Burundi

negara di Afrika Timur

Burundi (bahasa Prancis: Burundi), Republik Burundi (bahasa Prancis: République du Burundi, Templat:Lang-run) adalah sebuah negara terkurung daratan di daerah Danau Besar di tengah benua Afrika. Negara ini berbatasan dengan Rwanda di utara, Tanzania di selatan dan timur, dan Republik Demokratik Kongo di barat. Meskipun negara ini tidak mempunyai batas laut, banyak dari perbatasan baratnya bersebelahan dengan Danau Tanganyika. Nama negara ini berasal dari bahasa Bantu, Kirundi. Negara ini sangat miskin. Dibanding Indonesia, pendapatan perkapitanya 400 kali lebih kecil daripada Indonesia

Republik Burundi

Repubulika y'Uburundi (Kirundi)
République du Burundi (Prancis)
SemboyanUbumwe, Ibikorwa, Amajambere (Kirundi)
Unité, Travail, Progrès (Prancis)
(Terjemahan: "Persatuan, Karya, Kemajuan")
Burundi (orthographic projection).svg
Location Burundi AU Africa.svg
Flag-map of Burundi.svg
Lokasi  Burundi  (hijau tua)

– di Afrika  (biru muda & kelabu tua)
– di Uni Afrika  (biru muda)

Lokasi Burundi
Ibu kotaGitega (Politik)
3°42′S 29°30′E / 3.700°S 29.500°E / -3.700; 29.500
Bujumbura (Ekonomi)
3°30′S 39°0′E / 3.500°S 39.000°E / -3.500; 39.000
Kota terbesarBujumbura
3°30′S 39°0′E / 3.500°S 39.000°E / -3.500; 39.000
Bahasa resmi
PemerintahanKesatuan partai dominan presidensial republik konstitusional
• Presiden
Évariste Ndayishimiye
Prosper Bazombanza
Alain-Guillaume Bunyoni
LegislatifParlemen
Sénat
Assemblée nationale
Pembentukan
1680–1966
1945
• Kemerdekaan dari Belgia
1 Juli 1962
• Republik
1 Juli 1966
• Konstitusi saat ini
28 Februari 2005
Luas
 - Total
27.834 km2 (145)
 - Perairan (%)
7,8
Populasi
 - Perkiraan 2020
11.865.821[1] (77)
 - Sensus Penduduk 2008
8.053.574[2]
401,6/km2 (20)
PDB (KKB)2019
 - Total
$8,380 miliar
$727[3]
PDB (nominal)2019
 - Total
$3,573 miliar
$310[3]
Gini (2013)39,2[4]
sedang
IPM (2021)Kenaikan 0,426[5]
rendah · 187
Mata uangFranc Burundi (FBu)
(BIF)
Zona waktuWaktu Afrika Tengah (CAT)
(UTC+2)
Lajur kemudikanan
Kode telepon+257
Kode ISO 3166BI
Ranah Internet.bi

Tanpa batas laut, menghadapi tekanan penduduk dan memiliki sumber daya alam yang sedikit, Burundi merupakan salah satu negara termiskin dan mempunyai paling banyak konflik di Afrika dan di dunia. Ukurannya yang kecil menutupi masalah besar yang dihadapinya dalam mencari penyelesaian klaim supremasi dari minoritas Tutsi yang berkuasa dengan permintaan partisipasi politik dari suku mayoritas Hutu.

SejarahSunting

Burundi merupakan sebuah kerajaan merdeka sejak abad ke-16. Asal-muasal kerajaan Burundi sendiri masih diselimuti mitos. Menurut beberapa legenda, Ntare Rushatsi, pendiri dinasti pertama, datang dari Rwanda pada abad ke-17; sumber-sumber lain yang lebih tepercaya memberikan kemungkinan bahwa Ntara berasal dari Buha, di tenggara, dan mendirikan kerajaannya di wilayah Nkoma. Hingga jatuhnya kerajaan pada tahun 1966, ia merupakan salah satu taut terakhir dengan sejarah Burundi pada masa lalu.

