Kota Jayapura

ibu kota Provinsi Papua

Kota Jayapura adalah ibu kota provinsi Papua, Indonesia. Kota ini merupakan ibu kota provinsi yang terletak paling timur di Indonesia. Kota ini terletak di teluk Jayapura. Kota ini didirikan oleh Kapten Infanteri F.J.P Sachse dari kerajaan Belanda pada 7 Maret 1910. Dari tahun 1910 ke 1962, kota ini dikenal sebagai Hollandia dan merupakan ibu kota distrik dengan nama yang sama di timur laut pulau Papua bagian barat. Kota ini sempat disebut Kota Baru dan Sukarnopura (Sukarnapura, 1964) sebelum menyandang nama yang sekarang pada tahun 1968. Arti literal dari Jayapura, sebagaimana kota Jaipur di Rajasthan, adalah 'Kota Kemenangan' (bahasa Sanskerta: jaya yang berarti "kemenangan"; pura: "kota").

Kota Jayapura
Papua 1rightarrow blue.svg Papua
Kota Jayapura pada malam hari
Kota Jayapura pada malam hari
Lambang resmi Kota Jayapura
Lambang
Motto: 
Jayapura Kota Beriman (Bersih, Beriman, Indah, Aman, dan Nyaman)
Kota Jayapura berlokasi di Maluku dan Papua
Kota Jayapura
Kota Jayapura
Kota Jayapura berlokasi di Indonesia
Kota Jayapura
Kota Jayapura
Koordinat: 2°32′S 140°43′E / 2.53°S 140.72°E / -2.53; 140.72
Negara Indonesia
ProvinsiPapua
Tanggal peresmian2 Agustus 1993
Dasar hukumUU Nomor 6 Tahun 1993 [1][2]
Pemerintahan
 • Wali KotaBenhur Tommy Mano
 • Wakil Wali KotaRustam Saru
Luas
 • Total940 km2 (360 sq mi)
Populasi
 (2018)[3]
 • Total297,775 jiwa
Demografi
 • AgamaKristen 55,98%
- Protestan 49,79%
- Katolik 6,19%
Islam 43,55%
Buddha 0,28%
Hindu 0,19%[3]
Zona waktuWIT (UTC+09:00)
Kode telepon+62 967
Kode Kemendagri91.71 Edit the value on Wikidata
Kode SNIJAP
Jumlah kecamatan5
Jumlah kelurahan25/14
DAURp586.198.486.000,00 (2013)[4]
Situs webhttp://www.jayapurakota.go.id

SejarahSunting

Kota Jayapura telah sejak lama bersentuhan dengan dunia luar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya orang-orang yang pernah singgah di Tanah Papua seperti seseorang berbangsa Spanyol bernama Ynico Ortis De Fretes. Dengan kapalnya yang bernama "San Juan", Ynico berlayar pada tanggal 16 Mei 1545 dari Tidore ke Meksiko. Dalam perjalanan tersebut, rombongan Ynico tiba di sekitar muara sungai Mamberamo pada tanggal 16 Juni 1545 memberikan nama "Nova Guinea" kepada tanah Papua.

Sesudah Ortis de Fretes, muncul lagi pengarung-pengarung lain antara lain Alvaro Memdana Ne Neyra (1567) dan Antonio Ma (1591-1593)

Selanjutnya Besleit (Surat Keputusan) Gubernemen Hindia Belanda Nomor 4 tanggal 28 Agustus 1909 kepada Asisten residen, di Manokwari diperbantukan 1 detasemen (4 Perwira + 80 tentara). Dalam surat keputusan tersebut antara lain tertera (dalam bahasa Belanda) diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia.

Sebagai lanjutan dari pelaksanaan surat keputusan ini, maka pada tanggal 28 September 1909 kapal "EDI" mendaratkan satu detasemen tentara di bawah komando Kapten Infanteri F.J.P SACHSE, segera dimulai menebang pohon-pohon, tetapi segera pula pembayaran ganti rugi harus dilakukan kepada pemiliknya seharga 40 ringgit atau 40 * f 2,50 = f 100,- (seratus gulden / rupiah). Suatu jumlah yang sangat besar waktu itu - 1910 seorang ahli lain bernama KIELICH menulis "Hollandia kostte vierting (40) rijk dealders" Jayapura harganya 40 ringgit f 100,- (seratus golden/rupiah). Bedilh kmpamen pertama yang terdiri dari tenda-tenda, tetapi segera diusahakan untuk mendirikan perumahan-perumahan dari bahan sekitar tempat itu.

