Ismail Sabri Yaakob

Perdana Menteri Malaysia ke-9 dan saat ini

Dato' Sri Ismail Sabri bin Yaakob, LL.B. (Jawi: إسماعيل صبري بن يعقوب; lahir 18 Januari 1960) adalah seorang politikus Malaysia yang merupakan Perdana Menteri Malaysia ke-9 sejak 21 Agustus 2021.[2] Ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia ke-13 sejak Juli 2021 hingga Agustus 2021 merangkap Menteri Pertahanan dalam pemerintahan Perikatan Nasional (PN) di bawah Muhyiddin Yassin dari Maret 2020 sampai Agustus 2021 dan anggota parlemen Dewan Rakyat untuk daerah pemilihan Bera sejak Maret 2004. Ia adalah anggota dan Wakil Presiden Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai komponen koalisi Barisan Nasional yang bersekutu dengan koalisi Perikatan Nasional. Ia menjadi Perdana Menteri Malaysia pertama yang lahir setelah kemerdekaan Malaya pada tahun 1957.

Yang Amat Berhormat Dato' Sri
Ismail Sabri Yaakob
LL.B. MP
إسماعيل صبري يعقوب
9th Prime Minister of Malaysia Dato' Sri Ismail Sabri Yaakob.jpg
Perdana Menteri Malaysia ke-9
Mulai menjabat
21 Agustus 2021
Penguasa monarkiAl-Sultan Abdullah
PendahuluMuhyiddin Yassin
Wakil Perdana Menteri Malaysia ke-13
Masa jabatan
7 Juli 2021 – 16 Agustus 2021
Penguasa monarkiAl-Sultan Abdullah
Perdana MenteriMuhyiddin Yassin
PendahuluWan Azizah Wan Ismail
PenggantiLowong
Menteri Pertahanan Malaysia
Masa jabatan
10 Maret 2020 – 16 Agustus 2021
Perdana MenteriMuhyiddin Yassin
Jabatan lainMenteri Senior (Keamanan dan Persatuan)[a]
PendahuluMohamad Sabu
PenggantiHishammuddin Hussein
Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Wilayah
Masa jabatan
29 Juli 2015 – 10 Mei 2018
Perdana MenteriNajib Razak
PendahuluShafie Apdal
PenggantiRina Harun (Pembangunan Daerah Tertinggal)
Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Agro Malaysia
Masa jabatan
16 Mei 2013 – 29 Juli 2015
Perdana MenteriNajib Razak
PendahuluNoh Omar
PenggantiAhmad Shabery Cheek
Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi dan Konsumerisme Malaysia
Masa jabatan
10 April 2009 – 5 Mei 2013
Perdana MenteriNajib Razak
PendahuluShahrir Samad (Perdagangan Dalam Negeri dan Konsumen)
Noh Omar (Koperasi)
PenggantiHasan Malek
Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia
Masa jabatan
18 Maret 2008 – 9 April 2009
Perdana MenteriAbdullah Ahmad Badawi
PendahuluAzalina Othman Said
PenggantiAhmad Shabery Cheek
Anggota Parlemen Malaysia
dapil Bera, Pahang
Mulai menjabat
21 Maret 2004
Jabatan lain
Pendahuludaerah pemilihan baru
Mayoritas4,982 (2004)
4,313 (2008)
2,143 (2013)
2,311 (2018)
Informasi pribadi
LahirIsmail Sabri bin Yaakob
18 Januari 1960 (umur 61)
Temerloh, Pahang, Federasi Malaya (sekarang Malaysia)
Partai politikUMNO (1987–)
Afiliasi
politik lain
PasanganMuhaini Zainal Abidin (k. 1986)
Hubungan
  • Zamri Yaakob (kakak)
  • Jovian Mandagie (menantu)
Anak
BapakYaakob
Tempat tinggalNo.11, Jalan TR 4/1, Tropicana Golf & Country Resort, Petaling Jaya, Selangor[1]
Alma materUniversitas Malaya
PekerjaanPengacara
ProfesiPolitikus
Situs webAkun Resmi Ismail Sabri di Facebook

