Antonius Subianto Bunjamin

Uskup Bandung sejak 2014

Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C. (lahir di Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 14 Februari 1968; umur 52 tahun) adalah Uskup Keuskupan Bandung, melanjutkan kepemimpinan Mgr. Johannes Pujasumarta yang ditunjuk sebagai Uskup Agung Semarang dan kekosongan tahta diisi oleh Administrator Apostolik Mgr. Ignatius Suharyo. Ia terpilih menjadi Uskup Bandung pada 3 Juni 2014, dan ditahbiskan menjadi Uskup pada 25 Agustus 2014.[4]

Mgr.

Antonius Subianto Bunjamin

Uskup Bandung
Mgr Antonius Subianto Bunjamin, OSC.jpg
GerejaKatolik Roma
KeuskupanBandung
Penunjukan3 Juni 2014
PendahuluJohannes Pujasumarta
Jabatan lain
Imamat
Tahbisan imam26 Juni 1996
(24 tahun, 50 hari)
oleh Alexander Djajasiswaja
Tahbisan uskup25 Agustus 2014
(5 tahun, 356 hari)
oleh Ignatius Suharyo
Informasi pribadi
Nama lahirAntonius Subianto Bunjamin
Lahir14 Februari 1968 (umur 52)
Bendera Indonesia Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Kewarganegaraan Indonesia
DenominasiKatolik Roma
KediamanJalan Jawa 26 Merdeka, Sumurbandung, Bandung 40113[2]
Orang tuaAyah: Mathias Bunjamin (Liem Bong Eng) †
Ibu: Agnes Eniwaty (Tjiam Tjoan Nio) †
Jabatan sebelumnya
  • Provinsial OSC Indonesia (2010–2013)
Alma mater
Moto"Ut Diligatis Invicem" (Yohanes 15:17)[3]
(Kasihilah seorang akan yang lain)
LambangLambang Antonius Subianto Bunjamin

Latar belakangSunting

Mgr. Bunjamin lahir di Kota Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 14 Februari 1968.[5] Pada masa kecilnya ia mendapat julukan beke, suatu kata berbahasa Sunda yang berarti pendek, karena postur tubuhnya yang lebih kecil daripada teman-temannya.[6] Ia besar di Paroki Santa Odilia, Cicadas yang juga masuk dalam wilayah Keuskupan Bandung.[5] Ia sempat menjadi anggota misdinar dan Legio Maria di paroki tersebut.[5]

Pendidikan dan karyaSunting

Mgr. Anton mulai menjalani studinya di Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius, Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah pada tahun 1984.[7] Ia memilih moto yang menjadi penyemangat panggilannya, Ubi Ego Sum Ibi Deo Servio (Di Mana pun Saya Berada, Saya Akan Mengabdi Tuhan).[8] Ia sempat juga menjadi bidel angkatan dan bidel umum (sejenis Ketua OSIS) di sana periode Juli 1986 sampai dengan Juli 1987.[8][9] Ia kemudian melanjutkan studi di seminari tinggi, dan bergabung dengan Ordo Salib Suci (OSC).[10] Ia kemudian menjalani studi S1 di Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.[5]

 
Kapel Santa Helena dalam Kompleks Pratista, lokasi tahbisan diakon Mgr. Anton.

Ia mengucapkan kaulnya sebagai imam religius untuk tarekat Ordo Salib Suci (OSC) pada tanggal 28 Agustus 1994.[7] Bunjamin ditahbiskan menjadi diakon di Kapel Santa Helena, Pratista, Bandung pada 31 Januari 1996. Ia kemudian menjalani tahun pastoral sebagai diakon selama 6 bulan. Ia menerima tahbisan imamat pada 26 Juni 1996 di Gereja Santo Laurentius, Bandung.[11] Ia ditahbiskan oleh Uskup Bandung saat itu, Mgr. Alexander Djajasiswaja bersama 3 orang imam OSC lainnya, yakni R.P. Laurentius Tarpin, O.S.C, R.P. Basilius Hendra Kimawan, O.S.C., dan R.P. Yohanes Berchmans Rosaryanto, O.S.C.[11]

