Nadiem Makarim

pengusaha dan birokrat Indonesia

Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A.[2] (lahir di Singapura, 4 Juli 1984; umur 36 tahun)[3] adalah seorang pengusaha Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo-K.H Ma'ruf Amin, yang dilantik pada 23 Oktober 2019. Ia merupakan pendiri Gojek, sebuah perusahaan transportasi dan penyedia jasa berbasis daring yang beroperasi di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara seperti Singapura, Vietnam, dan Thailand.[4]

Nadiem Makarim
KIM Nadiem Anwar Makarim.jpg
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-29
Mulai menjabat
23 Oktober 2019
PresidenJoko Widodo
Wakil PresidenMa'ruf Amin
PendahuluMuhadjir Effendy
Direktur Utama Gojek
Masa jabatan
13 Oktober 2010 – 22 Oktober 2019
Informasi pribadi
LahirNadiem Anwar Makarim
4 Juli 1984 (umur 36)
Bendera Singapura Singapura
Kebangsaan Indonesia
Partai politikIndependen
PasanganFranka Franklin[1]
Alma materHarvard Business School
Universitas Brown

Latar belakang

Nadiem Anwar Makarim adalah putra dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Ayahnya adalah seorang aktivis dan pengacara terkemuka yang berketurunan Minang-Arab. Sedangkan ibunya merupakan penulis lepas, putri dari Hamid Algadri, salah seorang perintis kemerdekaan Indonesia.[5]

Pendidikan

Nadiem menjalani proses pendidikan dasar hingga SMA berpindah-pindah dari Jakarta ke Singapura. Sehabis menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Singapura, pada tahun 2002 ia mengambil jurusan Hubungan Internasional di Universitas Brown, Amerika Serikat.[6] Nadiem sempat mengikuti pertukaran pelajar di London School of Economics.[7] Setelah memperoleh gelar sarjana pada tahun 2006, tiga tahun kemudian ia mengambil pascasarjana dan meraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School.[8]

Karier dan Bisnis

 
Nadiem Makarim di World Economic Forum.

Pada tahun 2006, Nadiem memulai kariernya sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company. Setelah memperoleh gelar MBA, ia terjun sebagai pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia. Di perusahaan tersebut ia juga menjabat sebagai Managing Editor. Setelah keluar dari Zalora, ia kemudian menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku, sebelum akhirnya fokus mengembangkan Gojek yang telah ia rintis sejak tahun 2011.[9][10] Saat ini Gojek merupakan perusahaan rintisan terbesar di Indonesia. Pada bulan Agustus 2016, perusahaan ini memperoleh pendanaan sebesar US$550 juta atau sekitar Rp7,2 triliun dari konsorsium yang terdiri dari KKR, Sequoia Capital, Capital Group, Rakuten Ventures, NSI Ventures, Northstar Group, DST Global, Farallon Capital Management, Warburg Pincus, dan Formation Group.[11]

McKinsey & Co (2006–2009)

Setelah menyelesaikan sekolahnya di Harvard dengan gelar MBA, Nadiem memutuskan untuk pulang ke tanah air dan bekerja di McKinsey & Co. Nadiem menjadi konsultan McKinsey selama 3 tahun.[12]

Zalora Indonesia (2011–2012)

Nadiem menjadi Co-Founder dan Managing Director Zalora Indonesia pada tahun 2011. Pada 2012, Nadiem memutuskan keluar dari Zalora untuk membangun perusahaan rintisan (startup) sendiri, termasuk Gojek yang pada waktu itu memiliki 15 karyawan dan 450 mitra driver. Ia mengaku telah belajar cukup banyak di Zalora, yang merupakan tujuan utamanya ketika menerima pekerjaan di perusahaan itu. Di Zalora, Nadiem memiliki kesempatan membangun perusahaan rintisan besar dan bekerja dengan sejumlah talenta terbaik di kawasan Asia.[13]

Kartuku (2013–2014)

