Buka menu utama

Stasiun Tanggung

stasiun kereta api di Indonesia

Koordinat: 7°05′29″S 110°36′12″E / 7.0913586°S 110.6032223°E / -7.0913586; 110.6032223

Stasiun Tanggung
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun TGG.png
  • Singkatan: TGG
  • Nomor: 2632
Stasiun Tanggung 2019.jpg
Stasiun Tanggung, 2019
Lokasi
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenGrobogan
KecamatanTanggungharjo
DesaTanggungharjo
Sejarah
Dibuka1867
Nama sebelumnyaTangoeng
Tahun direnovasi1910
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi IV Semarang
Kelas stasiun[1]III/kecil
Ketinggian+20 m
Letak[2]km 24+695 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Solo Jebres/Yogyakarta
LayananHanya untuk persilangan dan persusulan antarkereta api.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur2 (jalur 2: sepur lurus)
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama rendah)
Gaya arsitektur
  • Indische Empire
  • Chalet-NIS
  • Tudor
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya
Toilet: Ya


Stasiun Tanggung (TGG) (bahasa Jawa: ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦠꦁꦒꦸꦁ, translit. Sêtasiyun Tanggung) adalah sebuah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Tanggungharjo, Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah. Stasiun yang terletak pada ketinggian +20 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang. Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 sebagai sepur lurus.

Karena sulitnya akses transportasi umum ke stasiun ini, akhirnya stasiun ini beralih fungsi sebagai stasiun pemantau. Di depan bangunan stasiun didirikan monumen roda dan sayap dengan tulisan: "Di bumi inilah kita bermula", serta stasiun ini dibuka untuk umum maupun komunitas yang ingin mengetahui sejarah perkeretaapian di Indonesia.

Saat ini stasiun ini hanya melayani persilangan dan persusulan antarkereta api saja, tidak melayani keberangkatan dan kedatangan penumpang. Persilangan dan persusulan kereta api yang dilayani secara resmi di stasiun ini berdasarkan Gapeka 2017 revisi 1 Juni 2019 adalah:


SejarahSunting

 
Litografi Stasiun Tanggung berdasarkan lukisan oleh Josias Cornelis Rappard (1883-1889)

Stasiun ini merupakan stasiun kereta api keempat tertua di Indonesia (setelah Samarang NIS, Allas-Toewa, dan Broemboeng) dan sampai saat ini masih beroperasi di Indonesia. Pada tanggal 10 Agustus 1867, jalur kereta api pertama dibuka antara Tanggung-Samarang yang berjarak 25 kilometer oleh Gubernur Jenderal Ludolph Anne Jan Wilt Sloet van de Beele.[3]

Bangunan stasiun yang didirikan pertama kali telah dibongkar pada tahun 1910, Pada tahun yang sama, NIS membangun stasiun baru di atas bekas bangunan lama, dengan gaya arsitektur “Chalet-NIS” yang banyak dipakai ketika NIS merenovasi stasiun-stasiunnya antara 1900-1915. “Chalet” sebenarnya adalah sebutan untuk bangunan berarsitektur tradisional di Pegunungan Alpen, seperti lumbung, kandang, maupun rumah tinggal. Ciri-ciri gaya bangunan ini adalah konstruksi kayu dengan atap dari sirap batu dan teritisan lebar untuk melindungi bangunan dari hujan dan salju. Dalam perkembangannya gaya arsitektur ini menjadi simbol kesederhanaan, keselarasan dengan alam, kebebasan, dan demokrasi.[4] Kemudian dibangunlah bangunan stasiun yang baru, yang dapat dilihat sampai sekarang. Pada pertengahan tahun 1980-an, stasiun ini pernah hendak dibongkar dan ditempatkan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Stasiun ini sudah empat kali direnovasi, yakni pertama tahun 1984, kedua setelah banjir 1996 (tepatnya tahun 1997), ketiga kali renovasi pada tanggal 15 Maret 2000 dan terakhir kali banjir pada Desember 2006 (tepatnya pada bulan Februari 2007).

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Banck, J.E. (1869). Geschiedenis van het Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij. M.J. Fisser. 
  4. ^ putudananjaya (2016-06-20). "Stasiun Tanggung - Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah". Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-06-10. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
Terminus
Segitiga Brumbung–Gundih–Gambringan
Brumbung–Gundih
menuju Gundih
Samarang–Tangoeng (NIS)