut penumpang antara Bandara Adisucipto dengan Yogyakarta maupun Solo, sekaligus menjadi titik sistem transportasi terpadu di Yogyakarta. Stasiun ini sekarang dilengkapi dengan jalur bawah tanah yang menghubungkan penumpang pesawat terbang langsung dari stasiun. Di halaman depan juga telah berfungsi halte pemberhentian sistem angkutan dalam kota TransJogja.

 

   

G Bangunan utama stasiun
P

Lantai peron

Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan
Jalur 1 (Lempuyangan)      Lin Yogyakarta tujuan Yogyakarta
Jalur 2 Sepur lurus arah Yogyakarta
Jalur 3 Sepur lurus arah Solo Balapan
Jalur 4      Lin Yogyakarta tujuan Solo Balapan (Brambanan)
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

KomuterSunting

Nama kereta api Tujuan akhir Keterangan
Y Lin Yogyakarta (Yogyakarta–Palur pp) Palur
Yogyakarta
Y Lin Yogyakarta (Yogyakarta–Solo Balapan pp) Solo Balapan
Yogyakarta

BarangSunting

Angkutan Pupuk Indonesia, tujuan Cilacap

Antarmoda pendukungSunting

Jenis angkutan umum Koridor Rute
Trans Jogja[9]  1A  Bandara Adisutjipto –Terminal Pakem
 1B  Bandara Adisutjipto – Pasar Pathuk
 3A  Bandara Adisutjipto – Terminal Ngabean
 3B  Terminal Giwangan – Terminal Condongcatur
 5B  Terminal JomborBandara Adisutjipto
Teman Bus Yogyakarta  K3J  Terminal Prambanan – Malioboro (Start Bandara Adisutjipto)

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Mohamad, Ardyan (21 Juni 2013). Pratomo, Harwanto Bimo, ed. "Kalahkan Siemens, BUMN elektronik raup pendapatan Rp 2,3 triliun". Merdeka.com. Merdeka.com. Diakses tanggal 5 Oktober 2017. Saat ini, masih ada pesanan proyek dari Kemenhub untuk menggarap persinyalan kereta di jalur Jogja-Solo, Duri-Tangerang, dan Parung-Maja. 
  4. ^ "Len Tandatangani Dua Kontrak dengan Nilai Total Rp 464 Milyar | PT Len Industri (Persero)" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-02-12. 
  5. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api 2004
  6. ^ "Uji Coba Rel Ganda Yogya-Solo Bikin Bikers Senewen". detikcom. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  7. ^ "Rel Ganda Yogyakarta-Solo Diresmikan". Tempo.co. 2003-12-15. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  8. ^ "Sekarang ke Bandara Bisa Lebih Hemat". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  9. ^ "Trans Jogja Bus Stop (Halte)/Shelter". Yogya Backpacker. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-01-19. Diakses tanggal 22 Oktober 2017. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI Commuter dan jadwal KRL

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Lempuyangan
ke arah Kutoarjo
Kutoarjo–Purwosari–Solo Balapan Kalasan
ke arah Solo Balapan


Koordinat: 7°47′06″S 110°26′12″E / 7.7849683°S 110.4367698°E / -7.7849683; 110.4367698