Johor

provinsi di Malaysia

Johor atau nama resminya Johor Darul Ta'zim adalah sebuah negara bagian di Malaysia yang terletak di selatan Semenanjung Malaya. Negara bagian ini berbatasan dengan negara bagian Melaka dan Negeri Sembilan di barat laut dan Pahang di utara. Negara bagian Johor juga dikelilingi oleh perairan seperti Laut Natuna, Indonesia di timur, Selat Johor di selatan dan Selat Malaka di bagian barat.

Johor
جوهر دار التّعظيم
Negara bagian
Kerajaan Negeri Johor Darul Takzim
Transkripsi Lain
 • MalayJohor
 • Jawiجوهر
 • Tamilஜொகூர்
Transkripsi cina
Bendera Johor
Lambang resmi Johor
Motto: 
Kepada Allah Berserah
كڤدالله برسراه
Himne daerah: Lagu Bangsa Johor
لاڬو بڠسا جوهر
   Johor Di Dalam Negara    Malaysia
   Johor Di Dalam Negara    Malaysia
Koordinat: Templat:1°29′14″N 103°46′52″E
Ibukota pemerintahanKota Iskandar
Ibukota KerajaanMuar
Pemerintahan
 • SultanSultan Ibrahim Ismail
 • Menteri BesarOnn Hafiz Ghazi (BNUMNO)
Luas
 • Total19,102 km2 (7,375 sq mi)
Populasi
 (2020)
 • Total4.009.670
DemonimJohorean atau Johorian
Zona waktuUTC+08:00 (MST)

Dengan luas sekitar 19,102 kilometer persegi (7,375 sq mi), Johor merupakan negara bagian ke-5 terbesar di Malaysia. Selain itu, negara bagian ini juga memiliki jumlah penduduk ke-2 terbesar setelah negara bagian Selangor dan negara bagian ke-7 terpadat di dalam negara.

Johor Bahru adalah ibu kota Johor dan Kota Iskandar adalah pusat pemerintahan negara bagian ini. Johor Bahru merupakan kota kedua terbesar di Malaysia setelah Kuala Lumpur. Selain itu, kota-kota utama lainnya adalah Batu Pahat, Muar, dan juga Kluang. Nama resminya yaitu "Darul Ta'zim" berasal dari kata Arab yang berarti Tempat perlindungan yang bermartabat.

SejarahSunting

Sebelum kedatangan BaratSunting

Selama abad ke-14, kawasan Johor menjadi wilayah tanggungan Kekaisaran Majapahit sehingga pemerintahan Kesultanan Malaka (1400 - 1511) yang mana negara bagian Johor menjadi pula salah sebuah jajahan pemerintahannya. Pada tahun 1511, Malaka dikuasai oleh pihak Portugis dan Sultan Mahmud Shah, Sultan Malaka ketika itu, melarikan diri ke Pahang dan kemudian ke Johor di mana ia mendirikan Kesultanan Johor.

Kesultanan Johor pada akhir abad ke-16 dan ke-17 mengalami perjuangan pewarisan yang berurutan. Ia juga sering mengalami serangan dari pihak Portugis dan Aceh. Pada 1641, Johor mendukung pihak Belanda mengalahkan pihak Portugis di Malaka dan pada 1660, Johor telah menjadi sebuah entrepot yang maju.

Johor ModernSunting

Saat Sir Stamford Raffles tiba di Singapura pada 1818, pulau itu diatur oleh Sultan Abdul Rahman Muazzam Shah. Raffles kemudian mengetahui bahwa Tengku Hussein, kakak sulung Sultan Abdul Rahman, telah digugurkan sebagai sultan karena tidak berada di sisi ayahnya semasa pemerintahannya. Raffles mengambil kesempatan dalam keadaan ini untuk menyokong Tengku Hussein menjadi sultan dan sebagai ganti, satu perjanjian dimeterai pada 6 Februari 1819 yang mana Tengku Hussein menyewa Singapura kepada pihak British untuk pembukaan pelabuhan di Singapura.

