Stasiun Brambanan

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Brambanan (BBN), lebih dikenal sebagai Stasiun Prambanan, adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten; termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta; pada ketinggian +146 meter. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api paling barat di Kabupaten Klaten. Jalan Stasiun menghubungkan stasiun ini dengan jalan raya Solo-Yogyakarta. Saat ini stasiun ini melayani bongkar muat semen dan sejak 20 Juni 2016 juga melayani penumpang KA Prameks.[3]

Stasiun Brambanan

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun BBN.png
  • Singkatan: BBN
  • Nomor: 3103
Stasiun Brambanan 2019.jpg
Stasiun Brambanan pada tahun 2019
Nama lainStasiun Prambanan
LokasiJalan Stasiun Prambanan
Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah 57454
Indonesia
Ketinggian+146 m
OperatorKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 151+072 lintas SemarangSoloYogyakarta[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi)
Jumlah jalur4 (jalur 1 dan 2: sepur lurus)
Informasi lain
KlasifikasiI[2]
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Maguwo
ke arah Kutoarjo
Prameks
Kutoarjo–Solo Balapan, p.p.
(Brambanan stop)
Klaten
ke arah Solo Balapan
Maguwo
ke arah Yogyakarta
Prameks
Yogyakarta–Solo Balapan, p.p.
(Brambanan stop)
Layanan
Prambanan Ekspres (Prameks), KA Semen Tiga Roda, dan KA semen Arjawinangun
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanElektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02
Pemesanan tiketSistem tiket daring, melayani pemesanan langsung di loket.
Lokasi pada peta
Stasiun Brambanan berlokasi di Indonesia
Stasiun Brambanan
Stasiun Brambanan
Lokasi di Indonesia

Meskipun daerah sekitarnya dikenal sebagai Prambanan, nama stasiun ini menurut data dari Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) ditulis sebagai Brambanan dan tidak mengalami perubahan hingga sekarang.[4]

Bangunan dan tata letakSunting

Pada awalnya, stasiun ini kemungkinan memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus.[5] Sejak pengoperasian jalur ganda Yogyakarta–Solo ruas Srowot–Ketandan per 2001 dan ruas Brambanan–Delanggu per 15 Desember 2003, jalur 2 stasiun ini dijadikan sebagai sepur lurus arah Solo. Per 2005–2006 dan selesai sepenuhnya pada tahun 2007, jalur 1 stasiun ini sudah sepenuhnya menjadi sepur lurus arah Yogyakarta saja.[6][7] Jalur 4 dijadikan sebagai sepur simpan untuk parkir KA barang.

Bangunan lama stasiun ini, yang sebelumnya mirip dengan Stasiun Srowot dan merupakan peninggalan DKA, roboh akibat gempa bumi Yogyakarta 2006.[8] Sebagai penggantinya, bangunan stasiun yang digunakan sekarang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Stasiun ini berada pada dataran Prambanan, sehingga letaknya berdekatan dengan berbagai bangunan kuno penting, seperti Candi Prambanan, Candi Sewu, Kompleks Ratu Boko, Candi Sojiwan, dan Candi Plaosan; selain candi-candi lain yang lebih kecil.

Ke arah barat stasiun ini, sebelum Stasiun Maguwo, terdapat Stasiun Kalasan yang sudah tidak aktif sejak jalur ganda lintas Kutoarjo-Solo dioperasikan.

Untuk mendukung pengoperasian jalur ganda, sistem persinyalan mekanik di stasiun ini diganti dengan sistem persinyalan elektrik buatan PT Len Industri (Persero) yang sudah dipasang sejak tahun 2013 dan baru mulai dioperasikan pada tanggal 1 Oktober 2018.[9][10]

Sejak tahun 2020 stasiun ini juga dilengkapi listrik aliran atas (LAA) sebagai bagian dari elektrifikasi jalur Yogyakarta - Solo Balapan.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Prambanan Ekspres (Prameks), tujuan Yogyakarta-Kutoarjo dan tujuan Solo (komuter ekonomi, hanya jadwal perjalanan tertentu)

BarangSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Brambanan per 1 Desember 2019 (sesuai Gapeka 2019).

No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
358 Prambanan Ekspres (Prameks) Solo Balapan (SLO) Komuter Ekonomi 07.02 07.03
361 Yogyakarta Tugu (YK) 09.51 09.53
368 Solo Balapan (SLO) 14.24 14.26
371 Kutoarjo (KTA) 17.04 17.06

InsidenSunting

Pada tanggal 27 Mei 2006, terjadi gempa bumi yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Gempa tersebut juga meruntuhkan bangunan Stasiun Brambanan. Hanya lantai, kamar mandi, dan ruang sinyal saja yang tersisa.[8]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ PT Kereta Api Indonesia (Persero) (2018). Selayang Pandang Daop 6 Yogyakarta (PDF). e-PPID PT Kereta Api Indonesia. 
  3. ^ "Mulai 20 Juni KA Prameks Berhenti di Stasiun Brambanan". Tribun Jogja. 20 Juni 2016. Diakses tanggal 14 Agustus 2017. 
  4. ^ "Tabel jarak stasiun kereta api Indonesia 1950" (PDF). Studiegroep Zuid-West Pacific. Diakses tanggal 14 Agustus 2017. 
  5. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api 2004
  6. ^ "Uji Coba Rel Ganda Yogya-Solo Bikin Bikers Senewen". detiknews. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  7. ^ "Rel Ganda Yogyakarta-Solo Diresmikan". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2003-12-15. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  8. ^ a b "Stasiun Prambanan Roboh, Rel Terangkat". Detikcom. 27 Mei 2006. Diakses tanggal 14 Agustus 2017. 
  9. ^ "Len Tandatangani Dua Kontrak dengan Nilai Total Rp 464 Milyar | PT Len Industri (Persero)" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-02-12. 
  10. ^ Mohamad, Ardyan (21 Juni 2013). "Kalahkan Siemens, BUMN Elektronik Raup Pendapatan Rp23 Triliun". Merdeka.com. Diakses tanggal 5 Oktober 2017. Saat ini, masih ada pesanan proyek dari Kemenhub untuk menggarap persinyalan kereta di jalur Jogja-Solo, Duri-Tangerang, dan Parung-Maja. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kalasan
ke arah Kutoarjo
Kutoarjo–Purwosari–Solo Balapan Srowot
ke arah Solo Balapan

Koordinat: 7°45′23.6″S 110°30′01.7″E / 7.756556°S 110.500472°E / -7.756556; 110.500472