Kabupaten Lampung Tengah

kabupaten di Lampung, Indonesia
(Dialihkan dari Lampung Tengah)

Kabupaten Lampung Tengah (Aksara Lampung: Lamteng.png) adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Lampung dengan ibu kota kabupaten berada di kecamatan Gunung Sugih. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.789,82 km² dan jumlah penduduk sebanyak 1.391.683 jiwa (2020).[2] Lampung Tengah merupakan salah satu kabupaten yang terkurung daratan (land lock) di provinsi Lampung, dan kabupaten ini terletak sekitar 57,85 kilometer dari Kota Bandar Lampung.

Kabupaten Lampung Tengah
Kabupaten di Lampung, Indonesia
Tugu Di Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah
Tugu Di Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah
Lambang Kabupaten Lampung Tengah.png
Lambang
Motto: 
Beguwai Jejamo Wawai
(Bahasa Lampung: Bekerjasama Menuju Kebaikan)
Lokasi Lampung Kabupaten Lampung Tengah.svg
Kabupaten Lampung Tengah is located in Sumatra
Kabupaten Lampung Tengah
Kabupaten Lampung Tengah
Kabupaten Lampung Tengah is located in Indonesia
Kabupaten Lampung Tengah
Kabupaten Lampung Tengah
Koordinat: 4°52′00″S 105°16′00″E / 4.86667°S 105.26667°E / -4.86667; 105.26667
Negara Indonesia
ProvinsiLampung
Tanggal peresmian21 Juni 1945
Dasar hukumUU No. 6 Tahun 1945
Ibu kotaMetro (1957-1999)
Gunung Sugih (1999-Sekarang)
Pemerintahan
 • BupatiMusa Ahmad
 • Wakil BupatiArdito Wijaya
Luas
 • Total4.789,82 km2 (1,849,36 sq mi)
Populasi
 • Total1.391.683 jiwa
 • Kepadatan291/km2 (750/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 73,88%
Hindu 21,17%
Kristen 4,07%
Protestan 2,39%
Katolik 1,68%
Buddha 0,88%[2]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0725
Kode Kemendagri18.02 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan28 kecamatan
Jumlah kelurahan10 kelurahan
Jumlah desa314 desa
Situs webhttp://www.lampungtengahkab.go.id
Lambang Kabupaten Lampung Tengah yang lama

Kabupaten ini dulunya merupakan kabupaten terluas kedua di Lampung sampai dengan diterbitkan Undang-undang Nomor 12 tahun 1999 yang memecah kabupaten ini menjadi beberapa daerah lain sehingga luasnya menjadi lebih kecil. Kabupaten Lampung Tengah dulunya meliputi Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, dan Kota Metro.[3]

Sebelum tahun 1999, ibu kota Lampung Tengah terletak di Metro yang dimekarkan menjadi kota otonom sendiri. Setelah tahun 1999 pusat pemerintahan Lampung Tengah dipindahkan ke Gunung Sugih.

SejarahSunting

Selama dalam tahun 1952 sampai dengan 1970 pada objek-objek transmigrasi daerah Lampung telah ditempatkan sebanyak 53.607 KK, dengan jumlah sebanyak 222.181 jiwa, tersebar pada 24 objek dan terdiri dari 13 jenis/kategori transmigrasi. Untuk Kabupaten Lampung Tengah saja antara tahun itu terdiri dari 4 objek, dengan jatah penempatan sebanyak 6.189 KK atau sebanyak 26.538 jiwa.

Kabupaten Lampung Tengah dihuni oleh masyarakat Suku Lampung. Agama yang dianut mayoritas Islam dan sebagian lagi agama Kristen Katolik, Kristen Protestan, Budha dan Hindu. Selain suku Lampung, di Kabupaten Lampung Tengah terdapat masyarakat suku Jawa dan suku Sunda dan suku - suku lainnya, dengan jumlah yang beragam. Mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Beberapa dari mereka juga awalnya adalah transmigran yang ditempatkan di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Lampung Tengah.

Masyarakat dominan lain yang bermukim di Lampung Tengah adalah penduduk Lampung dan suku Bali. Sebagian besar mendiami di beberapa kecamatan di wilayah timur dan sisanya berada di kecamatan lain di Lampung Tengah. Agama yang di anut mayoritas memeluk agama Hindu-Bali. Kampung-kampung Bali akan terasa bila saat berada di lingkungan setempat. Sama halnya dengan masyarakat suku Jawa dan Sunda, masyarakat suku Bali bermula dari transmigran yang ditempatkan di daerah ini. Penempatan itu terdiri dari beberapa tahapan. Sehari-harinya, penduduk setempat menuturkan bahasa Bali dan Lampung.

