Organisasi Nasional Melayu Bersatu

partai politik di Malaysia
(Dialihkan dari UMNO)

Organisasi Nasional Melayu Bersatu (bahasa Melayu: Pertubuhan Kebangsaan Melayu Bersatu; Jawi: ڤرتوبوهن‌ كبڠساءن ملايو برساتو), disingkat UMNO (Jawi: امنو; /ˈʌmn/) atau dengan nama lain sebagai PEKEMBAR (Jawi: ڤکمبر) adalah partai politik di Malaysia. Partai politik ini seringkali disebut sebagai "Partai Tertua dan Terbesar" di Malaysia[6] yang merupakan pendiri dan komponen dari koalisi Barisan Nasional (BN) yang sebelumnya bernama Parti Perikatan (bahasa Indonesia: Partai Aliansi) yang telah memimpin pemerintahan federal dan mendominasi politik Malaysia sejak kemerdekaan pada tahun 1957 hingga kekalahan koalisi Barisan Nasional dalam Pemilu Malaysia 2018. Setelah tiga tahun setelahnya, koalisi BN berhasil mengambil alih pemerintahan federal setelah jatuhnya Perikatan Nasional di bawah kepemimpinan Muhyiddin Yassin ketika krisis politik melanda Malaysia.

Organisasi Nasional Melayu Bersatu
Nama dalam bahasa MelayuPertubuhan Kebangsaan Melayu Bersatu
ڤرتوبوهن كبڠساءن ملايو برساتو
Nama dalam bahasa InggrisUnited Malays National Organisation
PresidenAhmad Zahid Hamidi
Ketua umumBadruddin Amiruldin
Sekretaris JenderalAhmad Maslan
Deputi Presiden IMohamad Hasan
Deputi Presiden II (Ketua Wanita)Noraini Ahmad
Wakil PresidenIsmail Sabri Yaakob
Mahdzir Khalid
Mohamed Khaled Nordin
Bendahara UmumTengku Adnan Tengku Mansor
Ketua PemudaAsyraf Wajdi Dusuki (Pemuda)
Zahida Zarik Khan (Puteri)
PendiriOnn Jaafar
Dibentuk11 Mei 1946; 75 tahun lalu (1946-05-11)
Disahkan11 Mei 1946
13 Februari 1988 (UMNO Baru)
Didahului olehOrganisasi Melayu Bersatu
USNO (di Sabah)
BERJAYA (di Sabah)
Kantor pusatTingkat 38, Menara Dato’ Onn, Pusat Perdagangan Dunia Putra, Jalan Tun Ismail, 50480 Kuala Lumpur, Malaysia
MajalahNew Straits Times
Berita Harian[nb 1]
Harian Metro[nb 2]
Sayap pemudaPergerakan Pemuda UMNO Malaysia
Sayap wanitaPergerakan Wanita UMNO Malaysia
Sayap pemudiPergerakan Puteri UMNO Malaysia
Sayap pelajarKelab Mahasiswa UMNO
Keanggotaan (per 2020)3.35 juta[2]
IdeologiKetuanan Melayu[3][4]
Nasionalisme Melayu
Konservatisme nasional[5]
Demokrasi Islam
Posisi politikSayap kanan
AgamaSuni
Afiliasi nasionalParti Perikatan (1952–1973)
Barisan Nasional (1973–sekarang)
Muafakat Nasional (2019–sekarang)
Perikatan Nasional (2020–2021)
Gabungan Rakyat Sabah (2020–sekarang)
SloganBersatu, Bersetia, Berkhidmat
HimneBersatu, Bersetia, Berkhidmat
Dewan Negara:
10 / 70
Dewan Rakyat:
38 / 222
Dewan Undangan Negeri:
141 / 607
Menteri Besar / Ketua Menteri
5 / 13
Bendera partai
UMNO (Malaysia).svg
Situs web
umno.org.my
umno-online.my

1. Merah dan putih telah digunakan sejak sebelum kemerdekaan.
Kantor cabang UMNO di Selangor.

UMNO memiliki tujuan untuk menjunjung tinggi nasionalisme Melayu dan konsep Ketuanan Melayu, serta menjaga martabat suku, agama, dan negara.[7] Partai ini juga memiliki cita-cita untuk melindungi kebudayaan Melayu sebagai budaya dan warisan negara dan untuk menegakkan, membela, dan memperluas Islam di seluruh Malaysia.[8][9]

IdeologiSunting

UMNO secara terang-terangan mengakui bahwa partai tersebut mewakili kaum Melayu di Malaysia, meskipun seluruh kaum Bumiputra (pribumi di Malaysia yang mencakup orang-orang dari Malaysia Timur, seperti kaum non-Melayu dan biasanya non-Muslim Kadazan, Dayak Iban, Dayak, dan lain-lain) dapat bergabung dengan partai ini. Partai politik ini berkesepahaman Ketuanan Melayu dan memiliki konsep bahwa Bumiputra, termasuk etnis Melayu dapat menikmati kesetaraan di dalam negeri berdasarkan suku dan ras asli mereka di Sabah dan Sarawak yang bergabung dengan Malaysia, serta tertuang dalam Pasal 153 Konstitusi Malaysia.[10]