Ismail menjabat di beberapa posisi kabinet di pemerintahan Barisan Nasional (BN) di bawah mantan Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi dan Najib Razak dari Maret 2008 hingga kekalahan koalisi BN dalam pemilihan umum Malaysia 2018. Di kabinet, ia menjabat sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Wilayah, Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Agro, Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi, dan Konsumerisme dan Menteri Pemuda dan Olahraga.[3] Selain itu, ia merupakan pemimpin oposisi pada saat Pakatan Harapan (PH) berkuasa di Malaysia sejak Maret 2019 hingga runtuhnya koalisi PH pada Februari 2020 di tengah krisis politik Malaysia 2020. Di pemerintahan Perikatan Nasional (PN), ia diangkat menjadi Menteri Senior yang bertanggung jawab atas keamanan dan persatuan dari Maret 2020 hingga pengangkatannya menjadi wakil perdana menteri pada Juli 2021. Ia memimpin fraksi partainya, UMNO untuk mendukung Muhyiddin sebagai perdana menteri pada Juni 2021, ketika partai tersebut menarik kembali dukungannya atas penanganan pemerintah terhadap pandemi COVID-19. Setelah itu memuncak dengan runtuhnya pemerintah dan pengunduran diri Muhyiddin, ia berhasil memasuki negosiasi untuk menjadi Perdana Menteri pada Agustus 2021 setelah mengumpulkan dukungan dari sebagian besar anggota parlemen.[2][4] Ia telah membuat kontroversi atas komentarnya yang mendukung keunggulan etnis Melayu di Malaysia.

KeluargaSunting

Ismail Sabri mengenal Muhaini Zainal Abidin sejak umur 19 tahun dan pada akhirnya menikah pada 1986. Dari pernikahannya tersebut dikurniakan empat orang anak, yaitu tiga laki-laki termasuk Gadaffi Ismail Sabri yang merupakan mantan pelajar Akademi Fantasia musim kelima yaitu sebuah perancang realita jenis hiburan[5] dan seorang perempuan, yakni Nina Sabrina yang merupakan anak pertamanya. Menantunya, Jovian Mandagie seorang perancang busana dan pengusaha yang merupakan kelahiran Indonesia.[6]

PendidikanSunting

Ismail Sabri memulai masa sekolahnya di Sekolah Kebangsaan Bangau pada 1967. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Air Putih, Kuantan, Pahang pada 1973 dan Sekolah Menengah Teknik Kuantan pada 1976. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Jaya Akademik tingkat enam dan kemudian melanjutkan studinya di Fakultas Hukum Universitas Malaya pada tahun 1980.

KarierSunting

Ismail Sabri memulai karirnya sebagai pengacara pada 1985, kemudian Ia diangkat sebagai Anggota Dewan Distrik Temerloh pada 1987 dan Anggota Dewan Kota Temerloh pada tahun 1996. Pada tahun 1995, ia diangkat sebagai Sekretaris Politik Menteri Kebudayaan, Seni, dan Pariwisata, Sabaruddin Chik. Ia juga pernah menjabat sebagai Board Member of the Board of Pahang Tenggara (DARA) pada 1995 serta Tourism Malaysia di tahun yang sama. Sebelum terjun ke dunia politik, ia menjabat sebagai Ketua Kompleks Olahraga Nasional.[7]

PolitikSunting

Pada 1987, ia diangkat menjadi anggota Dewan Pimpinan Cabang UMNO Distrik Temerloh. Setelah itu pada 1988 ia diangkat sebagai Kepala Informasi Dewan Pimpinan Cabang UMNO Distrik Temerloh. Pada 1993, terpilih sebagai Ketua Gerakan Pemuda UMNO Distrik Temerloh, Wakil Ketua UMNO Distrik Temerloh pada 2001 dan menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang UMNO Distrik Temerloh pada tahun 2004.

Pada pemilihan umum 2004, Ismail memperebutkan kursi legislatif dan maju sebagai calon dari Barisan Nasional. Ia bertarung di daerah pemilihan Bera, negara bagian Pahang. Ia berhasil memenangkan pemilihan dengan perolehan 16,714 suara. Kandidat lawannya adalah Abd Wahab Ismail dari Partai Islam Se-Malaysia yang hanya mendapatkan 12,244 suara.

Ismail terpilih kembali sebagai anggota parlemen daerah pemilihan Bera pada 2008,[8] dan dilantik menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga dalam Kabinet Abdullah Badawi.[9] Pada April 2009, ia menjadi Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi, dan Konsumerisme Malaysia di bawah kepemimpinan Najib Razak.[10] Setelah pemilihan umum 2013, ia ditunjuk sebagai Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Agro (2013–2015), selanjutnya ketika perombakan kabinet, ia menjabat sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Wilayah (2015–2018).

Wakil Presiden UMNO (2019–sekarang) dan Pemimpin Oposisi (2019–2020)Sunting

 
Ismail Sabri saat menyampaikan pidato dalam suatu acara, 2019.

