Keuskupan Bogor

Wilayah Administratif Gereja Katolik Roma di Indonesia

Keuskupan Bogor merupakan keuskupan sufragan dari Keuskupan Agung Jakarta. Wilayahnya meliputi 18.400 km2 di enam kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat (Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi), hampir seluruh wilayah Banten (kecuali wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan), dan sangat sedikit Daerah Khusus Ibukota Jakarta di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.berpusat di Bogor. Umat Katolik di Keuskupan Bogor berjumlah sekitar 90.000 dan tersebar dalam 23 paroki dan dilayani oleh 90 imam.

Keuskupan Bogor

Dioecesis Bogorensis
Katolik
Gereja Katredal Bogor Santa Perawan Maria.jpeg
Coat of arms of Paskalis Bruno Syukur.png
Lambang Uskup Bogor,
Paskalis Bruno Syukur, O.F.M.
Lokasi
Negara Indonesia
WilayahKel. Pondok Labu, DKI Jakarta
Jakarta
Dekanat
  • Tengah (Bogor Barat)
  • Timur (Bogor Timur)
  • Selatan (Sukabumi & Cianjur)
  • Utara (Depok)
  • Barat (Banten)
Kantor pusat
Jalan Kapten Muslihat 22, Paledang, Bogor Tengah, Bogor 16122
Koordinat6°35′49″S 106°47′36″E / 6.5970°S 106.7932°E / -6.5970; 106.7932
Statistik
Luas18.368 km2 (7.092 sq mi)[6]
Populasi
- Total
- Katolik
(per 2017[4])
20.350.620
91,058 (0,44%)
Paroki23[1][2]
Kongregasi26[3]
Imam64[4][5]
Informasi
DenominasiKatolik Roma
Gereja sui iuris
Gereja Latin
RitusRitus Roma
Pendirian9 Desember 1948 (73 tahun, 204 hari)
sebagai Prefektur Apostolik Sukabumi
KatedralBeatae Mariae Virginis, Bogor
Kepemimpinan kini
PausFransiskus
UskupPaskalis Bruno Syukur, O.F.M.[7]
Vikaris jenderal
R.D. Yohanes Suparta[8]
Vikaris episkopal
  • R.D. Robertus Untung Hatmoko
  • R.D. Mikail Endro Susanto[8]
Vikaris yudisial
R.D. Yohanes Driyanto[8]
Sekretaris jenderal
R.D. Marselinus Wisnu Wardhana[8]
EkonomR.D. Andreas Arie Susanto[8]
EmeritusCosmas Michael Angkur, O.F.M.
(Uskup, 1994–2013)
Situs web
keuskupanbogor.org

Imam diosesan (Praja) dikembangkan sejak awal di Keuskupan Bogor dan sekarang berjumlah 64 orang. Jumlah imam dari tarekat religius 26 orang. Rata-rata setiap imam melayani keperluan rohani 1.607 orang umat.

Keuskupan Bogor memiliki ikon katekese yaitu, Mamedo. Mamedo adalah Boneka peraga yang dibuat untuk berkatekese dalam mengenalkan Yesus Kristus. Mamedo adalah akronim dari Magnificat Anima Mea Dominum, sebagai semboyan Bapa Uskup Paskalis.

Garis waktuSunting

  • Didirikan sebagai Prefektur Apostolik Sukabumi pada tanggal 9 Desember 1948, memisahkan diri dari Vikariat Apostolik Batavia
  • Ditingkatkan menjadi Keuskupan Bogor pada tanggal 3 Januari 1961

WaligerejaSunting

OrdinarisSunting

Prefek Apostolik Sukabumi
Uskup Bogor
  • Paternus Nicholas Joannes Cornelius Geise, O.F.M. (16 Oktober 1961 s.d. 30 Januari 1975, mengundurkan diri)
  • Ignatius Harsono (30 Januari 1975 s.d. 17 Juli 1993, mengundurkan diri)
  • Cosmas Michael Angkur, O.F.M. (10 Juni 1994 s.d. 21 November 2013, pensiun)
  • Paskalis Bruno Syukur, O.F.M. (sejak 21 November 2013)

Prelat titulerSunting

Administrator Apostolik Keuskupan Bogor
  • Paternus Nicholas Joannes Cornelius Geise, O.F.M. (3 Januari 1961 s.d. 16 Oktober 1961, pengembalian)

