Kota Banjarbaru

ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia

Kota Banjarbaru adalah salah satu kota yang juga sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Statusnya sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Selatan telah ditetapkan pada tahun 2022, menggantikan Kota Banjarmasin, berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2022.[6] Berjarak sekitar 33 km dari Kota Banjarmasin, kota ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Banjar. Sebelumnya, sebagian besar wilayahnya merupakan Kawedanan di dalam Kabupaten Banjar, yang kemudian dimekarkan sebagai sebuah kota yang berdiri sendiri sejak 1999. Indeks Pembangunan Manusia atau IPM tahun 2021 di kota Banjarbaru merupakan yang tertinggi di provinsi Kalimantan Selatan, yakni 79,26.[3]

Kota Banjarbaru
Transkripsi bahasa daerah
 • Jawi Banjarبنجربارو
Dari atas, kiri ke kanan: Masjid Agung Al Munawarah Banjarbaru, Tugu Selamat Datang Kota Banjarbaru, dan Lapangan Murjani
Lambang resmi Kota Banjarbaru
Julukan: 
Kota Seribu Taman
Motto: 
Gawi sabarataan
(Banjar) Pemerintah dan masyarakat melaksanakan kegiatan pembangunan secara bersama-sama sesuai tugas pokoknya masing-masing
Peta
Kota Banjarbaru di Kalimantan
Kota Banjarbaru
Kota Banjarbaru
Peta
Kota Banjarbaru di Indonesia
Kota Banjarbaru
Kota Banjarbaru
Kota Banjarbaru (Indonesia)
Koordinat: 3°26′33″S 114°49′57″E / 3.4425°S 114.8325°E / -3.4425; 114.8325
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Selatan
Tanggal berdiri20 April 1999
Dasar hukumUU Nomor 9 Tahun 1999
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • WalikotaAditya Mufti Ariffin
 • Wakil Wali KotaWartono, SE
Luas
 • Total305,242 km2 (117,855 sq mi)
Populasi
 • Total258.753
 • Kepadatan848/km2 (2,200/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 95,89%
Kristen 3,88%
- Protestan 2,95%
- Katolik 0,93%
Hindu 0,14%
Buddha 0,09%[2]
 • IPMKenaikan 79,26 (2021)
Tinggi[3]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode area telepon0511
Pelat kendaraanDA xxxx
Kode Kemendagri63.72 Edit the value on Wikidata
Kode SNI 7657-2010BJB[4]
DAURp 463.041.655.000,- (2020)[5]
Situs webwww.banjarbarukota.go.id

Kota Banjarbaru berdiri pada tanggal 20 April 1999 dan memiliki luas wilayah 371,38 km². Seluruh wilayah Kota Banjarbaru merupakan bagian dari kawasan Banjar Bakula. Banjarbaru terbagi atas 5 kecamatan dan 20 kelurahan, dengan jumlah penduduk 258.753 jiwa (2021).[2]

SejarahSunting

Wilayah ini, dulunya adalah perbukitan di pinggiran Martapura yang dikenal dengan nama Gunung Apam. Daerah Gunung Apam dikenal sebagai daerah peristirahatan buruh-buruh penambang intan selepas menambang di Cempaka.

Pada era tahun 1950-an, Gubernur Dr. Murjani dibantu seorang perencana D.A.W Van der Pijl merancang Banjarbaru sebagai Ibukota bagi provinsi Kalimantan Selatan. Namun pada perjalanan selanjutnya, perencanaan ini terhenti sampai pada perubahan status Kota Banjarbaru menjadi Kota Administratif.

Kota Banjarbaru berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999. Lahirnya undang-undang tersebut menandai berpisahnya Kota Banjarbaru dari Kabupaten Banjar yang selama ini merupakan daerah administrasi induk. Kota Banjarbaru yang sebelumnya berstatus sebagai Kota Administratif, sempat berpredikat sebagai kota administratif tertua di Indonesia.

Pelantikan Akhmad Fakhrulli sebagai pejabat Wali kota Kota Banjarbaru oleh Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid, di Jakarta, pada 27 April 1999, menandakan resminya alih status Banjarbaru dari Kota Administratif menjadi Kotamadya (kota). Banjarbaru memperoleh status kota setelah menyandang status kota administratif terlama di Indonesia, 23 tahun, merupakan momen bersejarah. Adalah DPRD Kota Banjarbaru melalui pemilihan wali kotanya, memilih Rudy Resnawan sebagai wali kota pertama Kota Banjarbaru, menggantikan Fakhrulli sebagai wali kota transisional.

GeografiSunting

Kota Banjarbaru terletak pada koordinat 03°27' - 03°29' LS dan 114°45' - 114°48' BT. Posisi geografis Kota Banjarbaru terhadap Kota Banjarmasin adalah 35 km sebelah tenggara Kota Banjarmasin. Selain itu, Kota Banjarbaru merupakan kota penghasil intan yang terdapat di Kecamatan Cempaka yang merupakan pusat pemukiman atau perkampungan tertua Suku Banjar yang ada di kota ini.

