Kabupaten Banjar

kabupaten di Kalimantan Selatan, Indonesia

Banjar adalah kabupaten di Kalimantan Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Martapura. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.688,00 km² dan berpenduduk sebanyak 555.611 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2020).[1] Kabupaten Banjar termasuk dalam calon wilayah metropolitan Banjar Bakula.[4]

Kabupaten Banjar
Transkripsi bahasa daerah
 • Jawiبنجر
Taman Hutan Raya Sultan Adam
Lambang resmi Kabupaten Banjar
Julukan: 
Kota Melayu Martapura
Motto: 
Barakat
(Banjar) Berkah
Peta
Kabupaten Banjar is located in Kalimantan
Kabupaten Banjar
Kabupaten Banjar
Peta
Kabupaten Banjar is located in Indonesia
Kabupaten Banjar
Kabupaten Banjar
Kabupaten Banjar (Indonesia)
Koordinat: 3°19′00″S 115°05′00″E / 3.31667°S 115.08333°E / -3.31667; 115.08333
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Selatan
Dasar hukumUU No. 27 Tahun 1959
Hari jadi14 Agustus 1950 (umur 71)
Ibu kotaMartapura
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • BupatiSaidi Mansyur
 • Wakil BupatiSaid Idrus Al Habsyi
Luas
 • Total4.688,00 km2 (1,810,05 sq mi)
Populasi
 • Total555.611
 • Kepadatan119/km2 (310/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 97,88%
Kristen 0,67%
- Protestan 0,42%
- Katolik 0,25%
Kepercayaan 0,64%
Hindu 0,46%
Buddha 0,33%
Konghucu 0,02%[1]
 • IPMKenaikan 69,89 (2021)
Sedang[2]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode area telepon0511
Pelat kendaraanDA xxxx B**/Q*
Kode Kemendagri63.03 Edit the value on Wikidata
DAURp 760.352.031.000,00- (2020)[3]
Semboyan daerahBaiman bauntung batuah
Situs webwww.banjarkab.go.id

SejarahSunting

 
Wilayah Kesultanan Banjar 1826-1860, dibagi dua wilayah regent (adipati) yaitu Martapoera dan Amonthaij
 
Pangeran Suria Winata, regent (Bupati) Martapura ke-2 pada masa kolonial Hindia Belanda

Sejak tahun 1826, terdapat perjanjian perbatasan antara Sultan Adam dengan pemerintah Hindia Belanda. Pada tahun 1835, sewaktu pemerintahan Sultan Adam Alwasiqubillah telah dibuat untuk pertama kalinya ketetapan hukum tertulis dalam menerapkan hukum Islam di Kesultanan Banjar yang dikenal dengan Undang-Undang Sultan Adam.[5] Tahun 1855, daerah Kesultanan Banjarmasin merupakan sebagian dari De zuider-afdeeling van Borneo termasuk sebagian daerah Dusun (Tamiang Layang) dan sebagian Tanah Laut.[6]

Dari beberapa sumber disebutkan ada beberapa tempat yang menjadi kedudukan raja (keraton) setelah pindah ke Martapura, seperti Kayu Tangi, Karang Intan dan Sungai Mesa. Tetapi dalam beberapa perjanjian antara Sultan Banjar dan Belanda, penanda tanganan di Bumi Kencana. Begitu juga dalam surat menyurat ditujukan kepada Sultan di Bumi Kencana Martapura. Jadi Keraton Bumi Kencana Martapura adalah pusat pemerintahan (istana kenegaraan) untuk melakukan aktivitas kerajaan secara formal sampai dihapuskannya Kesultanan Banjar oleh Belanda pada tanggal 11 Juni 1860.[7]

Setelah jatuh menjadi daerah protektorat Hindia Belanda, Sultan Banjar dan mangkubumi cukup hanya menerima gaji tahunan dari Belanda. Di bawah mangkubumi yang dilantik Belanda, daerah protektorat Kesultanan Banjar dibagi menjadi dua divisi yaitu divisi Banua Lima di bawah regent Raden Adipati Danu Raja dan divisi Martapura di bawah regent Pangeran Jaya Pamenang. Divisi Martapura terbagi dalam 5 Distrik, yaitu Distrik Martapura, Distrik Riam Kanan, Distrik Riam Kiwa, Distrik Benua Empat dan Distrik Margasari. Regent Martapura terakhir adalah Pangeran Suria Winata. Jabatan regent dihapuskan pada tahun 1884.

