Buka menu utama

Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) adalah kepercayaan yang mewakili kepentingan industri rekaman di Indonesia.

Didirikan pada tahun 1978 dan merupakan 84 anggota label, yang mendistribusikan sekitar 95% dari musik yang dijual di Indonesia.

Daftar isi

Tingkat sertifikasiSunting

ASIRI bertanggung jawab untuk sertifikasi emas dan platinum album di Indonesia. Kadarnya:[1]

Album domestik
  • Emas: 15.000
  • Platinum: 30.000
Album Internasional
  • Emas: 5.000
  • Platinum: 10.000

Dampak dari pembajakan rekamanSunting

Pembajakan bukanlah fenomena baru di Indonesia. Sebelum tahun 1988, semua rekaman yang dijual di Indonesia adalah tidak sah.[2] Tapi pada tahun 1990-an, jumlah itu berkurang menjadi 20%, dengan nilai eceran rekaman bajak pada tahun 1995, diperkirakan sebesar 15 Juta US$.[3] Pada tahun 2000-an, tingkat pembajakan meningkat kembali ke tingkat yang lebih tinggi, yang pada 55% pada tahun 2001,[4] dan 85% pada tahun 2003.[5] Biasanya, pembajakan memukul seniman dalam negeri pada khususnya.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ IFPI (as of Sep 2010)
  2. ^ Music Markets Growing, Says WEA Chief Ertegun. Billboard. January 22, 1983. Diakses tanggal 2011-03-11. 
  3. ^ Warner Music International Forms New Affiliate In Indonesia. Billboard. July 6, 1996. Diakses tanggal 2011-03-11. 
  4. ^ The Year In Asia. Billboard. December 29, 2001. Diakses tanggal 2011-03-11. 
  5. ^ Indonesian Music Execs Air Concerns. Billboard. May 17, 2003. Diakses tanggal 2011-03-11. 

Pranala luarSunting