PemerintahanSunting

Kepala daerahSunting

Wali Kota adalah pemimpin tertinggi di lingkungan pemerintah Kota Banjarbaru. Wali kota Banjarbaru bertanggungjawab atas wilayah Kota Banjarbaru kepada gubernur provinsi Kalimantan Selatan. Saat ini, wali kota atau kepala daerah yang menjabat di Kota Banjabaru ialah Aditya Mufti Ariffin, dengan wakil wali kota Wartono. Mereka menang pada Pemilihan umum Wali Kota Banjarbaru 2020.

Aditya Mufti Ariffin merupakan wali kota Banjarbaru ke-5, setelah Kota Banjarbaru bersatus kota tahun 2000, menggantikan Darmawan Jaya Setiawan, wali kota definitif sebelumnya. Aditya adalah anak sulung dari mantan gubernur Kalimantan Selatan dua periode, Rudy Ariffin. Aditya dan Wartono dilantik oleh penjabat gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA, pada 26 Februari 2021, untuk periode 2021-2024.[7]

No Wali Kota Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Ket. Wakil Wali Kota
5   Aditya Mufti Ariffin 26 Februari 2021 petahana 15
(2020)
Wartono

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Banjarbaru dalam dua periode terakhir.[8][9]

Partai politik Jumlah kursi dalam periode
2014–2019 2019–2024
  PKB 3   3
  Gerindra 4   6
  PDI-P 4   3
  Golkar 5   5
  NasDem 3   4
  PKS 1   2
  PPP 4   4
  PAN 2   2
  Hanura 1   0
  Demokrat 3   1
Jumlah anggota 30   30
Jumlah partai 10   9


KecamatanSunting

Kota Banjarbaru terdiri dari 5 kecamatan dan 20 kelurahan. Pada tahun 2021, jumlah penduduknya mencapai 258.753 jiwa dengan luas wilayah 305,242 km² dan sebaran penduduk 848 jiwa/km².[10][11]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Banjarbaru, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
kelurahan
Daftar
kelurahan
63.72.05 Banjarbaru Selatan 4
63.72.04 Banjarbaru Utara 4
63.72.03 Cempaka 4
63.72.02 Landasan Ulin 4
63.72.06 Liang Anggang 4
Total 20

DemografiSunting

 
Kampung Pelangi Banjarbaru

Suku bangsaSunting

Dibandingkan wilayah Kalimantan Selatan pada umumnya, penduduk Kota Banjarbaru lebih heterogen, walau tetap didominasi Suku Banjar (56,17%) yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Suku terbesar kedua di Banjarbaru yaitu Suku Jawa (32,78%) yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Penduduk asli yang mendiami Banjarbaru adalah orang Banjar Kuala yang tinggal di wilayah Cempaka, yang terkenal sebagai tempat pendulangan intan tradisional. Di Banjarbaru juga banyak orang Banjar dari daerah-daerah lain di Kalimantan Selatan, baik dari kota Banjarmasin dan Martapura maupun orang Banjar Hulu dari Banua Anam yang umumnya tinggal di pusat perkotaan.

Di kecamatan Cempaka, suku Banjar masih penduduk mayoritas, namun di kecamatan lainnya populasi suku Banjar dan suku-suku pendatang lainnya hampir seimbang, bahkan di kecamatan Landasan Ulin Suku Jawa menjadi suku terbesar melebihi jumlah Suku Banjar.

Suku-suku lainnya yang terdapat di Banjarbaru yaitu suku Sunda, Madura, Batak, Dayak, Bugis dan lain-lain.[12]

Komposisi Suku bangsa di kota Banjarbaru tahun 2010 antara lain:[12]

Nomor Suku bangsa Jumlah Persentase
1 Banjar 112.135 56,17%
2 Jawa 65.429 32,78%
3 Sunda 3.419 1,71%
4 Madura 2.718 1,36%
5 Batak 2.527 1,27%
6 Dayak 2.292 1,15%
7 Bugis 1.675 0,84%
9 Suku-suku lainnya 9.432 4,72%
Jumlah 199.627 100%

AgamaSunting

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2021, jumlah penduduk Kota Banjarbaru sebanyak 258.753 jiwa, dengan kepadatan 848 jiwa/km². Berdasarkan agama yang dianut, mayoritas pendududk Kota Banjarbaru bergama Islam. Adapun persentasi penduduk Kota Banjarbaru berdasarkan agama yang dianut yakni memeluk Islam sebesar 95,89%, kemudian Kristen sebanyak 3,88% yang mana Protestan sebanyak 2,95% dan Katolik sebanyak 0,93%. Penduduk yang beragama Hindu 0,14% dan Buddha sebanyak 0,09%.[2] Sarana rumah ibadah, terdapat 107 masjid, 243 mushala, 8 gereja Protestan, 2 gereja Katolik, dan 1 pura.[1]