Selama kariernya, Mgr. Anton tidak pernah menjadi pastor paroki.[12] Setelah menerima tahbisan imamat, ia menjadi pastor pembantu selama tiga bulan di Paroki Kristus Sang Penabur sampai keberangkatannya untuk studi. Ia diutus melanjutkan studi S2 dilakukannya di Universitas Katolik Leuven, Leuven, Belgia sejak tahun 1996 hingga 1999 dalam bidang filsafat.[13][14] Dari studi tersebut, ia mendapat gelar Lisensiat dan kembali ke Indonesia untuk mengajar di Universitas Katolik Parahyangan, hingga tahun 2003.[14]

Selama kariernya sebagai imam, ia pernah ditugaskan di Keuskupan Agats[5] dan menjadi Pastor Mahasiswa Keuskupan Bandung periode 1999–2001.[15]

Pada tahun 2003, Mgr. Anton mendapat perutusan untuk mendalami ilmu filsafat di Universitas Kepausan Lateran, Roma dan menyelesaikannya pada tahun 2007.[13] Sekembalinya ke Indonesia, ia kembali mengajar di Universitas Katolik Parahyangan dengan tugas tambahan sebagai Wakil Provinsial OSC Indonesia untuk periode 2007–2010.[13][14]

Pada Kapitel OSC Provinsi Sang Kristus Indonesia yang dilaksanakan pada 5–9 Juli 2010, Mgr. Anton terpilih menjadi Provinsial Ordo Salib Suci Provinsi Sang Kristus Indonesia untuk masa bakti 2010–2013.[16]

Mgr. Anton juga menjadi Sekretaris sekaligus Direktur Eksekutif Yayasan Salib Suci yang mengurus sejumlah sekolah Katolik di wilayah Keuskupan Bandung.[5] Di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan, Mgr. Anton juga menjadi dosen tetap di Fakultas Filsafat, dan pernah memimpin Pusat Kajian Humaniora Unpar (kini Lembaga Pengembangan Humaniora Unpar).[5] Di Yayasan Unpar, Mgr. Anton pernah menjadi sekretaris pengurus dan terakhir menjadi Anggota Pembina dalam kapasitasnya sebagai Provinsial OSC.[5][17] Di Keuskupan Bandung, ia dipercaya sebagai Sekretaris FORPITU (Forum Pimpinan Tarekat dan UNIO) Keuskupan Bandung, anggota Dewan Konsultores dan Dewan Pastoral Keuskupan Bandung.[14]

Pada Kapitel OSC 15–19 Juli 2013, Mgr. Anton kembali terpiih menjadi Provinsial OSC Provinsi Sang Kristus Indonesia untuk masa bakti 2013–2016.[18]

Karya sebagai uskupSunting

 
Lambang Uskup Mgr. Antonius Subianto Bunjamin.
 
Mgr. Anton memasuki Gereja Katedral Bandung dalam misa pontifikal pertama setelah ditahbiskan menjadi Uskup Bandung.

Pada tanggal 3 Juni 2014 pukul 12.00 waktu Roma (pukul 17.00 UTC+7), Paus Fransiskus mengumumkan terpilihnya Mgr. Anton menjadi Uskup Keuskupan Bandung.[7][13][19][20] Hal ini mematahkan isu yang menyatakan ia akan memperkuat pada tingkat Generalat Ordo Salib Suci demi membantu gubernatio internal Salib Suci dan menjadi Magister General OSC.[14]

