Noah (grup musik)

grup musik Indonesia
(Dialihkan dari N O A H)

Noah (sebelumnya bernama Peterpan; nama digayakan dengan huruf besar) adalah grup musik rock Indonesia yang dibentuk pada tahun 2000 di Bandung, Jawa Barat. Grup musik ini dibentuk dengan nama Peterpan oleh Ariel (vokal, gitar akustik, tamborin), Andika (kibor), Indra (gitar bas), Lukman (gitar utama), Reza (drum, perkusi) dan Uki (gitar ritme). Lebih dari 9 juta album telah terjual di Indonesia, yang menjadikan Noah sebagai band rock alternatif terlaris di negara ini.[1] Musik mereka secara umum bergenre rock alternatif dan pop rock, sebagian besar lagunya ditulis oleh sang vokalis, Ariel. Noah saat ini terdiri dari Ariel, Lukman, dan David.

Noah
Konser Noah pada Maret 2020 di Palembang; dari kiri ke kanan: David, Ariel, dan Lukman
Konser Noah pada Maret 2020 di Palembang; dari kiri ke kanan: David, Ariel, dan Lukman
Informasi latar belakang
Nama lain
  • Peterpan (2000–2009)
  • Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2009–2012)
AsalBandung, Jawa Barat, Indonesia
Genre
Tahun aktif2000–sekarang
Label
Artis terkait
Anggota
Mantan anggota

Setelah mengawali karier mereka dengan tampil di kafe, Peterpan mulai dikenal pada tahun 2002 berkat lagu debut mereka "Mimpi yang Sempurna". Ini diikuti dengan dirilisnya album studio pertama mereka Taman Langit pada tahun 2003. Album studio kedua mereka, Bintang di Surga (2004), merupakan salah satu album terlaris di Indonesia dengan penjualan di atas tiga juta kopi. Pada 8 Oktober 2006, Andika dan Indra keluar dari grup musik ini. Selepas kepergian dua personelnya, Peterpan merilis album studio ketiga mereka, Hari yang Cerah... pada tahun 2007. Pada pertengahan tahun 2008, David (kibor) diangkat menjadi personel resmi setelah sebelumnya menjadi pemain tambahan. Karena Andika dan Indra keberatan apabila grup musik ini masih bernama Peterpan, maka Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David setuju melepaskan nama Peterpan pada tahun 2009. Mereka berencana meluncurkan nama dan album mereka pada tahun 2010, tetapi rencana tersebut tertunda karena Ariel ditahan pada tahun itu atas kasus video porno yang melibatkan dirinya. Selama Ariel dipenjara, grup musik ini tetap bermusik bersama hingga menghasilkan album instrumental Suara Lainnya yang dirilis pada Mei 2012.

Setelah Ariel bebas pada 23 Juli 2012, Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David mengumumkan nama baru grup musik mereka, yaitu Noah, pada 2 Agustus 2012. Ini diikuti dengan peluncuran singel pertama mereka "Separuh Aku" pada 3 Agustus 2012 dan album studio pertama mereka Seperti Seharusnya pada September 2012. Album perdana Noah terbilang sukses dengan penjualan di atas satu juta kopi. Pada awal tahun 2015, Reza mengundurkan diri dari grup musik ini setelah album rekaman ulang Second Chance diluncurkan. Kemudian pada tahun 2019, Uki resmi mengundurkan diri dari Noah setelah peluncuran album Keterkaitan Keterikatan.

Diskografi Noah mencakup di antaranya 5 album studio, tiga di antaranya–Bintang di Surga (2004), OST Alexandria (2005), dan Seperti Seharusnya (2012); nama yang disebut kedua merupakan album musik tema–terjual lebih dari satu juta kopi. Noah juga telah menerima berbagai penghargaan selama karier mereka, di antaranya tiga penghargaan Anugerah Musik Indonesia untuk Album Terbaik-Terbaik, dua penghargaan MTV Asia Awards, dan tiga nominasi pada MTV Europe Music Awards.

Sejarah

Awal mula terbentuknya Peterpan (1993–2000)

Pada tahun 1993, Ariel dan Uki bertemu untuk pertama kalinya ketika mereka SMP. Mereka berada pada satu kelas yang sama sejak awal masuk. Kesukaan pada musik membuatnya semakin akrab. Mereka kemudian membentuk sebuah band bernama Peppermint yang terdiri dari Ariel, Uki, Qibil, dan Dicky. Peppermint membawakan lagu-lagu karya Oasis. Penampilan band ini hanya sebatas pada acara pentas seni sekolah atau undangan-undangan kecil, karena mereka membentuk band ini sekadar untuk bersenang-senang.[2][3]

Memasuki masa SMA, Ariel dan Uki berbeda sekolah. Ariel berada di SMA Negeri 23 Bandung dan Uki berada di SMA Taruna Bakti.[4] Peppermint tetap bertahan dengan mengganti namanya menjadi Cholesterol dan mendapat tambahan personel baru yaitu Eric.[5][6] Ariel bertemu dengan Lukman untuk pertama kalinya ketika dirinya sedang menongkrong bersama teman sekolahnya di warung Bu Susi yang berada dekat dengan sekolah. Disana dia menyanyikan lagu "Say You Love Me" karya Simply Red. Di dalam warung tersebut terdapat pula rumah yang biasa digunakan sebagai tempat menongkrong oleh orang-orang yang lebih dewasa. Lukman yang kebetulan sedang berkumpul disana mendengar suara nyanyian Ariel yang sangat baik. Lukman kemudian tertarik untuk berkenalan dengan Ariel melalui perantara adiknya, Bodeng yang terbiasa akrab dengan anak-anak SMA tersebut. Setelah saling bertukar nama, Lukman menguji Ariel untuk menyanyikan sejumlah lagu lain. Ariel melayani permintaan Lukman dengan polosnya dan bisa membawakannya dengan baik. Tertarik dengan vokal Ariel, Lukman kemudian mulai berteman dengan dia.[7][8] Di lain waktu, Lukman mengajak Ariel untuk bergabung dalam sebuah band bernama Topi. Di Topi, telah terisi beberapa personel lain, yaitu Abel (bas), Ari (drum), dan Andika (kibor) yang belakangan bergabung karena Abel membawanya masuk ke dalam band; Andika merupakan adik ipar dari Abel. Lukman memainkan gitar di band itu. Terbentuk dengan formasi tersebut, Ariel kemudian mengusulkan satu nama lagi untuk masuk ke dalam bandnya yaitu sahabatnya, Uki. Lukman menyetujui permintaan Ariel. Bersama Topi mereka mulai tampil di kafe, yaitu kafe B Club. Itu adalah penampilan pertama mereka di sebuah kafe. Selain di kafe, band ini juga tampil di sejumlah acara ulang tahun, 17 Agustusan dan pentas seni. Setelah berjalan beberapa waktu, Uki, Ariel, dan Lukman memutuskan untuk keluar dari band karena tidak memiliki arah tujuan yang jelas dan Topi bubar begitu saja. Setelah itu, Lukman kemudian bergabung dengan band Bigfabela yang formasinya tidak jauh berbeda dengan Topi, sementara Ariel mulai serius menyiapkan dirinya untuk Ebtanas (sekarang Ujian Nasional).[9][10][11]

Selepas lulus SMA, Ariel tidak langsung masuk ke perguruan tinggi yang dia ikuti ujiannya. Ariel sempat menganggur selama setahun. Di saat menganggur itu, Ariel mendapat tawaran untuk bergabung dengan band yang dibentuk oleh Andika, rekan lamanya di Topi. Di dalam band tersebut ada beberapa personel yang tidak asing bagi Ariel, yaitu Uki dan Ari, ditambah dua nama baru yaitu Indra (bas) dan Nendy (gitar). Band ini kemudian diberi nama Universe dan sempat tampil satu kali di kafe O'Hara. Tak berselang lama, perubahan formasi kembali terjadi dimana posisi Nendy digantikan oleh Lukman karena dia kurang lebur bersama band dan Ari digantikan oleh Reza, rekan Indra di band Second Act, yang dinilai tidak mampu lagi mengikuti performa band.[12][13][14] Pada 1 September 2000, Universe resmi berganti nama lagi menjadi Peterpan dengan formasi tetap Ariel (vokal), Lukman (gitar), Uki (gitar), Andika (kibor), Indra (bas), dan Reza (drum).[15] Menurut Ariel, nama Peterpan sendiri diambil dari nama sebuah warung sate kelinci di pinggir jalan daerah Puncak, Bogor yang disinggahi oleh Andika dan ibunya ketika sedang istirahat dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung.[16] Sejak awal dibentuk band ini menyasar kafe sebagai panggung mereka dan menjadi profesional dengan membawakan lagu-lagu "Top 40".[17]

Peterpan (2000–2009)

Tampil di kafe sampai album kompilasi Kisah 2002 Malam (2000-2002)

 
Logo Peterpan pada tahun 2008

Selama dua tahun, Peterpan tampil di kafe O'Hara, setelah itu sekitar setahun di kafe Sapu Lidi.[18] Andika merekrut Budi Soeratman, manajer band adiknya, sebagai manajer baru Peterpan. Reza menjelaskan mengenai tawaran yang diajukan Peterpan agar Budi menjadi manajer mereka, "Kebetulan, saat itu kami dapet job manggung di sebuah kafe. Buat ngeyakinin Abang –panggilan akrab Budi–, kami bertekad tampil habis-habisan. Seluruh kemampuan yang kami punya langsung dikerahkan." Sebelumnya manajer band dipegang oleh Andika sendiri yang juga merangkap sebagai personel.[19]

Suatu hari, Peterpan tampil di kafe Sapu Lidi sebagai band pembuka dari Caffeine yang saat itu sedang merilis albumnya. Penampilan mereka dilihat oleh basis grup musik Java Jive dan manajer Caffeine, Noey. Dia saat itu sedang mencari satu band pengganti untuk mengisi album kompilasi yang diisi beberapa band produksi Musica Studio's karena ada band yang keluar dari proyek tersebut.[20] Tertarik dengan penampilan mereka, Noey kemudian mencari manajer Peterpan, Budi untuk menanyakan apakah Peterpan memiliki demo lagu ciptaan sendiri.[21] Budi mengirimkan demo CD kepada Noey yang berisi tiga lagu, yaitu "Sahabat", "Mimpi yang Sempurna" dan "Taman Langit".[22][20] Pada akhirnya, lagu "Mimpi yang Sempurna" yang terpilih untuk mengisi album Kisah 2002 Malam, nama dari album kompilasi tersebut.[20] "Mimpi yang Sempurna" dipilih sebagai singel pertama dan juga dibuatkan video musiknya.[23] Kesuksesan dari singel "Mimpi yang Sempurna" mendongkrak angka penjualan album hingga 150 ribu kopi. Lagu ini kemudian masuk ke dalam jajaran tangga musik di banyak radio nasional dan menjadi lagu yang sering dibawakan oleh para pengamen jalanan.[22]

Setelah merilis album Kisah 2002 Malam, Peterpan melakukan tur konser ke sejumlah kota seperti Malang dan Makassar sebagai bagian dari promosi album. Itu adalah penampilan pertama mereka di luar Bandung. Selama tur konser, Peterpan membawakan lagu band lain, terutama band dari luar negeri seperti Red Hot Chili Peppers dan Radiohead. Lagu mereka sendiri, "Mimpi yang Sempurna" dibawakan sebagai lagu penutup.[24] Pada 15 Desember 2002, Peterpan tampil perdananya di televisi dalam perayaan ulang tahun pertama Trans TV, "Setahun Melangkah Trans TV".[25][26]

Kontrak rekaman dan debut album studio Taman Langit (2002–2004)

Label rekaman Musica Studio's melihat potensi besar yang dimiliki Peterpan. Musica Studio's mempercepat pengajuan kontrak untuk debut album pertama Peterpan. Debut album Peterpan bertajuk Taman Langit dirilis bulan Juni 2003. Album itu mampu terjual di atas angka 650.000 kopi. Atas prestasi tersebut, mereka menerima Multi Platinum untuk album Taman Langit.[27] Lagu andalan dalam album ini adalah "Sahabat", "Mimpi Yang Sempurna" "Aku dan Bintang", "Semua Tentang Kita", "Topeng" dan "Yang Terdalam".