Sambil mengembangkan Gojek, Nadiem juga menjadi Chief Innovation Officer Kartuku setelah keluar dari Zalora.[14] Saat awal berdiri, Kartuku tidak ada kompetitor dalam sistem pembayaran non-tunai di Indonesia.[13] Kartuku kemudian diakuisisi Gojek untuk memperkuat GoPay.[15]

Gojek (2010–2019)

Nadiem mendirikan Gojek pada 2010 dan kini Gojek sudah menjadi salah satu dari 19 dekakorn di dunia, dengan valuasi Gojek mencapai US$10 miliar.[16] Gojek pertama kali berdiri sebagai pusat panggilan, menawarkan hanya pengiriman barang dan layanan ride-hailing dengan sepeda motor. Sekarang, Gojek telah bertransformasi menjadi aplikasi besar, menyediakan lebih dari 20 layanan, mulai dari transportasi, pengantaran makanan, kebutuhan sehari-hari, pijat, bersih-bersih rumah, logistik hingga platform pembayaran digital yang dikenal dengan GoPay.[17] Karier bisnis Nadiem Makarim di Gojek membawanya masuk dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia versi Majalah Globe Asia.[18] Nadiem Makarim diperkirakan memiliki nilai kekayaan mencapai US$100 juta.[18]

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2019–sekarang)

Pada 22 Oktober 2019, Nadiem secara resmi menyatakan bahwa dirinya mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Gojek setelah pagi harinya dipanggil oleh Presiden Joko Widodo ke istana negara. Pada 23 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo mengumumkan kabinet menterinya dengan Nadiem sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.[19]

Sebagai menteri pendidikan, Nadiem Makarim mencanangkan kebijakan "Merdeka Belajar" yang salah satunya, pada awalnya, adalah rencana menghapus Ujian Nasional (UN).[20] Namun kemudian, ia mengklarifikasi istilah "menghapus" Ujian Nasional yang ramai di pemberitaan. Ia mengatakan tidak menghapus Ujian Nasional tetapi hanya menggantinya dengan sistem baru. Sistem baru ini dinamai "Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter".[21]

Berikut empat kebijakan "Merdeka Belajar" yang dicanangkan Mendikbud Nadiem Makarim:[22][23][21][24]

  1. Mengganti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dengan ujian (asesmen) yang diselenggarakan hanya dari pihak sekolah. Kebijakan ini memberikan kepercayaan penuh pada pihak sekolah untuk membuat sendiri format ujian yang lebih komprehensif. Ujian tersebut tidak harus tertulis, namun bisa berupa penugasan kelompok, karya tulis, dan sebagainya.
  2. Menghapus format Ujian Nasional yang sebelumnya lalu menggantinya dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Berbeda dengan UN, asesmen ini dilakukan untuk siswa di tengah jenjang sekolah (kelas 4, 8, 11) sehingga tidak bisa digunakan sebagai basis seleksi ke jenjang selanjutnya. Kemendikbud berharap hasil asesmen digunakan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran.
  3. Menyederhanakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang komponennya terlalu banyak dan kaku. Guru diberikan kebebasan untuk membuat dan mengembangkan RPP sendiri. Sementara komponen inti dalam RPP disederhanakan hanya menjadi satu halaman saja (sebelumnya hingga 20 halaman).
  4. Memberikan fleksibilitas dalam sistem zonasi dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Kebijakan baru ini menambah kuota jalur prestasi yang sebelumnya hanya 15 persen menjadi 30 persen.

