Buka menu utama

Pemerintahan mayoritas adalah pemerintahan yang dibentuk oleh sebuah partai pemerintahan yang memiliki mayoritas kursi di legislatif atau parlemen dalam sistem parlementer. Kebalikannya pemerintah minoritas, di mana partai terbesar di legislatif hanya memiliki sejumlah kursi.[1][2][3]

Pemerintah mayoritas biasanya yakin undang-undangnya yang telah diloloskan jarang, jika pernah, takut dikalahkan di parlemen. Sebaliknya, pemerintah minoritas harus terus-menerus menawarkan dukungan dari pihak lain untuk mengeluarkan undang-undang dan menghindari kekalahan karena kurang percaya diri.

Istilah "pemerintahan mayoritas" juga digunakan untuk koalisi stabil dari dua atau lebih partai untuk membentuk kekuatan mayoritas absolut. Sebagai contoh di Australia, Partai Liberal dan Partai Nasional telah menjalankan sebuah blok pemilihan untuk beberapa dasawarsa.

Contoh lain adalah pemerintahan koalisi 2010-2015 di Inggris, yang berkomposisikan Partai Konservatif dan Partai Demokrasi Liberal. Partai Konservatif memenangkan kursi terbanyak dari satu partai dalam pemilihan 2010, namun tidak mencapai mayoritas mutlak. Tapi dengan mengombinasikan dengan Partai Demokratik Liberal, sebuah mayoritas solid di Dewan Perwakilan berhasil dicapai. Ini adalah pemerintahan koalisi sejati pertama di Inggris sejak Perang Dunia II.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ kamus Internasional: Pemerintahan mayoritas, diakses 10 Juni 2017
  2. ^ UkEssays: Minority vs. Majority Government, diakses 10 Juni 2017
  3. ^ The Sun: Who won the 2017 General Election, which parties lost and gained and how are the Tories still in power?, diakses 10 Juni 2017