Kesuksesan penjualan album pada Bintang di Surga (2004–2005)

Melihat kesuksesan Peterpan di album sebelumnya, maka dicetuskan ide Peterpan menggelar konser di beberapa kota dalam satu hari.[28] Jadi pada 18 Juli 2004, Peterpan menggelar konser maraton bertajuk "LA Lights Peterpan 24 Jam Breaking Record" di enam provinsi dalam tempo 24 jam. Konser tersebut dimulai di kota Medan pada sekitar pukul 07.55 dan berakhir di Surabaya pada sekitar pukul 23.00 WIB.[29] Atas prestasi ini, Peterpan mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI sebagai band pertama yang mampu menggelar konser di enam provinsi selama satu hari.[30]

Pada Agustus 2004, Peterpan merilis album kedua bertajuk Bintang Di Surga. Album itu terjual 350.000 kopi dalam waktu 2 minggu setelah rilis dan pada awal Januari 2005 telah mencapai 2 juta kopi.[31] Pada Februari 2005, penjualan album ini mencapai 2,7 juta kopi.[32] Album ini kemudian mampu terjual sebanyak 3 juta kopi.[33] Lagu andalan album ini adalah "Ada Apa Denganmu", "Mungkin Nanti", "Kukatakan Dengan Indah", "Bintang di Surga", "Di Atas Normal", dan "Khayalan Tingkat Tinggi".

Pada awal tahun 2005, Peterpan meraih penghargaan sebagai artis favorit Indonesia di MTV Asia Aid di Bangkok.[34][35] Dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2005, Peterpan menempati urutan teratas nominasi dengan memperoleh 11 nominasi. Empat di antaranya dicetak lewat lagu "Ada Apa Denganmu".[36] Dari 11 nominasi itu, Peterpan mendapat 7 penghargaan, antara lain untuk "grup musik terbaik", "album terbaik", "grafis desain album terbaik" dan "karya produksi terbaik", karena album Bintang di Surga.[37] Pada ajang SCTV Music Awards 2005, Peterpan mendapat penghargaan di kategori "Album Pop Group Ngetop"' dan "Lagu Paling Ngetop".

Pada Februari 2005, Peterpan mengumumkan akan merilis album video, Untuk Sahabat Peterpan yang berisi video klip karaoke dan dokumentasi mereka ketika melakukan pemecahan rekor konser selama 24 jam di 6 kota. Menurut Musica Studio's, album video tersebut akan mulai dipasarkan pada bulan Maret 2005 mendatang.[38]

Album musik tema Alexandria (2005–2006)

 
Peterpan dalam acara penghargaan MTV Asia Awards 2006 di Bangkok, Thailand

Pada pertengahan tahun 2005, Peterpan ditunjuk sebagai pengisi soundtrack dalam film Alexandria. Alexandria merupakan film drama Indonesia yang dirilis pada November 2005 yang disutradarai oleh Ody C. Harahap dan dibintangi oleh Marcel Chandrawinata, Julie Estelle, Kinaryosih, dan Fachri Albar.

Pada September 2005, Peterpan merilis album musik tema yang berjudul OST Alexandria dalam konser "Menunggu Pagi" yang digelar di Dago Plaza, Bandung. Konser tersebut disiarkan di enam televisi nasional. Lagu yang menjadi andalan dalam album ini diantaranya, "Tak Bisakah", "Jauh Mimpiku", dan "Langit Tak Mendengar". Penjualan album ini dibilang cukup sukses, dengan terjual lebih dari 1 juta kopi.[39]

Pada tahun 2006, Peterpan kembali merilis album video berjudul Slalu, Untuk Sahabat Peterpan yang berisikan video klip karaoke dan video konser Peterpan "Menunggu Pagi" yang dilakukan pada September 2005 lalu.

Perpecahan dan Hari yang Cerah... (2006–2008)

Pada tanggal 8 Oktober 2006, Andika dan Indra, resmi keluar dari Peterpan. Perbedaan visi dalam bermusik, serta kontribusi yang minim dari kedua personel disebut sebagai alasan mereka dikeluarkan. Kedua mantan personel Peterpan ini pada akhirnya membentuk grup musik rock lainnya yang diberi nama The Titans. Dengan keluarnya Andika dan Indra, posisi mereka ditempati oleh dua personel tambahan, yaitu David pada kibor dan Luki pada bass. Ibunda Andika merasa keberatan jika, Ariel, Uki, Lukman dan Reza, masih menggunakan nama Peterpan. Andika sempat mengancam akan paksa Peterpan berhenti manggung selama belum berganti nama.

Pada Mei 2007, Peterpan merilis album keempat mereka yaitu Hari yang Cerah.... Acara launching album ini juga dibuat lain karena dilakukan di dua negara yaitu di RUUMS, Kuala Lumpur, pada 25 Mei 2007 dan di Monumen Pahlawan Gasibu, Bandung. Acara ini disiarkan langsung di 7 stasiun televisi.[40] Album ini diklaim sebagai album terakhir mereka dengan nama "Peterpan". Ariel mengklaim bahwa pada akhirnya mereka akan melepaskan nama Peterpan dan menggunakan nama lainnya.[41]

Pada bulan September 2007, mereka mengikuti acara "Song Festival" di Korea Selatan.[42]

Pelepasan nama Peterpan dan Sebuah Nama, Sebuah Cerita (2008–2009)

 
Peterpan ketika konser Pesta Malam Indonesia 2 2008 di Kuala Lumpur, Malaysia

Pada pertengahan tahun 2008, David ditetapkan sebagai personel resmi menyusul Luki yang keluar dari Peterpan karena dianggap belum cocok mengisi posisi bass. Setelah keluar, Luki bergabung dengan grup musik Domino (sekarang Govinda). Posisi bass yang kosong tersebut kemudian diisi oleh Ihsan Nurrachman.

Pada 8 Agustus 2008, Peterpan merilis album kompilasi bertajuk Sebuah Nama Sebuah Cerita dalam acara yang digelar di XXI Lounge Jakarta Theater, Jakarta.[43] Selain kompilasi lagu-lagu lama, album ini juga berisi empat lagu baru, yaitu "Walau Habis Terang", "Kisah Cintaku", "Dilema Besar", dan "Tak Ada yang Abadi". Album ini merupakan karya terakhir Peterpan sebagai persiapan untuk berganti nama grup musik pada tahun berikutnya.[44] Pada 19 Oktober 2008, Peterpan menggelar konser tunggal terakhir dengan nama tersebut di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta. Konser ini disiarkan di dua stasiun televisi, yaitu RCTI dan Global TV.[45]

Band tanpa nama dan album instrumental Suara Lainnya (2009–2012)

Setelah nama Peterpan dilepaskan, Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David tampil tanpa nama band, hanya menggunakan nama para anggota band. Ariel mengatakan bahwa mereka menargetkan akan mengumumkan nama baru untuk band mereka pada tahun 2010, saat album baru mereka dirilis.[46] Namun, rencana peluncuran nama dan album baru mereka tertunda karena Ariel ditahan pada tahun 2010 karena kasus video porno.[47][48]

Selama Ariel di penjara, band tanpa nama ini menggarap sebuah album berisi aransemen instrumental dari lagu-lagu Peterpan. Konsepnya berkembang dari aransemen dengan piano saja menjadi aransemen dengan berbagai alat musik. Walaupun merupakan album instrumental, sang vokalis Ariel tetap terlibat dalam pembuatan album dengan memberikan ide dan masukan apabila teman-teman bandnya berkunjung ke rutan. Album ini berjudul Suara Lainnya dan diluncurkan pada 23 Mei 2012 di bawah nama "Ariel, Uki, Lukman, Reza, David". Selain versi instrumental lagu-lagu Peterpan, terdapat pula vokal Momo Geisha pada lagu "Cobalah Mengerti" serta sebuah trek bonus, yaitu "Dara", singel solo yang Ariel tulis dan rilis di penjara.[49] Peluncuran album ini didukung oleh konser bertajuk "Konser Tanpa Nama" yang digelar oleh Uki, Lukman, Reza dan David pada 29 Mei 2012.[50]

Noah (2012–sekarang)

Pengumuman nama Noah dan Seperti Seharusnya (2012–2014)

 
Logo Noah

Tidak lama setelah Ariel bebas bersyarat pada 23 Juli 2012, Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David segera mengumumkan nama baru mereka yang sudah ditentukan dua tahun sebelumnya. Pada 2 Agustus 2012, grup musik ini mengumumkan nama baru tersebut, yaitu Noah. Uki menceritakan bahwa Noah berarti membuat nyaman, memberi ketenangan, dan panjang umur.[51][52] Kemudian pada 3 Agustus 2012, grup musik ini merilis singel berjudul "Separuh Aku" lewat pemutaran di 200 radio secara serentak.[53] Pada 9 Agustus 2012, Noah meluncurkan buku Kisah Lainnya dengan penerbit Kompas Gramedia.[54]

Pada 15–16 September 2012, Noah melakukan konser di lima negara dalam waktu satu hari di Melbourne, Hong Kong, Kuala Lumpur, Singapura, dan berakhir di Jakarta. Noah kembali berhasil meraih rekor dari Museum Rekor Indonesia, setelah sebelumnya mereka berhasil meraih rekor MURI pada tahun 2004.[55] Lalu pada 22 September 2012, Noah secara resmi meluncurkan album studio perdana mereka bertajuk Seperti Seharusnya di konferensi pers.[56] Penjualan album ini dilakukan melalui gerai KFC dan sudah terjual hingga 200 ribu keping selama tiga hari pertama penjualannya.[57] Pada Februari 2013, album Seperti Seharusnya sudah terjual satu juta kopi dan Noah mendapatkan penghargaan berupa plakat Multi Platinum.[58] Dengan penjualan di atas satu juta kopi, album Seperti Seharusnya termasuk dalam daftar album terlaris di Indonesia.