Pada tahun 1903, Burundi menjadi jajahan Jerman dan diserahkan kepada Belgia pada Perang Dunia II. Ia kemudian menjadi bagian dari mandat Liga Bangsa-Bangsa Belgia, Ruanda-Urundi pada tahun 1923, dan kemudian Wilayah Kepercayaan PBB di bawah otoritas Belgia setelah Perang Dunia II.

Sejak merdeka pada tahun 1962 hingga pemilu pada tahun 1993, Burundi dikuasai serangkaian diktator militer, seluruhnya dari kelompok minoritas Tutsi. Periode tersebut dipenuhi kerusuhan etnis termasuk kejadian-kejadian besar pada tahun 1964, 1972 dan akhir 1980-an. Pada tahun 1993, Burundi mengadakan pemilu demokratis pertamanya, yang dimenangi Front untuk Demokrasi di Burundi (FRODEBU) yang didominasi suku Hutu. Pemimpin FRODEBU Melchior Ndadaye menjadi presiden Hutu Burundi pertama, namun beberapa bulan kemudian dia dibunuh sekelompok tentara Tutsi. Pembunuhan ini lalu mengakibatkan terjadinya perang saudara.

Perang saudara antar suku Hutu dan Tustsi terus berlanjut hingga tahun 1996, saat mantan presiden Pierre Buyoya mengambil alih kekuasaan dalam suatu kudeta. Antara tahun 1993 dan 1999, perang antar etnis antara suku Tutsi dan Hutu telah mengakibatkan korban sebanyak 250.000 jiwa. Pada Agustus 2000, persetujuan damai ditandatangani hampir seluruh kelompok politik di Burundi yang menjelaskan rencana menuju perdamaian. Kemudian pada tahun 2003, gencatan senjata disetujui antara pemerintah Buyoya dan kelompok pemberontak Hutu terbesar, CNDD-FDD.

Meski telah ada persetujuan damai, hingga kini konflik masih berlanjut. Dalam pemilu yang diadakan bulan Juli 2005, mantan pemberontak Hutu, CNDD-FDD berhasil memenagkan pemilu.

PolitikSunting

Pembagian wilayah administrasiSunting

 
Peta provinsi-provinsi.

Burundi di bagi menjadi 17 provinsi, 117 komune, dan 2.638 koline (hills).[6] Pemerintah provinsi disusun berdasarkan batas-batas ini. Pada tahun 2000, provinsi yang mencakup Bujumbura dipisahkan menjadi dua provinsi, Bujumbura Rural dan Bujumbura Mairie.

Berikut daftar provinsi di Burundi:

GeografiSunting

 
Peta Burundi.

Menjadi salah satu negara terkecil di Afrika, Burundi terkurung daratan dan memiliki iklim khatulistiwa. Burundi bagian dari Patahan Albertine, perpanjangan barat dari Patahan Afrika Timur. Negara ini terletak di dataran tinggi bergulir di tengah Afrika. Burundi berbatasan dengan Rwanda di utara, Tanzania di timur dan tenggara, dan Republik Demokratik Kongo di barat. Burundi terletak di dalam hutan pegunungan patahan Albertine, hutan miombo Zambezian Tengah, dan ekoregion mosaik hutan-sabana Victoria Basin.[7]

Ketinggian rata-rata dataran tinggi tengah adalah 1.707 m (5.600 kaki), dengan elevasi yang lebih rendah di perbatasan. Puncak tertinggi, Gunung Heha pada 2.685 m (8.810 kaki),[8] terletak di sebelah tenggara kota terbesar dan ibu kota ekonomi, Bujumbura. Sumber Sungai Nil berada di provinsi Bururi dan dihubungkan dari Danau Victoria ke hulunya melalui Sungai Ruvyironza.[9] Danau Victoria juga merupakan sumber air penting yang berfungsi sebagai percabangan ke Sungai Kagera.[10][11] Danau besar lainnya adalah Danau Tanganyika yang terletak di sebagian besar sudut barat daya Burundi.[12]