Penghuni-penghuni pertama terdiri dari 4 Perwira, 80 anggota tentara, 60 pemikul, beberapa pembantu dan istri-istri para angkatan bersenjata ini, total keseluruhan berjumlah 290 orang.

Ada 2 sungai masing-masing Numbai dan Anafri yang menyatu dan bermuara di teluk Numbai atau Yos Sudarso, dengan sebutan populer muara sungai Numbai. Sungai Numbai-Anafri mengalir satu ngarai yang berawa-rawa penuh dengan pohon-pohon sagu dan bermata air di pegunungan Cyclop.

HollandiaSunting

Karena Patroli perbatasan Jerman memberi nama 'Germanihoek' (pojok Germania/Jerman) kepada kompamennya, maka Kapten Sachse memberi nama "HOLLANDIA" untuk tempat mereka/Belanda. Hari itu, 7 Maret 1910, cuaca buruk tetapi suasana di antara penghuni eksplorasi detasemen sangat baik. Keempat brigade berkumpul dalam sikap upacara sekeliling tiap bendera dengan pakaian yang rapi dan bersih serta dengan kancing-kancing yang berkilat. Kapten/Sachse berpidato mula-mula dalam Bahasa Belanda, kemudian dalam bahasa Melayu dengan penuh semangat. Sesudah itu dia memberi Komando: " Dengan nama Ratu naikkan bendera! semoga dengan perlindunngan Tuhan tidak akan diturunkan sepanjang masa". Segera setelah bendera berkibar semua kelewang atau sangkur disentakkan dari sarungnya dan terdengar teriakan "Hura-hura-hura". Pagi itu lahirlah Hollandia, yang waktu itu tanpa rumah bersalin, dokter, dan bidan suster. Dengan demikian hari jadi Kota Jayapura sejak tanggal 7 Maret 1910. Nama asli lokasi BAU O BWAI (bahasa Kayupulo), secara populer NUMBAI diganti HOLLANDIA oleh seorang Belanda-Kapten Sachse, tanpa persetujuan pemilik tanah lokasi itu.

Kata "Hollandia" berasal dari "Hol" = lengkung; teluk, "land" = tanah; tempat. Jadi Hollandia artinya tanah yang melengkung atau tanah / tempat yang berteluk. Negeri Belanda atau Holland atau Nederland - geografinya Kota Jayapura hampir sama dengan garis pantai utara negeri Belanda itu. Kondisi alam yang lekuk-lekuk inilah yang mengilhami Kapten Sachse untuk mencetuskan nama Hollandia - Kotabaru - Sukarnopura - Jayapura. Yang sekarang dipakai adalah "JAYAPURA"

Perang Dunia IISunting

Bagian utara dari Belanda Nugini diduduki oleh pasukan Jepang pada tahun 1942. Pasukan Sekutu mengusir Jepang setelah pendaratan amfibi dekat Hollandia sejak 21 April 1944. Daerah ini menjadi markas Jenderal Douglas MacArthur sampai penaklukan Filipina pada bulan Maret 1945. Lebih dari dua puluh pangkalan AS didirikan dan setengah juta personel AS bergerak melalui daerah ini.[5]

Irian JayaSunting

Irian Jaya difinitif kembali ke Indonesia 1 Maret 1963. Sejak 1 Mei 1963 sampai sekarang, banyak sekali kemajuan dan perubahan yang terjadi di Irian Jaya.

Terjadi perubahan dalam bidang pemerintahan, Ibu kota Kabupaten Jayapura dimekarkan menjadi Kota Administratif (kotif) Jayapura. Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 26/1979 tanggal 28 Agustus 1979 tentang pembentukan Kota Administratif Jayapura.

Maka dengan ketentuan pelaksanaan Permendagri No. 5 tahun 1979 dan instruksi Mendagri No. 30 tahun 1979, Kota Jayapura pada hari Jumat, 14 September 1979, diresmikan sebagai Kota Administratif oleh Bapak Haji Amir Machmud, Menteri dalam Negeri Republik Indonesia.