 
Noah ketika konser privat Vaseline 2013 di Yogyakarta, Indonesia

Pada 13 September 2013, Noah secara resmi meluncurkan buku berjudul 6.903 Mil: Cerita di Balik Konser 2 Benua 5 Negara. Buku yang ditulis oleh Candra Gautama bersama Hidayat A ini menceritakan persiapan dan pengalaman di balik konser 2 Benua 5 Negara yang digelar setahun sebelumnya. Buku ini dirilis dalam edisi eksklusif sebanyak 693 eksemplar.[59]

Pada November 2013, Noah resmi meluncurkan sebuah film dokumenter berjudul Noah: Awal Semula. Film yang disutradarai oleh Putrama Tuta itu menceritakan perjalanan mereka sampai bisa sukses kembali dengan nama Noah.[60] Film ini diluncurkan serentak di bioskop di seluruh Indonesia mulai 14 November 2013 dan di Hong Kong mulai 8 Desember 2013.

Proyek Second Chance dan keluarnya Reza (2014–2016)

Pada 13 Juni 2014, Musica Studio's menggelar Hearing Session untuk singel yang akan dirilis oleh Noah. Mereka mengumumkan akan membuat lagu baru yang digarap bersama dengan produser asal Inggris, Steve Lillywhite.[61][62] Steve dikenal telah memproduseri beragam musisi mancanegara, diantaranya The Rolling Stones, U2, Thirty Seconds to Mars, dan The Killers.[62] Selain itu, Noah juga mengumumkan sebuah proyek yang diberi nama "Second Chance". Proyek tersebut dibagi menjadi empat seri album yang berisi rekaman ulang lagu-lagu Peterpan ditambah dengan tiga lagu baru.[63]

Hasil pertama dari kerja sama ini adalah sebuah lagu berbahasa Inggris, "Hero" yang dirilis sebagai singel pertama yang diputar secara serentak di 174 radio di Indonesia pada 6 Agustus 2014 dan di iTunes pada 7 Agustus 2014.[64] Pada 13 November 2014, Noah merilis singel keduanya "Seperti Kemarin" di iTunes.[65] Singel ini kemudian diluncurkan pada sore hari tanggal 21 November 2014 dan diputar serentak di 179 radio Indonesia selama 20 jam.[66]

Pada 22 Desember 2014, Noah mengadakan konferensi pers mengenai Reza yang memutuskan keluar dari Noah pada 1 Januari 2015.[67][68] Pada 31 Desember 2014, Noah meluncurkan album Second Chance dalam acara meet & greet yang diadakan di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta.[69] Album ini merupakan seri pertama dari empat proyek "Second Chance" mereka.[70] Berisikan dua belas lagu dengan rincian: delapan lagu rekaman ulang Peterpan yang berada diluar ketiga album studio mereka, satu lagu rekaman ulang singel solo Ariel, "Dara", dan tiga lagu baru: "Hero", "Seperti Kemarin" dan "Suara Pikiranku".[71] Malam harinya, Noah tampil dalam konser 1000 Cerita New Year's Eve yang disiarkan di Trans 7. Itu menjadi penampilan terakhir Reza bersama Noah.[72][73]

Pada 16 Maret 2015, Noah mengumumkan bahwa mereka berencana untuk mengelar tur konser bertajuk Noah US Tour 2015 di Amerika Serikat pada April 2015, tepatnya di empat kota, yaitu San Francisco, Los Angeles, New York, dan Washington DC.[74] Tur ini ditunda karena beberapa alasan diantaranya kesehatan Ariel yang menurun.[75] Tur ini akhirnya digelar pada Oktober 2015 di tiga kota: Los Angeles, Washington DC, dan New York.[76]

Pada 1 Juni 2015, Noah merilis video musik untuk singel ketiga mereka, "Menunggumu" yang sebelumnya juga telah dibuatkan video musiknya sewaktu masih bernama Peterpan bersama mendiang Chrisye.[77] Pada 2 September 2015, Noah merilis video musik untuk singel keempat dan terakhir album ini, "Suara Pikiranku" di kanal YouTube Musica Studio's.[78]

Sings Legends (2016–2017)

 
Noah dalam peluncuran produk Noah Sound di Jakarta, Indonesia pada 2016

Pada 9 Februari 2015, penyanyi pop legendaris Indonesia Rinto Harahap meninggal dunia.[79] Untuk mengenang berbagai karya yang telah diciptakannya, Asosiasi Industri Rekaman Indonesia membuat sebuah proyek dimana para musisi muda mendaur ulang lagu-lagu Rinto. Beberapa label rekaman ikut bergabung, salah satunya Musica Studio's, label yang menaungi Noah.[80] "Cinta Bukan Dusta" kemudian dirilis dalam album tribute Rinto Harahap, Kami Mengenang Rinto Harahap.[81]

Pada 13 Mei 2016, Noah merilis lagu daur ulang karya Bimbo tahun 1984, "Sajadah Panjang" sebagai singel lewat pemutaran di radio. Lagu ini dijadikan sebagai singel utama untuk album yang akan mereka rilis.[82] Video musiknya kemudian dirilis pada 23 Mei 2016 di akun Vidio Musica Studio's.[83]

Pada 19 Mei 2016, Noah merilis album daur ulang Sings Legends melalui konser bertajuk "The Biggest Concert NOAH Sings Legends" yang disiarkan di SCTV. Konser ini diisi berbagai kolaborasi dengan musisi diantaranya Koes Plus, Ernie Djohan, Sam Bimbo, dan Angger Dimas, serta penyanyi lain yang juga ikut tampil seperti Titiek Puspa, Sheryl Sheinafia, dan Prilly Latuconsina.[84][85] Album ini berisi daur ulang delapan lagu karya musisi Indonesia yang Noah nilai legendaris. Ariel mengatakan bahwa mereka ingin memperkenalkan lagu-lagu tersebut ke generasi yang baru. Dari beberapa lagu yang mereka pertimbangkan, Noah memasukkan lagu-lagu yang mereka rasa mampu diaransemen dengan baik.[86][87]

Pada 30 Juni 2016, "Andaikan Kau Datang" dirilis sebagai singel kedua menyusul video musiknya yang dirilis pada 23 Oktober 2016.[88][89] Pada 24 Oktober 2016, Noah dan Musica's Studio yang bekerja sama dengan SPC Mobile meluncurkan produk "Noah Sound" yang terdiri dari ponsel cerdas, penyuara kuping, dan pengeras suara Bluetooth. Ponsel cerdasnya berisi fitur-fitur bertema Noah, seperti album Taman Langit dan Bintang di Surga versi Noah.[90][91] Bersamaan dengan acara tersebut, Noah merilis singel ketiga untuk album ini, yakni "Cinta Bukan Dusta" yang telah mereka rilis sebelumnya di album Kami Mengenang Rinto Harahap.[92] Video musiknya dirilis pada 6 November 2016 di kanal YouTube Musica Studio's.[93]

Pada 4 Agustus 2017, Noah merilis singel keempat sekaligus terakhirnya untuk album ini, "Biar Ku Sendiri" melalui video lirik yang mereka rilis di YouTube.[94] Video musiknya kemudian mereka rilis pada 29 September 2017.[95][96]

Keterkaitan Keterikatan dan keluarnya Uki (2017–2021)

Setelah merilis dan mempromosikan Sings Legends, Noah berencana untuk membuat album kedua mereka yang sepenuhnya berisi lagu baru.[97] Rencana awalnya, mereka akan merilis album ini pada tahun 2017.[98] Untuk membantu memfokuskan diri dalam mengerjakan album, Noah mengerjakan album di kapal pinisi di laut selama satu pekan pada Februari 2017. Akan tetapi, prosesnya terhambat oleh cuaca yang buruk.[99] Pada 16 September 2017, Noah merilis dua lagu, "Jalani Mimpi" dan "My Situation", sebagai singel. Singel ini diyakini sebagai pembuka jalan bagi album studio berikutnya.[100] Pada malam harinya, Noah menggelar konser Road to New Album, di mana mereka membawakan kedua lagu tersebut serta meminta dukungan penggemar agar Noah dapat menyelesaikan album yang pada saat itu belum diberi nama, mengingat mereka baru menyelesaikan dua lagu dari album tersebut.[101] Pada Juli 2018, Ariel menjelaskan bahwa mereka sudah hampir menyelesaikan musik dari lagu-lagu di album, tetapi liriknya belum setengah selesai. Karena prosesnya cenderung molor bila dibandingkan dengan album-album Noah sebelumnya, Noah dibantu oleh gitaris Java Jive, Capung, yang sebelumnya pernah memproduseri album Peterpan.[102] Selain itu, mereka melibatkan penulis dan penyanyi lain untuk menulis liriknya.[103]

Pada 14 Juni 2019, Noah merilis singel "Wanitaku", lagu yang sudah dikerjakan sejak tahun 2017, secara khusus di JOOX. Kemudian pada 28 Juni, "Wanitaku" dirilis di platform musik digital lainnya. Video audio yang Noah unggah di YouTube mengungkap judul album, Keterkaitan Keterikatan, serta gambar sampulnya.[104][105] Pada 8 Agustus 2019, Noah melakukan konser peluncuran album Keterkaitan Keterikatan.[106] Pada hari yang sama, Uki (gitaris) mengumumkan pengunduran dirinya dari grup musik ini setelah peluncuran album Keterkaitan Keterikatan.[107] Kabar ini sudah mulai terdengar sejak beberapa bulan sebelumnya dengan tanda-tanda seringnya ketidakhadiran Uki bersama dengan band, lalu Ariel membenarkan tentang pengunduran diri Uki dari band ini.[108] Posisi gitaris ritme sementara diisi oleh Iwan Sukma untuk menggantikan posisi Uki.

