Paskalis Bruno Syukur

Uskup Keuskupan Bogor sejak tahun 2013

Mgr. Paskalis Bruno Syukur, O.F.M. (lahir di Ranggu, Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, 17 Mei 1962; umur 58 tahun) adalah Uskup Keuskupan Bogor dan merupakan imam Fransiskan.[2][3]


Paskalis Bruno Syukur, O.F.M.
Uskup Bogor
Mgr Paskalis Bruno Syukur.jpg
GerejaGereja Katolik Roma
Keuskupan agungJakarta
KeuskupanBogor
Penunjukan21 November 2013
(6 tahun, 267 hari)
PendahuluCosmas Michael Angkur, O.F.M.
Jabatan lain
  • Wakil Ketua II KWI (2018—2021)
Imamat
Tahbisan imam2 Februari 1991
(29 tahun, 194 hari)
oleh Ignatius Harsono[1]
Tahbisan uskup22 Februari 2014
(6 tahun, 174 hari)
oleh Cosmas Michael Angkur, O.F.M.
Informasi pribadi
Nama lahirPaskalis Bruno Syukur
Lahir17 Mei 1962 (umur 58)
Ranggu, Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Kewarganegaraan Indonesia
DenominasiKatolik Roma
KediamanJalan Kapten Muslihat 22 Paledang, Bogor Tengah, Bogor
Jabatan sebelumnya
  • Definitor General O.F.M. wakil Asia–Oseania (2009—2013)
  • Provinsial OFM Indonesia (2001—2009)
  • Ketua Komisi Kateketik KWI (2015—2018)
Alma materSekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta
Fakultas Teologi Wedhabakti, Universitas Sanata Dharma
MotoMagnificat anima mea dominum (Lukas 1:46)
(Jiwaku memuliakan Tuhan)
LambangLambang Paskalis Bruno Syukur, O.F.M.

PendidikanSunting

Mgr. Syukur menjalani pendidikan SMP dan SMA di Seminari Pius XII Kisol, Kabupaten Manggarai Timur, dimulai pada tahun 1975.[3][4][5]

Pada tahun 1981 ia mulai menjalani pendidikan novisiat yang menuju ke panggilan imamatnya dengan masuk menjadi anggota Ordo Saudara Dina di Papringan, Depok, Yogyakarta.[6] Ia novisiat pada 15 Juli 1982.[7] Setahun kemudian, pada 15 Juli 1983 ia melaksanakan profesi pertama.[7]

Pada tahun 1983, ia mulai menjalani studi filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta dan lulus sebagai sarjana muda (BA) filsafat pada tahun 1987 bersama sejumlah mahasiswa Yesuit.[6] Generasi Mgr. Syukur merupakan generasi terakhir mahasiswa STF yang harus menempuh ujian BA, sebelum dapat melanjutkan studi lanjut dalam bidang filsafat untuk memperoleh gelar doktorandus (Drs).[2][8]

Beberapa tahun setelah menjalani tahun–tahun orientasi pastoral, Mgr. Syukur melanjutkan dengan studi teologi di Fakultas Teologi Wedhabakti, Universitas Sanata Dharma di Kampus Seminari Tinggi Santo Paulus, Kentungan, Sleman, Yogyakarta.[6]

Tahbisan dan karyaSunting

Mgr. Syukur melakukan profesi kekal pada 22 Januari 1989 dan menerima tahbisan imamat pada 2 Februari 1991,[7][9] di Paroki Santa Maria Ratu Para Malaikat, Cipanas, Jawa Barat dari Uskup Bogor, Mgr. Ignatius Harsono.[1] Sesudah tahbisan ia menerima tugas sebagai Pastor Pembantu di Paroki Moanemani, Keuskupan Jayapura, hingga tahun 1993.[4][9]

Ia kemudian bertugas untuk mempelajari spiritualitas Fransiskan di Universitas Kepausan Antonianum, Roma, Italia sejak tahun 1993 hingga 1996.[4][10]

Mgr. Syukur kemudian mendapat penugasan dari OFM Provinsi Indonesia sebagai magister novis untuk para frater calon OFM di Novisiat OFM di Depok, Jawa Barat pada tahun 1996 hingga tahun 2001,[11] sekaligus bertugas di Paroki Santo Herculanus, Depok.[12] Ia kemudian menjadi imam pendamping frater-frater di komunitas OFM dan menjadi anggota Dewan Provinsi OFM Indonesia.[11] Ia juga sempat menjadi Dewan Penasihat Keuskupan Agung Jakarta, semasa Mgr. Kardinal Julius Darmaatmadja, S.J. menjadi Uskup Agung dan Mgr. Ignatius Suharyo menjadi Uskup Agung Koajutor.[13]

Ia kemudian terpilih menjadi Provinsial OFM dalam Sidang Provinsi pada tahun 2001 dan bertugas hingga 2007,[14] dan kemudian terpilih kembali pada tahun 2007 hingga pada tahun 2009 ia diangkat menjadi Definitor General O.F.M. untuk wilayah Asia dan Oseania seperti India, Pakistan, Jepang, Australia-Selandia Baru, dan juga Indonesia, dan bertugas di Generalat OFM di Roma, Italia.[10]