Pada hari yang sama dilantik Drs. Florens Imbiri sebagai Wali kota Jayapura oleh Bapak Haji Soetran, Gubernur KDH. Tingkat I Irian Jaya. Lokasi peresmian Kotif Jayapura adalah halaman kantor Dharma Wanita Provinsi Irian Jaya, Jl. Sam Ratulangi Dok 5 Atas

Jadilah Kota administratif yang pertama di Irian Jaya, dan yang ke 12 di Indonesia.

Wali kota Administratif I Drs. Florens Imbiri 1979 – 1989.

Wali kota Administratif II Drs. Michael Manufandu, MA 1989 - 1993.

Dan berdasarkan UU No. 6 Tahun 1993, Kota Administratif Jayapura diresmikan menjadi Kotamadya Dati II Jayapura oleh Bapak Mendagri Yogie S.M bertempat di lapangan Mandala Jayapura. Pada hari yang sama dilantik Drs. R. Roemantyo sebagai Wali kota KDH. Tingkat II Jayapura.

Wali kota KDH. Tingkat II Jayapura menyusun dan melengkap aparat, dinas otonom, dan dinas vertikal serta membentuk DPRD Kota.

Sesuai UU No. 5 tahun 1974 Wali kota KDH Tingkat II Jayapura dipilih oleh DPRD Kota dan terpilih Drs. R. Roemantyo sebagai Wali kota yang definitif periode 1994/19951998/1999.

Sekretariat Kota untuk pertama kali berkantor di Yoka menempati eks kompleks APDN di pinggir Danau Sentani. Setelah kantor baru berlokasi di Entrop selesai dibangun, pada bulan Juli 1998 kantor pindah ke Entrop di Jalan Balai Kota No. 1 Entrop Disrik Jayapura Selatan.

Tongkat estafet pembangunan dilanjutkan oleh Bapak Drs. M.R. Kambu, M.Si sebagai Wali kota Jayapura dan J.I. Renyaan, SH sebagai Wakil Wali kota Jayapura periode 1999/2000 - 2004/2005.

PapuaSunting

Tahun 1999, Presiden Gusdur memenuhi keinginan masyarakat Papua, untuk mengubah nama Irian Jaya menjadi Papua. Nama Papua disebutkan dalam Manifest yang dicetuskan Komite Nasional Papua yang menyatakan, "Nama tanah kami menjadi PAPOEA BARAT dan nama bangsa kami menjadi PAPOEA." Manifest tersebut ditulis dalam sebuah harian "Pengantara" pada 21 Oktober 1961.[6]

GeografiSunting

Luas Kota Jayapura adalah 940 Km2 atau 940.000 Ha, terdiri dari 5 distrik, terbagi habis menjadi 25 kelurahan dan 14 kampung. Sedangkan untuk letak astronomis, Kota Jayapura terletak pada 1°28”17,26”LS - 3°58’082”LS dan 137°34’10,6”BT - 141°0’8’22”BT.

Batas WilayahSunting

Batas Wilayah Kota Jayapura adalah sebagai berikut;

Utara Samudera Pasifik
Timur Papua Nugini
Selatan Kabupaten Keerom
Barat Kabupaten Jayapura

Topografi dan IklimSunting

Topografi daerah cukup bervariasi, mulai dari dataran hingga landai dan berbukit/gunung ± 700 meter di atas permukaan laut. Kota Jayapura dengan luas wilayah 94.000 Ha yang terdiri dari 5 Distrik yaitu Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Heram dan Muara Tami:

District (kecamatan) Area
km²[7]
Population
2010 Census[8]
Muara Tami 626.7 11,137
Abepura 155.7 73,157
Heram 63.2 40,435
Jayapura Selatan 43.3 66,937
Jayapura Utara 51.0 65,039
Jayapura 939,9 256,705
 
Districts (kecamatan) of Jayapura

Terdapat ± 30% tanah tidak layak huni, karena terdiri dari perbukitan yang terjal, rawa-rawa dan hutan lindung. Variasi curah hujan antara 45–255 mm/thn dengan jumlah hari hujan rata-rata bervariasi antara 148-175 hari hujan/thn. Suhu rata-rata 29 °C-31,8 °C. Musim hujan dan musim kemarau tidak teratur. Kelembaban udara rata-rata bervariasi antara 79%-81% di lingkungan perkotaan sampai daerah pinggiran kota.

