Banjar Bakula atau disebut juga Metropolitan Banjarmasin Raya mencakup Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, sebagian kecamatan di Kabupaten Banjar, sebagian kecamatan di Barito Kuala, dan sebagian kecamatan di Tanah Laut dengan luas 340.446 Ha (9,07 % luas wilayah Kalsel) dan jumlah penduduk kawasan ini tahun 2010 sekitar 1.904.427 jiwa (52,52% dari jumlah penduduk Kalsel). Banjarbakula (Kota Banjarmasin-Kota Banjarbaru-Kab Banjar-Kab Barito Kuala-Kab Tanah Laut) merupakan salah satu pusat metropolitan baru di luar Pulau Jawa yang diamanatkan dalam RPJMN 2014-2019 dan PP No.13 Tahun 2017 tentang Perubahan RTRW Nasional. Banjarbakula akan dikembangkan sebagai Kawasan Metropolitan berbasis potensi penambahan udara yang dilengkapi peluang industri dan pariwisata. Kawasan Metropolitan ini juga bagian dari Kawasan Pengembangan Strategis atau WPS 22 Palangkaraya-Banjarmasin-Batulicin, yang menghubungkan antara Pusat Kegiatan Nasional atau PKN Balikpapan-Samarinda dan PKN Palangkaraya, sehingga Banjarbakula memiliki peran penting sebagai pusat pengumpulan dan distribusi hasil produksi Pulau Kalimantan.[1][2] [3][4][5][6][7][8][9]

Konsep penggabungan kelima daerah itu sudah lama dikenal yang dahulu disebut dengan akronim Banjarmaskuala, namun wilayah KSP Banjar Bakula tidak mencakup keseluruhan kawasan Banjarmaskuala.

Berbeda dengan metropolitan lainnya, KSP Banjar Bakula terdiri dua akronim yang terpisah yaitu Banjar yang dimaksud kota kembar tiga dengan awalan yang sama yaitu Banjarmasin, Banjarbaru dan kabupaten Banjar yang juga sering dinamakan Tri Banjar, sedangkan Bakula yang dalam bahasa Banjar artinya bersaudara/berkerabat, merupakan akronim dari kabupaten Barito Kuala dan Tanah Laut.

KSP Banjar Bakula sedang diperjuangkan untuk ditingkatkan statusnya menjadi Kawasan Strategis Nasional/KSN Banjar Bakula. Sedangkan untuk kota Banjarmasin akan ditingkatkan statusnya menjadi Pusat Kegiatan Nasional, dan Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru akan ditingkatkan statusnya menjadi Pusat Kegiatan Wilayah.

Pada rencana Metropolitan Banjarmasin Raya ini awalnya hanya meliputi 3 daerah yang semula bernama metropolitan BBM yang merupakan kependekan dari Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura (ibu kota Kabupaten Banjar).

KSP Banjar Bakula dengan Kota Inti Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru memiliki potensi sumberdaya alam yang melimpah seperti batu bara dan biji besi serta didukung oleh Pelabuhan Trisakti, Bandara Syamsudin Noor dan Rencana Jalan Tol Banjarmasin-Liang Anggang-Landasan Ulin.

Wilayah perkotaan Banjar Bakula berada pada ketinggian -015–500 m dari permukaan laut, dengan ketinggian 0–7 m, 7-25 m, 25-100 m, 100-250 m dan 250-500 m.

Kawasan ini juga memiliki garis pantai yang membentang mulai dari kawasan muara sungai Barito, Pantai Batu Lima, Pantai Takisung sampai Pantai Batakan.

ReferensiSunting

Keputusan Gubernur Kalsel No. 188.44/0295/KUM/2012 tanggal 18 Juni 2012 Tentang Pembentukan Badan Koordinasi Kerjasama Pembangunan Kawasan Perkotaan Metropolitan Banjar Bakula).


Pranala luarSunting

Catatan kakiSunting