PendidikanSunting

Beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Kota Banjarbaru, yakni:[1]

KesehatanSunting

 
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Banjarbaru

Beberapa pusat kesehatan yang di Kota Banajrbaru, termasuk Rumah Sakit dan Puskesmas:

  • RSUD Idaman Banjarbaru
  • RS TNI-AU Syamsudin Noor
  • RS Almansyur Medika
  • RS Guntung Payung
  • RSU Syifa Medika Banjarbaru
  • RSU Mawar Banjarbaru
  • RSU Permata Husada
  • RSI Sultan Agung Banjarbaru
  • Puskesmas Banjarbaru Utara
  • Puskesmas Banjarbaru Selatan
  • Puskesmas Liang Anggang
  • Puskesmas Landasan Ulin
  • Puskesmas Guntung Payung
  • Puskesmas Guntung Manggis
  • Puskesmas Cempaka
  • Puskesmas Sungai Besar
  • Puskesmas Sei Ulin

TransportasiSunting

 
Armada bus BRT Banjarbakula.
 
Kunjungan dan peresmian terminal baru oleh presiden Joko Widodo ke Bandara Syamsudin Noor pada 18 Desember 2019

Sarana transportasi utama yang tersedia di Kota Banjarbaru yakni sarana transportasi darat dan transportasi udara. Transportasi darat Kota Banjarbaru terhubung dengan BRT Banjarbakula atau Trans Metro Banjarbakula,[13] yakni sistem bus rapid transit (BRT) yang melayani wilayah metropolitan Banjarmasin dan sekitarnya, meliputi Banjarmasin, Banjarbaru, dan sebagian wilayah di Kabupaten Banjar.[14] Transportasi umum ini mulai resmi beroperasi sejak 14 Agustus 2019, yang diresmikan tepat perayaan ulang tahun Provinsi Kalimantan Selatan yang ke-69.[15]

Sementara untuk transportasi melalui udara, Kota Banjarbaru memiliki bandar udara, yakni Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor. Bandara ini sudah mulai beroperasi pada tahun 1936 dengan nama Lapangan Terbang Ulin. Pada tahun 1975 bandara ini resmi ditetapkan sebagai bandara sipil dan diubah namanya menjadi bandara Syamsudin Noor. Pada 18 Desember 2019, Bandara Syamsudin Noor mempunyai terminal baru yang diresmikan oleh presiden Indonesia, Joko Widodo, dan bandara ini menjadi bandara bertaraf internasional.[16] Bandara ini mampu menampung pesawat berukuran sedang yaitu Boeing 737-400 dan juga pesawat Airbus A330-300, Boeing 747-400, dan Boeing 787 Dreamliner.

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d "Kota Banjarbaru Dalam Angka 2022" (pdf). www.banjarkota.bps.go.id. hlm. 9, 75. Diakses tanggal 1 Maret 2022. 
  2. ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 1 Maret 2022. 
  3. ^ a b "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 1 Maret 2022. 
  4. ^ http://ftp.paudni.kemdiknas.go.id/paudni/2011/06/SNI_7657-2010_Singkatan_Nama_Kota.pdf[pranala nonaktif permanen]
  5. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 29 Juli 2021. 
  6. ^ antaranews.com (2022-02-18). "Banjarbaru resmi menjadi ibu kota baru Provinsi Kalsel". Antara News. Diakses tanggal 2022-02-18. 
  7. ^ "Aditya dan Wartono Resmi Pimpin Banjarbaru". matabanua.co.id. 26 Februari 2021. Diakses tanggal 1 Maret 2022. 
  8. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Banjarbaru 2014-2019
  9. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Banjarbaru 2019-2024
  10. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  12. ^ a b Profil dan Analisis Hasil Sensus Penduduk 2010 Kota Banjarbaru (pdf). BPS Kota Banjarbaru. 28 Mei 2012. hlm. 30–32. ISBN 979-466-996-2. Diakses tanggal 1 Maret 2022. 
  13. ^ "Dikenal Sebagai Tayo, BRT Dishub Kalsel Mulai Operational untuk Umum Hari ini, Gratis!". Banjarmasin Post. Diakses tanggal 2021-03-29. 
  14. ^ "BRT Banjarbakula". BPTD XV KALSEL (dalam bahasa Inggris). 2021-01-19. Diakses tanggal 2021-03-29. 
  15. ^ Admin (2019-08-14). "Launching BRT Banjarbakula di Hari Jadi Ke-69 Provinsi Kalsel". Bingkai Banua (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-03-29. 
  16. ^ "Syamsudin Noor Jadi Bandara Internasional Sejarah Baru Hadir di Bumi Lambung Mangkurat". www.niaga.asia. 18 Desember 2019. Diakses tanggal 1 Maret 2022. 

Pranala luarSunting