Buka menu utama

Pangeran Ismail bergelar Tuan Raden Dipati Ratu Anum Ismail atau Ratu Anom Mangkubumi Sukma Dilaga[2] adalah Wazir mu'adlam atau Perdana Menteri[4]
atau mangkubumi Kesultanan Banjar. Ia merupakan putera kedua Sunan Nata Alam.

Ratoe Anom Ismail[1]
Mangkubumi Kesultanan Banjar
Masa kekuasaan17791823
Anak1. ♂ Pangeran Su'ud[2]

2. ♂ Pangeran Sungging Anum[2][3]
3. ♂ Pangeran Cakra Utu[2]

4. ♀ Ratu Dipati[2]
WangsaDinasti Banjarmasin
AyahSunan Nata Alam

Ia menjabat mangkubumi mendampingi Sunan Nata Alam (ayahandanya) dan sultan berikutnya yaitu Sultan Sulaiman (kakandanya).

Menurut tradisi kesultanan Banjar yang berlaku pada saat itu, di antara putera-putera dari seorang Sultan yang sedang berkuasa, maka putera sulung (Pangeran Ratu) dari permaisuri akan dilantik sebagai Sultan Muda dan putera kedua (Raden Dipati) dari permaisuri akan dilantik sebagai mangkubumi (Pangeran Mangkubumi) untuk menggantikan mangkubumi sebelumnya yang meninggal dunia.

Sebelum menjabat mangkubumi namanya adalah Pangeran Ismail atau Pangeran Mangkudilaga. Ratoe Anom Ismail/Ratu Anom Mangkudilaga mendapat fitnah dengan tuduhan akan melakukan kudeta terhadap Sultan Sulaiman sehingga ia dihukum bunuh oleh abangnya yang juga besannya yaitu Sultan Sulaiman.[5][2][6]

Ratoe Anom Ismail pernah mengirim surat kepada Gubernur-Jenderal VOC Pieter Gerardus van Overstraten tertanggal 14 Juli 1779 dan surat tersebut diterima di Batavia tanggal 15 Agustus 1779 (Cod.Or.2239)[7]

Pendahulunya sebagai Mangkubumi adalah Pangeran Mas Dipati bergelar Ratu Anum Kasuma Yuda (m. 1760-1779).

Catatan kakiSunting

  1. ^ (Indonesia) Hindia- Belanda (1965). Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia- Belanda 1635-1860. Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat. hlm. 87. 
  2. ^ a b c d e f Saleh, Mohamad Idwar (1986). Tutur Candi, sebuah karya sastra sejarah Banjarmasin,. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah,. hlm. 157. 
  3. ^ menantu Sultan Sulaiman Saidullah
  4. ^ (Indonesia) Hindia- Belanda (1965). Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia- Belanda 1635-1860. Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat. hlm. 87. 
  5. ^ (Belanda) "Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde". Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. 1860: 98. 
  6. ^ (Belanda) Rees, Willem Adriaan (1865). De bandjermasinsche krijg van 1859-1863. D. A. Thieme. hlm. 2. 
  7. ^ (Inggris) (1998)Codices manuscripti. 25. E.J. Brill. 

Pranala luarSunting

Didahului oleh:
Ratu Anum Kasuma Yuda
Mangkubumi
1779-1823
Diteruskan oleh:
Pangeran Mangkoe Boemi Nata