Pada tanggal 19 Juni 2020, Noah merilis singel daur ulang dari Chrisye yang berjudul, "Kala Cinta Menggoda". Mereka mengaransemen ulang lagu ciptaan Guruh Soekarnoputra tersebut dalam versi yang lebih lembut. Lagu tersebut dijadikan sebagai singel utama dalam album kompilasi Puspa Ragam Karya Guruh Soekarno Putra 2020 yang berisi kumpulan lagu hits ciptaan Guruh Soekarnoputra yang diaransemen ulang oleh musisi lainnya. Video musik menyusul dirilis di YouTube pada tanggal 21 Juni 2020 yang disutradarai oleh Upie Guava dari rumah ketika PSBB sedang diberlakukan.[109][110]

Selama masa pandemi COVID-19 yang membuat konser secara langsung tidak bisa dilakukan, Noah menggelar beberapa konser virtual, di antaranya pada 10 Oktober 2020 dengan konser virtual bertajuk Perjalanan Tanpa Batas yang diselingi alur cerita drama,[111] konser virtual tanggal 5 Desember 2020 di mana mereka membawakan aransemen akustik dari lagu-lagu album Keterkaitan Keterikatan dan direkam dengan kamera 360 derajat,[112] dan konser virtual berjudul BEYONDmo yang menggunakan teknologi Unreal Engine dan ditayangkan pada 9 Januari 2021.[113] Noah kemudian merilis album Keterkaitan Keterkaitan versi akustik hasil dari konser mereka pada 5 Desember 2020. Album ini dirilis di platform musik digital dalam dua bagian yang mana album bagian pertama dirilis pada 22 Januari 2021, berisi tiga lagu dari album Keterkaitan Keterikatan: "My Situation", "Mendekati Lugu", dan "Mencari Cinta", satu lagu dari album Sebuah Nama, Sebuah Cerita: "Dilema Besar", dan satu lagu dari album Taman Langit: "우리의 이야기 Urieui Iyagi (Semua Tentang Kita)" yang dinyanyikan bersama Shakira Jasmine dalam bahasa Korea.[114] Bagian keduanya dirilis pada 5 Maret 2021, berisi lima lagu dari album Keterkaitan Keterikatan: "Menemaniku", "Jalani Mimpi", "Kupeluk Hatimu", "Kau Udara Bagiku", dan "Wanitaku".[115]

Pada 23 April 2021, Noah merilis video musik untuk lagu kolaborasinya bersama Bunga Citra Lestari, "Mencari Cinta".[116] Dengan dirilisnya video musik ini, semua lagu yang ada dalam album Keterkaitan Keterikatan telah dibuat video musiknya (kecuali "Jalani Mimpi" yang berkonsep video lirik). Pada 3 Juni 2021, TNI Angkatan Laut melalui kanal YouTube-nya merilis lagu himne "Wiratama Hiu Kencana" hasil kolaborasinya bersama Noah dan paduan suara dari Universitas Parahyangan. Himne ciptaan Kapten Pelaut Soesanto pada tahun 1967 tersebut dirilis untuk mengenang 40 hari tragedi tenggelamnya KRI Nanggala (402).[117] Pada 11 Juni 2021, Noah merilis singel daur ulang karya Berlian Hutauruk tahun 1977, "Badai Pasti Berlalu" untuk soundtrack sinetron SCTV dengan judul yang sama.[118] Video musik lagu ini dirilis pada 18 Juni 2021.[119]

Kelanjutan proyek Second Chance (2021–sekarang)

Pada 8 Juli 2021, Ariel melalui akun Instagram-nya secara tersirat menyatakan promosi album Keterkaitan Keterikatan telah selesai. Noah selanjutnya berfokus mengerjakan proyek mereka yang sempat tertunda, "Second Chance".[120]

Gaya musik

Gaya musik Noah umumnya dikategorikan sebagai rock alternatif[121][122][123][124][125][126][127][128] dan pop rock.[124][129][122][128][130][131] Selain itu, gaya musik post-Britpop,[132][122][126][133] rock elektronik,[134][135][136][137] pop,[138][133][139][135] dan grunge[140][122][124] juga dibawakan oleh mereka. Mengenai genre musiknya, Ariel dalam wawancara peluncuran album rekaman ulang Second Chance pada tahun 2014 menyatakan, "[...] tapi kalau ditanya apa genrenya, kita pusing. Awalnya kita kan ngeband dengan menyanyikan lagu-lagu top 40. Jadi genrenya bermacam-macam jadi kebawa sampai sekarang."[141]

Dikutip dari berbagai media, Ariel menyatakan para musisi yang memberi pengaruh dalam musik mereka, beberapa yang disebut antara lain Coldplay,[142][143] Keane,[142] Nirvana,[144][145] Red Hot Chili Peppers,[146] The Cranberries,[147] Blur,[142] Foo Fighters,[142] Pearl Jam,[146] U2,[146] Sting,[142] Weezer,[142] Soundgarden,[144] dan Mudhoney.[144] Dalam buku autobiografinya, Kisah Lainnya, Ariel juga menyebut Radiohead.[148]

Ariel menyajikan gaya vokal yang beragam di setiap lagu mereka. Contohnya, pada lagu "Yang Terdalam" dari album Taman Langit, Ariel menggunakan teknik vokal falseto seperti yang dibawakan oleh vokalis Radiohead Thom Yorke dan vokalis Coldplay Chris Martin. Pada lagu "Menghapus Jejakmu" dari album Hari yang Cerah..., Ariel mengadopsi teknik vokal yang digunakan oleh vokalis Nirvana Kurt Cobain; teknik vokal ini mengandalkan suara yang berat dan serak. Kasus yang sempat menjerat dirinya cukup berpengaruh pada karakter suara Ariel. Selama tiga tahun mendekam di penjara, Ariel nyaris tidak pernah melatih pita suaranya.[149] Karakter vokal yang dibawakan Ariel di era Noah menjadi sedikit berbeda.

Lukman dipengaruhi gaya musiknya oleh Scorpions dan Bon Jovi pada band masa SMA-nya, Laras. Setelah keluar dari Laras, Bigfabela menjadi band berikutnya yang diisi Lukman. Di Bigfabela ini, Lukman memainkan lagu-lagu karya Mr. Big dan Toto. Selama masa Bigfabela, aliran neoclassical dan speed metal juga sedang naik daun, Lukman pun tak luput mempelajari melodi gitar yang dibawakan oleh Yngwie Malmsteen, serta band-band dari Asia seperti Power Metal dan Loudness.[150]

Mantan gitaris ritme, Uki menerima pengaruh gaya bermusiknya dari Oasis, The Stone Roses, dan Pulp pada band terdahulunya, Peppermint yang juga diisi oleh Ariel. Britpop menjadi gaya musik yang sering dimainkan di band tersebut. Topi menjadi band selanjutnya yang ditempati oleh Uki. Lagu-lagu yang dimainkan Topi cukup beragam alirannya, seperti karya dari Red Hot Chili Peppers, Blair MacKichan, dan Pearl Jam.[151]

Mantan drummer, Reza gaya permainan drumnya terinspirasi dari Tommy Lee, drummer Motley Crue. Reza juga mendengarkan lagu-lagu karya Skid Row dan U'Camp, serta beberapa band hard rock lokal seperti Power Slaves, Power Metal, Sahara, dan Kaisar. Dari cara mendengarkan tersebut, Reza mempelajari variasi dan pola pukulan drumnya. Seiring berjalannya waktu, permainan drum Reza semakin berkembang, lagu-lagu milik Biohazard, Sick of It All, Green Day, The Exploited, dan Nirvana juga turut dimainkannya. Gaya musik yang mempengaruhi Reza menjadi semakin beragam dari yang awalnya hanya hard rock dan rock, kemudian merambah ke grunge, punk, grindcore, dan hardcore.[152]

David memainkan berbagai lagu klasik pada awal belajarnya bermain piano. Setelah cukup jenuh dengan aliran klasik, permainan piano David mulai bergeser ke aliran pop. Lagu "Bohemian Rhapsody" karya Queen sempat dipelajari oleh David, juga karya Yngwie Malmsteen dalam album Eclipse yang melodi gitarnya dikonversi ke dalam piano. Memasuki masa SMA, David mendirikan band bernama Spielen yang beraliran fusion jazz. Lagu-lagu karya Casiopea menjadi lagu yang sering dimainkan oleh band ini. Di samping memainkan lagu bergaya fusion jazz, David juga menyukai aliran alternatif. Beberapa band yang disukainya antara lain Carpark North, Oasis, dan Nirvana.[153]

Kibordis pendiri grup musik, Andika dipengaruhi gaya bermusiknya oleh grup musik asal Inggris, yaitu The Beatles dan The Cure. Mantan basis, Indra gaya bermain gitar basnya terinspirasi dari basis Gigi, Thomas Ramdhan dan mendapat pengaruh gaya musiknya dari Bono, vokalis U2.[154]

Penulisan lagu dan lirik

Sebagian besar lagu Noah (termasuk Peterpan) ditulis oleh Ariel. Tema lirik yang dibawakan oleh mereka seputar percintaan, persahabatan, kehidupan, dan pemikiran abstrak.[155][156][157][158] Pada beberapa lagu, tema lain juga dibawakan, seperti lagu "Raja Negeriku" yang bertema kebangsaan dan "Para Penerka" yang bertema kritikan sosial.[159][160]

Ariel menyatakan bahwa Kahlil Gibran menjadi pengaruh besar dalam penulisan lirik lagu-lagu Noah.[145][161] Perkenalan Ariel dengan karya Kahlil Gibran dimulai dari sebuah kesalahan. Ketika dia hendak mencari sebuah buku novel, Ariel menemukan sebuah buku karya Kahlil Gibran yang berjudul Cinta, Keindahan, Kematian. Judul tersebut menarik perhatiannya, Ariel kemudian membeli dan membacanya di rumah. Tetapi, perlahan-lahan dia mulai menyadari bahwa selama ini yang dibaca bukanlah sebuah novel. Meski begitu, Ariel menyukainya.[162][163][164] Gaya bahasa puitis dan romantis inilah yang akhirnya menjadi ciri khas dalam setiap lirik lagu mereka.

Pada awalnya, tujuan Ariel menulis banyak syair atau puisi bukan untuk menciptakan lirik lagu, melainkan untuk menuangkan ide, contohnya pada lirik lagu "Mimpi yang Sempurna" dan "Ada Apa Denganmu". Lirik lagu-lagu tersebut sudah tersimpan cukup lama di buku catatan hariannya, namun tidak diciptakan nada-nada di dalamnya.[165] Ariel juga mengakui bahwa dirinya lebih suka menulis liriknya terlebih dahulu menjadi puisi. Ketika suasana hatinya sedang membantu untuk menciptakan sebuah lagu, barulah Ariel mulai membuat nadanya dan disesuaikan dengan stok-stok puisi yang ada.[166]

Dalam siniar bersama Raditya Dika di kanal Youtube-nya, Ariel menjelaskan cara dirinya menulis lirik untuk lagu-lagunya:

Jadi sebetulnya gini, bikin lagu menurut gue, kalau lo dalam mood yang sangat normal. Lo enggak akan pernah bisa bikin lagu yang bagus. Jadi emosi lo mesti diatas normal, mesti kayak lagi sedih, sedih banget. Atau lagi marah, marah banget. Atau lagi seneng, seneng banget. Nah biasanya kalau kehidupan gue udah enggak terlalu banyak emosi, sedih, senang, dan segala macam. Jadi gue lebih banyak ke pemikiran. Jadi kalau orang bilang 'wah ini lagunya tentang ini, tentang ini, sedih banget, mungkin pengalaman pribadi', gue bilang sebenernya sih enggak, jadi gue lebih ngebayangin, ow mungkin begini, ow mungkin begitu, pemikiran. Bisa jadi begitu. Tapi ya itu pinter-pinteran lagi, kayak semisalnya aktor kali, walau pun itu bukan kehidupan dia. Tapi kalau bisa terjun ke dalamnya dengan bagus jadi kayak intens juga ya.[167][168]

