Buka menu utama

Selangor

Negara bagian Malaysia di Semenanjung Malaya
سلاڠور دار الإحسان
Selangor Darul Ehsan
Flag of Selangor.svg Coat of arms of Selangor.svg
Bendera Negeri Lambang Negeri
Motto: Dipelihara Allah
MalaysiaSelangor.png
Ibukota Shah Alam
Kota Besar Klang
Sultan Sultan Sharafuddin Idris Shah Al-Haj
Menteri Besar Amirudin Shari (PKR)
Wilayah 7.956 km2
Penduduk 4.613.900 jiwa
Lagu negara bagian Duli Yang Maha Mulia

Selangor (juga disebut Selangor Darul Ehsan) merupakan salah satu dari tiga belas negara bagian yang membentuk Malaysia. Ia terletak di tengah-tengah Semenanjung Malaysia di pantai barat dan mengelilingi Kuala Lumpur dan Putrajaya. [1] Negara bagian ini juga berbatasan dengan Perak di utara, Pahang di timur, Negeri Sembilan di selatan dan Selat Malaka di sebelah barat.

Selangor adalah negara bagian dengan jumlah penduduk terbanyak di Malaysia. Selangor juga merupakan negara bagian terkaya di Malaysia, berdasarkan Produk domestik bruto (PDB) dan dinyatakan sebagai negara bagian maju pada 27 Agustus 2005.

Daftar isi

EtimologiSunting

Asal nama Selangor tidak jelas, walaupun beberapa sumber menyatakan bahwa namanya telah diambil dari kata "Selangau", yaitu sejenis lalat besar, karena jumlah lalat yang ada dekat dengan Sungai Selangor, di bagian barat laut negara bagian ini . Satu lagi teori mengatakan bahwa nama negara bagian ini diambil dari frasa "Selang Ur" berarti "tanah selat" ("ur" berarti "tanah" dalam bahasa Tamil). [2], [3]

SejarahSunting

Pada abad ke-15, Selangor terletak di bawah pemerintahan Malaka. Setelah kejatuhan Malaka, ia menjadi rebutan di antara penjajah Portugis, Johor, Aceh dan Siam. Setelah Belanda mengalahkan Portugis di Malaka, mereka membawa masuk tentara bayaran Bugis dari Sulawesi. Ini menyebabkan kaum Minangkabau yang lebih dulu (100 tahun awal) datang dari Sumatra terpaksa pindah.

Pada abad ke-19, kemajuan ekonomi akibat pertambangan bijih timah dan penanaman pohon karet menarik banyak pendatang Cina. Kaum Tionghoa ini membentuk kongsi gelap dan berpakat dengan pembesar Selangor merebut kekayaan ini. Suasana kucar-kacir ini memberi peluang kepada Inggris untuk memaksa Sultan Selangor menerima seorang Residen Inggris di Klang pada 1874 yaitu JG Davidson. Taktik ini efektif bila Inggris berhasil mengontrol kondisi dan Selangor kembali makmur.

GeografiSunting

 
Shah Alam, ibu kota Selangor

Selangor umumnya merupakan area yang landai. Ia terletak antara Pegunungan Titiwangsa dan Selat Malaka.

Selangor terbagi atas 9 distrik, yaitu: -

Kota-kota utama di Selangor adalah Shah Alam (ibu kota negara bagian), Klang, Kajang, Banting, Petaling Jaya, Subang Jaya, Puchong, Rawang dan Semenyih.

PemerintahSunting

Selangor mengamalkan sistem monarki. Sultan negara bagian ini merupakan Ketua Konstitusi Negeri. Sejak tahun 2001, gelar Sultan telah dipegang oleh Sultan Sharafuddin Idris Shah Al-Haj. Di bawah konstitusi negara bagian, kekuasaan legislatif dimiliki oleh Majelis Negeri. Dewan ini menunjuk anggota Dewan untuk membentuk Majelis Permusyawaratan Pemerintah (EXCO).

