Stasiun Kedungjati

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Kedungjati (KEJ) (bahasa Jawa: ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦏꦼꦝꦸꦔꦠꦶ, translit. Sêtasiyun Kedhungjati) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Kedungjati, Kedungjati, Grobogan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +36 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang.

Stasiun Kedungjati
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun KEJ.png
  • Singkatan: KEJ
  • Nomor: 3201
Stasiun Kedungjati 2019.jpg
Stasiun Kedungjati, 2019
AlamatKedungjati, Kedungjati, Grobogan
Jawa Tengah
Ketinggian+36 m
Letak
OperatorDaerah Operasi IV Semarang
Konstruksi
Jumlah jalur3 (jalur 2: sepur lurus)
Jumlah peron4 (satu peron sisi dan tiga peron pulau yang agak tinggi). Stasiun ini merupakan stasiun pulau.
Fasilitas
  • Parkir
  • Ruang VIP
  • Toilet
Informasi lain
Kelas stasiunIII/kecil[2]
Tipe persinyalanMekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis
Pemesanan tiketSistem tiket online, melayani pemesanan langsung di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Sejarah
Dibuka19 Juli 1868
Nama sebelumnyaStation Kedoeng-Djattie
Layanan
Brantas dan Joglosemarkerto
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

SejarahSunting

Stasiun Kedungjati
Bangunan pertama sebelum 1907
Bangunan kedua setelah 1907

Stasiun Kedungjati diresmikan pada tanggal 19 Juli 1868. Pada mulanya, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) selaku perusahaan pertama yang mengoperasikan kereta api komersial di Hindia Belanda merencanakan membangun dua jalur kereta api, yaitu Samarang–Vorstenlanden dan Samarang–Willem I/Ambarawa. Hal ini dilakukan agar mobilitas tentara dan hasil bumi serta penumpang lancar. Dari stasiun ini, pembangunan jalur kereta api diarahkan ke dua percabangan, yaitu ke arah Gundih lalu ke Solo dan ke arah Willem I Ambarawa. Dalam rencana yang dibuat oleh NIS sendiri, pada tanggal 1 Mei dan 1 September 1869, jalur segmen Kedungjati–Gundih–Solo sudah dapat beroperasi,[3][4] dan diresmikan penuh pada tanggal 10 Februari 1870.[5][6]

Saat ini arsitektur stasiun ini serupa dengan Stasiun Ambarawa di Ambarawa, bahkan dulu beroperasi jalur kereta api dari Kedungjati ke Stasiun Ambarawa, yang sudah tidak beroperasi sejak tahun 1976. Pada tahun 1907, Stasiun Kedungjati yang tadinya dibangun dari kayu diubah ke bata berplester. Seperti Stasiun Ambarawa dan Purwosari, stasiun ini dulu adalah stasiun pulau.[7]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Ruang tunggu kelas 3 yang berada persis paling depan dari Stasiun Kedungjati, yang membedakannya dengan Stasiun Ambarawa

Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api aktif dengan jalur 2 sebagai sepur lurus dan relnya menggunakan bantalan besi. Dua jalur di peron selatan memiliki percabangan ke Ambarawa, Magelang, hingga akhirnya ke Yogyakarta sebagai bagian dari reaktivasi jalur tersebut. Rel yang ada di jalur tersebut sudah sepenuhnya menggunakan bantalan beton. Sayangnya, jalur bagian selatan yang menuju Ambarawa sudah lama ditutup, tetapi PT KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian telah merencanakan bahwa jalur ini akan dihidupkan kembali dan saat ini proses reaktivasi jalur sedang dihentikan.

Sebagai stasiun besar di era NIS—meski sekarang sudah menjadi stasiun kelas III—stasiun ini menyediakan fasilitas ruang VIP yang setara dan berkelas seperti halnya Ambarawa. Atap peron terbuat dari seng bergelombang yang cenderung landai menyesuaikan iklim tropis. Perbedaan yang mendasar dengan Stasiun Ambarawa adalah bentang atapnya yang sebesar 14,65 m. Tidak seperti Stasiun Ambarawa yang penempatan ruang tunggu kelas 3-nya berada di belakang stasiun, penempatan ruang tunggu kelas 3 Stasiun Kedungjati justru berada di depan pintu keberangkatan. Terdapat empat jam stasiun mekanik, dengan dua di peron utara dan dua di peron selatan. Selain itu, stasiun ini memiliki dipo lokomotif dan pemutar rel, tetapi jejak-jejaknya sudah menghilang dan menyisakan fondasinya saja. Sementara itu, gudang yang berlokasi di depan stasiun masih ada.[8][7][9]

Layanan kereta apiSunting

Penumpang kelas campuranSunting

Persilangan dan persusulanSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Kedungjati per 1 Desember 2019 (sesuai Gapeka 2019).

No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
193/194/195 Joglosemarkerto Tegal (TG) bersambung Solo Balapan (SLO)-Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Ekonomi Plus 07.03 07.05
199/200/201 Solo Balapan (SLO) bersambung Yogyakarta Tugu (YK) 15.46 15.48
117 Brantas Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Ekonomi 18.33 18.40
118 Blitar (BL) 21.16 21.29

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Banck, J.E. (1869). Geschiedenis van het Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij. M.J. Fisser. 
  4. ^ Perquin, B.L.M.C. (1921). Nederlandsch Indische staatsspooren tramwegen. Bureau Industria. 
  5. ^ Schetskaart van de spoorweg Samarang-Vorstenlanden door de Raad van Beheer der Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij aan de Heeren leden van de Staten-Generaal aangeboden. 1869. 
  6. ^ BOW (1898). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Landsdrukkerij. 
  7. ^ a b Dananjaya, Putu (20 Juni 2016). "Stasiun Ambarawa, Stasiun Militer Belanda". BPCB Jawa Tengah. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud RI. Diakses tanggal 4 Agustus 2018. 
  8. ^ Jateng, BPCB (2016-06-20). "Stasiun Kedungjati". Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-06-20. 
  9. ^ Astuti, D (2017-10-24). "Gaya Arsitektur Stasiun Kedung Jati". Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-06-20. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Tanggung
ke arah Brumbung
Segitiga Brumbung–Gundih–Gambringan
Brumbung–Gundih
Padas
ke arah Gundih
Terminus Kedungjati–Secang Tempuran
ke arah Secang

Koordinat: 7°09′49″S 110°38′08″E / 7.163687°S 110.6356019°E / -7.163687; 110.6356019