Status Kesultanan Banjar setelah dihapuskan masuk ke dalam Karesidenan Afdeeling Selatan dan Timur Borneo. Daerah-daerah bekas Kesultanan Banjar digabungkan dengan daerah-daerah yang sudah menjadi milik Belanda sebelumnya.

Wilayah Kalimantan Selatan dibagi dalam 4 afdeeling, salah satunya adalah afdeeling Martapura. Selanjutnya terjadi perubahan dalam keorganisasian pemerintahan Hindia Belanda. Sejak 1898 di bawah Afdeeling terdapat Onderafdeeling dan distrik.

Pembagian administratif tahun 1898 menurut Staatblaad tahun 1898 no. 178, Afdeeling Martapoera dengan ibu kota Martapura terdiri dari:[8]

  1. Onderafdeeling Martapoera terdiri dari: Distrik Martapura.
  2. Onderafdeeling Riam Kiwa dan Riam Kanan terdiri dari:
    1. Distrik Riam Kiwa
    2. Distrik Riam Kanan
  3. Onderafdeeling Tanah Laoet terdiri dari:
    1. Distrik Pleihari
    2. Distrik Maluka
    3. Distrik Satui

Afdeeling Martapoera terdiri dari 3 onderafdeeling, salah satunya adalah onderafdeeling Martapura dengan distrik Martapura. Dalam tahun 1902, Afdeeling Martapura membawahi 3 onderafdeeling: Martapura, Pengaron dan Tanah Laut.[9] Perubahan selanjutnya Martapura menjadi onderafdeeling di bawah Afdeeling Banjarmasin. Afdeeling dipimpin oleh Controleur dan Kepala Distrik seorang Bumiputera dengan pangkat Kiai. Setelah kedaulatan diserahkan oleh pemerintah Belanda kepada Republik Indonesia tanggal 27 Desember 1949, ditetapkan daerah Otonomi Kabupaten Banjarmasin. Daerah otonom Kabupaten Banjarmasin meliputi 4 Kawedanan.

DPRDS pada tanggal 27 Februari 1952, mengusulkan perubahan nama Kabupaten Banjarmasin menjadi Kabupaten Banjar yang disetujui dengan Undang-undang Darurat 1953, kemudian dikukuhkan dengan Undang-undang No. 27 Tahun 1959.[10]

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

Berikut merupakan daftar Bupati Banjar yang menjabat sejak pembentukannya pada tahun 1950.

No. Potret Bupati Partai Awal Akhir Periode Wakil Ref.
1   A. Basoeni Non Partai Agustus 1950 1952 1 Tidak ada
2   A. Roeslan Non Partai 1952 1953 2
3   Mochammad Yusran Non Partai 1953 1956 3
4   Mansjah bin Bajan Non Partai 1956 1 Agustus 1959 4 [11]
5   Gt. Masrudin Non Partai 1958 1959 5
6   H. A. Hudari Non Partai 1959 1960 6
7   Basri Non Partai 1960 1965 7
8   H. A. H. Budhi Gawis Non Partai 1965 1972 8
9   Soendijo Non Partai 1972 1977 9
1977 1982 10
10   Mochtar Sofyan Non Partai 1982 1987 11
11   Rusiansjah Non Partai 1987 1989 12
12   Faisal Hasanuddin Non Partai 1990 1995 13
(1990)
13   Abdul Madjid Non Partai 24 Maret 1995 1999 14
(1995)
[12]
14   Rudy Ariffin
(lahir 1953)
Non Partai 9 Agustus 2000 9 Agustus 2005 15
(2000)
Mawardi Abbas
15   Pangeran Khairul Saleh
(lahir 1964)
PAN 9 Agustus 2005 9 Agustus 2010 16
(2005)
Muhammad Hatim Salman
9 Agustus 2010 9 Agustus 2015 17
(2010)
Ahmad Fauzan Saleh
16   Khalilurrahman
(1945–2021)
PKB 17 Februari 2016 17 Februari 2021 18
(2015)
Saidi Mansyur [13][14][15]
17   Saidi Mansyur
(lahir 1987)
Partai NasDem 26 Februari 2021 Petahana 19
(2020)
Said Idrus [16][17]


Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Banjar dalam dua periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019[18] 2019-2024[19]
  PKB 5   5
  Gerindra 4   8
  PDI-P 3   2
  Golkar 13   8
  NasDem 3   7
  PKS 1   2
  PPP 7   5
  PAN 1   3
  Hanura 1   1
  Demokrat 4   4
  PBB 2   0
  PKPI 1   0
Jumlah Anggota 45   45
Jumlah Partai 12   10
Nomor Ketua Wakil Ketua Periode Keterangan
1 H. Rusli, S. AP, M.M. Siti Zulaikha, S. Ag.
M. Iqbal Khalilurrahman, S.H.
Saidan Pahmi, S. Pd.I.
2014 – 2019

KecamatanSunting

Kabupaten Banjar terdiri dari 20 kecamatan, 13 kelurahan, dan 277 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 542.204 jiwa dengan luas wilayah 4.668,00 km² dan sebaran penduduk 116 jiwa/km².[20][21]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Banjar, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
63.03.01 Aluh Aluh 19 Desa
63.03.11 Aranio 12 Desa
63.03.07 Astambul 22 Desa
63.03.13 Beruntung Baru 12 Desa
63.03.20 Cintapuri Darussalam 11 Desa
63.03.03 Gambut 2 12 Desa
Kelurahan
63.03.06 Karang Intan 26 Desa
63.03.02 Kertak Hanyar 3 10 Desa
Kelurahan
63.03.12 Mataraman 15 Desa
63.03.05 Martapura 7 19 Desa
Kelurahan
63.03.14 Martapura Barat 13 Desa
63.03.15 Martapura Timur 20 Desa
63.03.17 Paramasan 4 Desa
63.03.09 Pengaron 12 Desa
63.03.16 Sambung Makmur 7 Desa
63.03.08 Simpang Empat 15 Desa
63.03.10 Sungai Pinang 11 Desa
63.03.04 Sungai Tabuk 1 20 Desa
Kelurahan
63.03.19 Tatah Makmur 13 Desa
63.03.18 Telaga Bauntung 4 Desa
TOTAL 13 277

Pelayanan PublikSunting

EkonomiSunting

Sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani dari perkebunan karet yang rata-rata adalah kebun perseorangan. Selain itu perkebunan jeruk menjadi penopang hidup sebagian masyarakat yang merupakan produk unggulan dari Kecamatan Astambul. Keberadaan perusahaan lokal, nasional dan asing yang bergerak dibidang Tambang Batubara turut memberikan andil besar terhadap perekonomian di Kabupaten Banjar.

Tambang Batubara di kabupaten ini dikelola oleh perusahaan seperti PT. Pamapersada Nusantara, PT. Kalimantan Prima Persada, PT. Pinang Coal Indonesia dan lain-lain yang diawasi oleh Perusahaan Daerah (PD. Baramarta).

Sosial BudayaSunting

Suku BangsaSunting

Mayoritas penduduk Kabupaten Banjar berasal dari Suku Banjar sekitar 90%. Penduduk asli kabupaten Banjar berasal dari suku Banjar Kuala, namun banyak juga terdapat suku Banjar Hulu dan Banjar Batang Banyu yang berasal dari kawasan Banua Anam. Ada juga keturunan Arab dan Tionghoa yang mendiami pusat perkotaan, serta Suku Dayak Meratus yang mendiami wilayah pegunungan di kecamatan Paramasan. Di beberapa kawasan transmigrasi terdapat pula suku Jawa, Madura dan Sunda. Suku bangsa yang ada di Kabupaten Banjar antara lain:[22]

  1. Suku Banjar: 361.692 jiwa
  2. Suku Jawa: 29.805 jiwa
  3. Suku Bugis: 828 jiwa
  4. Suku Madura: 13.047 jiwa
  5. Suku Bukit: 1.737 jiwa
  6. Suku Mandar: 17 jiwa
  7. Suku Bakumpai: 34 jiwa
  8. Suku Sunda: 1.187 jiwa
  9. Suku lainnya: 3.554 jiwa

AgamaSunting

Mayoritas penduduk Kabupaten Banjar menganut agama Islam sekitar 99%. Agama Islam memberi pengaruh kuat pada kehidupan masyarakat Suku Banjar. Kota Martapura dikenal sebagai kota santri dan Serambi Mekkah, dimana terdapat masjid dan pesantren terbesar yaitu Masjid Agung Al-Karomah dan Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Di Martapura setiap tahun juga diadakan acara Haul Guru Sekumpul yang diperkirakan merupakan haul terbesar di Indonesia.