SejarahSunting

Walaupun kontak pertama agama Katolik yang dibawa para pedagang Portugis dengan penduduk Banten yang beragama Hindu terjadi di awal abad ke-16, namun baru pada pertengahan abad ke-19 Bogor dikunjungi oleh imam dari Batavia (Jakarta) untuk merayakan Ekaristi. Pada 1885 Pastor MYD Claessens Pr menetap di Bogor. Ia juga mendirikan gereja di Sukabumi (1896) dan membangun gereja yang sekarang menjadi katedral Bogor. Pada tahun 1929 imam-imam Fransiskan Konventual mulai bekerja di Batavia (Jakarta) dan berangsur-angsur mereka membina stasi-stasi Rangkasbitung (1933), Cianjur (1933), Cicurug (1934) dan Serang (1939). Dalam perkembangan selanjutnya kemudian dibentuklah suatu Prefektur Apostolik Sukabumi dipisahkan dari Vikariat Apostolik Batavia (Jakarta) pada 9 Desember 1948, dan pembinaannya diserahkan kepada Ordo Fransiskan. Dengan berdirinya hierarki Gereja Katolik mandiri di Indonesia pada 3 Januari 1961, paroki Bogor digabungkan dengan Prefektur Apostolik Sukabumi menjadi Keuskupan Bogor.

ParokiSunting

Dekanat TengahSunting

 
 
Fransiskus Asisi
 
Andreas
 
Yakobus
 
Santa
Maria
 
Fatima
 
Loyola
 
Kristus Raja
 
Vincentius
 
Hati Kudus
 
Faustina
 
Hati Maria Tak Bernoda
 
Ratu Para Malaikat
 
Fransiskus Asisi
 
Santo Yosef
 
Petrus
Paroki di Bogor, Cianjur, dan Sukabumi (Bocimi)
Kota Bogor
Kabupaten Bogor
  • Paroki Parung – Santo Joannes Baptista
  • Paroki Megamendung – Santo Yakobus Rasul
  • Paroki Sentul City – Santa Maria Fatima
  • Paroki Bojonggede – Santa Faustina Kowalska

Dekanat TimurSunting

Kota Bogor
  • Paroki Ciluar – Santo Andreas
Kabupaten Bogor
  • Paroki Cibinong – Keluarga Kudus
  • Paroki Cileungsi – Bunda Maria Segala Bangsa
  • Paroki Citra Indah – Hati Kudus Yesus
  • Paroki Hambalang – Kristus Raja
  • Paroki Gunung Putri – Santo Vincentius

Dekanat SelatanSunting

Kota Sukabumi
  • Paroki Sukabumi – Santo Joseph
Kabupaten Sukabumi
  • Paroki Cicurug – Hati Maria Tak Bernoda
  • Paroki Cibadak – Santo Fransiskus Asisi
Kabupaten Cianjur
  • Paroki Cianjur – Santo Petrus
  • Paroki Cipanas – Santa Maria Ratu Para Malaikat

Dekanat UtaraSunting

 
 
Paulus
 
Matius
 
Markus
 
Herkulanus
 
Santo Tomas
 
Matias
 
Maria Bunda Ratu
 
Keluarga Kudus
 
Joanes Baptista
Paroki di Parung, Depok, dan Cibinong
Kota Depok
  • Paroki Depok Lama – Santo Paulus
  • Paroki Depok Jaya – Santo Herkulanus
  • Paroki Kelapa Dua – Santo Thomas
  • Paroki Depok Timur – Santo Markus
  • Paroki Depok II Tengah – Santo Matheus
  • Paroki Sukatani – Maria Bunda Ratu
Kota Administrasi Jakarta Selatan
  • Paroki Cinere – Santo Matias

Dekanat BaratSunting

Kabupaten Lebak
  • Paroki Rangkasbitung – Santa Maria Tak Bernoda
Kota Serang
  • Paroki Serang – Kristus Raja
Kota Cilegon
  • Paroki Cilegon – Santo Mikael

ReferensiSunting

BibliografiSunting

  • Departemen Dokumentasi dan Penerangan (Juni 2017), Buku Petunjuk Gereja Katolik Indonesia 2017 (dalam bahasa (Indonesia)) (edisi ke-1), Jakarta Pusat: Konferensi Waligereja Indonesia 
  • MAWI, Buku Petunjuk Gereja Katolik Indonesia 1986, hal 43-44
  • CLC, Ensiklopedi Populer Tentang Gereja Katolik di Indonesia, 1989, HAL 46-49

Pranala luarSunting