Di era Noah, porsi penciptaan lagu dari Ariel mulai berkurang, personel band lainnya menjadi lebih banyak menyumbangkan ide dalam pembuatan lagu. Singel hits dari album studio pertama Noah Seperti Seharusnya, "Separuh Aku" dan "Tak Lagi Sama" merupakan lagu ciptaan David dan pemain bas tambahan, Ihsan Nurrachman.[169] Selain itu, musisi dan penulis juga turut membantu menulis lagu-lagu Noah.[170] Beberapa contohnya seperti "Hidup Untukmu, Mati Tanpamu" yang penulisan liriknya dibantu oleh vokalis D'Masiv, Rian Ekky Pradipta,[171] "Hero" yang liriknya ditulis oleh vokalis Nidji saat itu, Giring Ganesha,[172] dan "Kupeluk Hatimu" yang lagunya ditulis secara ramai-ramai oleh Ariel, David, Rian Ekky Pradipta, Sabrang Mowo Damar Panuluh (vokalis Letto), Marchella FP (penulis buku), dan M. Aan Mansyur (penulis puisi dan cerpen).[173] Beriringan dengan fakta tersebut, Ariel mengakui bahwa dirinya sempat mengalami kebuntuan dalam menulis lirik lagu.[174][175]

Kontroversi

Kerusuhan di konser

Sama seperti grup musik tenar lain di Indonesia, konser Noah pun tak lepas dari masalah. Ketika konser di Stadion Harapan Bangsa, Kota Banda Aceh pada 22 Februari 2006, sedikitnya 30 orang penonton pingsan, terbanyak diantaranya adalah remaja putri. Tak hanya itu, konser ini juga dinilai "melanggar undang-undang Syariat Islam" yang telah diberlakukan secara menyeluruh di Aceh karena bercampurnya penonton pria dan wanita di dalam lapangan pertunjukan.[176]

Dampak dari kerusuhan di konser bukan hanya menimpa penonton, tetapi juga anggota grup musik yang tampil. Hal ini terjadi saat konser di Stadion Bima, Kota Cirebon pada 11 April 2006. Hujan batu dilemparkan para penonton tak berkarcis di luar stadion. Akibatnya tak hanya belasan penonton dilarikan ke berbagai rumah sakit akibat lemparan batu, tetapi juga sang vokalis, Ariel, yang tak luput dari hujan batu tersebut. Ariel terkena lemparan di bagian dada sehingga langsung diamankan ke luar stadion. Peristiwa itu membuat konser terhenti ketika mereka membawakan lagu kelimanya, "Mungkin Nanti" sekitar pukul 20.30 WIB.[177]

Plagiarisme lagu

Pada Agustus 2006, Peterpan mendapat kabar bahwa singel mereka dari album OST Alexandria, "Tak Bisakah" diduga telah dijiplak oleh musisi asal India, bernama Pritam yang menggubah lagu "Kya Mujhe Pyaar Hai" untuk soundtrack film Woh Lamhe... (2006) yang dinyanyikan oleh KK.[178][179] Kabar itu pertama kali diketahui oleh manajer pemasaran Musica Studio's, Febby yang dihubungi oleh seorang temannya yang bekerja di MTV bahwa ada seorang wartawan dari The Times of India ingin mewawancarai Peterpan mengenai lagu "Tak Bisakah". Dari situ, Febby kemudian mengetahui kalau lagu "Tak Bisakah" telah dijiplak menjadi "Kya Mujhe Pyaar Hai".[180] Akhir dari kasus ini masih belum jelas sampai sekarang, apakah Peterpan mendapatkan kompensasi atau Pritam membeli lagu tersebut. Pada September 2007, Pritam diduga kembali menjiplak lagu mereka dari album Bintang di Surga, "Di Belakangku" yang diberi judul "Aao Milo Chalo" untuk soundtrack film Jab We Met (2007) yang dinyanyikan oleh Shaan dan Ustad Sultan Khan.[181][182]

Pada 5 November 2016, akun Twitter bernama @sifusiuss membuat sebuah twit berisi kutipan lagu "Perih" dari YouTube yang dinyanyikan oleh Ariel dengan menandai akun milik vokalis grup musik Keane, Tom Chaplin. Tom kemudian membalas twit tersebut dengan ungkapan kekesalan disertai penandai ke akun personel Keane lainnya. Kekesalan itu disebabkan aransemen musik yang ada pada lagu tersebut mirip dengan lagu mereka, "Everybody's Changing".[183][184] Sebelumnya, pada 28 April 2011 ketika Ariel masih di penjara, dia tampil bersama dengan Wali kota Bekasi yang tersandung kasus korupsi, Mochtar Mohamad untuk menyanyikan lagu "Perih" dalam perayaan HUT Bhakti Pemasyarakatan ke-47. Diketahui bahwa lagu tersebut merupakan ciptaan Mochtar yang ditulis ketika dia di penjara. Dalam wawancaranya dengan JPNN, Mochtar mengatakan "[...] lagu itu saya ciptakan hanya selama dua hari, ya menceritakan tentang duka kehidupan dalam tahanan."[185] Kemudian pada 21 Juni 2011, ketika Mochtar diwawancarai oleh Antara News, dia mengatakan bahwa Ariel yang akan menyanyikan dua lagu ciptaannya, yaitu "Perih" dan "Tergila-Gila". Kedua lagu tersebut telah selesai direkam dan dalam waktu dekat akan di mastering di Australia.[186] Beriringan dengan pernyataan Mochtar, pada 2 Maret 2013, akun Twitter bernama @FF_besar membuat pertanyaan yang ditujukan kepada Ariel, "Kang ane dapet lagu Terang Menunggu, Beban diatas bebas, Perih, Tergila gila. nah itu bukan lagu noah kan? (Kakak, saya dapat lagu "Terang Menunggu", "Beban Diatas Beban", "Perih", "Tergila-Gila". Nah, itu bukan lagu Noah kan? -pen)," Ariel kemudian membalas bahwa semua lagu yang disebutkan itu bukan karya Noah.[187]

Pada 22 Januari 2018, grup idola pria asal Korea Selatan, iKon merilis cuplikan video musik untuk lagu mereka, "Love Scenario". Cuplikan tersebut juga diunggah di akun Instagram direktur utama YG Entertainment saat itu, Yang Hyun-suk. Setelah cuplikan dirilis, postingan dibanjiri komentar oleh warganet. Warganet menilai aransemen musik lagu tersebut mirip dengan intro pada lagu Peterpan dari album Hari yang Cerah..., "Menghapus Jejakmu". Melihat polemik tersebut, keesokannya Yang Hyun-suk merilis cupilkan video berikutnya yang terdengar jauh berbeda dengan lagu "Menghapus Jejakmu".[188] Hyun-suk mengungkapkan bahwa lagu karya iKon ini memiliki nada yang berbeda dengan lagu "Menghapus Jejakmu". Hyun-suk juga meminta para penggemar agar mendengarkan lagu dengan penuh terlebih dahulu baru kemudian berkomentar.[189]

Kepemilikan lagu

Selain plagiarisme, Noah seringkali dihadapkan dengan masalah kepemilikan lagu. Maraknya pembajakan lagu menjadi penyebab munculnya "lagu-lagu ajaib" tersebut. Pada 6 November 2016, Ariel melalui Twitter-nya membuat twit yang berisi keresahannya terhadap lagu-lagu yang disebut milik Noah, "Makanya kalau beli/cari lagu, ditempat yg legal. Di itunes bisa diliat discog Noah, lagu Noah yg gak ada disana brti bukan lagu Noah."[190] Ariel kembali menambahkan, "Kalau nyarinya yg bajakan, paati bakalan nemu lagu2 ajaib yg bukan punya Noah, tapi dibilang punya Noah."[191]

Beberapa lagu yang pernah disebut milik Noah antara lain, "Perjalanan Cintaku", "Terbaik dan Terindah", dan "Kau yang Ku Inginkan". Diketahui bahwa "Perjalanan Cintaku" merupakan lagu karya grup musik asal Samarinda, Pelangi, "Terbaik dan Terindah" karya grup musik Asoka, dan "Kau yang Ku Inginkan" karya grup musik The Arians.[192] Kemunculan lagu-lagu tersebut banyak terjadi ketika Peterpan bersiap untuk mengganti nama mereka.

Pada 9 Juni 2010, produser Peterpan, Capung dalam wawancaranya dengan detikhot mengatakan, "Itu bukan dan aku udah dengar. Itu dimirip-miripin sama vokalnya. Gitarnya bukan Lukman banget. Kalau orang awam pasti bilang itu Peterpan, kalau aku tahu itu bukan." Capung juga menyatakan bahwa warna musik lagu-lagu tersebut masih berpedoman pada album studio kedua Peterpan, Bintang di Surga yang sudah mereka tinggalkan.[193]

Anggota band

Anggota terkini

  • Nazril Irham – vokal utama, gitar akustik, tamborin (2000–sekarang)
  • Loekman Hakim – gitar utama, vokal latar (2000–sekarang)
  • David Kurnia Albert – kibor, piano, penyintesis, sampler, vokal latar (pemain tambahan 2006–2008; 2008–sekarang)

Mantan anggota

Pemain tambahan

  • Muhammad Dwi Maulana – gitar bas, vokal latar (2012–sekarang)
  • Rio Alief Radantha – drum, perkusi (2015–sekarang)
  • Iqbal Maruli – drum, perkusi (2016–sekarang)
  • Iwan Sukma – gitar ritme, vokal latar (2019–sekarang)

Mantan pemain tambahan

  • Yosafat Luki Marendra – gitar bas (2006–2008)
  • Jatnika Kurnia – gitar bas (2006–2008)
  • Ihsan Nurrachman – gitar bas, vokal latar (2008–2013)
  • Boyi Tondo – gitar bas, vokal latar (2012–2015)

Garis waktu

Diskografi

Album studio

Sebagai Peterpan

Sebagai Noah

Filmografi

Bibliografi

Penghargaan

Noah telah meraih berbagai penghargaan sejak dibentuk dengan nama Peterpan, diantaranya penghargaan Anugerah Musik Indonesia untuk Album Terbaik-Terbaik untuk album Bintang di Surga, Seperti Seharusnya dan Keterkaitan Keterikatan, dan untuk Karya Produksi Terbaik-Terbaik untuk lagu "Bintang di Surga" dan "Separuh Aku";[194][195][196] Anugerah Planet Muzik untuk grup musik terbaik pada tahun 2006, 2013, dan 2014;[197][198][199] MTV Asia Awards untuk artis Indonesia terfavorit pada tahun 2005 dan 2006;[200][201] dan dinominasikan di MTV Europe Music Awards untuk Best Southeast Asian Act pada tahun 2013, 2014, dan 2015.[202][203][204]

Noah juga telah meraih dua penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia atas pencapaian konser mereka, yaitu konser Peterpan di enam kota dalam satu hari pada tahun 2004 dan konser Noah di lima negara dalam satu hari pada tahun 2012.[30][55] Pada 3 Desember 2008, Musica Studio's mempersembahkan satu replika patung Peterpan yang dipajang di Museum Nasional Indonesia. Indrawati Widjaja, selaku Eksekutif Produser Musica Studio's, mengatakan bahwa Peterpan layak untuk diabadikan karena telah menorehkan banyak prestasi serta menjadi inspirasi bagi banyak grup musik yang bermunculan pada masa itu.[205]