Pada tahun 1855, di bawah perjanjian antara Inggris di Singapura dan Sultan Ali dari Johor, kekuasaan memerintah Johor diserahkan kepada Raja Temenggung Tun Daeng Ibrahim. Temenggung Ibrahim membuka Kota Tanjung Puteri di selatan Johor dan menjadikannya sebagai sebuah kota utama.

Pada tahun 1866, Temenggung Abu Bakar, ananda Temenggung Ibrahim, dilantik menjadi Sultan Johor secara resmi dan menyebutkan Kota Tanjung Puteri sebagai Johor Bahru. Sultan Abu Bakar memperkenalkan sebuah konstitusi dan mendirikan sebuah sistem administrasi yang efisien dan efektif. Dibawahnya, Johor menikmati pembangunan ekonomi yang cemerlang. Permintaan merica dan gambir yang tinggi pada abad ke-19 menyebabkan pembukaan perkebunan baru dan masuknya buruh Cina secara massal. Sultan Abu Bakar kemudian dikenal sebagai "Bapa Johor Modern".

Pada tahun 1914, Sultan Ibrahim ibni Sultan Abu Bakar terpaksa menerima seorang Penasihat Inggris. Perang Dunia II meletus pada tahun 1939. British yang bertanggungjawab terhadap pertahanan Johor dikalahkan oleh militer Jepang yang kemudian menduduki Johor dari tahun 1941 hingga tahun 1945. Setelah berakhirnya perang, Inggris kembali ke Johor dan pada tahun 1946, Johor menjadi bagian dari Malayan Union.

Nasionalisme Melayu yang dipimpin oleh Dato 'Onn Jaafar dari UMNO menyebabkan Malayan Union dibatalkan dan diganti dengan Federasi Malaya. Tanah Melayu kemudian mencapai kemerdekaan pada 31 Agustus 1957 dan kemudian pada tahun 1963, Johor menjadi salah satu dari 14 negara bagian yang berpartisipasi Malaysia.

PolitikSunting

 
Kantor Menteri Besar Johor
 
DPRD Johor

Johor adalah sebuah negara bagian di Malaysia yang diketuai oleh seorang Menteri Besar. Menteri Besar Johor saat ini dijabat oleh Hasni Mohammad dari UMNO di bawah Perikatan Nasional. DPRD Johor bertempat di Bangunan Sultan Ismail di Kota Iskandar. Total kursi di DPRD adalah 56 dan mayoritas adalah dari Pakatan Harapan.

Johor juga merupakan sebuah kesultanan yang di mana Sultan Johor saat ini adalah Sultan Ibrahim Ismail.

GeografiSunting

Peringkat distrik-distrik negara bagian JohorSunting

 
Distrik-distrik di Johor

Pembagian distrikSunting

Johor terbagi kepada 10 distrik seperti berikut:[1]

Johor adalah negara bagian tunggal di Semenanjung Malaysia yang memiliki pantai di perbatasan timur dan barat. Kebanyakan tanahnya rendah dengan perbukitan yang condong landai. Lokasi tertingginya adalah Gunung Ledang yang berada di tingkat ketinggian 1.276 meter.

CagarSunting

Johor memiliki kawasan hutan lindung mangrove yang ketiga terbesar di Semenanjung Malaysia dengan luas sebesar 167 kilometer persegi(km2), termasuknya:

  • Cagar Paya Bakau Sungai Sedili Besar dan Sungai Sedili Kecil;
  • Cagar Paya Bakau Sungai Lebam.

