Maria

Tokoh dalam Alkitab

Maria (Aram: מרים; Yunani: Μαριαμ; Arab: مريم) adalah Ibu dari Yesus Kristus menurut Alkitab Perjanjian Baru[1], dan Ibu dari Nabi Isa menurut Al-Qur'an[2]. Bunda Maria merupakan Tunangan yang kemudian menjadi Istri dari Santo Yusuf didalam Kepercayaan Agama Kristen.

Bunda Maria
Gereja Katolik:
Santa Maria
Gereja Ortodoks:
Theotokos
Agama Islam:
Siti Maryam
LahirPada tanggal 8 September
di Kota Nazareth.
WafatGetsemani, Kota Yerusalem.
Tempat zairahBasilika Santa Maria Maggiore

Menurut Sumber Non-Kanonik, Orang tua Bunda Maria adalah Santo Yoakhim dan Santa Anna. Menurut Kitab Talmud, Nama Ayah dari Bunda Maria adalah "Heli" atau "Eli" (Kitab Lukas).[3] Menurut Al-Qur'an, Ayah Siti Maryam adalah Imran (Nama Beliau Diabadikan didalam surah Ali Imran).

Penganut Agama Kristen percaya bahwa Bunda Maria, Yang pada saat itu merupakan seorang Perawan, Mendapatkan kabar dari Malaikat Gabriel, Bahwa dia akan mengandung Seorang Juru Selamat, Yaitu Yesus Kristus, Anak dari Allah yang hidup melalui Mukjizat dari Roh Kudus, Lahir ke dunia untuk menebus dosa dosa manusia.

Gelar-gelar Bunda MariaSunting

Gelar-gelar Bunda Maria yang paling sering terdengar adalah "Santa Maria" dan "Theotokos". Gelar Bunda Maria tersebut diakui didalam Konsili Ekumenis III di Kota Efesus pada Tahun 431 Masehi. Makna Teologis yang terkandung didalam gelar tersebut adalah bahwa putra Bunda Maria Yakni, Yesus Kristus adalah sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia. Kedua Sifat Yesus Kristus tersebut (Ilahi dan Insani) dipersatukan didalam Satu Pribadi yang tunggal. Gelar Bunda Maria yang lain adalah Bunda Maria sebagai Bunda Berbelas Kasih (Mater Misericordiae).

Kisah Hidup Bunda MariaSunting

 
Malaikat Agung Gabriel mewartakan Sebuah kabar Gembira kepada Bunda Maria, Bahwa Beliau akan mengandung Seorang Juruselamat Dunia, Yakni, Yesus Kristus. Lukisan tersebut dibuat Oleh El Greco.

Bunda Maria tinggal di Kota Nazareth. Orang tua Bunda Maria, Yakni, Santo Yoakhim dan Santa Anna telah mempertunangkan Bunda Maria dengan Santo Yusuf dari Keluarga Daud.[4] Pada suatu hari, Malaikat Gabriel mewartakan kepada Bunda Maria bahwa Beliau akan menjadi Ibu dari Mesias yang dijanjikan Allah, Dengan cara mengandungnya melalui Mukjizat dari Roh Kudus.[5] Ketika Santo Yusuf dikabarkan oleh Malaikat Gabriel mengenai kehamilan Bunda Maria didalam sebuah mimpi, Beliau pun terkejut, Akan tetapi, Malaikat tersebut berpesan kepada nya Supaya Santo Yusuf tidak gentar mengambil Bunda Maria sebagai Istrinya. Santo Yusuf pun mematuhi perintah Malaikat tersebut dengan melengkapi ritus ritus pernikahan.[6]

Bunda Maria merupakan kerabat dari Elizabet.[7] Disaat Malaikat Agung Gabriel memberi kabar kepada Bunda Maria bahwa Elizabet, Yang sebelumnya mandul kini telah mengandung, Segera mengunjungi kerabatnya yang tinggal di Kota Yuttah, Yudea.[8]Pada suatu hari, Kaisar Octavius Agustus, Seorang Kaisar dari Kekaisaran Romawi, mengeluarkan sebuah perintah yang mengharuskan seluruh rakyat Kekaisaran Romawi pulang ke kampung halamannya masing-masing untuk mengikuti Sebuah Sensus.[9] Mendengar kabar tersebut, Bunda Maria dan Santo Yusuf segera pulang ke kampung halamannya di Kota Nazareth. Sewaktu di Kota Betlehem, Bunda Maria sudah waktunya bersalin, Tetapi , Mereka tidak menemukan sebuah tempat penginapan untuk melahirkan. Akhirnya, Mereka mendapatkan Sebuah tempat yang Kosong yakni kandang Domba, dan di tempat tersebut Bunda Maria melahirkan seorang Juruselamat yang bernama Yesus Kristus.[10]

Kematian Bunda MariaSunting

Kematian Bunda Maria tidak tercatat dalam Alkitab. Namun menurut tradisi Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks, 15 tahun setelah Yesus Kristus naik ke Surga, Bunda Maria meninggal dunia. Kematian Bunda Maria disaksikan para Rasul Yesus Kristus. Ketika para Rasul Yesus Kristus membuka makam tersebut, ternyata kosong. Sehingga mereka mengatakan bahwa Beliau telah diangkat secara Jasmani dan Rohani ke Surga.