Secara keseluruhan, lambang Uskup menceritakan Perjamuan Malam Terakhir, dengan menjadikan semangat Ekaristi yang merupakan sumber dan puncak hidup Kristiani, sebagai jiwa tugas penggembalaan Uskup Bandung di tanah Parahyangan.[21] Ia menerima tahbisan episkopal pada tanggal 25 Agustus 2014 bertempat di Sasana Budaya Ganesha milik Institut Teknologi Bandung, Bandung, yang dimulai pukul 17.00 WIB.[4] Bertindak sebagai Uskup Penahbis Utama adalah Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta yang juga sebelumnya menjabat Administrator Apostolik Keuskupan Bandung, dan Uskup Ko-konsekrator adalah Uskup Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, O.F.M. dan Mgr. Johannes Pujasumarta, Uskup Agung Semarang.[22] Satu hari sebelum upacara penahbisan, berlangsung ibadat salve yang dipimpin oleh Nuncio Apostolik untuk Indonesia, Antonio Guido Filipazzi.[23] Misa Pontifikal pertama Mgr. Anton dilaksanakan di Gereja Katedral Santo Petrus, Bandung pada 31 Agustus 2014.[4]

Keuskupan Bandung telah melaksanakan dua sinode selama kepempimpinan Mgr. Anton, termasuk Sinode Keuskupan tahun 2015 dengan tema "Sehati Sejiwa Berbagi Sukacita" (bahasa Sunda: Sarasa Sasukma Ngawedar Atma Guligah)[24][25] dan Sinode Orang Muda Katolik tahun 2016.[26] Mgr. Anton juga menetapkan tahun 2016 sampai 2018 menjadi Tahun Keluarga.[27]

Pada tahun 2015, Mgr. Anton terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia.[28] Pada 10 Agustus 2017, Mgr. Anton ditunjuk menjadi Visitor Apostolik bagi Keuskupan Ruteng, dengan tugas untuk menyelidiki beberapa persoalan di Keuskupan Ruteng.[29][30]

Dalam pentahbisan Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm. sebagai Uskup Malang, Mgr. Anton bertindak sebagai Pentahbis Pendamping bersama Uskup Surabaya, Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono. Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo menjadi Pentahbis Utama.

Bersama dengan Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O. Carm., Uskup Malang, Mgr. Anton kembali bertindak sebagai Pentahbis Pendamping bagi Mgr. Robertus Rubiyatmoko sebagai Uskup Agung Semarang. Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta bertindak sebagai Pentahbis Utama.

Menjelang penahbisan Mgr. Paulinus Yan Olla, M.S.F. sebagai Uskup Tanjung Selor, Mgr. Anton memimpin ibadat salve yang bertempat di Gereja Katedral Tanjung Selor pada 4 Mei 2018. Mgr. Anton kembali memimpin ibadat salve, yakni dalam rangka penahbisan Mgr. Christophorus Tri Harsono sebagai Keuskupan Purwokerto pada 15 Oktober 2018.[31]

Pada 27 Juli 2019, bersamaan dengan pembebasan tugas Mgr. Nicolaus Adi Seputra, M.S.C. sebagai Uskup Agung Merauke yang sedang mengikuti masa ongoing formation dan sekaligus pengangkatan Mgr. John Philip Saklil selaku Uskup Timika sebagai Administrator Apostolik sede plena Keuskupan Agung Merauke, ia kembali ditunjuk sebagai Visitor Apostolik bagi Keuskupan Agung Merauke untuk menyelidiki beberapa persoalan yang terjadi di Keuskupan Agung Merauke.[32]