PembentukanSunting

Setelah Britania kembali ke Malaya setelah berakhirnya Perang Dunia II, gerakan kemerdekaan mulai mengambil bagian untuk menentang rencana Britania tentang Malayan Union. Sebuah seri kongres Melayu diadakan, yang awal pembentukan UMNO pada 11 Mei 1946 pada Kongres Melayu Ketiga di Johor Baru, dengan Datuk Onn Jaafar sebagai ketuanya.

Namun, anggota UMNO masih terbatas kepada anggota suku Melayu (bumiputra), dan Onn Jaafar berusaha mengubah kebijakan dan nama partai ini, tetapi ditolak. Onn Jaafar kemudian mengundurkan diri sebagai tanda protes, tetapi peranannya diangkat oleh Tunku Abdul Rahman yang menyetir negara ini menuju kemerdekaan pada 1957.

PresidenSunting

Hanya Ahmad Zahid dan Onn Jaafar tidak bergelar Yang Amat Berhormat Perdana Menteri. Saat ini, Presiden Organisasi Nasional Melayu Bersatu adalah Ahmad Zahid Hamidi sejak 30 Juni 2018. Berikut adalah daftar Presiden Organisasi Nasional Melayu Bersatu.

No. Potret Presiden Awal Jabatan Akhir Jabatan Periode Ket
1   Dato' Onn Jaafar 11 Mei 1946 1949 1
(1946)
1949 1950 2
(1949)
1950 25 Agustus 1951 3
(1950)
2   Tunku Abdul Rahman 25 Agustus 1951 1952 4
(1951)
1952 1969 5
(1952)
1969 23 Januari 1971 6
(1969)
3 Tun Abdul Razak Hussein 25 Juni 1972 1975 7
(1972)
1975 14 Januari 1976 8
(1975)
4   Tun Hussein Onn 15 September 1978 28 Juni 1981 9
(1978)
5   Tun Mahathir Mohamad 28 Juni 1981 1984 10
(1981)
1984 24 April 1987 11
(1984)
24 April 1987 30 November 1990 12
(1987)
30 November 1990 4 November 1993 13
(1990)
4 November 1993 10 Oktober 1996 14
(1993)
10 Oktober 1996 11 Mei 2000 15
(1996)
11 Mei 2000 31 Oktober 2003 16
(2000)
6   Tun Abdullah Ahmad Badawi 23 September 2004 26 Maret 2009 17
(2004)
7   Dato' Sri Mohammad Najib Abdul Razak 26 Maret 2009 19 Oktober 2013 18
(2009)
19 Oktober 2013 12 Mei 2018 19
(2013)
  Dato' Seri Ahmad Zahid Hamidi 12 Mei 2018 30 Juni 2018
8 30 Juni 2018 18 Desember 2018 20
(2018)
Dato' Seri Utama Mohamad Hasan 18 Desember 2018 30 Juni 2019
(8)   Dato' Seri Ahmad Zahid Hamidi 30 Juni 2019 Petahana

Sejarah UMNOSunting

Zaman Dato OnnSunting

Satu perhimpunan besar-besaran yang dikenal sebagai Kongres Melayu Se-Malaya pertama telah diatur oleh Persatuan Melayu Selangor di Klub Sultan Sulaiman, Kampung Baharu, Kuala Lumpur pada 1 Maret sampai 4 Maret 1946 dan sebanyak 41 organisasi Melayu telah mengirim perwakilan masing-masing.

Dato Onn bin Jaafar dari Persatuan Melayu Johor telah dipilih sebagai Ketua Kongres. Hampir semua wakil organisasi telah berpidato termasuk dua orang perwakilan anak-anak.

Tiga usul telah disetujui oleh Kongres seperti berikut:

  • Mendirikan Perserikatan Nasional Melayu Bersatu;
  • Menolak organisasi Malayan Union; dan
  • Mengadakan Derma Pelajaran Nasional Melayu saja.

Satu komite yang terdiri dari Dato Onn Jaafar, Dato Panglima Bukit Gantang, Dato Nik Ahmad Kamil, Dato Hamzah Abdullah dan Encik Zainal Abidin Ahmad (Za'aba) telah dipilih untuk menyediakan draf piagam atau Perlembagaan UMNO untuk disampaikan dan diterima oleh Kongres Melayu Se-Malaya kelak.

