Kabinet Pembangunan VII

kabinet pemerintahan Indonesia di bawah Soeharto

Kabinet Pembangunan VII adalah kabinet pemerintahan Indonesia yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Baharuddin Jusuf Habibie yang masa jabatannya paling singkat (14 Maret 1998-21 Mei 1998). Masa bakti kabinet ini seharusnya berakhir pada tahun 2003, namun karena terjadi demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan massal 1998 akibat krisis ekonomi yang melanda Indonesia yang berujung pada pengunduran diri Soeharto dari jabatannya pada tanggal 21 Mei 1998 dan diangkatnya B.J. Habibie sebagai pejabat presiden dalam situasi darurat, mengakibatkan kabinet ini menjadi demisioner. Sebagai penggantinya, pemerintahan Indonesia dilanjutkan oleh Kabinet Reformasi Pembangunan.

Kabinet Pembangunan VII
Flag of Indonesia.svg
Kabinet Pemerintahan Indonesia
Kabinet Pembangunan VII.jpg
Dibentuk14 Maret 1998
Diselesaikan21 Mei 1998
Struktur pemerintahan
Kepala negaraSoeharto
Kepala pemerintahanSoeharto
Wakil kepala pemerintahanBacharuddin Jusuf Habibie
Jumlah menteri34
Partai anggotaGolongan Karya
Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
Partai Persatuan Pembangunan
Independen
Sejarah
PendahuluKabinet Pembangunan VI
PenggantiKabinet Reformasi Pembangunan
Pada 21 Mei 1998, setelah tekanan politik besar dan demonstrasi, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di televisi.

Adapun Catur Krida Kabinet Pembangunan VII adalah sebagai berikut:

  • Pertama, trilogi pembangunan. Yakni stabilitas nasional, pertumbuhan dan pemerataan, sebagai landasan kebijaksanaan pembangunan yang sudah teruji selama ini dan telah kita laksanakan.
  • Kedua, kemandirian. Yakni melepaskan diri dari ketergantungan pada pihak lain dan percaya atas kemampuan sendiri, akan sanggup menghadapi segala gejolak yang timbul akibat globalisasi.
  • Ketiga, ketahanan nasional. Dari kemandirian, kebersamaan, dan kekeluargaan itulah tumbuh ketahanan nasional. Yaitu keuletan dan ketangguhan bangsa kita menghadapi berbagai tantangan dan ancaman.
  • Keempat, persatuan dan kesatuan. Keduanya akan memperkokoh ketahanan nasional dalam menjamin kelangsungan hidup dalam bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

SusunanSunting

Susunan Kabinet Pembangunan VII adalah sebagai berikut:[1]

Pimpinan KabinetSunting

Presiden Wakil Presiden
Soeharto     Bacharuddin Jusuf Habibie

Anggota kabinetSunting

No. Jabatan Pejabat Mulai menjabat Selesai menjabat
Menteri Departemen
1
Menteri Dalam Negeri
  R. Hartono
14 Maret 1998
21 Mei 1998
2
Menteri Luar Negeri
  Ali Alatas, SH
14 Maret 1998
21 Mei 1998
3
Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI
  Wiranto
14 Maret 1998
21 Mei 1998
4
Menteri Kehakiman
  Muladi
14 Maret 1998
21 Mei 1998
5
Menteri Penerangan
Muhammad Alwi Dahlan
14 Maret 1998
21 Mei 1998
6
Menteri Keuangan
  Fuad Bawazier
14 Maret 1998
21 Mei 1998
7
Menteri Perindustrian dan Perdagangan
Mohammad Hasan
14 Maret 1998
21 Mei 1998
8
Menteri Pertanian
Justika Baharsjah
14 Maret 1998
21 Mei 1998
9
Menteri Pertambangan dan Energi
  Kuntoro Mangkusubroto
14 Maret 1998
21 Mei 1998
10
Menteri Kehutanan dan Perkebunan
Sumahadi
14 Maret 1998
21 Mei 1998
11
Menteri Pekerjaan Umum
  Rachmadi Bambang Sumadhijo
14 Maret 1998
21 Mei 1998
12
Menteri Perhubungan
  Giri Suseno Hadihardjono
14 Maret 1998
21 Mei 1998
13
Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya
  Abdul Latief
14 Maret 1998
21 Mei 1998
14
Menteri Koperasi dan Pengusaha Kecil
Subiakto Tjakrawerdaya
14 Maret 1998
21 Mei 1998
15
Menteri Tenaga Kerja
  Theo L. Sambuaga
14 Maret 1998
21 Mei 1998
16
Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan
AM Hendropriyono
14 Maret 1998
21 Mei 1998
17
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Wiranto Arismunandar
14 Maret 1998
21 Mei 1998
18
Menteri Kesehatan
  Faried Anfasa Moeloek
14 Maret 1998
21 Mei 1998
19
Menteri Agama
  Muhammad Quraish Shihab
14 Maret 1998
21 Mei 1998
20
Menteri Sosial
Siti Hardijanti Rukmana
14 Maret 1998
21 Mei 1998
Menteri Negara
21
Menteri Negara Sekretaris Negara
  Saadillah Mursjid
14 Maret 1998
21 Mei 1998
22
Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala BPPT
  Rahardi Ramelan
14 Maret 1998
21 Mei 1998
23
Menteri Negara Investasi/Kepala BKPM
  Sanyoto Sastrowardoyo
14 Maret 1998
21 Mei 1998
24
Menteri Negara Agraria/Kepala BPN
  Ary Mardjono
14 Maret 1998
21 Mei 1998
25
Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Pemukiman
70px Akbar Tanjung
14 Maret 1998
21 Mei 1998
26
Menteri Negara Lingkungan Hidup/Kepala Bapedal
  Juwono Sudarsono
14 Maret 1998
21 Mei 1998
27
Menteri Negara Pangan, Hortikultura dan Obat-obatan
  Haryanto Dhanutirto
14 Maret 1998
21 Mei 1998
28
Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara
  Tanri Abeng
14 Maret 1998
21 Mei 1998
29
Menteri Negara Peranan Wanita
  Tuty Alawiyah
14 Maret 1998
21 Mei 1998
30
Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga
  Agung Laksono
14 Maret 1998
21 Mei 1998
Menteri Negara Koordinator
31
Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
  Feisal Tanjung
14 Maret 1998
21 Mei 1998
32
Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri/Kepala Bappenas
  Ginandjar Kartasasmita
14 Maret 1998
21 Mei 1998
33
Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara
 