Bunda Maria dalam Agama IslamSunting

 
Lukisan dari Kerajaan Persia yang menggambarkan Siti Maryam dan Nabi Isa عليه السلام

Di dalam Agama Islam, Bunda Maria disebut Sebagai Siti Maryam (bahasa Arab: مريم), Ibu dari Nabi Isa (bahasa Arab: عيسى بن مريم dibaca Isa bin Maryam, artinya "Isa putra Maryam"). Siti Maryam adalah salah satu Wanita dari empat wanita yang dianggap paling Agung dan Mulia yang pernah hidup di dunia menurut Agama Islam ; di samping Asiah (Istri Firaun), Khadijah (Istri Nabi Muhammad ﷺ), dan Fatimah (Putri Nabi Muhammad ﷺ). Beliau sering disebut dengan gelar kehormatan Sayyidatuna, Yang berarti "Wanita kami" (Didalam Bahasa Arab; gelar ini setara dengan Sayyiduna ("Tuan kami") yang sering digunakan untuk menyebutkan para Nabi).[11] Siti Maryam adalah satu-satunya wanita yang disebut didalam Al-Qur'an Sebanyak 70 kali, dan secara eksplisit dijelaskan bahwa dirinya sebagai Wanita yang mulia dan ditinggikan derajatnya Oleh Tuhan. Dalam Al-Qur'an, tepatnya di Surah Ali Imran, Allah pernah bersabda:

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).

Al-Qur'an, Surah Ali Imran bab 3, ayat 42

Bunda Maria dalam Agama BuddhaSunting

Didalam Agama Buddha, Bunda Maria berkaitan dengan Dewi Kwan-Yin, Seorang Bodhisattva Welas-Asih yang dihormati oleh berbagai sekte Agama Buddha di Tiongkok.

Pengaruh William ShakespeareSunting

Pada abad ke-16 Masehi di Kerajaan Inggris, Penghormatan terhadap Bunda Maria menjadi sebuah kontroversi umum karena menyangkut makna Ayat-ayat Alkitab dan Citra-citra Religius didalam kehidupan Umat Kristen. Beberapa tokoh terkemuka di Kerajaan Inggris pada abad ke-16 Masehi, Pernah menganggap Ziarah ke tempat-tempat yang didirikan untuk menghormati Bunda Maria serta berdoa Rosario bersifat "Takhayul" dan termasuk "Penyembahan berhala". Sejak tahun 1535 - 1538, di bawah Pemerintahan Raja Henry VIII, Seluruh tempat-tempat Ziarah di Kerajaan Inggris dihancurkan, Karena para Kaum Reformer Kristen Protestan percaya bahwa tempat-tempat tersebut berpengaruh buruk terhadap kehidupan rohani masyarakat. Banyak dari tempat-tempat Ziarah tersebut adalah tempat-tempat yang didirikan untuk menghormati Bunda Maria, Salah satunya adalah tempat Ziarah yang bernama Our Lady of Walsingham.

Pada saat yang bersamaan, nama "Maria" atau "Mary" dalam Bahasa Inggris Semakin populer sebagai nama yang diberikan kepada bayi perempuan di Kerajaan Inggris. Sekitar tahun 1600, Jumlah bayi perempuan yang diberi nama Mary meningkat sebesar 19% dari 1% menjadi 20%.

William Shakespeare memiliki kontribusi yang kuat terhadap Isu Isu "Politik" yang menyangkut Nama "Maria" didalam kehidupan Umat Kristen. Salah satu Karya William Shakespeare yang menuai kontroversi adalah Drama Romeo and Juliet, Tepatnya Bagian Pertama, Babak ke-5, Yang berisi sebuah Dialog dan disusun dalam bentuk sebuah Soneta. Di dalam Bagian tersebut, Romeo menggunakan tempat "Peziarahan" Bunda Maria sebagai tempat untuk merayu Juliet.

Lihat pulaSunting

CatatanSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Matius 1:18-20, Lukas 1:35
  2. ^ Al-Qur'an, Surat Ali Imran; ayat 45 https://quran.com/3/45
  3. ^ Talmud Yerushalmi, Hag. chap.2, 11a; text bahasa Ibrani di http://www.mechon-mamre.org/b/r/r2b.htm, adalah sebagai berikut: למרים ברת עלי "Maria binti Eli"
  4. ^ Lukas 1:26
  5. ^ Lukas 1:35
  6. ^ Matius 1:18-25
  7. ^ Lukas 1:5, 1:36
  8. ^ Lukas 1:56-57
  9. ^ Lukas 2:1
  10. ^ Lukas 2:6-7
  11. ^ Glassé, Cyril (2008). "Mary". The New Encyclopedia of Islam (edisi ke-3rd). Plymouth, United Kingdom: Rowman & Littlefield Publishers, Inc. hlm. 340–341. ISBN 9780742562967. Diakses tanggal 2 June 2016. 

Bacaan lanjutanSunting

Pranala luarSunting