Papua Pegunungan

provinsi di Indonesia

Papua Pegunungan adalah sebuah provinsi di Indonesia yang dimekarkan dari provinsi Papua pada sidang Paripurna DPR RI pada tanggal 30 Juni 2022.[3] Ibukotanya berada di Kota Wamena bersama dengan pusat pemerintahan Kabupaten Jayawijaya.[4] Papua Pegunungan dimekarkan dari provinsi Papua bersama dua provinsi lainnya yakni Papua Selatan dan Papua Tengah pada 30 Juni 2022 berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2022.[5] Sebelumnya nama usulan provinsi ini bernama Provinsi Papua Pegunungan Tengah. Papua Pegunungan adalah provinsi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang tidak berbatasan dengan perairan laut.[6]

Papua Pegunungan
Lambang resmi Papua Pegunungan
Peta
Negara Indonesia
Dasar hukum pendirianUU No. 16 Tahun 2022
Tanggal30 Juni 2022
Ibu kotaKota Wamena
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kabupaten: 8
  • Kota: -
  • Kecamatan: 252
  • Kelurahan: 10
  • Desa: 2.617
Luas
 • Total53.392,67 km2 (20,615,03 sq mi)
Populasi
 • Total1.408.641
 • Kepadatan13/km2 (30/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 97,90%
- Protestan 90,29%
- Katolik 7,61%
Islam 1,92%
Kepercayaan 0,15%
Lainnya 0,03%[2]
 • BahasaIndonesia (resmi), Dani, Ketengban, Lani, Migani, Nduga, Ngalum, Nggem, Walak, Yali
Zona waktuUTC+09:00 (WIT)
Kode area telepon0969 - Wamena
Kode ISO 3166ID-PA
Pelat kendaraanPA
Rumah adatHonai
Senjata tradisionalKapak batu

Provinsi Papua Pegunungan berlokasi di Pegunungan Jayawijaya bagian timur. Pegunungan ini merupakan jajaran pegunungan tertinggi di Indonesia dengan puncak seperti Puncak Mandala dan Puncak Trikora. Jayawijaya terdapat gletser abadi yang terancam mencair akibat perubahan iklim. Provinsi ini termasuk dalam wilayah adat La Pago dengan berbagai macam suku seperti Dani, Lani, Yali, dan Nduga serta wilayah adat Okmekmin yang dihuni oleh suku-suku di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang seperti Arintap, Ketengban, Kimki, Lepki, Murop, Ngalum, dan Yetfa. Suku-suku tersebut tinggal di lembah yang diapit gunung-gunung tinggi, mereka menanam ubi dan beternak babi. Salah satu lembahnya adalah Lembah Baliem yang terkenal dengan festival tradisionalnya. Lembah Baliem juga merupakan lokasi Kota Wamena sebagai ibukota Provinsi.[7][8][9]

SejarahSunting

Eksplorasi Hindia BelandaSunting

 
Orang Dayak berbaris di suatu sungai di Lembah Baliem sehingga bisa dilintasi anggota ekspedisi Archbold

Pelaut seperti Jan Cartensz pada abad ke-17 telah mencatat adanya pegunungan tinggi yang tertutup salju di tengah pulau Papua padahal letaknya di khatulistiwa. Bangsa Eropa menyebut kawasan ini dengan terra incognita yang berarti daerah misterius yang belum terpetakan. Kontak pertama suku pedalaman Provinsi Papua Pegunungan dengan dunia luar terjadi pertama kali oleh ekspedisi yang dipimpin Hendrikus Albertus Lorentz tahun 1909 untuk mencari jalur mencapai Puncak Wilhelmina (sekarang disebut Puncak Trikora) yang terjal dan tertutup salju. Anggota ekspedisi tersebut beristirahat dan melihat prosesi adat di perkampungan Suku Pesechem atau Pesegem. Namanya kemudian diabadikan dalam nama Taman Nasional Lorentz. Setelah ekspedisi tersebut, dilakukan banyak ekspedisi lain oleh de Bruyn, Franssen Herderschee, Karel Doorman, dan lain-lain.[10][11]