Dana BOS

Di masa Nadiem, kebijakan BOS atau Biaya Operasional Sekolah dikeluarkan pada 5 Februari 2020. Beleid itu bernama Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler. Di situ disebutkan bahwa dana akan disalurkan langsung kepada rekening sekolah. Sekolah dapat menggunakan sampai 50% dana BOS untuk menggaji guru honorer dari sebelumnya, 15%. Namun, itu tentu saja dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Dan menurut Nadiem, hal ini adalah langkah pertama dalam peningkatan kesejahteraan guru honorer.[25][26][27] Namun begitu, ia mengharuskan kepala sekolah untuk memajang alokasi dana BOS supaya transparansi diketahui oleh sekolah dan sekitar sekolah. 20% dari alokasi untuk buku teks, nonteks, atau multimedia juga dihapus. Sehingga, 50% di luar honorer dapat diatur secara bebas oleh kepala sekolah. Bagi yang pelaporannya tidak penuh 100%, pencairan ketiga bisa tidak dilakukan.[28]

Revisi kemudian diadakannya lagi pada April 2020 dalam Permendikbud 19/2020. Dalam revisi ini, sehubungan dengan masa pembelajaran selama pandemi Covid-19, dijelaskan bahwa dana BOS bisa dipergunakan untuk membeli pulsa internet bagi guru maupun siswa dalam mendukung masa pembelajaran dari rumah. Pembiayaan langganan daya dan jasa tersebut dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah. Hal ini akan terus berlangsungsung hingga masa wabah dicabut statusnya oleh pemerintah pusat.[29]

Perguruan tinggi

Sebagai kelanjutan kebijakan Merdeka Belajar, Nadiem menyampaikan satu kebijakan lagi dinamakan Kampus Merdeka. Inilah yang dikemukakan dalam rapat di Kemendikbud 24 Januari 2020. Kebijakan itu antara lain ialah:[30]

  1. otonomi bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) untuk melakukan pembukaan atau pendirian program studi (prodi) baru. Otonomi ini diberikan jika PTN dan PTS tersebut memiliki akreditasi A dan B, dan telah melakukan kerja sama dengan organisasi dan/atau universitas yang masuk dalam QS Top 100 World Universities. Pengecualian berlaku untuk prodi kesehatan dan pendidikan.
  2. program re-akreditasi yang bersifat otomatis untuk seluruh peringkat dan bersifat sukarela bagi perguruan tinggi dan prodi yang sudah siap naik peringkat.
  3. kebebasan bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) untuk menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH) dan akan dipermudah oleh Kemendikbud PTN BLU dan Satker untuk menjadi PTN BH.
  4. memberikan hak kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar prodi dan melakukan perubahan definisi satuan kredit semester (SKSA).

Tentu saja kebijakan di atas mendapatkan kritik. Tirto.id mengutip pandangan bahwa poin nomor 3 terkesan berorientasi pasar bebas. Apalagi PTN BH diketahui perlahan dicabut subsidinya, alasan inilah yang Mahkamah Konstitusi jadikan untuk pembatalan UU Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan, melihat PTN BH ini membuat pendidikan nasional diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar tanpa ada perlindungan sama sekali. Selain itu, kebijakan ini dianggap tidak menandang Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan dan politeknik.[31] Kemudian, ada pula kritik dengan kondisi pendidikan yang belum pula dibenahi, poin 1 dan 2 dapat dipakai PT untuk mengakali kebijakan, yakni jualan prodi, apalagi pemerataan kualitas guru dan dosen masih jadi masalah di Indonesia.[32] Kritik lain datang dari Muhammadiyah yang menganggap perubahan kebijakan ini sangat drastis dengan tanpa memahami kehidupan kampus secara lebih baik. Kebijakan akreditasi otomatis dalam lima tahun untuk prodi maupun institusi dapat membuat perguruan tinggi lengah, sehingga kurang memperhatikan mutu pendidikan.[33]