Setelah kekalahan koalisi Barisan Nasional dalam pemilihan umum 2018, Ismail memperebutkan jabatan Wakil Presiden dalam pemilihan kepemimpinan UMNO 2018 dan berhasil menang dengan suara tertinggi di atas Mahdzir Khalid dan Mohamed Khaled Nordin. Pada 20 Desember 2018, sebagai Wakil Presiden UMNO, ia ditugasi untuk mengemban tugas Deputi Presiden menggantikan petahananya, yaitu Mohamad Hasan yang bertindak sebagai Pelaksana Tugas Presiden UMNO selama lebih dari enam bulan "cuti kebun" oleh Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi.[11][12] Ia diangkat sebagai Ketua Oposisi Malaysia di Dewan Rakyat pada 2019 ketika Ahmad Zahid Hamidi mengundurkan diri.[13]

Menteri di kabinetSunting

Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Agro (2013–2015)Sunting

 
Ismail saat mengunjungi Festival Pemuda MAHA 2013.

Setelah berhasil mempertahankan kursi parlemen pada pemilihan umum 2013, ia diangkat sebagai Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Agro Malaysia sejak Mei 2013 hingga perombakan kabinet pada 2015.[14]

Kementerian di bawah Ismail telah memperkenalkan frasa "Jihad Melawan Perantara" (bahasa Melayu: Jihad Memerangi Orang Tengah) yang bertujuan untuk menghilangkan peran tengkulak di sektor pertanian.[15] Hasil dari tiga sub sektor pertanian, yaitu padi, perikanan, serta sayuran dan buah-buahan dipasarkan langsung ke konsumen melalui berbagai tempat antara lain Pusat Pembelian Padi, Pasar Nelayan, Pasar Tani, dan Agrobazaar Toko Rakyat. Departemen Pelayanan Publik mengklaim bahwa pendapatan petani tanaman, nelayan, dan produsen ternak telah meningkat sebagai hasil dari inisiatif ini, sementara konsumen dapat memperoleh produk segar dengan harga lebih rendah daripada yang ditawarkan di pasar umum.

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Wilayah (2015–2018)Sunting

 
Ismail bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo di Kuala Lumpur, 2018.

Ismail diangkat oleh Najib Razak sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Wilayah Malaysia (2015–2018) setelah perombakan kabinet pada 2015.[16][17]

Selama menjabat di posisi tersebut, Ismail mencetuskan konsep "Mara Digital Malls" pada 2015,[18] yang pada dasarnya adalah pusat perbelanjaan yang menjual produk Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), namun hanya dari vendor Bumiputera. Inisiatif ini dimaksudkan untuk memungkinkan lebih banyak pedagang Bumiputra menjual barang digital dan gadget IPTEK, dengan harga sewa yang lebih rendah daripada pusat IPTEK yang ada. Pedagang diberi subsidi sewa enam bulan untuk membangun diri mereka sendiri.

Selain itu, Ismail juga berupaya dalam transformasi untuk pelaksanaan kebutuhan dan keinginan masyarakat sekaligus memastikan proses pembangunan pedesaan tepat sasaran.[19] Kebijakan tersebut dinamakan dengan "Membandarkan Luar Bandar" yang bermaksud melakukan kemajuan dan pembaruan terhadap daerah pedesaan. Pelaksanaan yang dirancang untuk lima tahun ini memberi penumpuan kepada enam tujuan utama, yaitu sistem prasarana, pembangunan pemuda, ekonomi, kewirausahaan, sumber daya manusia, dan sistem pengiriman. Penyediaan infrastruktur dasar daerah tertinggal juga diintensifkan, terutamanya di daerah pedalaman yang kurang terjangkau di seluruh Malaysia untuk mendorong para generasi muda agar dapat membangun masa depan.

Menteri Senior Keamanan dan Menteri Pertahanan (2020–2021)Sunting

Pada Maret 2020 setelah perubahan pemerintahan yang sebelumnya dipimpin oleh koalisi Pakatan Harapan (PH) menjadi koalisi Perikatan Nasional (PN) di bawah kepemimpinan perdana menteri yang baru, yaitu Muhyiddin Yassin. Ismail diangkat dalam Kabinet Muhyiddin sebagai Menteri Pertahanan Malaysia sekaligus memimpin sebagai Menteri Senior (Keamanan dan Persatuan) yang merupakan jabatan pengganti fungsi Wakil Perdana Menteri Malaysia yang tidak difungsikan sejak pengumuman kabinet hingga Juli 2021. Sebagai menteri senior, ia selalu mengumumkan kebijakan pemerintah terkait prosedur operasi standar dan pemberlakuan Perintah Kendali Pergerakan (PKP).[20][21][22] Ia mengkritik Al Jazeera untuk sebuah dokumentasi tentang perlakuan Pemerintah Malaysia terhadap imigran selama PKP berlangsung, sehingga ia menuntut pihak Al Jazeera meminta maaf atas apa yang diduganya sebagai "pelaporan palsu".[23] Ismail dikenali oleh warganet Malaysia dengan sebutan "Pak Long Mail".[24]

