Buka menu utama

Wikipedia β

Kepulauan Spratly

Kepulauan Spratly (bahasa Tionghoa: 南沙群岛, bahasa Tagalog: Kapuluan ng Kalayaan, bahasa Vietnam: Quần đảo Trường Sa) adalah gugus kepulauan di Laut China Selatan yang dipersengketakan beberapa negara di sekitarnya. Dinamakan menurut kapten Richard Spratly dari Inggris yang melihat pulau ini pada tahun 1843.

Daftar isi

Letak geografisSunting

  • Letak: Laut China Selatan
  • Koordinat: 4° LU - 11°30' LU dan 109°30' BT - 117°50' BT.
  • Luas lautan: 244.700 km persegi
  • Luas daratan: 3 km persegi
  • Jumlah pulau: 230

Potensi SDASunting

Negara-negara yang mengajukan klaim tentunya bukan tergiur akan luas daratan kepulauan Spratly yang hanya 3 km persegi itu, melainkan potensi sumber daya alam yang terkandung di kawasan seluas hampir 2 kali pulau Jawa itu. Di bawah permukaan laut kepulauan tersebut disinyalir memiliki kandungan gas dan minyak bumi yang sangat besar, selain itu juga strategis sebagai pos-pos pertahanan militer.

Negara yang mengajukan klaimSunting

Klaim penuhSunting

Klaim sebagianSunting

  • Malaysia, mengklaim 12 pulau dan menguasai 5 pulau.
  • Filipina, mengklaim 27 pulau dan menguasai 8 pulau.
  • Brunei Darussalam, mengklaim 3 pulau yang paling selatan namun tidak menguasai pulau tertentu.

Klaim ZEESunting

Indonesia hanya mengklaim sebagian wilayah kepulauan Spratly ke dalam Zona Ekonomi Ekslusif 200 mil pada tahun 1980 sehingga Indonesia merasa berhak atas eksploitasi ekonomi di sebagian kawasan tersebut tanpa perlu mengajukan klaim teritorial. Namun, sebenarnya bila kawasan tersebut benar menjadi kawasan teritorial negara lain yang bersengketa, sebenarnya klaim ZEE tersebut akan berubah karena negara yang berhak teritorial juga akan mempunyai klaim ZEE sendiri atas laut di sekitar kepulauan tersebut.

Kondisi militerSunting

  • Republik Rakyat Tiongkok, saat ini menguasai 7 pulau dan tengah membangun sebuah kota dengan memindahkan penduduk dari Tiongkok daratan ke pulau yang dikuasainya.
  • Republik Tiongkok/Taiwan, menguasai 1 pulau dan memiliki pos militer di pulau itu.
  • Vietnam, menguasai 29 pulau dan mengajukan klaim penuh atas Kepulauan Spratly.
  • Malaysia, menguasai 5 pulau dan memiliki 2 pos militer.
  • Filipina, menguasai 8 pulau dan memiliki 4 pos militer.
  • Brunei Darussalam, tidak menguasai pulau tertentu dan tidak mengirim tentara ke kawasan yang dipersengketakan.
  • Indonesia, tidak menguasai pulau tertentu dan tidak mengirim tentara ke kawasan yang dipersengketakan. Indonesia melakukan klaim ZEE atas Spratly.

Pranala luarSunting