 
Kuda nil di Taman Nasional Kibira di Barat Laut Burundi

Ada dua taman nasional, Taman Nasional Kibira di barat laut (wilayah kecil hutan hujan, bersebelahan dengan Taman Nasional Hutan Nyungwe di Rwanda), Taman Nasional Ruvubu di timur laut (di sepanjang Sungai Rurubu, juga dikenal sebagai Ruvubu atau Ruvuvu). Keduanya didirikan pada tahun 1982 untuk melestarikan populasi satwa liar.[13]

EkonomiSunting

 
Representasi proporsional dari ekspor Burundi, 2019
 
Perkembangan historis PDB per kapita

Burundi adalah negara yang terkurung daratan, miskin sumber daya dengan sektor manufaktur yang terbelakang. Ekonominya didominasi pertanian, menyumbang 50% dari PDB pada 2017[14] dan mempekerjakan lebih dari 90% populasi. Pertanian subsisten menyumbang 90% dari pertanian.[15] Ekspor utama Burundi adalah kopi dan teh, yang menyumbang 90% dari pendapatan devisa, meskipun ekspor adalah bagian yang relatif kecil dari PDB. Produk pertanian lainnya diantaranya kapas, teh, jagung, sorgum, ubi jalar, pisang, ubi kayu (tapioka); daging sapi, susu dan kulit. Meskipun pertanian subsisten sangat diandalkan, banyak orang tidak memiliki sumber daya untuk menopang diri mereka sendiri. Hal ini disebabkan pertumbuhan penduduk yang besar dan tidak ada kebijakan yang koheren yang mengatur kepemilikan tanah. Pada tahun 2014, ukuran lahan rata-rata sekitar satu hektar.

Burundi menjadi salah satu negara termiskin di dunia. Sebagian karena geografinya yang terkurung daratan,[1] sistem hukum yang buruk, kurangnya kebebasan ekonomi, kurangnya akses ke pendidikan dan penyebaran HIV/AIDS. Sekitar 80% penduduk Burundi hidup dalam kemiskinan.[16] Kelaparan dan kekurangan makanan telah terjadi di seluruh Burundi, terutama pada abad ke-20.[17] Menurut Program Pangan Dunia, 56,8% anak di bawah usia lima tahun menderita kekurangan gizi kronis.[18] Pendapatan ekspor Burundi – dan kemampuannya untuk membayar impor – bergantung pada kondisi cuaca serta harga kopi dan teh internasional.

Daya beli sebagian besar orang Burundi telah menurun karena kenaikan upah tidak mengikuti inflasi. Sebagai akibat dari kemiskinan yang semakin dalam, Burundi akan tetap sangat bergantung pada bantuan dari donor bilateral dan multilateral. Bantuan asing mewakili 42% dari pendapatan nasional Burundi, tingkat tertinggi kedua di Afrika Sub-Sahara. Burundi bergabung dengan Komunitas Afrika Timur pada tahun 2009, yang seharusnya meningkatkan hubungan perdagangan regionalnya, dan juga pada tahun 2009 menerima bantuan utang sebesar $700 juta. Korupsi telah menghambat perkembangan sektor swasta yang sehat karena perusahaan berusaha untuk menavigasi lingkungan dengan aturan yang selalu berubah.[1]

Studi sejak 2007 telah menunjukkan orang Burundi memiliki tingkat kepuasan hidup yang sangat rendah. World Happiness Report 2018 menilai rakyat Burundi paling tidak bahagia di dunia.[19][20]

DemografiSunting

 
Sekelompok laki-laki Burundi sedang bermain drum
 
Anak-anak di Bujumbura, Burundi

Pada Oktober 2021, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan Burundi memiliki populasi 12.346.893 orang,[21][22] dibandingkan dengan hanya 2.456.000 pada tahun 1950.[23] Tingkat pertumbuhan penduduknya 2,5 persen per tahun, lebih dari dua kali lipat kecepatan rata-rata global. Seorang wanita Burundi memiliki rata-rata 5,10 anak, lebih dari dua kali lipat tingkat kesuburan internasional.[24] Burundi memiliki tingkat kesuburan total tertinggi kesepuluh di dunia, tepat di belakang Somalia, pada tahun 2021.[1]