Wakil Perdana Menteri (2021)Sunting

Jabatan Wakil Perdana Menteri yang kosong setelah Wan Azizah Wan Ismail mengundurkan diri pada Februari 2020, akhirnya Perdana Menteri Muhyiddin Yassin menunjuk Ismail sebagai wakilnya dalam pemerintahan untuk menangani masalah di masa pandemi COVID-19.[25] Pada 7 Juli 2021, ia resmi dilantik oleh Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah di Istana Negara. Ia dilantik bersama Hishammuddin Hussein yang menjadi menteri senior menggantikannya. Sehari setelah pelantikannya pula, partainya UMNO secara serta merta menarik kembali dukungan yang diberikan kepada Muhyiddin.[26] Jabatan yang diembannya hanya bertahan 40 hari diakibatkan krisis politik Malaysia dan membuatnya menjadi wakil perdana menteri dengan masa jabatan tersingkat di Malaysia.

Perdana menteriSunting

 
Ismail Sabri dalam pengumuman kabinet, 2021.

Barisan Nasional (UMNO, MCA, MIC, dan PBRS), Perikatan Nasional (BERSATU, PAS, dan STAR), Gabungan Partai Sarawak (PBB, PDP, PRS, dan SUPP), Partai Bersatu Sabah, dan anggota parlemen Independen sebulat suara mengusung Ismail sebagai calon perdana menteri.[27] Pada 19 Agustus 2021, seluruh anggota parlemen dari partai politik masing-masing datang menemui Yang di-Pertuan Agong di Istana Negara.[28]

Ismail Sabri Yaakob dilantik di Istana Melawati, Putrajaya oleh Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah pada 21 Agustus 2021. Sebelumnya pada 20 Agustus 2021, ia telah ditetapkan sebagai Perdana Menteri Malaysia[29] menggantikan Muhyiddin Mohd. Yassin yang mengundurkan diri bersama anggota kabinetnya usai menjadi pemerintahan minoritas di Dewan Rakyat. Ia telah menuliskan sejarah baru bagi koalisi Barisan Nasional setelah kekalahan pada pemilihan umum Malaysia 2018. Selain itu, ia menjadi perdana menteri kedua setelah Muhyiddin yang dilantik di tengah-tengah krisis politik dan pandemi COVID-19.[30] Sebanyak 114 dari 220 anggota Dewan Rakyat mendukungnya sesuai dengan Pasal 40(2)(a) dan Pasal 43(2)(a) Konstitusi Federal. Ketika Ismail menjadi perdana menteri, partai politiknya, UMNO, kembali berkuasa setelah terkalahkan pada 2018 atau tiga tahun setelah Najib Razak dikalahkan dari kursi kepemimpinan atas skandal 1MDB, di mana ia berusaha memalsukan bukti dengan meminta bantuan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan.[31] [32] Maka dengan demikian, ia menjadi Perdana Menteri Malaysia pertama yang tidak menjabat sebagai Presiden di partainya, UMNO.

Ismail memperkenalkan konsep dan frasa "Keluarga Malaysia" dalam konverensi pers pertamanya sebagai perdana menteri.[33] Ia melibatkan oposisi untuk bergabung dalam Dewan Keamanan Nasional (bahasa Melayu: Majlis Keselamatan Negara) untuk memulihkan pandemi COVID-19. Dalam memulai tugas pertamanya, ia melakukan kunjungan kerja di Kedah, Malaysia untuk meninjau kondisi wilayah yang terdampak banjir menyusul fenomena ketinggian air dari Gunung Jerai.[34]