Selain penganut agama Islam, penganut agama lain seperti Kristen dan kepercayaan Kaharingan juga terdapat di Kabupaten Banjar, terutama di kecamatan Paramasan yang didiami Suku Dayak Meratus.

Lagu DaerahSunting

Lagu-lagu daerah yang berasal dari wilayah ini adalah:

  1. Sungai Martapura
  2. Hura Ahui
  3. Kambang Barenteng

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 29 Juli 2021. 
  2. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 8 Maret 2022. 
  3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 29 Juli 2021. 
  4. ^ "Konsep Metropolitan Banjar Bakula Akhirnya Diakui Pusat". Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. 4 Februari 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-25. Diakses tanggal 2011-04-11. 
  5. ^ "zamanbaru.pdf" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-06-16. Diakses tanggal 2011-05-16. 
  6. ^ (Belanda) J. B. J Van Doren (1860). Bydragen tot de kennis van verschillende overzeesche landen, volken, enz. 1. J. D. Sybrandi. hlm. 241. 
  7. ^ "melayuonline.com - Kesultanan Banjar". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-10-18. Diakses tanggal 2011-05-16. 
  8. ^ Saleh, Idwar; SEJARAH DAERAH TEMATIS Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942) di Kalimantan Selatan, Depdikbud, Jakarta, 1986.
  9. ^ "Administrative divisions in Dutch and British Borneo, 1902". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-05-24. Diakses tanggal 2011-06-24. 
  10. ^ Pemkab Banjar - Sejarah Kerajaan Banjar.pdf[pranala nonaktif permanen]
  11. ^ "SK Penguasa Perang Daerah Swatantra Tk. I Kalsel No. Kpts-086/Peperda/Kalsel mengenai Pembebasan sdr. Mansjah bin Bajan dari Jabatannya dengan Dinyatakan Non Aktif sebagai KDh. Swatantra Tk. II Banjar TMT 01 Agustus 1959, dan Penunjukan Sementara sdr. Mahjoe – Arif (Wakil Ketua DPD Swatantra Tk. II Banjar) untuk Melaksanakan Tugas KDh. Swatantra Tk. II Banjar". Banjarmasin: Jaringan Informasi Kearsipan Nasional. Diakses tanggal 18 Juni 2022. 
  12. ^ "Paparan Pelaksanaan Tugas dan Pertanggungjawaban Bupati KDh. Tk. II Banjar H. Abdul Madjid dalam rangka Berakhirnya Masa Jabatan : 24 Maret 1995 – 25 Maret 2000". Martapura: Jaringan Informasi Kearsipan Nasional. Diakses tanggal 18 Juni 2022. 
  13. ^ Maskuriah, Ulul, ed. (19 Desember 2015). "Pasangan Khos Menangkan Pilkada Banjar". Antaranews. Martapura: Antara Kalsel. Diakses tanggal 18 Juni 2022. 
  14. ^ "DPRD Tetapkan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Banjar". Infopublik.id. Martapura. 27 Januari 2016. Diakses tanggal 18 Juni 2022. 
  15. ^ "Kepala Daerah Dilantik Bawa Seribu Kue". antarakalsel.com. 17 Februari 2016. Diakses tanggal 4 Desember 2016. 
  16. ^ Hanafi, Imam, ed. (19 Februari 2021). "KPU Banjar tetapkan Saidi-Idrus bupati dan wakil bupati terpilih". Antaranews. Antara Kalsel. Diakses tanggal 18 Juni 2022. 
  17. ^ "Bupati Dan Wakil Bupati Banjar Resmi Dilantik". Pemerintah Kabupaten Banjar. Martapura. 26 Februari 2021. Diakses tanggal 18 Juni 2022. 
  18. ^ Kalsel AntaraNews: Seluruh parpol Banjar peroleh kursi[pranala nonaktif permanen], diakses 25 Juli 2015
  19. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Banjar 2019-2024
  20. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  21. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  22. ^ Sumber: Badan Pusat Statistik - Sensus Penduduk Tahun 2000

Pranala luarSunting