Buka menu utama


Goesti Mad Said bergelar Pangeran Muhammad Said kemudian Panembahan Muda (memerintah: 1862-1875) adalah salah seorang pejuang Perang Banjar/Perang Barito.[5] Panembahan Muhammad Said adalah putera sulung Pangeran Antasari, ia bersama saudaranya Sultan Muhammad Seman meneruskan perjuangan ayahandanya Pangeran Antasari melawan kolonial Hindia Belanda. Tidak lama setelah wafatnya Pangeran Antasari, Gusti Mat Said menetap di Bundang di tepi sungai Laung. Dalam Dewan Pagustian ia menjadi mangkubumi dan meninggal tahun 1875. Setelah ia meninggal posisinya digantikan oleh puteranya Gusti Muhammad Tarip yang bergelar Pangeran Perbatasari pada 1875.[6]

Panembahan Muda Muhammad Said
Mangkubumi Kesultanan Banjar
GelarGusti MatSaid
PenggantiPangeran Perbatasari
Pasangan1. Putri Bulan[1]
2. Saranti binti Aling[2][3][4]
Anak1. ♂ Pangeran Perbatasari

2. ♂ Pangeran Prabu Anom

3. ♂ Gusti/Pangeran Muhammad Arsyad
WangsaDinasti Banjarmasin
AyahPangeran Antasari

Puteranya tiga orang yaitu:

  1. Gusti Muhammaad Tarip gelar Pangeran Perbatasari (tertangkap di Pahu, Kutai tahun 1884 dibuang ke kampung Jawa Tondano[7]
  2. Gusti Abdullah gelar Pg. Prabu Anom
  3. Gusti (Pangeran) Muhammad Arsyad (suami Ratu Zaleha), diasingkan ke Kampung Empang, Bogor pada 1 Agustus 1904.

Orang-orang yang tidak mendapat pengampunan dari pemerintah Kolonial Hindia Belanda:[8]

  1. Antasari dengan anak-anaknya
  2. Demang Lehman
  3. Amin Oellah
  4. Soero Patty dengan anak-anaknya
  5. Kiai Djaya Lalana
  6. Goseti Kassan dengan anak-anaknya

RelasiSunting

Panembahan Muda Muhammad Said merupakan anak Pangeran Antasari.[9][10]

SULTAN BANJAR 1663-1700
♂ Raden (Ratu) Bagus
Sultan Amarullah Bagus Kasuma
Pangeran Suria Angsa
Pangeran Suria Diwangsa
Pangeran Suria Dilaga
Pangeran Agung
Pangeran Martanegara
Sultan Tahlil-Allah[11]
Sultan Tahir-Allah[12][13]
SULTAN BANJAR 1700-1717
♂ Pangeran Suria Alam
Sultan Tahmid-Allah
Panembahan Kuning
(+ ....)[14]
SULTAN BANJAR 1730-1734
♂ Sultan Tahmid Billah
Sultan Hamidullah[15]
Sultan il-Hamid-illah
Sultan Kuning
Koning (Raja) Dachmet Door(1733)[16]
(+ 1734)[17]
SULTAN BANJAR 1759-1761
♂ Pangeran Ratu Anum
Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah
Sultan Muhammadillah
(b. 1730, + 16 Januari 1761)[18]
RAJA KUSAN
♂ Pangeran (Sultan) Amir[19]
♂ Pangeran Masoöd / Masohut (Mas'ud)[20]
PANEMBAHAN BANJAR 1862
♂ Gusti Inu Kartapati
Pangeran Antasari
Panembahan Amiruddin
Khalifatul Mukminin
(+ 11 Oktober 1862)
SULTAN BANJAR 1875-1905
♂ Gusti Mad Seman
Pangeran Muhammad Seman
Sultan Muhammad Seman
(+ 24 Januari 1905)
MANGKUBUMI BANJAR 1862
PANEMBAHAN BANJAR 1862-1875[21]
♂ Gusti Mad Said
Pangeran Muhammad Said
Panembahan Muda
(+ 1875)
♀ Putri Hasiah
(diperisteri Pangeran Wira Kasuma)
MANGKUBUMI BANJAR 1875-1885
♂ Gusti Muhammad Tarip
Pangeran Perbatasari
PANGERAN BANJAR
♂ Gusti Muhammad Arsyad
(+ 1938)
PANGERAN BANJAR
♂ Gusti Abdullah
Pangeran Prabu Anom
♂ Gusti ..........♂ Gusti Muhammad Husein♀ Hj. Gusti Hindun
♂ Gusti ..........♂ Gusti Abdul Wahab♀ Gusti ..........
♂ Gusti ........