Referensi

  1. ^ "Peterpan returns to Malaysia as Noah for a new concert". The Hive Asia (dalam bahasa Inggris). 11 Oktober 2017. Diakses tanggal 1 Mei 2021. 
  2. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 41. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  3. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 67–68. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  4. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 75. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  5. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 42. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  6. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 68. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  7. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 43–45. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  8. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 60. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  9. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 45–46. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  10. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 61–62. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  11. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 69–70. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  12. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 46–49. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  13. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 63–65. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  14. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 70–71. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  15. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 70. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  16. ^ Helmy Yahya Bicara (15 September 2020). "Ariel Noah Sharing Rahasia Kenapa Dia dan Noah Bisa Bertahan Jadi Artis dan Band No. 1 Indonesia". YouTube. Diakses tanggal 26 Juli 2021. 
  17. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 71. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  18. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 65. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  19. ^ Kunto Wibisono (2006). Ngeband Yuk!. Penerbit Cinta. hlm. 104. ISBN 978-979-38-0042-4. 
  20. ^ a b c Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 55. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  21. ^ Rian Ekky Pradipta (8 Januari 2021). "SUKA DUKA KANG NOEY MENJADI PRODUSER NOAH & D'MASIV". YouTube. Diakses tanggal 26 Agustus 2021. 
  22. ^ a b "Musica Studio's : Artist - Peterpan". Musica.id. Diakses tanggal 26 Agustus 2021. 
  23. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 57. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  24. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 93. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  25. ^ Radityo M. Aufar (15 Desember 2002). "Jadwal Acara Trans TV 9-15 Desember 2002". Jadwal TV 1960an-2010an. Diakses tanggal 26 Agustus 2021. 
  26. ^ Ainul Yaqin (24 Mei 2013). "pertama kali peterpan tampil di TV (Trans TV) 2002". YouTube. Diakses tanggal 26 Agustus 2021. 
  27. ^ Erlin (2004-07-13). "Peterpan Akan Bikir Rekor Konser". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2021-01-25. 
  28. ^ NOAH OFFICIAL (2013-10-16). "Peterpan Breaking Record Part 1". YouTube. Diakses tanggal 2021-01-25. 
  29. ^ Darmadi Sasongko (2004-07-23). "Konser Maraton Peterpan Masuk Rekor MURI". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2021-01-25. 
  30. ^ a b Liputan6 (2004-07-20). "Peter Pan, Mencatat Rekor Konser Selama 24 Jam". Liputan6.com. Diakses tanggal 2021-01-25. 
  31. ^ Peterpan Telah Jual 2,7 Juta Copy dari Album 'BINTANG DI SURGA', Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  32. ^ Album 'Bintang Di Surga' Peterpan Tembus 2 Juta Kopi, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  33. ^ Grup Band, Negeri Seribu Band Diarsipkan 2009-03-19 di Wayback Machine., Gatra.com, diakses 21 Januari 2008
  34. ^ Peterpan Usung Penghargaan di MTV Asia Aid, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  35. ^ Peterpan Ikut Meriahkan MTV Asia Aid, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  36. ^ AMI 2005 Masukan Kategori Musik Berbahasa Inggris dan Daerah, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  37. ^ Peterpan Borong Gelar AMI Award 2005, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  38. ^ Peterpan Lanjutkan Sukses dengan Rilis VCD, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  39. ^ Peterpan Rilis Album Terbarunya, ALEXANDRIA, Kapanlagi.com, diakses 5 Maret 2018
  40. ^ Peterpan Launching Album di Dua Negara, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  41. ^ Peterpan Ancang-Ancang Ganti Nama, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  42. ^ Peterpan Dapat Kehormatan Manggung di Korea, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  43. ^ "Album Terakhir Peterpan Diluncurkan". Liputan6.com. 9 Agustus 2008. Diakses tanggal 8 Februari 2021. 
  44. ^ "Sebuah Nama Peterpan". Tempo.co. 12 Agustus 2008. Diakses tanggal 6 Februari 2021. 
  45. ^ Peterpan Gelar Konser Tunggal Terakhir, Kapanlagi.com, diakses 8 Februari 2021.
  46. ^ Johan Sompotan (2009-12-16). "Ariel Umumkan Nama Baru Peterpan Awal 2010". Okezone. Diakses tanggal 2021-02-11. 
  47. ^ "Peterpan Ganti Nama Jadi Noah". JPNN.com. 2012-08-12. Diakses tanggal 2021-02-11. 
  48. ^ B1 (2012-08-12). "Noah, Nama Baru Peterpan". Beritasatu.com. Diakses tanggal 2021-02-11. 
  49. ^ "Ariel Cs. Luncurkan Album Suara Lainnya" [Ariel cs. released Suara Lainnya album]. ANTARA News Kalimantan Barat. May 23, 2012. Diakses tanggal February 3, 2021. 
  50. ^ Kompas.com (2012-05-30). ""Konser Tanpa Nama", Konser Tanpa Ariel". Kompas.com. Diakses tanggal 2021-02-11. 
  51. ^ Ajeng Ritzki Pitakasari (2012-08-02). "Oho, Peterpan Ganti Nama Jadi Noah". Republika Online. Diakses tanggal 2021-02-11. 
  52. ^ "Noah, Nama Baru Peterpan". BeritaSatu.com. 2012-08-02. Diakses tanggal 2012-08-02. 
  53. ^ Setiawan, Aries (2012-08-02). "Besok, Lagu Baru NOAH Diputar Serentak". VIVA.co.id. Diakses tanggal 2021-01-03. 
  54. ^ "Noah Luncurkan Buku 'Kisah Lainnya'". Kapanlagi.com. 2012-08-09. Diakses tanggal 2012-08-09. 
  55. ^ a b "NOAH Berhasil Pecahkan Rekor MURI". Republika.co.id. 2012-09-17. Diakses tanggal 2012-09-17. 
  56. ^ "Album Baru Noah". ANTARA News. 2012-09-22. Diakses tanggal 2021-02-09. 
  57. ^ "Penjualan Album NOAH Diharapkan Capai 3 Juta Keping". Tribunnews. 2012-09-22. Diakses tanggal 2012-09-22. 
  58. ^ Chairul Fikrie; Totok Subagyo (2013-02-19). "Album Baru NOAH Tembus 1 Juta Copy". Beritasatu.com. Diakses tanggal 2021-02-11. 
  59. ^ Tempo.co (2013-09-14). "Buku Baru Noah Manjakan Pembaca dengan Foto Indah". Tempo.co. Diakses tanggal 2021-01-22. 
  60. ^ Niken Paramita Wulandari (2013-11-12). Hazliansyah, ed. "Noah Ungkap Sederetan Rahasia di Film 'Awal Semula'". Republika Online. Diakses tanggal 2021-02-11. 
  61. ^ "Ini Kisah Awal Mula Kolaborasi NOAH dan Steve Lillywhite". detikHot. 2014-06-17. Diakses tanggal 2021-02-10. 
  62. ^ a b "NOAH - Hearing Session". Musica.id. 30 Oktober 2014. Diakses tanggal 6 Oktober 2021. 
  63. ^ Madinah (23 April 2014). "Album Baru NOAH Rangkum 40 Lagu". Suara.com. Diakses tanggal 6 Oktober 2021. 
  64. ^ "Cerita Dibalik Pembuatan Single NOAH 'Hero'". Musica.id. 31 Oktober 2014. Diakses tanggal 6 Januari 2021. 
  65. ^ "Seperti Kemarin - Single by Noah". Apple Music. 13 November 2014. Diakses tanggal 6 Oktober 2021. 
  66. ^ Nurcahayani, Ida (21 November 2014). "Noah luncurkan single terbaru "Seperti Kemarin"". ANTARA News. Diakses tanggal 6 Oktober 2021. 
  67. ^ Shalli Syartiqa, Lutfi Dwi Puji Astuti (22 Desember 2014). "Kata Reza soal Kabar Hengkang dari NOAH". Viva. Diakses tanggal 6 Oktober 2021. 
  68. ^ Musica Studio's (23 Desember 2014). "Press Conference Pengunduran Diri Reza (NOAH)". YouTube. Diakses tanggal 6 Oktober 2021. 
  69. ^ Transmart (30 Desember 2014). "Transmart di Twitter: "Hallo Sahabat Carrefour.. Mau ketemu dengan @NOAH_ID ? Inilah saatnya! Ikuti Meet & Greet NOAH! :) #SecondChanceNOAH"". Twitter. Diakses tanggal 6 Oktober 2021. 
  70. ^ Agustinus Shindu Alpito (22 Desember 2014). "Keluarnya Reza untuk Dongkrak Album Baru Noah?". Medcom.id. Diakses tanggal 6 Oktober 2021. 
  71. ^ Second Chance, Album Terakhir NOAH Bersama Reza, JadiBerita.com, diakses 5 Maret 2018
  72. ^ "Megahnya Panggung 1000 Cerita Eve New Years TRANS7". Kapanlagi.com. 02 Januari 2015. Diakses tanggal 6 Oktober 2021. 
  73. ^ "Reza Berkaca-kaca, Sahabat Noah Menangis". JPNN. 02 Januari 2015. Diakses tanggal 6 Oktober 2021. 
  74. ^ Chairul Fikri; B1 (16 Maret 2015). "Noah Tur dan Rekaman di AS". Beritasatu.com. Diakses tanggal 26 Januari 2021. 
  75. ^ Rizky Sekar Afrisia (10 April 2015). "Ariel Sakit, Tur NOAH ke Amerika Ditunda". CNN Indonesia. Diakses tanggal 26 Januari 2021. 
  76. ^ Fadli Adzani (24 Oktober 2015). "Ariel Puaskan Dahaga Sahabat Noah di Amerika Serikat". CNN Indonesia. Diakses tanggal 26 Januari 2021. 
  77. ^ Musica Studio's (1 Juni 2015). "NOAH - Menunggumu (Official Music Video)". YouTube. Diakses tanggal 6 Oktober 2021. 