PemerintahanSunting

Daftar Wali KotaSunting

No Wali Kota Administrasi Awal jabatan Akhir jabatan Prd. Ket. Wakil Wali Kota
1
Florens Imbiri
1979
1989
1
2
Michael Manufandu
1989
1993
2
No Wali Kota Awal jabatan Akhir jabatan Prd. Ket. Wakil Wali Kota
  R. Roemantyo
1993
1994
1
1994
1999
3
2
  Menase Robert Kambu
2000
2005
4
J.I. Renyaan
2005
2010
5
Sudjarwo
3
  Benhur Tommy Mano
21 Juli 2011
21 Juli 2016
6
Nur Alam
RD. Siahaya
21 Juli 2016
23 Agustus 2016
Daniel Pahabol
23 Agustus 2016
22 Mei 2017
(3)
  Benhur Tommy Mano
22 Mei 2017
Petahana
7
Rustam Saru

Dalam pemilihan kepala daerah secara langsung oleh masyarakat Kota Jayapura, DR. Drs. Benhur Tomi Mano, MM. terpilih sebagai Wali kota Jayapura dan DR. H. Nur Alam SE, M.Si sebagai Wakil Wali kota Jayapura periode 2012 - 2016.

Dewan PerwakilanSunting

DPRD Kota Jayapura beranggotakan 45 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD Kota Jayapura terdiri dari 1 ketua dan 2 wakil ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD Kota Jayapura yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 7 Oktober 2019 oleh Ketua Pengadilan Negeri Jayapura, Khamim Thohari.[9][10][11] Komposisi anggota DPRD Kota Jayapura periode 2019-2024 terdiri dari 14 partai politik dimana Partai Golkar adalah partai politik pemilik kursi terbanyak setelah berhasil meraih 6 kursi, kemudian disusul oleh PDI Perjuangan yang berhasil meraih 5 kursi dan Partai NasDem yang berhasil meraih 4 kursi. DPRD Kota Jayapura merupakan DPRD Kabupaten/Kota dengan komposisi partai politik terbanyak di Provinsi Papua.Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Jayapura dalam dua periode terakhir.[12][13]

Partai Politik Jumlah Kursi pada Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 3   3
  Gerindra 4 3
  PDI Perjuangan 4 5
  Golkar 7 6
  NasDem 3 4
  PKS 0 2
  PPP 2   2
  PAN 4 3
  Hanura 4 2
  Demokrat 4 3
  PBB 1 0
  PKPI 4 1
  Berkarya (baru) 2
  Perindo (baru) 2
  PSI (baru) 2
Jumlah Anggota 40   40
Jumlah Partai 11 14

Kecamatan/DistrikSunting

Kota Jayapura terdiri atas 5 distrik, 25 kelurahan, dan 14 kampung.[14][15] Pada tahun 2017, Kota Jayapura memiliki luas wilayah 935,92 km² dan jumlah penduduk sebesar 417.492 jiwa dengan sebaran penduduk 446 jiwa/km².[16][17]

TransportasiSunting

DaratSunting

Beberapa kabupaten di Provinsi Papua dapat diakses melaui jalan darat dari Kota Jayapura, diataranya Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Yalimo. Selain itu melalui jalan darat ada pula pelayanan transportasi bus antar negara, yakni ke Papua Nugini. Bus ini disediakan oleh berbagai penyedia layanan. Layanan imigrasi Indonesia-Papua Nugini dilaksanakan di Jayapura-Vanimo. Untuk menyeberang ke Papua Nugini, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dari kota Jayapura menuju perbatasan negara.

UdaraSunting

Kota ini dilayani oleh sebuah bandar udara, yaitu Bandar Udara Internasional Sentani, yang terletak di Sentani, Kabupaten Jayapura. Bandara Sentani menjadi pintu masuk ke seluruh kabupaten di Provinsi Papua dengan berbagai maskapai pesawat diantaranya Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Sriwijaya Air, Trigana Air, Citilink, Express Air, Dimonim Air, Debi Air, Airfast, Wings Air, Nam Air, Susi Air, Jayawijaya Air, MAF dan AMA.

LautSunting

Kota Jayapura memiliki beberapa dua pelabuhan laut yakni Pelabuhan Yos Sudarso Jayapura dan Pelabuhan Porasko Jayapura. Pelabuhan Jayapura merupakan pusat bongkar muat kapal peti kemas dan bersandarnya kapal Pelni. Sementara pelabuhan porasko adalah pusat bersandarnya Kapal Perintis Papua dan kapal-kapal militer milik TNI dan Polri.