Banyak orang Burundi telah bermigrasi ke negara lain akibat dari perang saudara. Pada tahun 2006, Amerika Serikat menerima sekitar 10.000 pengungsi Burundi.[25]

Burundi tetap merupakan masyarakat pedesaan, dengan hanya 13% dari populasi yang tinggal di daerah perkotaan pada tahun 2013.[26] Kepadatan penduduk sekitar 315 orang per kilometer persegi (753 per sq mi) dan yang tertinggi kedua di Afrika Sub-Sahara.[26] Kira-kira 85% penduduknya berasal dari etnis Hutu, 15% etnis Tutsi dan kurang dari 1% penduduk asli Twa.[27]

Bahasa resmi Burundi adalah Kirundi, Prancis, dan Inggris, yang terakhir telah dijadikan bahasa resmi tambahan pada tahun 2014.[28]

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d CIA – The World Factbook – Burundi CIA. Retrieved 8 June 2008.
  2. ^ "Quelques données pour le Burundi" (dalam bahasa Prancis). ISTEEBU. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 July 2017. Diakses tanggal 17 December 2015. 
  3. ^ a b "Report for Selected Countries and Subjects : Burundi". International Monetary Fund. Diakses tanggal 20 February 2020. 
  4. ^ "Gini Index, World Bank Estimate". World Development Indicators. The World Bank. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 June 2015. Diakses tanggal 13 January 2015. 
  5. ^ Human Development Report 2020 The Next Frontier: Human Development and the Anthropocene (PDF). United Nations Development Programme. 15 December 2020. hlm. 343–346. ISBN 978-92-1-126442-5. Diakses tanggal 16 December 2020. 
  6. ^ Kavamahanga, D. Empowerment of people living with HIV/AIDS in Gitega Province, Burundi Diarsipkan 2008-12-10 di Wayback Machine.. International Conference on AIDS 2004. July 15, 2004. NLM Gateway. Retrieved on June 22, 2008.
  7. ^ Dinerstein, Eric; Olson, David; Joshi, Anup; Vynne, Carly; Burgess, Neil D.; Wikramanayake, Eric; Hahn, Nathan; Palminteri, Suzanne; Hedao, Prashant; Noss, Reed; Hansen, Matt; Locke, Harvey; Ellis, Erle C; Jones, Benjamin; Barber, Charles Victor; Hayes, Randy; Kormos, Cyril; Martin, Vance; Crist, Eileen; Sechrest, Wes; Price, Lori; Baillie, Jonathan E. M.; Weeden, Don; Suckling, Kierán; Davis, Crystal; Sizer, Nigel; Moore, Rebecca; Thau, David; Birch, Tanya; Potapov, Peter; Turubanova, Svetlana; Tyukavina, Alexandra; de Souza, Nadia; Pintea, Lilian; Brito, José C.; Llewellyn, Othman A.; Miller, Anthony G.; Patzelt, Annette; Ghazanfar, Shahina A.; Timberlake, Jonathan; Klöser, Heinz; Shennan-Farpón, Yara; Kindt, Roeland; Lillesø, Jens-Peter Barnekow; van Breugel, Paulo; Graudal, Lars; Voge, Maianna; Al-Shammari, Khalaf F.; Saleem, Muhammad (2017). "An Ecoregion-Based Approach to Protecting Half the Terrestrial Realm". BioScience. 67 (6): 534–545. doi:10.1093/biosci/bix014. ISSN 0006-3568. PMC 5451287 . PMID 28608869. 
  8. ^ O'Mara, Michael (1999). Facts about the World's Nations. Bronx, New York: H.W. Wilson, p. 150, ISBN 0-8242-0955-9
  9. ^ Ash, Russell (2006). The Top 10 of Everything. New York City: Sterling Publishing Company. ISBN 0-600-61557-X
  10. ^ Klohn, Wulf and Mihailo Andjelic. Lake Victoria: A Case in International Cooperation Diarsipkan 8 December 2008 di Wayback Machine.. Food and Agriculture Organization of the United Nations. Retrieved on 20 July 2008.
