Buka menu utama

Muko-Muko Bathin VII adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Indonesia. Ibu kotanya terletak di Tanjung Agung yang berjarak sekitar 10 km ke ibu kota kabupaten di Muara Bungo. Beberapa sungai yang mengaliri kecamatan ini diantaranya Sungai Batang Bungo, Sungai Kumpai, Sungai Mampun, Sungai Labuh, dan Sungai Sabasah. Objek wisata Air Terjun Tebing Tinggi terletak di Dusun Tebing Tinggi.

Muko-Muko Bathin VII
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiJambi
KabupatenBungo
Pemerintahan
 • CamatZulkifli U.S., S.Pd.I.
Luas186,73 km2
Kepadatan82 orang/km2 (2018)
Desa/kelurahan9 dusun

Batas WilayahSunting

Wilayah Administrasi PemerintahanSunting

Kecamatan Muko-Muko Bathin VII terdiri dari 9 dusun, 44 kampung, dan 4 RT sebagai berikut:

Nama Dusun Gelar Kepala Dusun Luas (km2) Jumlah Kampung Jumlah RT
Tebing Tinggi Bungsu 16,20 6 -
Datar Mangkuto 17,15 4 8
Bedaro Rajo Mangkuto 47,17 6 -
Baru Pusat Jalo Pamuncak 12,86 3 -
Tebat Nantik 12,76 5 -
Tanjung Agung Temenggung 38,18 7 -
Mangun Jayo Paduko 20,05 6 -
Suka Jaya Suko Jayo 1,56 4 -
Pekan Jumat Datuk Sulung 20,80 3 -
Total 186,73 44 8

PendudukSunting

Jumlah penduduk di Kecamatan Muko-Muko Bathin VII mengalami peningkatan setiap tahunnya dalam empat tahun terakhir. Pada tahun 2018, jumlah penduduk sebanyak 15.323 orang yang terdiri dari 7.669 laki-laki dan 7.654 perempuan. Kondisi dimana penduduk laki-laki lebih banyak dari pada penduduk perempuan membuat rasio jenis kelamin sebesar 100,20. Dusun Tanjung Agung merupakan dusun dengan penduduk terbanyak, sedangkan Dusun Suka Jaya merupakan dusun dengan penduduk terpadat.

Tahun Laki-Laki Perempuan Jumlah
2015 7.352 7.324 14.676
2016 7.460 7.440 14.900
2017 7.571 7.547 15.118
2018 7.669 7.654 15.323

SosialSunting

Pada 2017, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII memiliki 14 Sekolah Dasar, 3 Sekolah Menengah Pertama, 1 Madrasah Tsanawiyah, 1 Sekolah Menengah Atas, 2 Madrasah Aliyah, dan 1 Sekolah Menengah Kejuruan. Untuk fasilitas kesehatan, terdapat 1 Puskesmas, 3 Puskesmas Pembantu, 18 Posyandu, dan 7 Polindes/Poskesdes. Sebagai wilayah dengan penduduknya mayoritas muslim, tempat ibadah yang ada hanyalah masjid (16 buah) dan langgar/mushalla (34 buah). Tercatat ada 140 pernikahan dan 39 jamaah haji pada tahun 2017.

PertanianSunting

Pada tahun 2017, tercatat luas lahan yang ditanami padi sebesar 216 hektar dengan rincian 41 hektar lahan sawah dan 175 hektar lahan bukan sawah. Selain padi, beberapa tanaman palawija juga diproduksi seperti jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar. Sementara itu, komoditas sayur yang diproduksi adalah kacang panjang, cabai besar, cabai rawit, terung, ketimun, kangkung, dan bayam. Untuk buah-buahan, terdapat alpukat, belimbing, durian, jambu biji, jambu air, jeruk, nangka, pepaya, pisang, rambutan, sawo, sirsak, dan sukun serta petai. Dibidang perkebunan, kecamatan ini memproduksi karet dan kelapa sawit dalam jumlah besar serta kelapa, kopi, kakao, dan pinang dalam jumlah kecil.

PerdaganganSunting

Sarana perdagangan yang ada antara lain 3 pasar mingguan, 165 toko, 11 warung, 271 pedagang eceran, 4 rumah makan, dan 1 pasar lelang karet. Pasar mingguan yang ada beroperasi di Tebing Tinggi pada hari Selasa, Bedaro pada hari Jumat, dan Tanjung Agung pada hari Minggu.

TransportasiSunting

Pada tahun 2016, 78% jalan yang ada telah teraspal dan sisanya masih merupakan jalan kerikil. Berdasarkan kewenangannya, terdapat 122,20 km jalan negara, 90,33 km jalan provinsi, dan 992,82 km jalan kabupaten. Terdapat 7 jembatan yang terdiri dari 3 jembatan beton dan 4 jembatan gantung.

ReferensiSunting