Buka menu utama

Kabupaten Lombok Timur

kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia
(Dialihkan dari Lombok Timur)

Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terletak di sebelah timur Pulau Lombok. Ibu kota daerah ini ialah kota Selong. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.605,55km2 dengan populasi 1.105.582 jiwa.

Kabupaten Lombok Timur
Lambang Kabupaten Lombok Timur
Lambang Kabupaten Lombok Timur


Moto: Patuh Karya


Gerbang Selamat Datang di Kabupaten Lombok Timur
Gerbang Selamat Datang di Kabupaten Lombok Timur
Lokasi NTB Kabupaten Lombok Timur.svg
Peta lokasi Kabupaten Lombok Timur di Nusa Tenggara Barat
Koordinat: 116°46'–117°20' LS, 8°00'–9°00' BT
Provinsi Nusa Tenggara Barat
Dasar hukum UU No.69 Tahun 1958 Tentang Pembentukan Dati II di Bali, NTB, dan NTT
UU RI No.64 Tahun 1958[1][2]
Tanggal peresmian 9 Agustus 1958
11 Agustus 1958
Ibu kota Selong
Pemerintahan
- Bupati Dr. H. Ali Bin Dachlan, S.H., M.B.A.
- Wakil Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si
APBD
- APBD Rp.2.596.173.283.887,-[3]
- PAD Rp. 295.164.950.685,-
- DAU Rp.1.147.731.584.000,-(2018)[3]
Luas 1.230,76 km²[4]
Populasi
- Total 1.289.907 jiwa (2017)[4]
- Kepadatan 1.048 jiwa/km2 (2017)
Demografi
- Bahasa Indonesia
- IPM 63,70 (2016)[5]
- Zona waktu UTC+08:00 WITA
- Kodepos 83611-83674
- Kode area telepon (+62)376
Pembagian administratif
- Kecamatan 20[4]
- Kelurahan 15[4]
- Desa 239[4]
Simbol khas daerah
Situs web http://www.lomboktimurkab.go.id/

Batas WilayahSunting

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

Bupati Lombok Timur
 
Lambang Kabupaten Lombok Timur
Petahana
M. Sukiman Azmy

sejak 27 September 2018
Masa jabatan5 tahun
Dibentuk1950
Pejabat pertamaL. Muslihin
Situs weblomboktimurkab.go.id

<onlyinclude>

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Periode Ket. Wakil Bupati
1
L. Muslihin
2 Juli 1960
24 November 1966
1
2
Rahadi Tjipto Wardoyo
24 November 1966
15 Agustus 1967
2
3
R. Roesdi
15 Agustus 1967
1979
3
4
4
Saparwadi
1979
13 Maret 1987
5
6
H. L. Djafar Surayad
21 Desember 1987
13 Juli 1988
5
Abdul Kadir
13 Juli 1988
13 Juli 1993
7
6
Moch. Sadir
1993
1998
8
7
Syahdan
1998
2003
9
8
Ali Bin Dachlan
2003
2008
10
Rahmat Suhardi
9
M. Sukiman Azmy
31 Agustus 2008
31 Agustus 2013
11
M. Syamsul Lutfh
(8)
Ali Bin Dachlan
31 Agustus 2013
31 Agustus 2018
12
Haerul Warisin
(9)
M. Sukiman Azmy
27 September 2018
27 September 2023
13
Rumaksi

ReferensiSunting

  1. ^ UU No.69 tahun 1958
  2. ^ http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/files/ld/2011/KabupatenLombokTimur-2011-3.pdf
  3. ^ a b "APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018". 2018-05-04. Diakses tanggal 2018-07-06. 
  4. ^ a b c d e "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 05-12-2018. 
  5. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2016". Diakses tanggal 2018-07-06. 