Masa wabah

Dalam masa wabah Covid-19, kementeriannya menghimbau diadakannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah, lebih lagi jika daerah bersangkutan memiliki kasus positif Corona. Namun begitu, mengingat banyaknya kritik mengenai kesulitan dalam pelaksanaan PJJ, maka perlulah adanya pembelajaran bermakna tanpa harus terikat kognitif dan capaian akademis semata.[34] Aturan soal PJJ ini diutarakan lebih jelas dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020.[34] PJJ di masa pandemi banyak yang terkendala oleh fasilitas teknologi yang tak merata,[35] ketiadaan kontrol dari guru ke siswa —sebagaimana diutarakan Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan—,[36] dan ketidaksiapan lembaga pendidikan untuk mengadakan pembelajaran jarak jauh —sebagaimana dinyatakan Komisioner KPAI untuk Kependidikan, Retno Listyarti.[37] Dari sini, dalam dialog bersama pendiri Narasi, Najwa Shihab, pada 2 Mei 2020, yang disiarkan Youtube Kemdikbud, ia menyatakan bahwa teknologi kian dirasa penting dalam pembelajaran, dan "bisa digenjot pada masa depan. Jadi, inisiatif PJJ metode daring jangan sampai berhenti hanya saat ada pandemi Covid-19," katanya.[38] Selain itu juga, dalam acara peringatan Hardiknas 2020 yang disiarkan Youtube Kemdikbud, dia terkagetkan lagi oleh masih adanya daerah di Indonesia yang belum teraliri sinyal listrik dan belum mendapatkan sinyal televisi. Ia menyatakan "ada yang masih tidak punya akses listrik, bayangkan listriknya cuma nyala beberapa jam sehari".[39] Rencana Nadiem selanjutnya, manakala pandemi usai, ia akan menggabungkan metode tatap muka dan PJJ.[40]

Ihwal pembukaan sekolah, kementeriannya berencana untuk membuka sekolah pada pertengahan Juli atau pada tahun ajaran baru 2020/2021. Namun hal ini menuai kritik dari sekolah dan orang tua, di sisi lain, PJJ sendiri masih mengalami kesulitan listrik dan internet.[41] Namun kemudian, dalam sebuah rapat bersama DPR, Nadiem menjelaskan itu tidaklah benar dan tidak sepihak kementeriannya yang memutuskan. Ia menunggu keputusan dari Gugus Tugas Covid-19, baru kemudian ia yang mengeksekusi.[42] Baru kemudian dinyatakan pembukaan sekolah akan diadakan pada zona hijau, sisanya akan tetap mengadakan PJJ.[41]

Di masa pandemi juga, diketahuilah sejak April 2020, ada pula perguruan-perguruan tinggi yang sulit dalam penyediaan tagihan listrik dan internet, dan alat pelindung diri minimal bagi yang tak bisa tinggalkan kampus, dan kesusahan pada pembayaran UKT.[43] Inilah yang memunculkan permohonan audiensi BEM SI kepada kementeriannya pada 29 April 2020. Hal-hal yang ingin diaudiensi adalah aspirasi terkait relaksasi biaya kuliah selama masa pandemi, permohonan bantuan internet untuk mendukung perkuliahan daring, hingga bantuan logistik bagi para mahasiwa yang tidak bisa pulang kampung.[44] Berlanjut sampai inisiatif BEM SI, kemudian menggerakkan tagar #NadiemManaMahasiswaMerana dan #MendikbudDicariMahasiswa di Twitter sejak 2 Juni 2020 untuk mengaudiensi kepada menteri soal keluhan biaya kuliah dan biaya kuota.[35][45] Kememteriannya menyatakan pernyataan sepakat untuk relaksasi UKT kepada Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dalam 4 opsi kepada mahasiswa yang orangtuanya terdampak Covid-19.[45][46] Dalam upaya memecahkan kebuntuan ini, Komisi X DPR yang membidangi pendidikan menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi komunikasi antara Aliansi BEM SI dengan Mendikbud.[44]