  78. ^ Musica Studio's (2 September 2015). "NOAH - Suara Pikiranku (Official Music Video)". YouTube. Diakses tanggal 6 Oktober 2021. 
  79. ^ Chairul Fikri (9 Februari 2015). "Musisi Senior Rinto Harahap Meninggal Dunia". Berita Satu. Diakses tanggal 5 Oktober 2021. 
  80. ^ Fakhmi Kurniawan (31 Juli 2015). "'Kami Mengenang Rinto Harahap', dari Musisi Muda untuk Sang Legenda". detikHot. Diakses tanggal 5 Oktober 2021. 
  81. ^ "Kami Mengenang Rinto Harahap - EP | Various Artist". Apple Music. 27 Juli 2015. Diakses tanggal 5 Oktober 2021. 
  82. ^ "Pemutaran Perdana Single NOAH 'Sajadah Panjang'". Musica Studio's. 12 Mei 2016. Diakses tanggal 5 Oktober 2021. 
  83. ^ Musica Studio's (23 Mei 2016). "NOAH - Sajadah Panjang (Official Video)". Vidio.com. Diakses tanggal 5 Oktober 2021. 
  84. ^ Puji Astuti HPS (20 Mei 2016). "5 Penampil Paling Mengesankan di Konser NOAH Sings Legends". Liputan6.com. Diakses tanggal 5 Oktober 2021. 
  85. ^ Putu Elmira (23 Mei 2016). "Spektakuler, 10 Video Ini Abadikan Keseruan Konser NOAH". Fimela. Diakses tanggal 5 Oktober 2021. 
  86. ^ Sings Legends, Apresiasi NOAH Untuk Legenda Indonesia, Kapanlagi.com, diakses 5 Maret 2018
  87. ^ Feby Ferdian (19 Mei 2016). "NOAH Ungkap Kesulitan Daur Ulang Lagu Legendaris Tanah Air". Liputan6.com. Diakses tanggal 23 Agustus 2021. 
  88. ^ owen (30 Juni 2016). "NOAH Merilis Single Kedua "Andaikan Kau Datang" Album Sings Legends". Kayuagung Radio. Diakses tanggal 5 Oktober 2021. 
  89. ^ Musica Studio's (23 Oktober 2016). "NOAH - Andaikan Kau Datang (Official Music Video)". YouTube. Diakses tanggal 5 Oktober 2021. 
  90. ^ Mohamad Ilham Pratama (25 Oktober 2016). "Noah Produksi Smartphone Murah". Pikiran-Rakyat.com. Diakses tanggal 23 Agustus 2021. 
  91. ^ "Album NOAH 'Taman Langit' & 'Bintang di Surga' Rilis". Musica.id. 25 Oktober 2016. Diakses tanggal 23 Agustus 2021. 
  92. ^ Achmad Rafiq; Hasiolan Eko P Gultom (24 Oktober 2016). "Noah Jualan Telepon Seluler". TribunNews. Diakses tanggal 5 Oktober 2021. 
  93. ^ Musica Studio's (6 November 2016). "NOAH - Cinta Bukan Dusta (Official Music Video)". YouTube. Diakses tanggal 5 Oktober 2021. 
  94. ^ Musica Studio's (4 Agustus 2017). "NOAH - Biar Ku Sendiri (Official Lyric Video)". YouTube. Diakses tanggal 5 Oktober 2021. 
  95. ^ Okezone, Sumarni (1 Agustus 2017). "Biarku Sendiri Jadi Penutup Video Klip dari "Sing Legend" Milik Noah". Celebrity Okezone. Diakses tanggal 5 Oktober 2021. 
  96. ^ Musica Studio's (29 September 2017). "NOAH - Biar Ku Sendiri (Official Music Video)". YouTube. Diakses tanggal 5 Oktober 2021. 
  97. ^ Natanael Sepaya (2016-06-16). "Kabar Gembira, NOAH Bersiap Untuk Album Kedua Mereka!". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2021-02-18. 
  98. ^ Andi Muttya Keteng Pangerang (2016-11-29). Irfan Maullana, ed. "Tahun Depan NOAH Bakal Punya Album Baru". Kompas.com. Diakses tanggal 2021-02-18. 
  99. ^ Eka Pramudya, Windy (2017-09-14). "Rilis Album Baru, Noah Gelar Konser Road to New Album". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2019-08-25. 
  100. ^ "Single Terbaru dari NOAH 'Jalani Mimpi', Suara Ariel Memang Bikin Meleleh". Tribun Kaltim. Diakses tanggal 2019-07-19. 
  101. ^ Warsudi, Agus (17 September 2017). "Noah Perkenalkan 2 Lagu Baru di Konser Road To New Album". Sindonews.com. Diakses tanggal 20 February 2021. 
  102. ^ Kus Anna, Lusia (2018-07-27). "Garap Album Baru NOAH, Ariel Alami Writer's Block". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-08-25. 
  103. ^ "Bocoran Album Baru NOAH, Kolaborasi dengan Penyanyi hingga Penulis". suara.com. 2019-05-18. Diakses tanggal 2019-07-19. 
  104. ^ Eka Pramudya, Windy (2019-06-20). "Noah Merilis Single Wanitaku". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2019-07-01. 
  105. ^ "Proses Tak Biasa di balik Pembuatan Lagu Baru Noah, Wanitaku, Dikerjakan Selama 3 Tahun". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-07-19. 
  106. ^ Ocktaviany, Tuty (2019-08-09). "Noah Kenalkan Album Baru Keterkaitan Keterikatan di Konser #ILOVERCTI30". iNews. Diakses tanggal 2019-08-25. 
  107. ^ Mohammad Kautsar di Instagram, Instagram.com, diakses 9 Agustus 2019
  108. ^ Ariel Memastikan Uki Tak Lagi bersama NOAH Usai Album Baru Dirilis
  109. ^ NOAH di Instagram "Kala Cinta Menggoda..."
  110. ^ Video musik resmi NOAH - Kala Cinta Menggoda
  111. ^ Eka Pramudya, Windy (2020-10-05). "'Perjalanan Tak Putus', Konser Virtual Noah Gabungkan Musik, Teater, dan Art Visual". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2021-10-21. 
  112. ^ Ady Prawira Riandi (2020-12-03). Tri Susanto Setiawan, ed. "Jika Hasilnya Memuaskan, NOAH Akan Jual Album Aransemen Akustik Keterkaitan Keterikatan". Kompas.com. Diakses tanggal 2021-01-24. 
  113. ^ Eka Pramudya, Windy (2021-01-07). "Pakai Teknologi The Mandalorian, NOAH Bakal Hadirkan Gebrakan Baru di Konser Virtual BEYONDmo". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2021-02-21. 
  114. ^ Caroline Pramantie (2021-01-22). "NOAH Rilis Album Keterkaitan Keterikatan Versi Akustik dari Konser 360°". Kumparan.com. Diakses tanggal 2021-01-23. 
  115. ^ "Noah di Instagram "Hallo Sahabat Noah..."". Instagram. 2021-03-01. Diakses tanggal 2021-03-02. 
  116. ^ Suryanto, Ida Nurcahyani (23 April 2021). "Berawal dari proyek rahasia, Noah dan BCL rilis "Mencari Cinta"". AntaraNews. Diakses tanggal 23 April 2021. 
  117. ^ "NOAH Berkolaborasi dengan TNI AL, Ini Hasilnya". jpnn.com. 4 Juni 2021. Diakses tanggal 11 Juni 2021. 
  118. ^ Maria Rosari Dwi Putri, Ida Nurcahyani (11 Juni 2021). "NOAH bawakan kembali "Badai Pasti Berlalu" Chrisye". AntaraNews. Diakses tanggal 11 Juni 2021. 
  119. ^ NOAH OFFICIAL (18 Juni 2021). "NOAH - Badai Pasti Berlalu (Official Music Video)". YouTube. Diakses tanggal 24 Juli 2021. 
  120. ^ "Ariel di Instagram "Launch album di akhir tahun 2019,..."". Instagram. 8 Juli 2021. Diakses tanggal 19 September 2021. 
  121. ^ Herfianto (6 Desember 2019). "Noah Ungkap Cerita di Balik Lagu Kau Udara Bagiku". Liputan6.com. Diakses tanggal 6 Maret 2021. 
  122. ^ a b c d Molly Lambert (2 Juli 2013). "» Grading the Top 10 Songs in … INDONESIA!". Grantland (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 Mei 2021. 
  123. ^ Natanael Sepaya (28 Oktober 2016). "Industri Musik Berubah, Ariel NOAH: Kita Musisi Cari Cara". Kapanlagi.com. Diakses tanggal 11 Mei 2021. 
  124. ^ a b c CNN Indonesia, Tim (10 Agustus 2019). "NOAH yang Kini 'Tak Lagi Sama'". CNN Indonesia. Diakses tanggal 6 Maret 2021. 
  125. ^ "NOAH | Artist | Bandwagon | Music media championing and spotlighting". Bandwagon (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 Mei 2021. 
  126. ^ a b Khonita Fitri, Bayu Seto. "Kumpulan Lagu Cinta NOAH yang Easy Listening". KepoGaul. Diakses tanggal 11 Mei 2021. 
  127. ^ Syahirah Mokhtazar (21 Oktober 2017). "(Showbiz) Indonesian rock band Peterpan (now known as Noah) to hold concert in Msia next month, after more than a decade". New Straits Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 Mei 2021. 
  128. ^ a b Lutfi Dwi Puji Astuti (26 September 2012). "NOAH". Viva.co.id. Diakses tanggal 11 Mei 2021. 
  129. ^ Eddino Abdul Hadi (28 Juni 2018). "#WYNTK (what you need to know): Indonesian rock music in the Nusantara". Esplanade Offstage (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 Mei 2021. 
  130. ^ "Noah (Band) Lyrics, Songs, and Albums". Genius (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 Mei 2021. 
  131. ^ InsertLive, Syafrina Syaaf (16 September 2020). "Kantongi Ragam Single Sukses, NOAH Ungkap Cara Bikin Lagu di Atas Normal". Insert Live. Diakses tanggal 11 Mei 2021. 
  132. ^ "'Hero' Lagu NOAH yang Bernuansa 'Britpop'". Detik.com. 17 Juni 2014. Diakses tanggal 6 Maret 2021. 
  133. ^ a b Fakhri Zakaria (3 Oktober 2019). "Panduan Lagu Esensial Untuk Menonton Noah Di Synchronize 2019". Pop Hari Ini. Diakses tanggal 11 Mei 2021. 
  134. ^ Donatus Fernanda Putra (22 November 2014). "Noah Sempat Buntu Garap Lagu Baru". CNN Indonesia. Diakses tanggal 6 Maret 2021. 
  135. ^ a b Syaiful Bahri (12 November 2017). "Ariel NOAH: Band Sukses Harus Bisa Ikuti Perkembangan Zaman". Fimela. Diakses tanggal 11 Mei 2021. 
  136. ^ Cecylia Rura (25 Juli 2019). "Noah Syuting Video Musik Wanitaku Tanpa Uki". Medcom.id. Diakses tanggal 11 Mei 2021. 
  137. ^ M. Iqbal Fazarullah Harahap (26 Mei 2016). "NOAH Daur Ulang Lagu-lagu Legendaris". detikHot. Diakses tanggal 11 Mei 2021. 
  138. ^ Evi Ariska, Ferry Noviandi (28 November 2019). "Band Noah Dinobatkan sebagai Duo/Grup Pop Terbaik di AMI Awards 2019". Suara.com. Diakses tanggal 6 Maret 2021. 
  139. ^ Liputan6 (14 Mei 2006). "Peterpan, Pengen Terbang Lagi". Liputan6. Diakses tanggal 11 Mei 2021. 
  140. ^ Bagas Rahadian (4 Januari 2021). "5 Band Indonesia dengan Vibes Grunge, Jangan Heran Kalo Ada Nama Peterpan". Hai. Diakses tanggal 6 Maret 2021. 
  141. ^ Eko Sutriyanto (31 Desember 2014). "Ariel Pusing Kalau Ditanya Apa Aliran Musik NOAH". TribunSeleb. Diakses tanggal 6 Maret 2021. 
  142. ^ a b c d e f Helmi Romadhon (23 November 2015). "Ini Lho Band Dunia Yang Punya Pengaruh di Musik Ariel NOAH". Kapanlagi.com. Diakses tanggal 6 Maret 2021. 
  143. ^ Apfia Tioconny Billy (3 Januari 2017). "Ariel Noah: Pasti Semua Ingin Seperti Coldplay, Termasuk Kami". TribunSeleb. Diakses tanggal 6 Maret 2021. 