Daftar PulauSunting

 
Pulau Besar

Negara bagian ini juga banyak memiliki pulau. Antara delapan pulau yang terbesarnya adalah:

Kota UtamaSunting

 
Iskandar Puteri

Kota-kota utama di Johor termasuklah:

DemografiSunting

EtnisSunting

 
Klenteng Chong Long Gong, Batu Pahat, Johor
 
Kuil Sikh Gurdwara Sahib, Johor Bahru

Pada tahun 2010, jumlah penduduk di negara bagian Johor adalah 3,35 juta penduduk,[2] dan tahun 2020, sebanyak 4,01 juta jiwa penduduk.[3] Johor menjadi negara bagian kedua terpadat di Malaysia. Mayoritas penduduknya adalah suku Melayu yaitu lebih dari separuh penduduk Johor. Selain itu, kelompok etnis terbesar kedua adalah orang Tionghoa, diikuti dengan etnis India dan etnis lain-lain.

Berikut adalah besaran penduduk Johor berdasarkan etnis, menurut data sensus Malaysia tahun 2020;[3]

Penduduk berdasarkan etnis di Johor (2020)
No Etnis Sensus Malaysia 2020
Jumlah %
1 Melayu 2.158.417 53,83%
2 Tionghoa 1.208.652 30,14%
3 Bukan Warga Malaysia 319.167 7,96%
4 India 244.295 6,09%
5 Bumiputera lainnya 60.757 1,52%
6 Etnis lainnya 18.382 0,46%
Johor 4.009.670 100%

AgamaSunting

 
Pusat Islam Iskandar Johor
 
Gereja Methodist Wesley, Johor Bahru

Agama terbesar di negara bagian Johor adalah agama Islam, sebagian besar penduduk negara bagian terutama orang Melayu menganut agama ini. Orang Tionghoa di Johor sebagian besar menganut agama Buddha, dan beberapa diantaranya menganut ajaran agama Kristen, dan sebagian kecil lainnya orang Tionghoa Johor menganut ajaran Taoisme, Konfusianisme, dan Islam. Penduduk dari etnis India, mayoritas menganut agama Hindu dan sebagian kecil menganut kepercayaan agama Islam dan Kristen. Pegangan seperti animisme juga masih dipraktikkan di kalangan Pribumi. Sementara penduduk Johor yang tidak menganut agama sebanyak 0,69%, pada sensus Malaysia tahun 2020.[3]

Berikut adalah banyaknya penduduk Johor menurut agama yang dianut, dari data sensus Malaysia tahun 2020:[3]

Penduduk berdasarkan agama di Johor (2020)
No Agama Sensus Malaysia 2020
Jumlah %
1 Islam 2.394.679 59,72%
2 Buddha 1.150.804 28,70%
3 Hindu 282.717 7,05%
4 Kristen 121.466 3,03%
5 Agama lainnya 32.352 0,81%
6 Tanpa agama 27.652 0,69%
Johor 4.009.670 100%

EkonomiSunting

 
Kawasan Perindustrian Taman Johor

Negara bagian Johor merupakan salah satu dari negara bagian maju di Malaysia disamping Selangor dan Penang. Ekonominya terdiri dari campuran pertanian, produksi, perdagangan dan pariwisata. Johor adalah produsen utama untuk karet, nenas dan minyak kelapa sawit. Hutannya merupakan dasar untuk perkembangan pengolahan kayu-kayan dan log. Sewaktu 1980, ada perkembangan utama taman industri dan proyek kota seluruh negara bagian. Industri-industri utamanya mencakup elektronik, tekstil, konstruksi kapal, dan juga pabrik-kilang minyak kelapa sawit dan bahan sumber alam serta zat kimia dari minyak. Wilayah Pembangunan Iskandar telah diluncurkan pada 4 November 2006 di bagian selatan negara bagian Johor.

Berbagai perusahaan internasional dari Singapura telah pindah ke Johor untuk mengambil keuntungan dari biaya yang lebih rendah. Banyak penduduk di Johor juga berangkat setiap hari pergi ke tempat kerja di Singapura.[4]

KebudayaanSunting

 
Kampung Budaya Melayu di Johor Bahru.