Pada 25 Agustus 2021, Ismail mengajukan anggota kabinet federalnya kepada Yang di-Pertuan Agong untuk menyetujui komponen kabinetnya agar dapat diumumkan.[35][36] Namun pada keesokan harinya, Yang di-Pertuan Agong menyerahkan kembali susunan kabinetnya di Kuantan, Pahang.[37] Ia kemudian mengumumkan susunan kabinetnya pada 27 Agustus 2021 pagi, sehari setelah penyerahan susunan kabinetnya diterima oleh Yang di-Pertuan Agong.[38] Ia mengumumkan pembentukan kabinet tanpa menunjuk salah satu anggota parlemen untuk menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia.[39][40] Departemen Perdana Menteri menyatakan bahwa para menteri dan wakil menteri yang terdaftar dalam kabinet yang dilantik secara resmi di Istana Negara pada 30 Agustus 2021.[41] Kubu oposisi mengkritik kabinet baru di bawah pemerintahannya merupakan sebuah pemerintahan gagal yang tidak banyak perubahan dan hanya menukar beberapa portofolio,[42] serta digambarkan sebagai "kabinet daur ulang" yang disusun olehnya dari pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh Muhyiddin Yassin.[43][44] Sekaligus mempercayakan Muhyiddin memimpin sebagai Ketua Dewan Pemulihan Nasional, padahal Muhyiddin sebelumnya dianggap gagal menangani COVID-19 di Malaysia, khususnya pada sektor kesehatan, ekonomi, politik, pendidikan, dan lain-lain.[45]

Penandatanganan MoUSunting

Pemerintahan di bawah Ismail melakukan penandatanganan kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) tentang Transformasi dan Kestabilan Politik antara pemerintah dengan oposisi, khususnya Pakatan Harapan (PKR, AMANAH, DAP, dan UPKO).[46] Kesepakatan ini berlangsung sejak 13 September 2021 hingga masa berakhirnya tugas anggota Dewan Rakyat atau pembubaran Parlemen ke-14. Dalam MoU tersebut menyatakan bahwa apabila kegagalan untuk memenuhi dan melaksanakan klausul tertentu serta perubahan yang telah digariskan, merupakan pelanggaran dan dapat mengakibatkan pemutusan perjanjian. Di antara kesepahaman yang dicapai melalui MoU bersejarah tersebut adalah: "Pemerintah harus melakukan yang terbaik untuk melaksanakan setiap dan semua Transformasi yang diusulkan dan dalam kerangka waktu yang disepakati oleh kedua belah pihak." Namun telah ditegaskan pula bahwa kesepahaman ini tidak berlaku untuk pembagian kekuasaan dengan kubu oposisi.[47]

KontroversiSunting

Seruan boikotSunting

Ismail Sabri memicu kontroversi pada Februari 2015 dengan komentar di media sosial Facebook yang mendesak konsumen Melayu untuk menggunakan "kekuatan" mereka untuk memaksa minoritas Tionghoa menurunkan harga dengan memboikot bisnis Tiongkok.[48]

[...] Konsumen memiliki kekuasaan yang besar. Mayoritas konsumen berasal dari orang Melayu. Sedangkan orang Tionghoa merupakan minoritas (konsumen). Jika orang Melayu memboikot bisnis mereka, maka mereka akan dipaksa untuk menurunkan harga. Pertimbangkan ini: banyak restoran Tionghoa yang tidak memiliki logo halal dan telah ditutup beberapa kali karena status kehalalannya dipertanyakan, (akan tetapi) orang Melayu terus berbondong-bondong ke restoran meskipun faktanya ada ribuan restoran Melayu halal yang sah. Perhatikan OldTown White Coffee, (restoran halal milik orang Tionghoa) baru-baru ini (kehalalannya) dipertanyakan, tetapi orang Melayu terus menolak untuk memboikot mereka. Apalagi pemiliknya dikatakan berasal dari keluarga Ngeh [dan merupakan anggota] DAP Perak yang dikenal anti-Islam. Jika orang Melayu tidak mengubah cara mereka, orang Tionghoa akan mengambil kesempatan untuk menekan orang Melayu.[49]

— Ismail Sabri Yaakob, 2 Februari 2015

Pengamat politik Wan Saiful Wan Jan mengatakan dalam pernyataan pribadi bahwa setiap pemilih Malaysia tanpa memandang ras akan menolak Ismail atas komentarnya. “Saya pikir reaksi dari setiap orang Melayu atau Tionghoa yang berpikiran benar dan percaya pada persatuan Malaysia akan merasa jijik. Para pemilih Tionghoa akan mengingat apa yang dia katakan ketika datang ke pemungutan suara”.[50] Politikus MCA Wee Ka Siong melontarkan pernyataan bahwa “sebagai seorang menteri di Kabinet, ia tidak harus membuat generalisasi etnis tersebut. Hal ini tidak seolah-olah hanya Tionghoa sebagai pengusaha”.[51] Inspektur Jenderal Polisi (IGP) Khalid Abu Bakar menyatakan bahwa ia akan diselidiki berdasarkan Undang-Undang Penghasutan 1948 dan Ismail telah menghapus postingan Facebook tersebut.[52]