Penghargaan

  • Pada tahun 2016, Nadiem menerima penghargaan The Straits Times Asian of the Year, dan merupakan orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan tersebut sejak pertama kali didirikan pada tahun 2012. Penghargaan Asian of the Year diberikan kepada individu atau kelompok yang secara signifikan berkontribusi pada meningkatkan kesejahteraan orang di negara mereka atau Asia pada umumnya. Beberapa penerima sebelumnya termasuk pendiri Singapura, Lee Kuan Yew, Perdana Menteri India Narendra Modi, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping, dan Presiden Myanmar Thein Sein. Penghargaan tersebut datang karena perusahaan berfokus pada peningkatan kesejahteraan sektor informal. Pada saat yang sama, ini dapat membantu menyediakan mata pencaharian bagi masyarakat Indonesia dengan mengubah pasar dan model bisnis tradisional.
  • Nadiem masuk dalam daftar Bloomberg 50 versi 2018.[47] Bloomberg menilai tidak ada aplikasi lain yang telah mengubah kehidupan di Indonesia dengan cepat dan mendalam seperti Gojek. Aplikasi Gojek diluncurkan pada 2015 dengan fokus pada pemesanan ojek, dan kemudian berkembang menjadi aplikasi untuk membayar tagihan, memesan makanan, hingga membersihkan rumah.[48] "The Bloomberg 50" berisi sosok-sosok ternama dalam bidang bisnis, hiburan, keuangan, politik, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi. Sepak terjang Nadiem yang kini mengembangkan Gojek ke Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam membuat Bloomberg menyandingkan namanya dengan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, pendiri Spotify Daniel Ek, penyanyi Taylor Swift, dan grup musik K-pop BTS.[49]
  • Pada Mei 2019, Nadiem menjadi tokoh termuda se-Asia yang menerima penghargaan Nikkei Asia Prize ke-24 untuk Inovasi Ekonomi dan Bisnis.[50] Penghargaan diberikan kepada individu atau organisasi yang berkontribusi bagi pengembangan kawasan Asia dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Asia. Nadiem menggandakan hadiah yang diterima menjadi Rp860 juta untuk donasi pendidikan anak mitra pengemudi Gojek. Penghargaan ini berkaitan dengan kontribusi Gojek dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memudahkan keseharian pengguna hingga meningkatkan pendapatan mitranya.[51] Gojek berkontribusi Rp55 triliun terhadap perekonomian Indonesia, dengan penghasilan rata-rata mitra GoRide dan GoCar naik 45% dan 42% setelah bergabung dengan Gojek, dan volume transaksi UMKM kuliner naik 3,5 kali lipat semenjak menjadi mitra GoFood.[52]
  • Pada tahun 2017, Gojek masuk dalam Fortune’s Top 50 Companies That Changed The World,[53] dan mendapatkan peringkat 17.[54] Pada tahun 2019, Gojek kembali menjadi satu-satunya perusahaan Asia Tenggara yang masuk ke daftar Fortune’s 50, dan naik ke peringkat 11 dari 52 perusahaan kelas dunia.[55]

Organisasi Internasional

Bersama dengan Melinda Gates dan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, Nadiem menjabat sebagai salah satu komisaris Pathways for Prosperity[56] for Technology and Inclusive Development yang fokus membantu negara-negara berkembang untuk beradaptasi dengan berbagai inovasi baru dunia digital yang mengubah budaya bekerja.

