Kapal uap, kapal api, atau disebut juga sebagai Steamer, adalah kapal yang digerakkan dengan tenaga uap yang menggerakkan baling-baling ataupun roda kayuh. Kapal uap lintas lautan dikenal dengan istilah steam ship atau disingkat menjadi SS, S.S. atau S/S. Setelah pembuatan kapal layar makin berkembang dan kebutuhan berlayar,[1] yang lebih cepat mulai dirasakan, sedangkan kapal layar mempunyai berbagai keterbatasan maka kemudian kapal uap kemudian menjadi primadona transportasi baru.

Kapal uap kecil di Jerman yang masih digunakan untuk tujuan Pariwisata

Kapal uap mulai digunakan setelah ditemukannya mesin uap di Inggris oleh James Watt yang memunculkan revolusi industri yang juga merupakan revolusi bahan bakar sebab pada masa itu mulai digunakan batu bara dengan skala yang lebih luas menggantikan kayu bakar. Dalam skala pelayaran, steam ship ditemukan oleh John Fitch pada tahun 1787 dengan melayari Sungai Delaware, Amerika Serikat, kemudian Robert Fulton pada 1802.

Awalnya karena kekurangpercayaan pembuat kapal dan awak kapal, kapal kapal uap masih menggunakan tiang-tiang tiggi dan dilengkapi dengan layar cadangan untuk mengantisipasi apabila bahan bakar pada tungku uap habis. Model kapal seperti itu dapat ditemukan pada kapal perang masa Pra Dreadnought sebelum tahun 1906. Sebagai contoh kapal perang type Asahi (Jepang) atau Borodino (Rusia) yang terlibat perang laut di Teluk Tsushima pada Perang Jepang-Rusia tahun 1902.

Lihat pula

sunting

Rujukan

sunting
  1. ^ Aneka Kapal dari Zaman ke Zaman Under Their Own Steam: A History of Steamships