Kemerdekaan

Kondisi suatu bangsa atau negara yang menjalankan pemerintahan sendiri dan kedaulatan atas wilayah tersebut tanpa diatur oleh pihak asing

Kemerdekaan merupakan keadaan suatu bangsa atau negara yang pemerintahannya diatur oleh bangsanya sendiri tanpa intervensi pihak asing. Kemerdekaan suatu negara erat kaitannya dengan kedaulatan terhadap wilayah teritorial negara.

DefinisiSunting

Perbedaan antara kemerdekaan dan revolusi telah lama diperdebatkan karena dianggap sebagai kekerasan yang dilakukan dengan cara yang sah untuk memperoleh kedaulatan.[1] Secara umum, revolusi hanya bertujuan untuk menyalurkan ulang kekuasaan tetap dengan atau tanpa unsur emansipasi seperti pendemokrasian dalam suatu negara. Namun, beberapa perang untuk mencapai kemerdekaan digambarkan sebagai revolusi seperti yang terjadi pada revolusi Amerika Serikat pada tahun 1783 dan Indonesia pada tahun 1949, sedangkan beberapa revolusi tentang perubahan struktur politik malah mengakibatkan pemisahan diri negara.

Perbedaan antara kemerdekaan dan otonomiSunting

Kemerdekaan biasanya mengacu pada kedaulatan suatu negara. Sebuah negara dapat mengeklaim kemerdekaannya untuk menjadi negara yang berdaulat yang kemudian disebut sebagai deklarasi kemerdekaan. Meskipun dalam praktiknya kedaulatan suatu negara dapat dipengaruhi oleh kekuasaan lain yang adidaya, kemerdekaan menghasilkan entitas negara yang berbeda dan pengaturan kebijakan yang mandiri. Berbeda dengan kemerdekaan, otonomi dianggap sebagai kemerdekaan suatu wilayah dalam sebuah negara yang terbatas dalam hak dan wewenang tertentu untuk mengatur pemerintahannya secara internal.[2]

Peristiwa sejarahSunting

Secara historis, terdapat empat periode utama tentang pendeklerasian kemerdekaan dari:

Negara-negara yang merdekaSunting

Benua Jumlah negara Negara yang baru memperoleh kemerdekaan
  Afrika
54   Sudan Selatan (2011)
35   Saint Kitts dan Nevis (1983)
  Asia
44   Timor Leste (2002)
  Eropa
50   Montenegro (2006)
  Kosovo (2008)
14   Palau (1994)
N/A de facto berdasarkan hukum internasional kondominium

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Benjamin, Walter (1996) [1921]. Walter Benjamin: Selected Writings, Volume 1: 1913–1926. Cambridge: Harvard University Press. 236–252. ISBN 0-674-94585-9. 
  2. ^ "Freedom, Independence, and Autonomy: A Little More Accuracy Please". The Tibetan Political Review. 3 Februari 2014. 
  3. ^ David Armitage (2004). "The Declaration of Independence in World Context, Volume 18, Issue 13". Magazine of History. hlm. 61-66.