Kebudayaan negara bagian Johor berisi berbagai aspek dari suku Melayu, Tionghoa, India dan bangsa yang lainnya, termasuk pribumi dan orang Portugis. Campuran ini dibayangkan oleh tempat sembahyang yang terdiri atas masjid-masjid, kuil-kuil dan gereja-gereja yang berdiri satu sama lain. Sebaliknya, ia juga dibayangkan dalam berbagai makanan lokal, kostum, perayaan dan upacara amal.

Ghazal melibatkan sekelompok kecil musisi yang bermain alat musik modern dan tradisional, dan seringnya dipersembahkan dalam acara resmi.

Di Johor juga ada beberapa jenis teater tradisional yang dikenal sebagai Hamdolok.

Pakaian tradisional Johor termasuk:

  • Baju cekak musang
  • Baju Teluk Belanga
  • Kurung Johor
  • Kurung Riau
  • Belah kebaya panjang

PariwisataSunting

 
Legoland Malaysia

Johor memiliki banyak atraksi pariwisata, terutama:

Johor juga memiliki lima taman negara dengan jumlah luas yang melebihi 700 kilometer persegi serta banyak hutan lipur yang lebih kecil untuk menarik kedatangan wisatawan:

TransportasiSunting

UdaraSunting

Bandar Udara Internasional Senai yang terletak di Senai memberi layanan kepada sistem penerbangan internasional dan domestik. Dibangun pada 6 Juni 1974, bandar udara ini telah diperluas berkali-kali dan kini memiliki kapasitas lima juta penumpang setahun. Bandar udara tersebut merupakan satu-satunya bandar udara yang dikelola oleh pihak swasta (selain MAHB) di Malaysia.

DaratSunting

Negara bagian Johor memiliki sistem jalan tol yang bagus. Jalan Tol Utara-Selatan menghubungkan banyak kota-kota utama di Johor dan juga dengan negara-negara bagian lainnya di sisi barat Semenanjung Malaysia. Selain itu, Jalan Layang Johor–Singapura yang dilengkapi dengan jalan raya duaan tiga lorong menghubungkan negara bagian Johor dengan negara Singapura. Penghubung Kedua Malaysia–Singapura yang letaknya di kota Iskandar Puteri telah dibangun pada tahun 1997 untuk mengatasi kemacetan. Ini menghubungkan secara langsung dengan Lebuhraya Utara Selatan.

RelSunting

Sistem jalan kereta di Johor yang dikelola oleh Keretapi Tanah Melayu Berhad (KTMB), dimulai di Stasiun KTMB Johor Bahru sampai Stasiun KTMB Gemas. Hanya ada satu rel saja di tengah-tengah lain Johor tetapi memiliki dua cabang yaitu cabang Kempas ke Pelabuhan Pasir Gudang dan cabang Skudai ke Pelabuhan Tanjung Pelepas. Menjelang 2011, landasan kembar dari Gemas ke Johor Bahru bakal dibangun dengan bantuan pemerintah melalui kontraktor yang ditunjuk. Ketika siap nanti semenanjung Malaysia memiliki sistem jalan kereta yang lebih efisien dan efisen dari Johor Bahru di Johor ke Padang Besar di Perlis.

AirSunting

Johor memiliki tiga pelabuhan:

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Pejabat Daerah[pranala nonaktif permanen]
  2. ^ Bancian Penduduk dan Perumahan Malaysia (Tahun 2010)
  3. ^ a b c d "Taburan Penduduk dan Ciri-ciri Asas Demografi" (PDF). Jabatan Perangkaan Malaysia. hlm. 51, 93-96. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 15 October 2022. Diakses tanggal 15 October 2022. 
  4. ^ "Mengekal hubungan murni KL-Singapura". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-13. Diakses tanggal 2013-04-10. 

Pranala luarSunting