Pembagian administratifSunting

Pada masa Orde Baru, pada mulanya daerah asli Kabupaten Lampung Tengah meliputi 1 (satu) kota administratif, 2 (dua) lembaga pembantu bupati, 24 kecamatan, dan 504 desa/kelurahan. Lalu berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 46 Tahun 1999 dibentuklah kecamatan Terusan Nunyai yang sebelumnya merupakan wilayah kecamatan Terbanggi Besar.

Sebulan kemudian, berdasarkan UU RI Nomor 12 Tahun 1999, pada wilayah kabupaten Lampung Tengah diadakan pemekaran, sehingga wilayah yang semula memiliki luas 9.189,50 km² dan sekarang luasnya tinggal sekitar 4.789,82 km².

Pemekaran pertama adalah Kabupaten Lampung Timur, sehingga kabupaten ini berkurang 10 kecamatan yakni, Sukadana, Metro Kibang, Pekalongan, Way Jepara, Labuhan Meringgai, Batanghari, Sekampung, Jabung, Purbolinggo, dan Raman Utara.

Pemekaran kedua dengan terbentuknya Kota Madya Metro yang dulunya dikenal sebaga ibu kota Kabupaten Lampung Tengah yang memiliki status sebagai Kota Administratif dan pada tahun 1999 statusnya ditingkatkan sebagai Kotamadya. Sehingga wilayah Lampung Tengah kembali mengalami pengurangan 2 kecamatan yaitu Metro Raya dan Bantul.

Setelah dikurangi 2 kecamatan, Lampung Tengah dalam kurun waktu 1999-2001 hanya memiliki 13 kecamatan, yaitu:

  1. Gunung Sugih (sebagai ibu kota baru kabupaten)
  2. Terbanggi Besar
  3. Seputih Mataram
  4. Punggur
  5. Seputih Raman
  6. Seputih Banyak
  7. Rumbia
  8. Seputih Surabaya
  9. Trimurjo
  10. Padang Ratu
  11. Bangun Rejo
  12. Kali Rejo
  13. Terusan Nunyai

Pada tahun 2001 berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Tengah No. 10 Tahun 2001, diadakan pemekaran kecamatan sehingga bertambah 13 kecamatan baru sebagai berikut:

  1. Bumi Ratu Nuban
  2. Bekri
  3. Seputih Agung
  4. Way Pengubuan
  5. Bandar Mataram
  6. Pubian
  7. Selagai Lingga
  8. Anak Tuha
  9. Sendang Agung
  10. Kota Gajah
  11. Bumi Nabung
  12. Way Seputih
  13. Bandar Surabaya

Selanjutnya berturut-turut berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Tengah No. 6 Tahun 2005 dibentuk kecamatan Anak Ratu Aji[4] dan pemekaran kecamatan terakhir yaitu kecamatan Putra Rumbia[5] berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Tengah No. 15 Tahun 2006. Sekarang, total kecamatan di Lampung Tengah sebanyak 28 kecamatan.

PemerintahanSunting

Daftar bupatiSunting

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
1   Burhanuddin Amin 1945 1948 1
2   Zainabun Djajanegara 1948 1952 2
3   R.
Syahri Djajoyoabdinegoro
1952 1957 3
4   Syamsudin V. Djajamarga 1958 1959 4
5   Mohpian Caropeboka 1959 1960 5
6   Hasan Basri Darmawijaya 1961 1967 6
7   Letkol
TNI Achmad Sajoeti
1967 1972 7
8   Zainal Arifin Djayanegara 1972 1973 8
9   Imam Praboe 1973 1978 9
10   R.
Soekirno
1978 1985 10
-   Subekti Jayanegara 1985 1985 - [Ket. 1]
11   Drs. H.
Suwardi Ramli
1985 1990 11
1990 1995 12
12   Herman Sanusi 1995 2000 13
13   Andy Achmad Sampurna Jaya 2000 2005 14 ((Syamsi Achmad))
2005 2010 15 Musa Ahmad
14   Ahmad Pairin 2010 2015 16 Mustafa
15   Mustafa 2015 2015 [Ket. 2]
-   Dr.
Edarwan
S.E., M.Si.
15 November 2015 17 Februari 2016 - [Ket. 3][6]
(15)   Mustafa 17 Februari 2016 12 Februari 2018 17 Loekman Djoyosoemarto
16   H.
Loekman Djoyosoemarto
12 Februari 2018 20 September 2018 [Ket. 4]
20 September 2018 26 September 2020
-   Adi Erlansyah
S.E., M.M.
26 September 2020 5 Desember 2020 [Ket. 5][7]
(16)   H.
Loekman Djoyosoemarto
5 Desember 2020 Petahana