  11. ^ Budge, E. A. Wallace (1907), The Egyptian Sudan: Its History and Monuments. Philadelphia, Pennsylvania: J.P. Lippincott Company. p. 352.
  12. ^ Jessup, John E. (1998). An Encyclopedic Dictionary of Conflict and Conflict Resolution, 1945–1996. Westport, Connecticut: Greenwood Publishing Group. hlm. 97. ISBN 0-313-28112-2. 
  13. ^ East, Rob (1999). African Antelope Database 1998. Gland, Switzerland: International Union for Conservation of Nature, p. 74. ISBN 2-8317-0477-4.
  14. ^ "Burundi and the EU". EEAS – European External Action Service – European Commission (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 August 2019. 
  15. ^ Eggers, p. xlvii.
  16. ^ Burundi Population Diarsipkan 23 December 2004 di Wayback Machine.. Institute for Security Studies. Retrieved on 30 June 2008.
  17. ^ Weinstein, Warren; Robert Schrere (1976). Political Conflict and Ethnic Strategies: A Case Study of Burundi. Syracuse University: Maxwell School of Citizenship and Public Affairs. hlm. 5. ISBN 0-915984-20-2. 
  18. ^ "Where We Work – Burundi". Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 February 2009. Diakses tanggal 21 August 2006.  World Food Programme. Retrieved on 30 June 2008.
  19. ^ Collinson, Patrick (14 March 2018). "Finland is the happiest country in the world, says UN report". The Guardian. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 March 2018. Diakses tanggal 15 March 2018. 
  20. ^ White, A. (2007). A Global Projection of Subjective Well-being: A Challenge to Positive Psychology? Diarsipkan 25 October 2016 di Wayback Machine. Psychtalk 56, 17–20. Retrieved 8 June 2008.
  21. ^ ""World Population prospects – Population Division"". population.un.org (dalam bahasa Inggris). Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa, Divisi Kependudukan. 2019. Diakses tanggal 9 November 2019. 
  22. ^ ""Overall total population" – World Population Prospects: The 2019 Revision" (xslx). population.un.org (Data khusus yang diperoleh melalui situs web) (dalam bahasa Inggris). Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa, Divisi Kependudukan. 2019. Diakses tanggal 9 November 2019. 
  23. ^ "Table 2. Total population by country, 1950, 2000, 2015, 2025 and 2050 (medium-variant) Diarsipkan 8 April 2017 di Wayback Machine.". (PDF). United Nations Department of Economic and Social Affairs/Population Division. p. 27.
  24. ^ Jillian Keenan, The Blood Cries Out Diarsipkan 12 January 2018 di Wayback Machine.. "Salah satu negara berpenduduk terpadat di Afrika, saudara membunuh saudara-saudaranya demi hak bertani yang hanya beberapa berhektar. Tidak ada cukup lahan untuk digarap di Burundi — dan hal itu bisa mendorong negara ke dalam perang saudara." Foreign Policy (FP)
  25. ^ Kaufman, Stephen. U.S. Accepting Approximately 10,000 Refugees from Burundi Diarsipkan 13 February 2008 di Wayback Machine.. 17 October 2006. U.S. Department of State. Retrieved on 30 June 2008.
  26. ^ a b Background Note: Burundi. United States Department of State. February 2008. Retrieved on 28 June 2008.
  27. ^ Eggers, p. ix.
  28. ^ "Burundi: l'anglais officialisé aux côtés du français et du kirundi". RFI (dalam bahasa Prancis). 2014-08-29. Diakses tanggal 2021-07-14.