Meskipun ada bantahan yang hebat dari kaum Melayu, Pemerintah Inggris tetap melanjutkan rencana mereka dan pada 1 April 1946 mendirikan Malayan Union. Orang-orang Melayu dan organisasi Melayu terus membangkang dan tidak memberikan dukungan terhadap Malayan Union. Pada 11 Mei 1946, Kongres Melayu Se-Malaya ketiga dan perhimpunan agung pertama Pertubuhan Melayu Nasional Melayu Bersatu atau PEKEMBAR (UMNO) bertahan di Istana Besar Johor Bahru dan Konstitusi UMNO telah diterima dan disetujui oleh para peserta. UMNO pun lahirlah secara resmi.

Dato Onn mengusulkan bahwa keanggotaan partai dibuka kepada semua penduduk Tanah Melayu, terlepas kaum, dan nama UMNO diubah menjadi "Pertubuhan Nasional Penduduk Tanah Melayu Bersatu". Karena saran itu ditentang, Dato Onn mundur sebagai presiden UMNO saat konferensi Majelis Permusyawaratan Agung Keenam diadakan pada 25 - 26 Agustus 1951. Dato Onn kemudian mendirikan Parti Kemerdekaan Malaya (IMP) pada 26 Agustus, 1951

Zaman Tunku Abdul RahmanSunting

Pada 1951, Tunku Abdul Rahman dilantik sebagai Presiden UMNO kedua. Pada konsensus di antara UMNO, MCA dan MIC mengadakan pertemuan dengan pemerintah Inggris di London, kemerdekaan Tanah Melayu tercapai. Ia mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri dan Presiden UMNO pada 1971 dan digantikan oleh wakilnya, Datuk Abdul Razak Hussein.

Zaman Tun Abdul RazakSunting

Pada tahun 1971, Tun Abdul Razak mengumumkan Dasar Ekonomi Baru yang bertujuan membantu orang Melayu. Dasar ini mentargetkan pegangan ekonomi orang Melayu sebanyak 30% menjelang 1990 namun gagal.

Lihat pulaSunting

CatatanSunting

  1. ^ Pada tahun 1972, unit investasi UMNO membeli operasi Straits Times Press Malaysia, yang termasuk Berita Harian. Publikasi yang dibeli ditempatkan di bawah manajemen New Straits Times Press, yang juga merupakan nama publikasi utamanya [1]
  2. ^ milik perusahaan induk yang sama dengan Berita Harian.

ReferensiSunting

  1. ^ Edge 2004, hlm. 185.
  2. ^ "Keahlian 3.35 juta UMNO kekal parti politik Melayu terbesar". Astro Awani. Diakses tanggal 12 Juni 2021. 
  3. ^ Helen Ting. "The Politics of National Identity in West Malaysia: Continued Mutation or Critical Transition? [The Politics of Ambiguity]" (PDF). Southeast Asian Studies, Kyoto University. J-Stage. hlm. 3/21 [33] and 5/21 [35]. UMNO terbentuk pada tahun 1946 Gerakan anti-Uni Malaya berdasarkan pemahaman ideologi Ketuanan Melayu. Presiden sekaligus pendiri UMNO, Onn Jaafar mengatakan bahwa pergerakan UMNO tidaj menganut ideologi apapun selain Melayuisme yang diartikan oleh Ariffin Omar sebagai “keyakinan bahwa kepentingan bangsa Melayu harus dijunjung tinggi di atas segalanya”. Dominasi politik Melayu dianggap sebagai suatu realitas fundamental politik di Malaysia, terlepas dari fakta bahwa Parti Perikatan (kemudian merubah namanya menjadi Barisan Nasional) adalah penganut pemahaman multietnis dalam komponen partainya. 
  4. ^ Jinna Tay; Graeme Turner (24 July 2015). Television Histories in Asia: Issues and Contexts. Routledge. hlm. 127–. ISBN 978-1-135-00807-9. 
  5. ^ Jan Senkyr (2013). "Political Awakening in Malaysia". KAS International Reports (7): 73–74. UMNO dapat digambarkan sebagai partai politik Islam berideologi konservatif nasional 
  6. ^ "Umno assembly grand old party dominant in all ways". The Straits Times. Diakses tanggal 2021-05-08. 
  7. ^ UMNO Online. UMNO's Constitution: Foundation and Goals. From: "Archived copy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Februari 2012. Diakses tanggal 5 Januari 2013. 
  8. ^ UMNO Online. UMNO's Constitution: Goal 3.5. From:"Archived copy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Februari 2012. Diakses tanggal 5 Januari 2013. 
  9. ^ UMNO Online. UMNO's Constitution: Goal 3.3. From:"Archived copy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Februari 2012. Diakses tanggal 5 Januari 2013. 
  10. ^ Singh, Daljit; Smith, Anthony (2002). Southeast Asian Affairs 2002. ISBN 9789812301628. 

Catatan kakiSunting


Pranala luarSunting