Pada Oktober 2018, Ismail setuju untuk membayar denda kepada Ngeh Koo Ham selaku politikus Partai Tindakan Demokratis (DAP) sebesar RM80.000 dan RM5.000 setelah dinyatakan bersalah atas pencemaran nama baik. Staf Ngeh mengklarifikasi bahwa Ngeh tidak memiliki saham atau kepentingan di OldTown White Coffee dan membantah tuduhan anti-Islam.[53]

Hasil pemilihanSunting

Parlemen Malaysia: P90 Bera, Pahang[8][54][55][56]
Tahun Calon Suara % Lawan Suara % Jumlah surat suara Mayoritas Hasil akhir
2004 Ismail Sabri Yaakob (UMNO) 16,714 53.75% Abd Wahab Ismail (PAS) 12,244 39.37% 31,096 4,982 76.53%
2008 Ismail Sabri Yaakob (UMNO) 18,051 54.50% Mazlan Aliman (PAS) 14,230 42.96% 33,123 4,313 77.04%
2013 Ismail Sabri Yaakob (UMNO) 21,669 50.46% Zakaria Abdul Hamid (PKR) 19,526 45.47% 42,944 2,143 84.21%
Mohd Wali Ahmad (IND) 670 1.56%
2018 Ismail Sabri Yaakob (UMNO) 20,760 43.89% Zakaria Abdul Hamid (PKR) 18,449 39.00% 48,339 2,311 82.33%
Musaniff Ab Rahman (PAS) 8,096 17.11%

CatatanSunting

  1. ^ Ismail Sabri Yaakob menjabat sebagai Menteri Senior (Keamanan dan Persatuan) terhitung sejak pelantikannya sebagai Menteri Pertahanan dan berakhir setelah dilantik sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia.
  2. ^ Ismail Sabri Yaakob memimpin sebagai Ketua Oposisi Malaysia terhitung sejak 11 Maret 2019 hingga 24 Februari 2020 di bawah Mahathir Mohamad.