Ekspedisi oleh van Overeem dan Kremer tahun 1920 berhasil menemukan Lembah Swart (sekarang Lembah Toli wilayah Tolikara) beserta Suku Dani yang tinggal disana. Ekspedisi ini kemudian menemukan Danau Habema dan berhasil mencapai Puncak Wilhelmina dari sisi utara. Lembah Baliem yang dihuni Suku Dani ditemukan secara tidak sengaja dari pesawat terbang oleh ekspedisi yang dipimpin Richard Archbold dari Museum Sejarah Alam Amerika di tahun 1938. Ekspedisi ini diperkuat oleh puluhan tentara Belanda beserta orang-orang Dayak sebagai pemikul barang. Bangsa Belanda menyebut Lembah Baliem dengan Groote Vallei atau Lembah Besar. Mitchel Zuckoff dalam bukunya Lost in Shangri-La tahun 2011 mengungkapkan, pada masa Perang Dunia II wilayah ini belum banyak dipetakan. Geografinya berupa pegunungan tinggi yang berawan dan hutan lebat ditambah suku pedalaman yang tidak familiar banyak memakan korban. Salah satu insiden yang terkenal terjadi pada 13 Mei 1945 oleh pesawat Gremlin Special yang menabrak tepi gunung. Operasi khusus kemudian dikirimkan dan tiga orang berhasil diselamatkan. Kisah mereka bertahan hidup masuk berita di tahun itu.[10][12][13]

Misi gereja dan berdirinya pemerintahan kolonialSunting

 
Pegawai Belanda di Lembah Baliem, 1958

Agama Kristen masuk ke Lembah Baliem tahun 1954 oleh tim misionaris dari Christian and Missionary Alliance (C&MA) Amerika yang diterbangkan dari Sentani. Anggotanya antara lain pendeta Lioyd Van Stone dan Einer Michelson. Tidak lama kemudian, Pemerintah Belanda melalui kontrolir Frits Veldkamp juga mendirikan pos pemerintahan disini untuk memperkuat pengaruhnya di pedalaman. Kemudian dibangunlah perkampungan, lapangan udara, dan sarana prasarana lain di wilayah ini yang menjadi cikal bakal Kota Wamena. Hari jadi Wamena diperingati tiap 10 Desember 1956 sesuai pendirian pos pemerintahan Belanda ini.[10][14]

Sterrengebergte atau Pegunungan Bintang yang terletak di ujung timur dekat perbatasan negara adalah salah satu wilayah yang belum dijelajahi Belanda. Perkumpulan Geografi Kerajaan Belanda atau KNAG (Koninklijk Nederlands Aardrijkskundig Genootschap) kemudian meluncurkan ekspedisi besar-besaran di tahun 1959 dengan membawa ilmuwan dari berbagai bidang seperti zoologi, botani, dan antropologi. Selain mendapatkan berbagai pengetahuan baru mengenai keadaan wilayah dan penduduknya, anggota ekspedisi juga berhasil menaiki Puncak Juliana (sekarang disebut Puncak Mandala). Sebelum memulai ekspedisi besar ini, dilakukan survei terlebih dahulu untuk mencari tempat yang cocok dijadikan kamp dan lapangan terbang. Pegawai Belanda seperti Jan Sneep, Nol Hermans, dan Pim Schoorl dikirim dalam ekspedisi kecil menuju Lembah Sibil di tahun 1955 dan bertemu penduduknya yaitu Suku Sibil atau Ngalum. Tahun 1958, Pemerintah Belanda meresmikan pos pemerintahan di Lembah Sibil yang nantinya akan menjadi Kota Oksibil ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang. Pemerintahan Belanda di wilayah ini cukup singkat dengan masuknya wilayah Nugini Belanda ke Indonesia di tahun 1963.[15][16]

Pasca kolonialSunting

Setelah Papua berhasil masuk ke wilayah Indonesia, pemerintah mengeluarkan UU No.12 tahun 1969 tentang Pembentukan Propinsi Otonom Irian Barat dan Kabupaten-kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat. Salah satunya adalah Kabupaten Jayawijaya yang meliputi Kepala Pemerintahan Setempat Baliem, Bokondini, Tiom dan Oksibil.[17] Kabupaten ini adalah cikal bakal Provinsi Papua Pegunungan. Tahun 2002, Kabupaten Jayawijaya dimekarkan menjadi Kabupaten Jayawijaya, Yahukimo, Pegunungan Bintang, dan Tolikara. Kemudian di tahun 2008, Kabupaten Jayawijaya kembali dimekarkan menjadi Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Nduga, Mamberamo Tengah, dan Yalimo. 8 Kabupaten pecahan Jayawijaya akhirnya bersatu kembali menjadi Provinsi Papua Pegunungan dengan ibukotanya di Wamena pada tahun 2022.