Pranala luarSunting

Dewan PerwakilanSunting

KecamatanSunting

Wilayah Kabupaten Lombok Timur secara administratif terbagi dalam 20 wilayah kecamatan, 13 kelurahan dan 96 desa. Kecamatan-kecamatan tersebut adalah:

GeografiSunting

Secara geografis, Kabupaten Lombok Timur terletak antara 116° - 117° Bujur Timur dan antara 8° - 9° Lintang Selatan. Luas wilayah Kabupaten Lombok Timur adalah 2.679,88km² yang terdiri dari daratan seluas 1.605,55km² (59,91%) dan lautan seluas 1.074,33km² (40,09%). Pulau Lombok terdiri dari 4 Daerah Aliran Sungai utama, salah satunya adalah Daerah Aliran Sungai Menanga, secara administratif masuk dalam wilayah Lombok Timur. Sesuai dengan SK Gubernur Nusa Tenggara Barat No. 122 tahun 2005, tentang status DAS/SWS maka DAS Menanga masuk dalam kategori DAS yang sangat kritis. Hal ini memberikan konsekuensi pada penanganan serius, khususnya krisis Sumber Daya Air di wilayah ini.

Potensi DaerahSunting

Kabupaten Lombok Timur memiliki beragam potensi yang perlu dikembangkan secara optimal, misalnya;

PertanianSunting

Daerah utara merupakan daerah pertanian yang subur dan merupakan lereng gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 m. Daerah ini sangat berpotensi untuk pengembangan agroindustri. Seperti Sembalun misalnya, sekarang sudah ada PT. Sampoerna Agro yang melakukan investasi di daerah ini. Sementara itu daerah selatan merupakan daerah lahan kering dengan curah hujan relatif rendah, namun daerah tersebut sangat potensial untuk pengembangan komoditas pertanian seperti tembakau jenis Virginia.Tanaman sayuran yang banyak di tanam masyarakat Lombok salah satunya kangkung, yang merupakan tanamam air yang merambat. Kangkung sangat populer dikarenakan banyak di konsumsi sebagai makanan khas yakni Pelecing Kangkung, yang merupakan makanan khas Lombok.

KelautanSunting

Di daerah ini beragam potensi laut yang dimiliki. Beberapa daerahnya digunakan untuk pembudidayaan kerang mutiara. Selain mutiara, daerah ini juga merupakan daerah penghasil ikan yang cukup banyak, beberapa pelabuhan alam terbentuk sebagai sentra produksi ikan laut, seperti Labuhan Lombok, Tanjung Luar, Labuhan haji dan lain-lain. Sayangnya potensi tersebut tidak diikuti oleh peningkatan nilai ekonomis produknya melalui pengolahan pasca panennya. Disamping itu terdapat juga budidaya rumput laut yang dikelola oleh masyarakat yang berada di daerah pesisir.

Lain-lainSunting

  • Alat transportasi unik yang dapat dijumpai di Lombok Timur adalah Cidomo dan Cikar, kendaraan bertenaga kuda ini mirip dengan Delman yang biasa kita jumpai di pulau Jawa. Penggunaan kendaraan ini masih cukup luas pada daerah-daerah tertentu terutama yang dekat dengan daerah pasar tradisional.
  • Di Lombok Timur, tepatnya di kota Pancor terdapat organisasi Nahdlatul Wathan, sebuah organisasi Islam lokal dengan pengaruh terbesar di Lombok.
  • Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu penyedia jasa tenaga kerja ke luar negeri, menurut data tahun 2003 dari BPS, terdapat 8.885 TKI yang berasal dari Lombok Timur. Sebagian besar bekerja di Malaysia, Arab Saudi dan Brunei Darussalam.
  • Di Kayangan dapat ditemukan pelabuhan penyeberangan (ferry) yang beroperasi 24 jam dan dikelola oleh PT. Indonesia Ferry (Persero) menuju pelabuhan penyeberangan Poto Tano (Kabupaten Sumbawa Barat, Pulau Sumbawa).

ReferensiSunting

Pranala luarSunting