Buka menu utama

Republik Demokratik Kongo

Negara Republik di Afrika Tengah
(Dialihkan dari Republik Demokrasi Kongo)

Republik Demokratik Kongo, (sebelumnya bernama Zaire antara tahun 1971 dan 1997), adalah sebuah Negara di Afrika bagian Tengah. Negara ini berbatasan dengan Republik Afrika Tengah dan Sudan Selatan di sebelah utara; Uganda, Rwanda, Burundi, dan Tanzania di timur; Zambia dan Angola di selatan; dan Republik Kongo di Barat.

Republik Demokratik Kongo

République démocratique du Congo (Prancis)
Repubilika ya Kôngo ya Dimokalasi (Kongo)
Republíki ya Kongó Demokratíki (Lingala)
Jamhuri ya Kidemokrasia ya Kongo (Swahili)
Ditunga dia Kongu wa Mungalaata (Tshiluba)
{{{coat_alt}}}
Lambang
SemboyanDémocratie, Justice, Unité
(Prancis: "Demokrasi, Keadilan, Persatuan")
Lokasi Republik Demokratik Kongo
Lokasi Republik Demokratik Kongo
Ibu kota
Kinshasa
Bahasa resmiPrancis
Bahasa nasional
PemerintahanRepublik semi-presidensial
• Presiden
Félix Tshisekedi
Sylvestre Ilunga
LegislatifParlemen
Sénat
Assemblée nationale
Kemerdekaan
• Dari Belgia
30 Juni 1960
 - Perairan (%)
4,3
Population
 - Perkiraan 2015
77.267.000 (19)
PDB (KKB)2015
 - Total
$61.579 miliar[1] (101)
$753[1] (186)
PDB (nominal)2015
 - Total
$35.571 miliar[1] (93)
$435[1] (182)
Gini (2006)44.4[2]
sedang
IPM (2013) 0.338[3]
rendah · 186
Mata uangFranc Kongo (FC)
(CDF)
Zona waktuberagam
(UTC+1 sampai +2)
Lajur kemudikanan
Kode telepon+243
Kode ISO 3166CD
Ranah Internet.cd
Republik Demokratik Kongo

SejarahSunting

Perang bersaudara berlangsung berkepanjangan di Kongo sejak 1998 yang menghancurkan serta menyeret seluruh wilayah tersebut dan negara-negara di sekitarnya. Aksi kekerasan tersebut telah menghancurkan infrastruktur dan perekonomian negara tersebut hingga akhirnya PBB mengambil alih permasalahan di negara itu dan memaksa Presiden Joseph Kabila menyelenggarakan Pemilihan Umum pada 30 Juli 2006.

Kepala negara saat ini, Joseph Kabila (35) disebut-sebut merupakan calon terkuat dan sejumlah polling awal menyatakan Kabila akan menang dalam babak pertama pemilihan presiden. Kabila diperkirakan bisa mengalahkan 33 calon Presiden lain termasuk mantan pemimpin pemberontak Jean-Pierre Bemba, mantan pemberontak yang menjadi menteri keuangan dan dituduh melakukan kejahatan.

Bemba telah melancarkan perang sengit tujuh tahun sejak 1998. Pada puncaknya, konflik di bekas negara Zaire itu, telah menyeret setidaknya tujuh kekuatan militer asing dan, meskipun ada serangkaian kesepakatan perdamaian dan proses peralihan berjalan sejak 2003, pergolakan etnik dan penjarahan terus mewabah bagian timur negeri tersebut.

Calon lain meliputi keturunan tokoh kenamaan di negara bekas koloni Belgia itu, termasuk putra diktator lama Mobutu Seso Seko dan pahlawan kemerdekaan yang terbunuh Patrice Lumumba.

Lumumba menang dalam pemilihan demokratis terakhir di negeri tersebut pada malam menjelang kemerdekaan 1960, tetapi ia didepak oleh Mobutu yang membuat negara itu identik dengan korupsi dan salah urus sampai dia digulingkan pada 1997.

Masyarakat internasional, yang mendanai pemilihan umum itu dan mengucurkan dana hampir setengah miliar Dolar AS, berharap pemungutan suara tersebut bukan hanya membawa kestabilan bagi negara Afrika tengah itu tetapi juga memungkinkan Kongo menjadi kekuatan ekonomi regional.

Sumber mineral negeri tersebut, yang berlimpah, telah disedot untuk mendanai perang dan bagi keuntungan pribadi sementara kebanyakan warganya hidup di bawah garis kemiskinan. Dengan tak-adanya prasarana bagi negara tersebut, yang besarnya menyamai Eropa Barat, Pemilu terbukti menjadi tantangan logistik. Di wilayah hutan terpencil, para petugas harus berjalan kaki berhari-hari untuk membawa kartu suara ke TPS.

PolitikSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d "Democratic Republic of the Congo". international monetary fund. 
  2. ^ "World Bank GINI index". 
  3. ^ "2014 Human Development Report Summary" (PDF). United Nations Development Programme. 2014. hlm. 21–25. Diakses tanggal 27 Juli 2014. 

Pranala luarSunting