Sejak masuk ke wilayah Indonesia, daerah ini diwarnai dengan aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM). Beberapa insiden yang disebabkan oleh OPM antara lain penyanderaan tim peneliti di Mapenduma tahun 1996,[18] pembunuhan pekerja Istaka Karya yang akan membangun jembatan di Nduga tahun 2018,[19] dan pembakaran SMA dan puskesmas disertai pembunuhan tenaga kesehatan di Pegunungan Bintang.[20][21]

GeografiSunting

 
Peta Provinsi Papua Pegunungan


Batas wilayahSunting

Utara Provinsi Papua
Timur Provinsi Sandaun dan Provinsi Barat, Papua Nugini
Selatan Provinsi Papua Selatan
Barat Provinsi Papua Tengah

PemerintahanSunting

Daftar GubernurSunting

 
Kantor Sekretariat Provinsi Papua Pegunungan. Terlihat lambang daerah provinsi yang belum memiliki dasar hukum resmi.

Dewan PerwakilanSunting

Kabupaten dan KotaSunting

No. Kabupaten/kota Pusat pemerintahan Bupati/wali kota Luas wilayah (km²)[22] Jumlah penduduk Distrik Kelurahan/kampung Lambang Peta lokasi
1 Kabupaten Jayawijaya Wamena John Richard Banua 7.030,66 269.553 40 4/328
2 Kabupaten Lanny Jaya Tiom Petrus Wakerkwa (Pj.) 2.248,00 196.399 39 1/354
3 Kabupaten Mamberamo Tengah Kobakma Ricky Ham Pagawak 1.275,00 50.685 5 -/59
4 Kabupaten Nduga Kenyam Namia Gwijangge (Pj.) 2.168,00 106.533 32 -/248
5 Kabupaten Pegunungan Bintang Oksibil Spei Yan Birdana 15.682,00 77.872 34 -/277
6 Kabupaten Tolikara Karubaga Usman Wanimbo 5.588,13 236.986 46 4/541
7 Kabupaten Yalimo Elelim Nahor Nekwek 1.253,00 101.973 5 -/300
8 Kabupaten Yahukimo Sumohai (de jure)
Dekai (de facto)
Didimus Yahuli 17.152,00 350.880 51 1/510


PendidikanSunting

Papua Pegunungan memiliki beberapa perguruan tinggi swasta, antara lain Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena (UNAIM) yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Islam (Yapis). Perguruan tinggi ini sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Amal Ilmiah (STISIP-AI) Yapis Wamena dan kemudian resmi menjadi universitas di tahun 2020.[23] Perguruan tinggi lainnya di provinsi ini adalah Universitas Okmin Papua yang diresmikan di tahun 2021, berlokasi di Kabupaten Pegunungan Bintang yang merupakan daerah perbatasan negara. Pembangunan kampus ini didukung penuh dan dibantu oleh pemerintah pusat.[24]

PariwisataSunting

Festival Budaya Lembah BaliemSunting

 
Festival Lembah Baliem

Festival Budaya Lembah Baliem yang digelar sejak 1989 adalah sebuah festival yang mempertunjukkan kehidupan suku-suku yang menghuni Lembah Baliem seperti Dani, Lani, dan Yali. Festival ini diadakan secara tahunan dan berisi atraksi perang-perangan antar kelompok yang diiringi musik tradisional. Atraksi ini adalah upaya menjaga tradisi suku di Lembah Baliem yang dulunya menggunakan peperangan untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi. Selain atraksi perang juga ada acara karapan babi dan bakar batu. Festival ini banyak didatangi oleh turis internasional tiap tahunnya dan menjadi ikon pariwisata Pulau Papua.[25][26]

KebudayaanSunting

NokenSunting

 
Noken terbuat dari anyaman tali.

Noken merupakan tas tradisional khas Papua. Noken berbentuk jaring-jaring yang terbuat dari akar kayu pohon atau daun yang dikeringkan berupa tali-tali yang kuat dan dirajut menjadi tas jaring. Keberadaan Noken Papua telah diakui Dunia dengan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda atau warisan dunia oleh Lembaga Kebudayaan Dunia di Markas UNESCO Paris, Prancis pada 4 Desember 2012.

Penetapan Noken sebagai warisan dunia ini diinisasi oleh seorang pemerhati budaya Papua asal Paniai, Titus Pikei yang menyatakan tujuannya untuk menjaga tradisi budaya Papua agar tidak punah. Ia kemudian mendirikan Yayasan Noken Papua guna menjaring semua komponen pengrajin noken dari berbagai komunitas pengrajin noken di Provinsi Papua dan Papua Barat untuk selalu menjaga kekhasannya.

Ia mengajak agar budidaya bahan baku noken dari hutan dan lingkungan dapat dilestarikan melalui pendataan bersama para tetua adat atau kepala suku dengan Pemda setempat, sehingga budidaya bahan baku noken dapat terus terjaga.