ReferensiSunting

  1. ^ https://www.parlimen.gov.my/profile-ahli.html?uweb=dr&id=3613
  2. ^ a b "Ismail Sabri appointed 9th prime minister". Malaysiakini (dalam bahasa Inggris). 2021-08-20. Diakses tanggal 2021-08-20. 
  3. ^ "Ismail Sabri bin Yaakob, Y.B. Dato' Sri" (dalam bahasa Melayu). Parlemen Malaysia. Diakses tanggal 16 Juli 2010. 
  4. ^ "Malaysian MPs backing Ismail Sabri as next PM meet with the king to verify their support". CNA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-08-19. 
  5. ^ Aida Ahman (20 Maret 2011). "Meet Gadaffi the singer". The Star. Diakses tanggal 13 Oktober 2014. 
  6. ^ Reza Gunadha (2021-08-20). "Sosok Ismail Sabri Yaakob, PM Malaysia yang Punya Menantu Kelahiran Indonesia". Suara.com. Diakses tanggal 2021-09-19. 
  7. ^ Selvam, S. (6 Juli 2003). "NSC: We are not biased". New Straits Times. Diakses tanggal 10 Januari 2010. 
  8. ^ a b "Malaysia Decides 2008 (including 2004 results)". The Star. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Januari 2010. Diakses tanggal 9 Januari 2010. 
  9. ^ "New ministers: PM's reminder a timely one". The Star. 21 Maret 2008. Diakses tanggal 10 Januari 2010. 
  10. ^ "New Cabinet Line-up Meets People's Expectations". http://www.bernama.com/bernama/v5/newsgeneral.php?id=403026. 9 April 2009. Diakses tanggal 10 Januari 2010.  Hapus pranala luar di parameter |publisher= (bantuan)
  11. ^ "Zahid steps aside as Umno president, hands over duties to deputy". The Star Online. Diakses tanggal 18 Desember 2018. 
  12. ^ "Ismail Sabri puts on Umno No 2's shoes". Malaysiakini (dalam bahasa Inggris). 20 Desember 2018. Diakses tanggal 21 Agustus 2021. 
  13. ^ "Ismail Sabri ketua pembangkang baharu". Berita Harian (dalam bahasa Melayu). 2019-03-07. Diakses tanggal 2021-08-19. 
  14. ^ "Federal Cabinet 2013 line-up". www.astroawani.com. Diakses tanggal 2021-08-21. 
  15. ^ OH, ERROL. "Making the middlemen the bogeymen". The Star (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-08-20. 
  16. ^ "Senarai penuh Kabinet 2015". Berita Harian (dalam bahasa Inggris). 2015-07-28. Diakses tanggal 2021-08-21. 
  17. ^ Chandran, Nyshka (2015-07-29). "Malaysia cabinet reshuffle saps confidence". CNBC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-08-21. 
  18. ^ www.astroawani.com https://www.astroawani.com/berita-bisnes/ismail-sabri-proposes-open-low-yat-2-mara-building-69378. Diakses tanggal 2021-08-20.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  19. ^ "Ismail Sabri Lancar Agenda Transformasi 'Membandarkan Luar Bandar'". mSTAR. 20 November 2015. Diakses tanggal 19 Agustus 2021. 
  20. ^ "Malaysia's longest-governing party seems set to return to PM". AP NEWS (dalam bahasa Inggris). 2021-08-19. Diakses tanggal 2021-08-19. 
  21. ^ "COVID-19 conditional movement control order reinstated across all states in Peninsular Malaysia, except for Perlis, Pahang and Kelantan". CNA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-08-19. 
  22. ^ Palansamy, Yiswaree. "CMCO in KL, Selangor extended till end of 2020, except for Hulu Selangor, Kuala Selangor, Sabak Bernam | Malay Mail". www.malaymail.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-08-19. 
  23. ^ "Ismail Sabri wants apology from Al Jazeera for 'false reporting' | The Star". 2020-07-06. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Juli 2020. Diakses tanggal 2021-08-23. 
  24. ^ "'Abah', 'Pak Long' dan 'Pak Ngah' kita..." Harian Metro (dalam bahasa Melayu). 2021-07-07. Diakses tanggal 2021-08-19. 
  25. ^ "Ismail Sabri dilantik TPM, Hishammuddin Menteri Kanan Luar Negeri - PMO". Astro Awani (dalam bahasa Melayu). 2021-07-07. Diakses tanggal 2021-07-07. 
  26. ^ "UMNO tarik serta-merta sokongan terhadap Muhyiddin". Berita Harian (dalam bahasa Melayu). 2021-07-07. Diakses tanggal 2021-07-08. 
  27. ^ "Senarai 114 Ahli Parlimen dikatakan sokong pelantikan Ismail Sabri". Utusan Malaysia (dalam bahasa Melayu). 2021-08-19. Diakses tanggal 2021-08-19. 
  28. ^ "114 Ahli Parlimen sokong Ismail Sabri menghadap Seri Paduka". Utusan Malaysia (dalam bahasa Melayu). 2021-08-19. Diakses tanggal 2021-08-19. 
  29. ^ "Ismail Sabri named Malaysia PM, putting scandal-hit party on top". Nikkei Asia (dalam bahasa Inggris). 2021-08-20. Diakses tanggal 2021-08-20. 
  30. ^ Welle (https://www.dw.com), Deutsche. "Malaysia: Ismail Sabri Yaakob appointed new prime minister | DW | 20 Agustus 2021". DW.COM (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 20 Agustus 2021. 