  144. ^ a b c Addi M Idhom (20 Oktober 2020). "Diskusi Ariel Noah dan Iwa K Soal Sisi Gelap, Musik, Hingga Nirvana". Tirto.id. Diakses tanggal 6 Maret 2021. 
  145. ^ a b Miftahul Khoer (15 Juni 2013). "ARIEL NOAH: Sumber Inspirasinya Kahlil Gibran dan Nirvana". Bisnis.com. Diakses tanggal 6 Maret 2021. [pranala nonaktif permanen]
  146. ^ a b c Mohammad Yudha Prasetya, Zahrotustianah (15 September 2017). "Inspirasi NOAH di Balik Lagu-lagu Kerennya". Viva.co.id. Diakses tanggal 6 Maret 2021. 
  147. ^ Novianti Setuningsih (16 Januari 2018). "Dolores O'Riordan Jadi Inspirasi Bermusik Ariel NOAH". Jawa Pos. Diakses tanggal 6 Maret 2021. 
  148. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 41–42. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  149. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 218–219. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  150. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 58–66. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  151. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 66–75. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  152. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 75–82. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  153. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 83–89. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  154. ^ "peterpan - Equinox DMD". Archived from the original on 2008-05-03. Diakses tanggal 2021-05-05. 
  155. ^ Bayu Indra Permana (19 November 2019). "Lagu-lagu Noah Banyak Bertema Cinta, Ini Penjelasan Ariel". TribunSeleb. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  156. ^ Yandri Daniel Damaledo (17 September 2020). "Makna Lirik Lagu NOAH "Menemaniku" yang trending ke-23 di YouTube". Tirto.id. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  157. ^ Dyah Paramita Saraswati (27 Desember 2017). "Ketika NOAH 'Jalani Mimpi'". DetikHot. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  158. ^ Mario Rajana (10 Februari 2020). "7 Lagu Peterpan ini jarang diketahui generasi milenial". Brilio.net. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  159. ^ Zainal Arifin (3 Januari 2018). "Sukarno dan Lagu 'Raja Negeriku'". CaraPandang.com. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  160. ^ Fakhmi Kurniawan (14 April 2016). "Di Balik Kritik NOAH dan Iwan Fals untuk 'Para Penerka'". DetikHot. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  161. ^ Evan Oktavianus (3 Oktober 2020). "Khalil Gibran, Inspirasi Ariel NOAH Menciptakan Lagu". OkeCelebrity. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  162. ^ Riswinanti (4 Oktober 2016). "Rahasia di Balik Lirik-lirik Magis Ariel NOAH". Fimela.com. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  163. ^ Kistyarini, Ady Prawira Riandi (9 September 2020). "Pengaruh Besar Kahlil Gibran dalam Kehidupan Ariel Noah". Kompas.com. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  164. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 50. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  165. ^ Ariel, Uki, Lukman, Reza, David (2012). Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Kepustakaan Populer Gramedia dan Musica Studio's. hlm. 51. ISBN 978-979-91-0482-3. 
  166. ^ "Napak Tilas Peterpan Menuju NOAH". dennydominicus Wordpress. 6 November 2012. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  167. ^ Raditya Dika (14 Mei 2019). "CARA ARIEL NOAH BIKIN LAGU". YouTube. Diakses tanggal 23 September 2021. 
  168. ^ Yeshinta Sumampouw (16 Mei 2019). "Akui Susah Bersosialisasi, Ariel Noah Gunakan Cara Unik Ini Saat Tulis Lirik Lagu". TribunManado. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  169. ^ Nizar Zulmi (15 Oktober 2020). "4 Lagu Populer NOAH Ciptaan David Kurnia Albert". Fimela.com. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  170. ^ Revi Cofans Rantung, Yazir Farouk (18 Mei 2019). "Bocoran Album Baru NOAH, Kolaborasi dengan Penyanyi hingga Penulis". Suara.com. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  171. ^ Edi Hidayat (27 November 2012). "Ariel "Noah" Tidak Bisa Mendalami Lagu Ciptaan Rian "d'Masiv"". OkeCelebrity. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  172. ^ Feby Ferdian (7 Agustus 2014). "Kisah Di Balik HERO, Lagu Terbaru NOAH". Liputan6. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  173. ^ Fachri Sakti Nugroho (16 Agustus 2019). "Lirik Lagu NOAH Kupeluk Hatimu Diciptakan oleh 6 Maestro Musik dan Sastra, Noe hingga Aan Mansyur". TribunSeleb. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  174. ^ Chairul Fikri (22 November 2014). "Ini Alasan Ariel Tak Mampu Lagi Tulis Lagu untuk NOAH". BeritaSatu. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  175. ^ Astri Agustina (15 Mei 2019). "Bikin Lagu, Ariel Noah: Sampai Mau Pecah Kepala". Merdeka.com. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  176. ^ Darmadi Sasongko (23 Februari 2006). "Sedikitnya 30 Penonton Peterpan di Aceh Pingsan". Kapanlagi.com. Diakses tanggal 4 April 2021. 
  177. ^ Ruslan Burhani (11 April 2006). "Hujan Batu Warnai Konser Peterpan, Ariel Luka-luka". AntaraNews. Diakses tanggal 4 April 2021. 
  178. ^ Liputan6 (27 Agustus 2006). ""Tak Bisakah" Dijiplak dalam Versi India". Liputan6.com. Diakses tanggal 5 Mei 2021. 
  179. ^ Anton (28 Agustus 2006). "Lagu Peterpan Dijiplak Musisi India?". Kapanlagi.com. Diakses tanggal 5 Mei 2021. 
  180. ^ "Lagu Dijiplak, Peterpan Tuntut Penyanyi India". detikhot. 25 Agustus 2006. Diakses tanggal 5 Mei 2021. 
  181. ^ "Jab We Met (2007) - Soundtracks". IMDb. Diakses tanggal 5 Mei 2021. 
  182. ^ Bagas Rahadian (10 Maret 2021). "7 Lagu Musisi & Band Indonesia Yang Diduga Diplagiat Artis Luar Negeri". Hai. Diakses tanggal 21 September 2021. 
  183. ^ @tomchaplin (5 November 2016). "Tom Chaplin di Twitter: "Holy shit! That's shameless. @Richard_H @jessequinmusic"". Twitter. Diakses tanggal 5 Mei 2021. 
  184. ^ Godham Perdana (10 November 2016). "Vokalis Keane Kesal Lagunya Ditiru oleh Musikus Indonesia". Liputan6.com. Diakses tanggal 5 Mei 2021. 
  185. ^ "Ariel-Walikota Bekasi Duet 'Perih'". JPNN. 29 April 2011. Diakses tanggal 5 Mei 2021. 
  186. ^ Aditia Maruli Radja (21 Juni 2011). "Ariel Nyanyikan Lagu Ciptaan Walikota Terpidana Kasus Korupsi". AntaraNews. Diakses tanggal 5 Mei 2021. 
  187. ^ @R_besar (2 Maret 2013). "Ariel Noah di Twitter: "@FF_besar semuanya bukan"". Twitter. Diakses tanggal 5 Mei 2021. 
  188. ^ Rina Garmina (25 Januari 2018). "Intro 'Love Scenario' Dibilang Mirip Lagu Noah, Begini Reaksi Bos YG". MerahPutih. Diakses tanggal 5 Mei 2021. 
  189. ^ INSERTLIVE, nap (24 Maret 2020). "Selain BTS, Ini 5 Lagu K-Pop yang Heboh Dituding Plagiat". InsertLive. Diakses tanggal 5 Mei 2021. 
  190. ^ @R_besar (6 November 2016). "Ariel Noah di Twitter: "Makanya kalau beli/cari lagu, ditempat yg legal. Di itunes bisa diliat discog Noah, lagu Noah yg gak ada disana brti bukan lagu Noah."". Twitter. Diakses tanggal 25 September 2021. 
  191. ^ @R_besar (6 November 2016). "Ariel Noah di Twitter: "Kalau nyarinya yg bajakan, paati bakalan nemu lagu2 ajaib yg bukan punya Noah, tapi dibilang punya Noah"". Twitter. Diakses tanggal 25 September 2021. 
  192. ^ Feby Ferdian (22 Januari 2014). "Meski Mirip, 5 Lagu Ini Bukan Punya NOAH". Liputan6.com. Diakses tanggal 5 Mei 2021. 
  193. ^ "Beredar di Internet, Dua Lagu New Peterpan Palsu". detikhot. 9 Juni 2010. Diakses tanggal 5 Mei 2021. 
  194. ^ "9th AMI Awards 2005". AMI Awards. Diakses tanggal February 1, 2021. 
  195. ^ "16th AMI Awards 2013". AMI Awards. Diakses tanggal February 1, 2021. 
  196. ^ "Daftar Lengkap Penerima Penghargaan 23rd AMI Awards". AMI Awards. November 27, 2020. Diakses tanggal February 1, 2021. 
  197. ^ Ibrahim, Khadijah (27 Maret 2006). "APM 2006 masih didominasi artis Indonesia". Utusan Online. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Maret 2016. Diakses tanggal 31 Januari 2021. 
  198. ^ Budiey (Admin) (19 Oktober 2013). "Senarai Pemenang Anugerah Planet Muzik 2013". Sensasi Selebriti. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  199. ^ Nizar Zulmi (17 Oktober 2014). "Simak Daftar Lengkap Pemenang Anugerah Planet Muzik 2014 Di Sini". KapanLagi.com. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  200. ^ Liputan6 (7 Februari 2005). "Peterpan Menyabet Penghargaan MTV Asia Award 2005". Liputan6.com. Diakses tanggal 31 Januari 2021. 
  201. ^ News Desk (6 Mei 2006). "Kelly, Green Day, Tata Take Home MTV Asia Awards". MTV Asia.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-08-22. Diakses tanggal 31 Januari 2021. 
  202. ^ "'NOAH' masuk nominasi MTV EMA". BBC News. 18 September 2013. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  203. ^ "Musisi Indonesia Kembali Gagal di MTV EMA 2014". detikHot. 10 November 2014. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  204. ^ syaifan (16 September 2015). "Afgan Tersingkir, NOAH Wakili Indonesia di MTV Europe Music Awards 2015". dreamers.id. Diakses tanggal 1 Februari 2021. 
  205. ^ Akmad Bustanul Arif (3 Desember 2008). "Musica Abadikan Patung Peterpan di Museum Nasional". Kapanlagi.com. Diakses tanggal 8 Februari 2021. 

Pranala luar