ReferensiSunting

  1. ^ Setyaningrum, Puspasari (2022-07-02). "Profil Provinsi Papua Pegunungan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-09-11. 
  2. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2022" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 31 Juli 2022. 
  3. ^ Putri, Cantika Adinda. "Tok! Indonesia Resmi Punya 5 Provinsi di Papua". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2022-06-30. 
  4. ^ "Ini Ibu Kota di 3 Provinsi Baru Hasil Pemekaran Wilayah Papua". SINDOnews.com. Diakses tanggal 2022-06-30. 
  5. ^ Marlinda Oktavia Erwanti, ed. (29-07-2022). "Jokowi Teken UU Pembentukan 3 Provinsi Baru Papua". detik.com. Diakses tanggal 29-07-2022. 
  6. ^ Media, Kompas Cyber (2022-06-30). "Papua Pegunungan, Provinsi "Landlocked" Satu-satunya di Indonesia Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-07-01. 
  7. ^ "La Pago". Badan Penghubung Daerah Provinsi Papua (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-04-10. Diakses tanggal 2021-04-10. 
  8. ^ Paino, Christopel (2020-06-17). "The Last Glacier, Runtuhnya Salju Abadi Papua". mongabay.co.id. 
  9. ^ Marthen, Timo, ed. (2018). "Mengenal suku Ngalum Ok Pegunungan Bintang". jubi.co.id. 
  10. ^ a b c Saberia, Saberia; Yamin, Ade; Rasyid, Ramlah A.; Sinaga, Rosmaida (2013). Komunitas Islam di Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya. Jayapura: Balai Pelestarian Nilai Budaya Papua. ISBN 9786021228043. 
  11. ^ Firdausi, Fadrik A. (2020-09-02). "Jejak Albertus Lorentz dalam Perlombaan Merambah Rimba Papua". tirto.id. Diakses tanggal 2022-07-05. 
  12. ^ Neary, Lynn (2011-04-26). "A WWII Survival Epic Unfolds Deep In 'Shangri-La'". npr.org. Diakses tanggal 2022-07-05. 
  13. ^ "The Central New Guinea Expedition (1920-1921)". papua-insects.nl. Papua Insects Foundation. 2010-01-27. 
  14. ^ "Profil Kabupaten Jayawijaya". papua.go.id. Pemerintah Provinsi Papua. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-07-01. 
  15. ^ Sneep, Jan (2005). Einde van het stenen tijdperk: bestuursambtenaar in het witte hart van Nieuw-Guinea. Rozenberg Publishers. ISBN 9789051709278. 
  16. ^ "KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG". papua.go.id. Pemerintah Provinsi Papua. Diakses tanggal 2022-08-07. 
  17. ^ "UU no 12 tahun 1969". Pemerintah Republik Indonesia. 
  18. ^ Nathaniel, Felix (2020-01-08). "Penyanderaan Mapenduma Mengerek Pamor Prabowo dan Kelly Kwalik". tirto.id. Diakses tanggal 2022-07-06. 
  19. ^ Praditya, Ilyas I. (2018-12-04). "31 Pekerja Trans Papua Dibunuh Kelompok Bersenjata, Istaka Karya Berduka". www.liputan6.com. Diakses tanggal 2022-07-06. 
  20. ^ Anugrahady, Ady (2021-09-16). "Dua Nakes Hilang Usai Pembakaran Puskesmas oleh KKB Papua di ditemukan, Satu Meninggal Dunia". www.liputan6.com. Diakses tanggal 2022-07-06. 
  21. ^ Yusron, Fahmi (2021-12-06). "Gedung SMAN 1 Oksibil Dibakar, Pelaku Diduga Kelompok Pimpinan Lamek Taplo". www.liputan6.com. Diakses tanggal 2022-07-06. 
  22. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  23. ^ "Sejarah". unaim-wamena.ac.id. Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena. 
  24. ^ Hendayana, Yayat (2021-08-17). "Pendirian Universitas Okmin Papua, Mata Air bagi Pembangunan SDM di Papua". dikti.kemdikbud.go.id. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 2022-09-10. 
  25. ^ "Festival Lembah Baliem sudah 30 Tahun". indonesia.go.id (Portal Informasi Indonesia - Kominfo). 2019-08-18. Diakses tanggal 2022-09-03. 
  26. ^ "Jejak Perang Suku di Festival Lembah Baliem". CNN Indonesia. 2019-08-09. Diakses tanggal 2022-09-03. 

Koordinat: 4°46′S 137°48′E / 4.767°S 137.800°E / -4.767; 137.800