ReferensiSunting

  1. ^ http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.com/2011/06/silsilah-kerajaan-banjar.html Silsilah Kerajaan Banjar Sumber: Kerajaan2 Indonesia: An alphabetical enumeration of the former princely states of Indonesia, from the earliest time to the modern period, with simplified genealogies and order of succession by Hans Haegerdal.
  2. ^ (Belanda) Verzameling der merkwaardigste vonnissen gewezen door de Krijgsraden te velde in de Zuid- en Ooster-afdeeling van Borneo gedurende de jaren 1859-1864: bijdrage tot de geschiedenis van den opstand in het Rijk van Bandjermasin. Ter Landsdrukkerij. 1865. hlm. 33. 
  3. ^ (Indonesia) Mayur, Gusti (1979). Perang Banjar. Rapi. hlm. 16. 
  4. ^ (Indonesia) Sjamsudin, Helius (1982). Antasari. Balai Pustaka. hlm. 17. 
  5. ^ Regnal Chronologies Southeast Asia: the Islands
  6. ^ (Indonesia) Sjamsuddin, Helius (2001). Pegustian dan Temenggung: akar sosial, politik, etnis, dan dinasti perlawanan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, 1859-1906. Balai Pustaka. hlm. 325. ISBN 979666626X.  ISBN 9789796666263
  7. ^ http://www.masjidrayavip.org/index.php?option=com_content&view=article&id=74:pejuang-islam-yg-terasing-di-tanah-minahasa&catid=56:artikel-umum&Itemid=88
  8. ^ (Belanda) de Heere, G. A. N. Scheltema (1863). Staatsblad van Nederlandisch Indië. Ter Drukkerij van A. D. Schinkel. hlm. 118. 
  9. ^ M. Idwar Saleh, Sri Sutjiatiningsih (1-1-1993). Pangeran Antasari. Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 75. 
  10. ^ Goh, Yoon Fong (2013). Perdagangan dan Politik: Banjarmasin 1700-1747. Yogyakarta, Indonesia: Lilin Persada Press. hlm. 33. 
  11. ^ (Inggris) "Rulers in Asia (1683 – 1811): attachment to the Database of Diplomatic letters" (PDF). Arsip Nasional Republik Indonesia. hlm. 48. Diakses tanggal 2019-01-05. 
  12. ^ https://britishlibrary.typepad.co.uk/asian-and-african/2015/08/early-malay-trading-permits-from-borneo.html
  13. ^ https://blogs.bl.uk/asian-and-african/2015/08/early-malay-trading-permits-from-borneo.html
  14. ^ https://sejarah-nusantara.anri.go.id/id/search_letters/?ruler=Tahmidullah
  15. ^ https://sejarah-nusantara.anri.go.id/id/search_letters/?ruler=Sultan%20Hamidullah
  16. ^ (Indonesia) Hindia-Belanda (1965). Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia- Belanda 1635-1860 (PDF). Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat. hlm. 228. 
  17. ^ (Belanda) van Rees, Willem Adriaan (1865). De bandjermasinsche krijg van 1859-1863. 1. D. A. Thieme. hlm. 13. 
  18. ^ https://plus.google.com/photos/photo/104506069717580147857/6285848594188541234
  19. ^ Sebagai ahli waris almarhum Sultan Muhammad yang berhak menduduki tahta Kesultanan Banjar, maka pada tahun 1785 Pangeran Amir dengan bantuan orang Bugis dari Pasir menggempur Pangeran Nata Dilaga (Sultan Tahmidillah 2, raja usurpator). Pada 14 Mei 1787 ia tertangkap oleh VOC-Belanda dan dalam bulan Juni tahun itu juga ia dikirim ke Betawi dan selanjutnya dibuang ke Ceylon, Sri Lanka.
  20. ^ http://www.de-paula-lopes.nl/downloads/bandjermasingen40.htm
  21. ^ http://web.raex.com/~obsidian/seasiaisl.html#Bandjarmasin

Pranala luarSunting