Buka menu utama

Kiai Adipati Singasari (1778-1835) adalah adipati (gubernur) Banua Lima yang beribu kota di Sungai Banar (sekarang Amuntai Selatan) pada masa pemerintahan Sultan Banjar Sunan Nata Alam. Negeri-negeri Banua Lima merupakan wilayah inti (Negara Agung) dari provinsi pedalaman Kesultanan Banjar, yang dahulunya memiliki pusat pemerintahan (keraton) yang serupa dengan keraton di pusat Kesultanan Banjar (Martapura). Negeri-negeri Banua Lima merupakan bekas wilayah utama Kerajaan Negara Daha yang dijadikan keadipatian/provinsi yang diperintah oleh Kesultanan Banjar. Negeri-negeri Banua Lima ini sekarang dikenal sebagai wilayah Batang Banyu (disebut juga daerah aliran sungai Negara). Menurut Hikayat Banjar dan Kotawaringin, keluarga istana Negara Daha yang telah dikalahkan oleh Sultan Banjar ini, kemudian menyingkir ke wilayah Pahuluan untuk mempertahankan kepercayaan lama pra-Islam dan memperoleh pembagian daerahnya sendiri yaitu negeri Alai (Distrik Batang Alai) yang diperintah oleh keturunannya sendiri. Pada masa Sultan Sulaiman, ibu kota Banua Lima berpindah dari kota Negara ke kota Sungai Banar (Amuntai Selatan). Keturunan Kiai Adipati Singasari termasuk golongan anak cucu orang sepuluh (Nanang-nanangan Raja) yang berhak memakai gelar bangsawan rendah yaitu gelar Nanang (Anang) untuk keturunan lelaki dan Alooh (Galuh) untuk keturunan perempuan[1]

Kiai Adipati Singasari
Adipati Banua Lima
Masa kekuasaan1778-1835
PenggantiKiai Adipati Danuraja
PasanganAluh Arijah
Anak1. ♀ Nyai Srikandi

2. ♀ Nyai Rika
3. ♀ Alooh Amimah
4. ♂ Temenggung Dipanata
5. ♀ Alooh Oengka
6. ♀ Alooh Angool
7. ♀ Nyai Ratu Sepuh (diperisteri Sultan Sulaiman Rahmatullah, Raja Banjar)
8. ♂ Kiai Temenggung Warganata
9. ♀ Alooh Noersari
10. ♀ Alooh Simah
11. ♀ Alooh Aloes

12. ♀ Alooh Baraoe
WangsaDinasti Banua Lima

Relasi dengan Sultan BanjarSunting

Kiai Adipati Singasari merupakan mertua Sultan Sulaiman Rahmatullah (bin Sunan Nata Alam) dan kakeknda dari Sultan Adam, Pangeran Mangkoe Boemi Nata (Pangeran Husin), Pangeran Perbatasari, Ratu Hadji Moesa, Pangeran Kasir dan Ratu Sungging Anum.

ADIPATI BANUA LIMA
Kiai Adipati Singasari
(memiliki anak 12 orang)
Kiai Temenggung Dipanata
(mempunyai anak 7 orang)
PERMAISURI SULTAN BANJAR
Nyai Ratu Sepuh
(mempunyai 6 anak dengan Sultan Sulaiman Rahmatullah)
Kiai Temenggung Warganata
(mempunyai anak 5 orang)
SULTAN BANJAR
Sultan Adam
(mempunyai anak 11 orang)
MANGKUBUMI BANJAR
Pangeran Mangkoe Boemi Nata (P. Husin)
(mempunyai anak 17 orang)
Pangeran Perbatasari
(mempunyai anak 5 orang)
PERMAISURI RAJA KUSAN
Ratu Haji Moesa
(mempunyai 3 anak dengan Pangeran Hadji Moesa raja Kusan II)
Pangeran Kasir
(mempunyai anak 17 orang)
Ratu Sungging Anum
tidak mempunyai anak, diperisteri Pangeran Sungging Anum
bin Ratu Anum (ismail) Mangkubumi Sukma Dilaga

Relasi dengan Regent AmoentaijSunting

Kiai Adipati Singasari merupakan kakek Radhen Adipatie Danoe Radja.

ADIPATI BANUA LIMA
♂ Kiai Adipati Singasari
(memiliki anak 12 orang)
Kiai Temenggung Dipanata
(mempunyai anak 7 orang)
Alooh Oengka
(mempunyai anak 4 orang)
PERMAISURI SULTAN BANJAR
Nyai Ratu Sepuh
(mempunyai 6 anak dengan Sultan Sulaiman Rahmatullah)
REGENT AMOENTAIJ
Kiai Adipatie Danoe Radja
mempunyai anak:
1. Kiai Temenggung Mangkunata Kusuma
2. Kiai Temenggung Ngabei Wargakusuma
3. Hadji Temenggung Kasuma Juda Negara
Nyai Intan
diperisteri Pangeran Mangkoe Boemi Nata, mempunyai anak:
1. Ratu Siti (ibu Pg. Hidayatullah II)
Alooh Namir
(mempunyai anak 3 orang)
Mahmud
(tidak mempunyai anak)

Relasi dengan Raja Kusan dan Raja Pulau LautSunting

Kiai Adipati Singasari leluhur raja-raja Pulau Laut.

ADIPATI BANUA LIMA
♂ Kiai Adipati Singasari
(memiliki anak 12 orang)
♀ Nyai Ratu Sepuh
(mempunyai 6 anak dengan Sultan Sulaiman Rahmatullah - Sultan Banjar)
PERMAISURI RAJA KUSAN
♀ Ratu Haji Musa/Ratu Salamah
(memiliki 3 anak dengan Pangeran Hadji Moesa - raja Kusan II.[1])
Pangeran Muhammad NafisRAJA KUSAN-PULAU LAUT
Pangeran Abdoel Kadir
(beristeri ♀ Gusti Abun Sari binti Pangeran Mangkoe Boemi Nata)
PENGUASA BATULICIN
Pangeran Panji
(beristeri ♀ Aji Landasan binti Raja Aji Jawi, tidak memiliki keturunan)


Didahului oleh:
belum diketahui
Adipati Banua Lima
1778-1835
Diteruskan oleh:
Kiai Adipati Danuraja

Catatan kakiSunting

Pranala luarSunting