Referensi

  1. ^ https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4092358/mengenal-franka-franklin-istri-nadiem-makarim-yang-bikin-penasaran
  2. ^ Pendidikan Nadiem Makarim
  3. ^ Artikel:"Nadiem Makarim, Juragan Ojek Profesional" di www.swa.co.id
  4. ^ Qontak.com. "Sumber Database Terdepan di Asia yang Akurat dengan Profil Lengkap - Qontak.com". Qontak.com. Diakses tanggal 2017-02-18. 
  5. ^ "In Memoriam: Hamid Algadri Perintis Kemerdekaan". 
  6. ^ Biogarfi Nadiem Makarim di www.biografiku.com
  7. ^ "Profil Nadim Makarim, Pendiri GoJek yang Dipanggil Jokowi Jelang Pengumuman Menteri". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-21. 
  8. ^ Artikel:"Nadiem Makarim, Lulusan Harvard yang Jadi Juragan Go-Jek" di Kompas.com
  9. ^ Artikel:"Saya dididik dari kecil untuk kembali dan berkontribusi ke Tanah Air, walaupun seumur hidup lebih sering sekolah di luar negeri" di www.dream.co.id
  10. ^ Profil Nadiem Makarim
  11. ^ Masuk Modal Besar, Go-Jek Kini Lebih Bernilai Daripada Garuda Indonesia
  12. ^ VIVA, PT VIVA MEDIA BARU- (2016-11-10). "Profil Nadiem Makarim - VIVA". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2019-10-18. 
  13. ^ a b "Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia". id.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-18. 
  14. ^ Post, The Jakarta. "Innovating ideas to revolutionize 'ojek'". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-18. 
  15. ^ Ayuwuragil, Kustin. "Perkuat Gopay, Gojek Caplok Kartuku, Midtrans dan Mapan". teknologi (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-18. 
  16. ^ "Bloomberg - Are you a robot?". www.bloomberg.com. Diakses tanggal 2019-10-18. 
  17. ^ "Biografi Nadiem Makarim - Founder Gojek salah satu Unicorn di Indonesia". vOffice (dalam bahasa Inggris). 2018-11-19. Diakses tanggal 2019-10-18. 
  18. ^ a b Wirayani, Prima. "Bos Djarum Sampai Nadiem Makarim Masuk List Orang Terkaya RI". news. Diakses tanggal 2019-10-21. 
  19. ^ "Ditawari Jadi Menteri, Nadiem Makarim Mundur dari Gojek". teknologi (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-23. 
  20. ^ Hantoro, Juli (2019-12-11). "Mendikbud Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional Mulai 2021". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-13. 
  21. ^ a b Ramadhan, Gilang (11 Desember 2019). "UN Dihapus Mulai 2021, Diganti Asesmen Kompetensi & Survei Karakter". Tirto.id. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  22. ^ Media, Kompas Cyber. "4 Gebrakan Merdeka Belajar Mendikbud Nadiem, Termasuk Penghapusan UN! Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-12-13. 
  23. ^ Liputan6.com (2019-12-11). "4 Pokok Kebijakan 'Merdeka Belajar', Ini Penjelasan Mendikbud". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-12-13. 
  24. ^ Harahap, Lia (11 Desember 2019). "Menteri Nadiem Kembalikan Pelaksanaan USBN ke Sekolah". Merdeka. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  25. ^ Wahyu Adityo Prodjo, ed. (14 Februari 2020). "Kata Nadiem Makarim Seputar Dana BOS untuk Gaji Guru Honorer". Kompas.com. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  26. ^ "Syarat Guru Honorer Terima Gaji dari Dana BOS". CNN Indonesia. 17 Februari 2020. 
  27. ^ Victoria, Agatha Olivia (10 Februari 2020). Thertina, Martha Ruth, ed. "Nadiem Makarim: Sekolah Bisa Pakai 50% Dana BOS untuk Guru Honorer". Katadata. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  28. ^ Thomas, Vincent Fabian (11 Februari 2020). "Nadiem Wajibkan Kepala Sekolah Pajang Penggunaan Dana Bos". Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  29. ^ Asmara, Chandra Gian (17 April 2020). "Nadiem: Guru & Siswa Bisa Beli Paket Internet Pakai BOS". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 3 Juni 2020. 