ReferensiSunting

  1. ^ Mathias Hariyadi (12 November 2015), Pimpinan KWI 2015-2018: Ketua Mgr. Ignatius Suharyo, Sekjen Mgr. Anton Subianto OSC, Dokpen KWI 
  2. ^ "Nama Uskup dan Keuskupan Se-Indonesia" (PDF). Kementerian Agama Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik. Diakses tanggal 23 Agustus 2019. 
  3. ^ "Visi Pastoral Makna Lambang Uskup Bandung". Konferensi Waligereja Indonesia. 27 Agustus 2014. Diakses tanggal 27 Februari 2020. 
  4. ^ a b c Didi Tarmedi. "Tahbisan Uskup". Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 Juli 2014. 
  5. ^ a b c d e f g h Ferry Sutisna Wijaya (4 Juni 2014). "Lebih Dekat dengan Uskup Bandung: Mgr. Dr. Antonius Subianto Bunyamin OSC". Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Juni 2014. 
  6. ^ http://www.hidupkatolik.com/2014/08/17/23385/beke-menjadi-uskup-bandung/
  7. ^ a b c [1][pranala nonaktif]
  8. ^ a b http://www.hidupkatolik.com/2014/11/21/beke-menjadi-uskup-bandung
  9. ^ [2][pranala nonaktif]
  10. ^ http://www.penaindonesia.org/2014/mgr-agus-jadi-uskup-agung-pontianak-pastor-anton-subianto-osc-jadi-uskup-bandung/
  11. ^ a b [3][pranala nonaktif]
  12. ^ http://parokilaurentiusbdg.org/blog/2014/07/02/babak-baru-keuskupan-bandung-kilas-balik-tentang-mgr-antonius-subianto-bunyamin-osc/
  13. ^ a b c d Agenzia Fides. "ASIA/INDONESIA - Appointment of the Bishop of Bandung - Agenzia Fides". Fides.org. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  14. ^ a b c d e http://parokiku.org/content/uskup-baru-bandung-mgr-antonius-subianto-bunyamin-osc
  15. ^ "Gema Bandung - Para Pastor yang pernah menjadi Pastor..." Facebook. 2014-06-03. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  16. ^ "KROSIRENA - Krosier: Pusat Spiritualitas Pratista". Sites.google.com. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  17. ^ [4][pranala nonaktif]
  18. ^ [5][pranala nonaktif]
  19. ^ http://www.hidupkatolik.com/2014/06/03/uskup-baru-untuk-keuskupan-bandung
  20. ^ BeritaSatu.com. "Paus Fransiskus Tunjuk Uskup Baru Bandung". BeritaSatu.com. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  21. ^ PEN@ Katolik (2014-07-04). "Semangat Ekaristi akan jiwai tugas uskup baru di tanah Parahyangan | Pen@ Katolik". Penakatolik.com. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  22. ^ 5 minutes read. "Keuskupan Bandung Mendapat Uskup Asli Putra Tatar Sunda – Mirifica News". Mirifica.net. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  23. ^ "Bandung Punya Uskup Baru (2): Salve Agung – Janji Bakti Si Uskup Muda Terpilih". Baltyra. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  24. ^ 4 minutes read. "Sinode Keuskupan Bandung 2015 keluarkan pesan sinode – Mirifica News". Mirifica.net. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  25. ^ PEN@ Katolik (2015-06-12). "Hasil Pra Sinode I Keuskupan Bandung adalah dokumen hidup yang tidak tertulis | Pen@ Katolik". Penakatolik.com. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  26. ^ "Sinode OMK Keuskupan Bandung – OMKnet". Orangmudakatolik.net. 2016-04-24. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  27. ^ PEN@ Katolik (2015-12-03). "Keuskupan Bandung akan jalankan Tahun Belas Kasih dengan fokus keluarga | Pen@ Katolik". Penakatolik.com. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  28. ^ [6][pranala nonaktif]
  29. ^ http://www.hidupkatolik.com/2017/08/11/11277/visitor-apostolik-untuk-keuskupan-ruteng/
  30. ^ [7][pranala nonaktif]
  31. ^ Komsos KWI. "Seputar Tahbisan Mgr. Christophorus Tri Harsono: Salve Agung di Katedral Purwokerto, Misa Tahbisan di Aula Universitas Jenderal Soedirman". Mirifica.net. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  32. ^ "Mgr John Philip Saklil Ditunjuk Sebagai Administrator Apostolik Sede Plena Keuskupan Agung Merauke | Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI". Dokpenkwi.org. Diakses tanggal 2020-06-09. 

Pranala luarSunting

Jabatan Gereja Katolik
Didahului oleh:
Johannes Pujasumarta
Uskup Bandung
3 Juni 2014—kini
Petahana