Bahasa Malaysia

Bahasa di Austronesia

Bahasa Malaysia adalah sebuah istilah gagasan politik bahasa nasional bagi negara Malaysia sebagai bentuk tentangan bagi bahasa Indonesia yang merupakan bahasa resmi negara berdaulat Indonesia. Sekalipun bukan merupakan bahasa yang nyata dan tidak diakui secara resmi, gagasan politik yang disebut sebagai "bahasa Malaysia" ini diklaim memiliki penutur lebih dari 10 juta orang yang tak lain adalah orang Malaysia sendiri yang mayoritasnya mendiami wilayah Semenanjung Malaysia. Pada faktanya, bahasa nasional negara Malaysia yang diakui secara resmi konstitusional menurut Undang-Undang Dasar Malaysia Pasal 152 (disebut sebagai "Perlembagaan Persekutuan Malaysia Perkara 152" di Malaysia) adalah bahasa Melayu sesuai dengan isi pasal yang berbunyi: "Bahasa kebangsaan ialah bahasa Melayu".[4]

Malaysia
بهاس مليسيا
Dituturkan di Malaysia
Penutur bahasa
10.3 penutur asli[1] (tidak tercantum tanggal)
Romawi (resmi) dan Jawi[2]
Status resmi
Bahasa resmi di
 Malaysia
Diatur olehDewan Bahasa dan Pustaka
Kode bahasa
ISO 639-1
ISO 639-2
ISO 639-3zsm
Glottologstan1306[3]

SejarahSunting

Pada tanggal 4 Juni 2007, kabinet Malaysia membuat gagasan untuk menggantikan penggunaan istilah "bahasa Melayu" menjadi "bahasa Malaysia". Kabinet tersebut menganjurkan semua kementerian, universitas, dan perguruan tinggi untuk memberitahu departemen dan instansi terkait untuk menggunakan istilah "bahasa Malaysia" dalam surat-menyurat, catatan dan dokumen.[5][6][7] Pada 5 November 2007, Menteri Penerangan Malaysia, Datuk Seri Zainuddin Maidin, menegaskan lagi bahwa penggunaan istilah baru "bahasa Malaysia" merupakan muktamad atau dalam kata lain dapat dijadikan pegangan.[8]

Namun bagaimanapun, usulan gagasan tersebut tidak disetujui secara konstitusional karena sangat bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Malaysia Pasal 152 (disebut sebagai "Perlembagaan Persekutuan Malaysia Perkara 152" di Malaysia) yang menyebutkan bahwa bahasa nasional Malaysia adalah bahasa Melayu.

Dan secara linguistik, istilah "bahasa Malaysia" tidak memiliki wujud yang nyata dan tidak dapat dibenarkan penggunaannya, karena istilah tersebut tak lain hanyalah sebuah gagasan politik yang mengacu kepada entitas bahasa yang telah berwujud; yakni bahasa Melayu.

Bahasa pasar dan penggunaan kontemporerSunting

Zaman kontemporer telah memperlihatkan perkembangan kosakata bahasa pasar dalam bahasa Malaysia. Beberapa kosakata dibuat karena pemendekan bahasa aslinya. Kata-kata tersebut antara lain awek/cewek (girl); balak/cowok (guy); gak/nggak(tidak); no usha (survey); skodeng (peep); cun (pretty); poyo/slenge (horrible, low-quality) etc. Kata-kata jamak baru yang dituturkan juga mengalami perubahan dari kata asalnya seperti orang ("people"), dalam contoh kitorang (kita + orang, kami); korang (kau + orang, "kau"); diorang atau derang (dia + orang, "mereka").

Ada beberapa kata yang digunakan dalam abad ke-21 dalam bahasa Malaysia, seperti berikut ini:

Kata
Tidak Resmi
Kata
Resmi
Terjemah
Bahasa Inggris
bleh/leh boleh/dapat can, able to
takleh/tokleh tidak boleh/tidak dapat can not
ko engkau/kamu/awak you
nape kenapa why
camne macam mana/bagaimana how
gi/pegi pergi go
kat dekat/di at
mane mana where
tau tahu know
je/aja sahaja only
a'ah ya that's right
awek/pompuan teman wanita girl/girlfriend
balak/pakwe/laki teman lelaki boy/boyfriend
skodeng mengintai peep
cun cantik/lawa awesome/cool/fly
jom/ mari/ayuh let's go
poyo/selenge teruk/buruk horrible
blah beredar go away
meh mari come
apsal apa pasal/apa hal why
tak yah/tak usah tidak payah not necessary
pastu selepas itu/habis itu after that
amik ambil take
pekena makan/minum to eat/drink

Lihat pulaSunting

RujukanSunting

  1. ^ Ethnologue report for language code: zsm. Ethnologue.com. Retrieved on 2010-10-19.
  2. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama jawithe
  3. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Malaysia". Glottolog 4.1. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. 
  4. ^ Teks PDF oleh Jabatan Pengajian Tinggi, Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia-Perkara 152. Bahasa kebangsaan.
  5. ^ Zam Kesal Masih Ada Media Guna Istilah Bahasa Melayu[pranala nonaktif permanen]. BERNAMA, 4 Jun 2007
  6. ^ Keputusan Tukar B.Melayu Kepada B.Malaysia Elak Polemik - Najib[pranala nonaktif permanen]. BERNAMA, 4 Jun 2007
  7. ^ It's Malaysian language, not Melayu. Channel NewsAsia, 4 Jun 2007
  8. ^ Penggunaan Istilah Bahasa Malaysia Dan Bukan Bahasa Melayu Muktamad, Kata Zainuddin. BERNAMA, 5 November 2007
  9. ^ Teks PDF oleh Jabatan Pengajian Tinggi, Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia-Perkara 152. Bahasa kebangsaan.

Catatan kakiSunting

Pranala luarSunting