Hartarto Sastrosoenarto
14 Maret 1998
21 Mei 1998
34
Menteri Negara Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan/Kepala BKKBN
  Haryono Suyono
14 Maret 1998
21 Mei 1998

Pejabat Setingkat MenteriSunting

No. Jabatan Pejabat Mulai menjabat Selesai menjabat
35
Jaksa Agung
  Soedjono C. Atmonegoro
20 Maret 1998
15 Juni 1998
36
Gubernur Bank Indonesia
  Syahril Sabirin
1998
2003

Pengunduran diri massalSunting

Selain tekanan demonstrasi massa, juga akibat mundurnya 14 menteri menyusul Abdul Latief dari jabatannya sebagai Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya. Menteri-menteri tersebut mengundurkan diri pada malam hari 20 Mei 1998, pukul 20.00 WIB melalui surat yang diterima Yusril Ihza Mahendra yang diteruskan kepada Mensesneg saat itu, Saadilah Mursyid. Surat tersebut berbunyi:

Hal: Pembentukan Kabinet Baru Jakarta 20 Mei 1998 Kepada Yth. Bapak Presiden RI

Dengan hormat

Bersama surat ini dengan hormat kami laporkan bahwa setelah melakukan evaluasi terhadap situasi akhir-akhir ini terutama di bidang ekonomi, kami berkesimpulan bahwa situasi ekonomi kita tidak akan mampu bertahan lebih dari 1 (satu) minggu apabila tidak diambil langkah-langkah politik yang cepat dan tepat sesuai dengan aspirasi yang hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat khususnya mengenai reformasi di segala bidang, seperti antara lain yang direkomendasi oleh DPR-RI dengan pimpinan fraksi-fraksi pada hari selasa, 19 Mei 1998.

Dalam hubungan itu kami bersepakat bahwa langkah pembentukan kabinet baru sebagaimana yang bapak rencanakan tidak akan menyelesaikan masalah. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati kami secara pribadi-pribadi menyatakan tidak bersedia diikutsertakan dalam kabinet baru tersebut.

Sebagai anggota Kabinet Pembangunan VII kami akan tetap membantu sepenuhnya pelaksanaan tugas yang Bapak emban dalam menyukseskan Catur krida Kabinet Pembangunan VII. Atas perhatian dan perkenan Bapak kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

  1. Ir. Akbar Tanjung
  2. Ir. Drs. AM. Hendropriyono, SH, SE, MBA
  3. Prof. Dr. Ir. Ginanjar Kartasasmita
  4. Ir. Giri Suseno Hadihardjono, MSME
  5. Dr. Haryanto Dhanutirto
  6. Prof. Dr. Ir. Justika S. Baharsjah, M.Sc
  7. Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto, M.Sc
  8. Ir. Rachmadi Bambang Sumadhijo
  9. Prof. Dr. Ir. Rahadi Ramelan, M.Sc
  10. Subiakto Tjakrawedaya, SE
  11. Sanyoto Sastrowardoyo, M.Sc
  12. Ir. Sumahadi, MBA
  13. Drs. Theo L. Sambuaga
  14. Tanri Abeng, MBA.

Catatan kaki dan referensiSunting

Lihat pulaSunting

 
Kabinet Pemerintahan Indonesia
Didahului oleh:
Kabinet Pembangunan VI
Kabinet Pembangunan VII
1998
Diteruskan oleh:
Kabinet Reformasi Pembangunan