  30. ^ "Mendikbud Luncurkan Empat Kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka". Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat — Kemendikbud. 24 Januari 2020. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  31. ^ Prabowo, Haris (29 Januari 2020). "Pro dan Kontra Atas Kebijakan 'Kampus Merdeka' Nadiem". Tirto.id. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  32. ^ "Pengamat Kiritisi Kebijakan 'Gimik' Kampus Merdeka ala Nadiem". 31 Januari 2020. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  33. ^ Ludiyanto, Akhmad (6 Februari 2020). "Muhammadiyah Kritik Program Merdeka Belajar & Kampus Merdeka ala Nadiem Makarim". Solopos.com. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  34. ^ a b Kasih, Ayunda Pininta (25 Maret 2020). Yohanes Enggar Harususilo, ed. "Bila Belajar di Rumah Diperpanjang, Nadiem: Tak Harus Online dan Akademis". Kompas. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  35. ^ a b "Mencari Nadiem Makarim Benahi Pendidikan di Masa Pandemi". CNN Indonesia. 4 Juni 2020. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  36. ^ "Istana Akui Tiada Kontrol Perkembangan Siswa Belajar di Rumah". CNN Indonesia. 3 Juni 2020. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  37. ^ Winahyu, Atikah Ishmah (2 Mei 2020). "KPAI: Praktik Merdeka Belajar ala Nadiem Jauh dari Harapan". Media Indonesia. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  38. ^ "Teknologi Jadi Kunci Pendidikan". Kompas. 3 Mei 2020. Hlm. 1 & 15.
  39. ^ Narda, Rahel (2 Mei 2020). "Kemendikbud Terus Lakukan Evaluasi Pendidikan Jarak Jauh". Detiknews. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  40. ^ A, Febryan (3 Mei 2020). Indira Rezkisari, ed. "Nadiem Kaget Masih Ada Wilayah Indonesia tanpa Listrik". Republika. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  41. ^ a b "Nadiem Akan Umumkan Pembukaan Sekolah, Mayoritas Masih PJJ". CNN Indonesia. 28 Mei 2020. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  42. ^ Amanda, Gita (26 Mei 2020). "Mendikbud: Pembukaan Sekolah Sesuai Pertimbangan Gugus Tugas". Republika. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  43. ^ Abdi, Alfian Putra (21 April 2020). "Tuntutan Mahasiswa saat Corona: Bebaskan UKT atau Subsidi Pulsa". Tirto.id. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  44. ^ a b Rochim, Abdul (3 Juni 2020). "Viral Tagar #MendikbudDicariMahasiswa, Komisi X Siap Fasilitasi BEM dengan Kemendikbud". Sindonews. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  45. ^ a b Panjaitan, Rafyq (3 Juni 2020). Nurul Hidayati, ed. "Aksi Mahasiwa Mencari Mendikbud Nadiem dan Relaksasi Uang Kuliah". Kumparan.com. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  46. ^ Pakpahan, Faorick (3 Juni 2020). "Kemendikbud Tegaskan Uang Kuliah Tidak Naik di Masa Pandemi Covid-19". Sindonews. Diakses tanggal 4 Juni 2020. 
  47. ^ "The Bloomberg 50". www.bloomberg.com. Diakses tanggal 2020-02-05. 
  48. ^ "Bloomberg - Are you a robot?". www.bloomberg.com. Diakses tanggal 2019-10-18. 
  49. ^ digital, pikiran rakyat. "Masuk Daftar Bloomberg 50, Begini Jejak Nadiem Makarim". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2019-10-18. 
  50. ^ "Sources say Gojek on brink of buying Indonesian POS startup". asia.nikkei.com (dalam bahasa Inggris). 2019-08-07. Diakses tanggal 2020-02-05. 
  51. ^ "Termuda se-Asia, Nadiem Makarim Raih Penghargaan Nikkei Asia Prize - Katadata News". katadata.co.id. 2019-05-29. Diakses tanggal 2019-10-18. 
  52. ^ LDUI, LDUI (2019). "LDUI". Kontribusi Gojek. Diakses tanggal 18 Oktober 2019. 
  53. ^ "Change the World - Fortune". fortune.com (dalam bahasa Inggris). 2017. Diakses tanggal 2020-02-05. 
  54. ^ GmbH, finanzen net. "GO-JEK Makes it Into Fortune's Change The World List, The Only Company from Southeast Asia on the List | Markets Insider". markets.businessinsider.com. Diakses tanggal 2019-10-18. 
  55. ^ Post, The Jakarta. "Gojek once again in Fortune's top-20 list of companies changing the world". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-18. 
  56. ^ https://pathwayscommission.bsg.ox.ac.uk/people
Jabatan politik
Didahului oleh:
Muhadjir Effendy
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia
2019–sekarang
Petahana
Jabatan bisnis
Didahului oleh:
Jabatan baru
Direktur Utama Gojek
2010–2019
Diteruskan oleh:
Kevin Aluwi