}}

Catatan
  1. ^ Pelaksana Harian Bupati Lampung Tengah
  2. ^ Pelaksana Tugas Bupati Lampung Tengah
  3. ^ Penjabat Bupati Lampung Tengah
  4. ^ Pelaksana Tugas Bupati Lampung Tengah
  5. ^ Penjabat Sementara Bupati Lampung Tengah
  Partai Golongan Karya
  Partai NasDem
  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah dalam dua periode terakhir.[8][9]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 5   6
  Gerindra 9   6
  PDI-P 9   11
  Golkar 9   9
  NasDem 0   6
  PKS 6   5
  Perindo (baru) 1
  PPP 1   0
  PAN 3   1
  Hanura 1   0
  Demokrat 5   5
  PKPI 2   0
Jumlah Anggota 50   50
Jumlah Partai 10   9

KecamatanSunting

Kabupaten Lampung Tengah terdiri dari 28 kecamatan, 10 kelurahan, dan 301 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.468.875 jiwa dengan luas wilayah 3.802,68 km² dan sebaran penduduk 386 jiwa/km².[10][11]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Lampung Tengah, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Penduduk
(2015)
Luas wilayah
(km²)
Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
18.02.27 Anak Ratu Aji 15.936 68,39 6 Kampung
18.02.21 Anak Tuha 37.244 161,64 12 Kampung
18.02.18 Bandar Mataram 76.793 1055,28 9 Kampung
18.02.26 Bandar Surabaya 33.930 142,39 10 Kampung
18.02.02 Bangunrejo 57.046 132,63 17 Kampung
18.02.15 Bekri 26.639 93,51 8 Kampung
18.02.24 Bumi Nabung 31.929 108,94 7 Kampung
18.02.14 Bumi Ratu Nuban 30.653 65,14 10 Kampung
18.02.04 Gunung Sugih 66.661 103,12 4 11 Kampung
Kelurahan
18.02.01 Kalirejo 66.342 101,31 17 Kampung
18.02.23 Kota Gajah 33.352 68,05 7 Kampung
18.02.03 Padang Ratu 49.214 204,44 15 Kampung
18.02.19 Pubian 41.710 173,88 20 Kampung
18.02.06 Punggur 38.510 118,45 9 Kampung
18.02.28 Putra Rumbia 18.131 95,02 10 Kampung
18.02.09 Rumbia 35.341 106,09 9 Kampung
18.02.20 Selagai Lingga 33.035 308,52 14 Kampung
18.02.22 Sendang Agung 37.392 108,89 9 Kampung
18.02.16 Seputih Agung 49.208 122,27 10 Kampung
18.02.10 Seputih Banyak 44.552 145,92 13 Kampung
18.02.11 Seputih Mataram 47.711 120,01 12 Kampung
18.02.08 Seputih Raman 48.336 146,65 14 Kampung
18.02.12 Seputih Surabaya 46.397 144,6 13 Kampung
18.02.07 Terbanggi Besar 117.317 208,65 3 7 Kampung
Kelurahan
18.02.13 Terusan Nunyai 44.429 302,05 7 Kampung
18.02.05 Trimurjo 51.068 68,43 3 11 Kampung
Kelurahan
18.02.17 Way Pengubuan 41.835 210,72 8 Kampung
18.02.25 Way Seputih 18.168 77,84 6 Kampung
TOTAL 10 301

TransportasiSunting

Letak Kabupaten Lampung Tengah cukup strategis dalam konteks pengembangan wilayah. Sebab selain dilintasi jalur lintas regional, baik yang menghubungkan antar provinsi maupun antar kabupaten/kota di Provinsi Lampung, juga persimpangan antara jalur Sumatra Selatan via Menggala dan jalur Sumatra Selatan serta Bengkulu via Kotabumi. Bagian selatan jalur menuju ke Kota Bandar Lampung, bagian timur menuju jalan ASEAN, Kabupaten Lampung Timur dan Kotamadya Metro. Sementara bagian barat jalur menuju Kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Tanggamus serta jalur lintas kereta api jurusan Bandar Lampung-Kertapati, Palembang.

ReferensiSunting

  1. ^ "Kabupaten Lampung Tengah Dalam Angka 2020". www.lampungtengahkab.bps.go.id. Diakses tanggal 22 Juni 2020. 
  2. ^ a b c "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 30 Juli 2021. 
  3. ^ "Gambaran Umum Kabupaten Lampung Tengah". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-10. Diakses tanggal 2012-12-15. 
  4. ^ Kemenkumham: Lampung Tengah
  5. ^ Kemendagri: Lampung
  6. ^ Pelantikan Pj.Bupati Lampung Tengah 2015-2016, diakses 28 Desember 2020.
  7. ^ Gubernur Lampung Arinal Kukuhkan Adi Erlansyah, SE., MM Menjadi Pjs Bupati Lam-Teng, diakses 28 Desember 2020.
  8. ^ Perolehan Kursi DPRD Lampung Tengah 2014-2019
  9. ^ Perolehan Kursi DPRD Lampung Tengah 2019-2024
  10. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Pranala luarSunting