Pada 21 November 2013, Paus Fransiskus menunjuknya sebagai Uskup Bogor, menggantikan Uskup sebelumnya, Mgr. Cosmas Michael Angkur, O.F.M., yang memasuki usia pensiun, yang pada hari itu pengunduran dirinya diterima.[15]

Ia ditahbiskan menjadi Uskup pada Sabtu, 22 Februari 2014, bertepatan dengan Pesta Takhta Santo Petrus, bertempat di Sentul International Convention Center, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.[16] Ia memilih mottonya sebagai Uskup, yakni "Magnificat anima mea dominum" yang berarti "Jiwaku memuliakan Tuhan" (Luk1:46),[17][18] yang merupakan awalan dari Kidung Maria (Magnificat), sebagai refleksi perjalanan hidup menggerejanya dan penghormatan terhadap Bunda Maria.[1] Dalam motto tersebut, terkandung penyerahan iman yang total terhadap penyelenggaraan karya Allah.[1] Bertindak sebagai Penahbis Utama adalah Uskup Bogor sebelumnya, Mgr. Cosmas Michael Angkur, O.F.M., dengan Uskup Ko-konsekrator Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta dan Mgr. Hubertus Leteng, Uskup Ruteng.[19][20]

Pada tanggal 25 Agusutus 2014, Mgr Paskalis menjadi Uskup ko-konsekrator dalam pentahbisan Uskup Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C. bersama dengan Uskup Agung Semarang, Mgr. Johannes Pujasumarta. Dalam pentahbisan ini, Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta yang sebelumnya menjadi Administrator Apostolik Keuskupan Bandung, menjadi Uskup Penahbis Utama.

Mgr. Paskalis kini juga telah menjadi Ketua Komisi Kateketik KWI. Ia sangat mencintai anak muda, dan fokus pastoralnya kepada keluarga. Ia kini juga memberdayakan keuskupannya kepada katekis-katekis muda yang juga dari UNIKA Atma Jaya.

Pada 16 Oktober 2018, Mgr Paskalis bersama dengan Uskup Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm. menjadi Uskup Ko-konskerator dalam penahbisan Mgr. Christophorus Tri Harsono sebagai Uskup Purwokerto. Bertindak sebagai Uskup Penahbis Utama adalah Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko.[21]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d http://www.suarapembaruan.com/pages/e-paper/2014/01/04/files/assets/basic-html/page20.html
  2. ^ a b http://www.sesawi.net/2013/11/21/breaking-news-pastur-dr-bruno-paskalis-syukur-ofm-uskup-baru-diosis-bogor/
  3. ^ a b http://www.hidupkatolik.com/2013/11/22/tahta-suci-pilih-rp-paskalis-bruno-ofm-sebagai-uskup-bogor
  4. ^ a b c http://www.theindonesianway.com/pastor-paskalis-ofm-uskup-baru-asal-manggarai/#sthash.IIjB4y5Y.dpuf
  5. ^ http://www.sesawi.net/2013/11/21/jejak-langkah-fransiskan-di-keuskupan-bogor/
  6. ^ a b c http://www.sesawi.net/2013/11/21/sepintas-tentang-mgr-paskalis-bruno-syukur-uskup-baru-keuskupan-bogor/
  7. ^ a b c http://ofm.or.id/para-pelayan-ordo-saudara-saudara-dina-periode-2009-2015/
  8. ^ http://www.keuskupanbogor.org/content/pastur-paskalis-bruno-syukur-ofm-uskup-baru-diosis-bogor
  9. ^ a b http://www.ofm.org/ofm/?p=6369&lang=en
  10. ^ a b http://indonesia.ucanews.com/2013/11/22/paus-angkat-pastor-paskalis-ofm-sebagai-uskup-bogor/
  11. ^ a b http://kupang.tribunnews.com/2013/11/24/sekilas-tentang-mgr-paskalis-bruno-syukur-ofm
  12. ^ http://www.keuskupanbogor.org/content/paroki-santo-herculanus-depok-jaya
  13. ^ http://stanislauskostka.wordpress.com/2009/08/26/struktur-personalia-kaj-2/
  14. ^ http://kupang.tribunnews.com/2013/11/24/tahta-suci-pilih-pastor-paskalis-bruno-ofm-sebagai-uskup-bogor
  15. ^ http://www.fides.org/en/news/34746-ASIA_INDONESIA_Resignation_of_the_Bishop_of_Bogor_and_appointment_of_successor
  16. ^ http://www.theindonesianway.com/uskup-paskalis-ofm-akan-ditahbiskan-pada-februari-2014/
  17. ^ http://www.ofm.org/ofm/wp-content/uploads/2013/12/Fraternitas_EN_207.pdf
  18. ^ http://ofm.or.id/misa-syukur-bersama-sdr-paskalis/
  19. ^ http://www.sesawi.net/2014/02/20/sabtu-22-februari-2014-tahbisan-episkopal-mgr-paskhalis-bruno-syukur-ofm/
  20. ^ http://www.beritasatu.com/nusantara/167596-ribuan-umat-katolik-hadiri-pentahbisan-uskup-bogor.html
  21. ^ https://tirto.id/uskup-baru-purwokerto-christophorus-tri-harsono-segera-ditahbiskan-c6C9

Pranala luarSunting

Jabatan Gereja Katolik
Didahului oleh:
Cosmas Michael Angkur, O.F.M.
Uskup Bogor
21 November 2013—kini
Petahana