EXCO, yang dipimpin oleh Menteri Besar Tan Sri Abdul Khalid bin Ibrahim dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) sejak 10 Maret 2008, memegang kekuasaan eksekutif dan merupakan badan yang membuat kebijakan pemerintah negara bagian. Menteri Besar yang diangkat oleh Sultan adalah dari partai politik yang memenangkan kursi yang terbanyak di dalam Dewan Undangan.

Agensi pemerintah negara bagianSunting

  1. Departemen Sekretaris Pemerintah Selangor
  2. Kantor Tanah dan Mineral Selangor
  3. Perbendaharaan Negeri Selangor
  4. Departemen Agama Islam Selangor
  5. Departemen Mufti Negeri Selangor
  6. Departemen Kehakiman Syariah Selangor
  7. Departemen Kehutanan Selangor
  8. Departemen Pertanian Selangor
  9. Departemen Pekerjaan Umum Selangor
  10. Departemen Kebajikan Masyarakat Selangor
  11. Departemen Perencanaan Kota dan Desa Selangor
  12. Departemen Layanan Hewan Selangor

  • Departemen Pengairan dan pembuangan Selangor
  • Lembaga Museum Selangor
  • Lembaga Kelola Air Selangor
  • Lembaga Zakat Selangor
  • Lembaga Perumahan dan Properti Selangor
  • Dewan Agama Islam Selangor
  • Dewan Olahraga Negeri Selangor
  • Perusahaan Kemajuan Negeri Selangor
  • Perusahaan Kemajuan Pertanian Selangor
  • Perusahaan Perpustakaan Umum Selangor
  • Selcat
  • EkonomiSunting

     
    Kawasan perindustrian Bukit Raja Selatan di Shah Alam.

    Selangor memiliki sebuah pasar ekonomi yang maju dan terbuka dengan PDB (rilis dalam negara kasar) per kapita (PPP) yang tertinggi di Malaysia yaitu sekitar USD 33,147 pada tahun 2008, sebanding dengan nilai per kapita negara Eropa barat dan Hong Kong. Bidang ekspor, industri, pertanian dan layanan merupakan aspek-aspek terpenting dalam ekonomi Selangor.

    Perindustrian dan perdaganganSunting

    Sektor perindustian penyokong utama terhadap intensitas ekonomi negara bagian yaitu berkontribusi lebih 58% dalam PDB negara bagian pada tahun 2008, malah ia merupakan nadi ekonomi negara. Selangor memiliki sektor pembuatan seperti elektronik, bahan kimia dan kendaraan otomotif yang terbesar di Malaysia, seperti mobil proton dan perodua. Banyak pabrik-pabrik dari luar Malaysia yang berbasis di negara bagian ini antaranya Panasonic dari Jepang, Procter & Gamble dan LG dari Amerika Serikat, [[Unilever] ] dari Belanda, Nokia dari Swedia dan banyak lagi. Antara area industri yang terkenal adalah di Shah Alam, Subang Jaya, Klang, Kajang, Rawang, Selayang, Ampang Jaya dan Petaling Jaya.

    Pelabuhan Klang yang merupakan faktor utama kemajuan industri di Selangor, pelabuhan ini juga merupakan pelabuhan yang tersibuk dan terpenting di Malaysia. Selangor juga menjadi atraksi utama investor asing dari luar negeri.

    PertanianSunting

    Selain terkenal dengan industri dan pelabuhan, bidang pertanian juga semakin berkembang maju walaupun hanya berkontribusi 3.1% ke PDB negara bagian. Antara kerjayaan yang telah dialami adalah seperti Selangor Fruit Valley merupakan produsen buah tropis terbesar dunia seperti belimbing, pepaya dan pisang. Begitu juga dengan sawah di Kuala Selangor yang diurus secara perkebunan dengan metode pengairan serta penanaman modern, berhasil mengeluarkan hasil rata-rata sehektar tertinggi di negara ini yaitu lebih 7 ton sehektar. Aktivitas pertanian kelapa sawit dan karet juga dilakukan di negara bagian ini.

    LayananSunting

    Sektor layanan penyokong terbesar terhadap PDB negara bagian yaitu sebesar 38%.

    Lihat pulaSunting

    Catatan KakiSunting

    Pranala luarSunting