Buka menu utama

Gunung Halimun merupakan gunung yang terletak di antara sebagian besar Kabupaten Bogor, juga Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Lebak. Gunung dengan ketinggian sekitar 1.925 mdpl ini merupakan gunung tertinggi di provinsi Banten dan termasuk dalam wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Di sebelah timur gunung ini terdapat Gunung Salak. Nama Halimun berasal dari bahasa Sunda yang berarti "kabut".[1]

Gunung Halimun
Malasari halimun.jpg
Hutan hujan di Gunung Halimun
Titik tertinggi
Ketinggian1929 m (6329 ft)
Puncak938 m (3077 ft)
Geografi
Geologi
Jenis gunungStratovolcano

LokasiSunting

Gunung Halimun terletak di sabuk volkanik dari Zona Bandung.[2] Gunung ini adalah sebuah stratovolcano yang terbentuk pada kala Pleistosen.[3] Gunung ini terletak di perbatasan antara Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat. Puncaknya, Halimun Utara, memiliki ketinggian 1929 meter (6329 ft) dan prominence 938 meter (3077 ft).[4]

LingkunganSunting

Gunung Halimun berada di dalam daerah terbesar dari hutan hujan primer di Jawa.[4] Kata Halimun berarti "berawan" atau "berkabut" dalam bahasa Sunda, dan diberikan kepada dua puncak di taman nasional, tetapi umumnya hanya digunakan untuk puncak utara yang lebih tinggi. Kebanyakan dari hutan di gunung ini hampir selalu tertutup awan.[5] Sungai Ci Durian bersumber di lereng Gunung Halimun dan mengalir ke utara melalui Banten.[6] Sungai Cisadane juga bersumber di taman nasional.[5] Taman nasional ini menjadi daerah yang penting bagi owa jawa.[7]

PendakianSunting

Diperlukan izin untuk dapat memasuki Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Dari desa Leuwijamang, ke utara gunung dengan ketinggian 800 meter (2600 ft), diperlukan sekitar delapan jam untuk mendaki ke puncak dan kembali. Secara teknis rute ke puncak tidak dianggap sebagai "rute pendakian resmi" oleh Taman Nasional Gunung Halimun Salak, sehingga pendakian tidak diperbolehkan.[4]

CatatanSunting

SumberSunting