  31. ^ "Malaysia: Ismail Sabri Yaakob could be next PM, restoring party to power after 1MDB scandal". The Guardian. Diakses tanggal 19 Agustus 2021. 
  32. ^ "1MDB Scandal Comes to Life with UMNO Back in Power". Medium. Diakses tanggal 2 September 2021. 
  33. ^ "Sepakat selamatkan Keluarga Malaysia – Ismail Sabri". Utusan (dalam bahasa Melayu). 2021-08-22. Diakses tanggal 2021-08-23. 
  34. ^ "Ismail Sabri mula tugas secara rasmi sebagai Perdana Menteri". Berita Harian (dalam bahasa Melayu). 2021-08-23. Diakses tanggal 2021-08-23. 
  35. ^ "Ismail Sabri to present cabinet line-up at palace tomorrow". The Vibes (dalam bahasa Inggris). 2021-08-24. Diakses tanggal 2021-08-25. 
  36. ^ "PM to have audience with King in Kuantan, confirms Istana Negara source". The Star (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-08-26. 
  37. ^ "PM to meet Agong in Kuantan on cabinet line-up". Malaysiakini (dalam bahasa Inggris). 2021-08-26. Diakses tanggal 2021-08-26. 
  38. ^ "Ismail Sabri unveils new Cabinet line-up, no DPM". The Star (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-08-28. 
  39. ^ "Barisan Kabinet baharu diumum hari ini". Berita Harian. 27 Agustus 2021. Diakses tanggal 27 Agustus 2021. 
  40. ^ "Tiada jawatan Timbalan Perdana Menteri dalam Kabinet Ismail Sabri". Utusan Malaysia. 27 Agustus 2021. Diakses tanggal 27 Agustus 2021. 
  41. ^ "PM to unveil new Cabinet line-up tomorrow, swearing-in on Monday". www.astroawani.com. Diakses tanggal 2021-08-28. 
  42. ^ "Pembangkang gelar kabinet Ismail Sabri 'kabinet gagal 2.0'". Sinar Harian. 27 Agustus 2021. Diakses tanggal 27 Agustus 2021. 
  43. ^ "'Recycled' cabinet: How to deliver in 100 days after failing for 17 months? - Anwar". Malaysiakini (dalam bahasa Inggris). 2021-08-27. Diakses tanggal 2021-08-28. 
  44. ^ Razak, Radzi. "Guan Eng: PM Ismail Sabri's recycled Cabinet raises concern of another failed govt | Malay Mail". www.malaymail.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-08-28. 
  45. ^ "Muhyiddin dilantik sebagai pengerusi MPN bertaraf menteri". Malaysia Now. 2021-09-04. Diakses tanggal 2021-09-04. 
  46. ^ "MoU kerajaan, pembangkang jadi dokumen awam, bukti ketelusan kepada rakyat". Astro Awani. 2021-09-14. Diakses tanggal 2021-09-19. 
  47. ^ "MoU bukan tanda perkongsian kuasa kerajaan, pembangkang". Berita Harian. 2021-09-14. Diakses tanggal 2021-09-19. 
  48. ^ Lee, Seok Hwai (2 Februari 2015). "Malaysia minister calls for Malays to boycott Chinese businesses". The Straits Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 18 Agustus 2021. 
  49. ^ Monday, 02 Feb 2015 02:42 PM MYT. "Boycott Chinese businesses to lower price of goods, minister tells Malays | Malay Mail". www.malaymail.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 20 Agustus 2021. 
  50. ^ Anisah Shukry (5 Februari 2015). "Ismail Sabri's future in Bera shaky, say analysts after boycott call". The Malaysian Insider. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Februari 2015. Diakses tanggal 15 Agustus 2015. 
  51. ^ CHAN, AKIL YUNUS, D. KANYAKUMARI, KATHLEEN ANN KILI and ADRIAN. "MCA slams minister's call for Malays to boycott Chinese businesses". The Star (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 20 Agustus 2021. 
  52. ^ Haikal Jalil; Nabilah Hamudin (2 Februari 2015). "Police to quiz Ismail Sabri over boycott call". The Sun. Diakses tanggal 15 Agustus 2015. 
  53. ^ "Fitnah terhadap Ngeh Koo Ham tidak masuk akal; Ismail Sabri tewas di mahkamah". roketkini.com (dalam bahasa Melayu). 25 Oktober 2018. Diakses tanggal 19 Agustus 2021 – via Roketkini. 
  54. ^ "Keputusan Pilihan Raya Umum Parlimen/Dewan Undangan Negeri" (dalam bahasa Melayu). Komisi Pemilihan Umum Malaysia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 September 2011. Diakses tanggal 4 Februari 2017.  Angka persentase berdasarkan jumlah pemilih.
  55. ^ "Malaysia General Election". undiinfo Malaysian Election Data. Malaysiakini. Diakses tanggal 4 Februari 2017.  Hasil hanya tersedia dari pemilihan 2004.
  56. ^ "KEPUTUSAN PILIHAN RAYA UMUM 13". Sistem Pengurusan Maklumat Pilihan Raya Umum (dalam bahasa Melayu). Komisi Pemilihan Umum Malaysia. Diakses tanggal 24 Maret 2017. 

Pranala luarSunting

Jabatan politik
Didahului oleh:
Muhyiddin Yassin
Perdana Menteri Malaysia
2021–sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Wan Azizah Wan Ismail
Wakil Perdana Menteri Malaysia
2021
Diteruskan oleh:
Lowong
Didahului oleh:
Ahmad Zahid Hamidi
Ketua Oposisi Malaysia
2019–2020
Diteruskan oleh:
Anwar Ibrahim