EkonomiSunting

Pusat perbelanjaan TradisionalSunting

  • Pasar Sentral Mama-Mama, Kota Jayapura
  • Pasar Yotefa, Abepura
  • Pasar Koya, Muara Tami
  • Pasar Hamadi, Jayapura Selatan
  • Pasar Inpres Tanjung Ria, Jayapura Utara
  • Pasar Kaget, Kotaraja
  • Pasar Expo, Waena
  • Pasar Perbatasan Skow, Muara Tami
  • Pasar Pertigaan Koya-Arso, Muara Tami

Pusat perbelanjaan ModernSunting

  • Saga Mall, Abepura
  • Mega Mall, Abepura
  • Ramayana Mall, Abepura
  • Mall Jayapura
  • Papua Trade Center (PTC) Entrop
  • Hypermart Tanah Hitam, Abepura
  • Sagu Indah Plaza, Jayapura
  • Mega Mall Waena

Media MassaSunting

TelevisiSunting

Di Jayapura, terdapat stasiun televisi lokal dan nasional yang tersedia di kota ini adalah:

Televisi nasionalSunting

Televisi lokalSunting

Wacana pemindahan ibu kota provinsiSunting

Pada April 2017 Pemerintah Provinsi Papua melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Hery Dosinaen mewacanakan pemindahan ibu kota provinsi dari Kota Jayapura sebab kota ini sudah ada dianggap terlalu padat populasinya.

Beberapa dinas yang bertugas untuk melaksanakan hal ini adalah Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Provinsi Papua. Mereka bertugas berkoordinasi mencari lokasi untuk dilakukan penataan kota baru di areal yang sangat luas.[18]

Kota kembarSunting

Jayapura memiliki hubungan kota kembar dengan kota kota berikut:[19]

ReferensiSunting

  1. ^ "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 16 Februari 2020. 
  2. ^ "Halaman Depan >> Kota Jayapura >> Kondisi Wilayah". Pemerintah Provinsi Papua. 
  3. ^ a b "Kota Jayapura Dalam Angka 2019". BPS Kota Jayapura. Diakses tanggal 22 Februari 2020. 
  4. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  5. ^ "Jayapura". Encyclopædia Britannica Online. Diakses tanggal 2010-05-27. 
  6. ^ Media, Kompas Cyber. "Gus Dur yang Kembalikan Nama "Papua" untuk "Irian Jaya" - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-09-04. 
  7. ^ Kota Jayapura
  8. ^ www.citypopulation.de retrieved 2013-12-19
  9. ^ "Inilah Prosesi Pelantikan 40 Anggota DPRD Kota Jayapura Periode 2019-2024". LintasPapua.com. 08-10-2019. Diakses tanggal 25-03-2020. 
  10. ^ Sobolim, David (08-10-2019). "40 anggota DPRD Kota Jayapura resmi dilantik". tabloidjubi.com. Diakses tanggal 25-03-2020. 
  11. ^ "40 Anggota DPRD Kota Jayapura Resmi Dilantik". Dharapos Papua. 08-10-2019. Diakses tanggal 25-03-2020. 
  12. ^ "Info Pemilu 2019". KPU RI. Diakses tanggal 25-03-2020. 
  13. ^ "INILAH 40 ANGGOTA DPRD KOTA JAYAPURA PERIODE 2014-2019". tabloidjubi.com. 15-05-2014. Diakses tanggal 25-03-2020. 
  14. ^ BPS Provinsi Papua, 26 Desember 2018, Statistik Potensi Desa Propinsi Papua 2018, dikunjungi pada 27 Februari 2019.
  15. ^ BPS Kota Jayapura, 16 Agustus 2018, Kota Jayapura Dalam Angka 2018, dikunjungi pada 27 Februari 2019.
  16. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  17. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  18. ^ "Ibukota Papua akan Dipindahkan dari Kota Jayapura - Papua Untuk Semua - www.papua.us". 2017-04-06. Diakses tanggal 6 April 2017. 
  19. ^ "PPID Kota jayapura". ppid.jayapurakota.go.id. Diakses tanggal 2020-06-01. 

Lihat jugaSunting

Pranala luarSunting