Papua Barat

Provinsi Indonesia yang terletak di ujung barat Pulau Papua.

Koordinat: 1°37′S 132°14′E / 1.617°S 132.233°E / -1.617; 132.233

Papua Barat (disingkat Pabar) adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di ujung barat Pulau Papua. Ibu kotanya adalah Manokwari. Nama provinsi ini sebelumnya adalah Irian Jaya Barat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007 tanggal 18 April 2007, nama provinsi ini diubah menjadi Papua Barat. Papua Barat dan Papua merupakan provinsi yang memperoleh status otonomi khusus. Provinsi Papua Barat, meski telah menjadi provinsi tersendiri, tetap mendapat perlakuan khusus sebagaimana provinsi induknya. Provinsi ini juga mempunyai KPUD sendiri dan menyelenggarakan pemilu untuk pertama kalinya pada tanggal 5 April 2004.

Papua Barat

Irian Jaya Barat
Provinsi di Indonesia
Pabar
Raja Ampat
Bendera Papua BaratLambang resmi Papua Barat
Motto: 
Cintaku Negeriku
Peta
Peta
Negara Indonesia
Hari jadi4 Oktober 1999
Ibu kotaKabupaten Manokwari
Jumlah satuan pemerintahan
Pemerintahan
 • GubernurDominggus Mandacan[1]
 • Wakil GubernurMohamad Lakotani
 • Sekretaris DaerahNathaniel Mandacan
 • Ketua DPRDMahteos Selano
Luas
 • Total102.955,15 km2 (3,975,121 sq mi)
Populasi
 (2018)[2]
 • Total937.458
 • Kepadatan9,11/km2 (2,360/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 62,88%
- Protestan 54,17%
- Katolik 8,71%
Islam 36,74%
Buddha 0,19%
Hindu 0,19%[2]
 • Suku bangsaSuku asli Papua (51,48%)
Pendatang (48,52%):
Jawa (14.77%)
Suku asal Maluku (10.47%)
Suku asal Sulawesi (7.97%)
Bugis (5.31%)
Makassar (2.26%)
Suku asal NTT (1.98%)
Minahasa (1.79%)
Batak (0.95%)
Tionghoa (0.32%)
Suku lainnya (2.70%)[3]
 • BahasaBahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan bahasa daerah.
 • IPM (63.74)[4] menengah
Zona waktuUTC+09:00 (WIT)
Kode pos
981xx-984xx
Kode area telepon
ISO 3166 codeID-PB
Nomor TNKBPB
Dasar hukum pendirianUU RI Nomor 45 tahun 1999
PP Nomor 24 tahun 2007
DAURp1.064.872.637.000,00 (2013)[5]
FloraMatoa
FaunaCenderawasih merah
Situs webpapuabaratprov.go.id
Afdeling ("bagian") West Nieuw-Guinea pada masa Hindia Belanda.
Peta Provinsi Papua Barat dengan kabupatennya.

Batas WilayahSunting

Utara Samudera Pasifik
Timur Provinsi Papua
Selatan Laut Banda
Barat Provinsi Maluku Utara, Kepulauan Maluku

SejarahSunting

Sejarah Papua Barat yang secara umum masuk dalam wilayah Papua atau yang dahulu dikenal dengan nama Irian Jaya sebelum kemerdekaan Indonesia kurang dibahas dalam buku-buku sejarah nasional untuk sekolah dasar sampai menengah, sehingga banyak yang tidak mengetahuinya. Sejarah Papua Barat dalam hal hubungannya dengan bangsa-bangsa lain yang mendiami Kepulauan Nusantara sangat penting, karena apabila kita berbicara mengenai sejarah Indonesia, kurang lengkap rasanya jika tidak membahas Papua, karena ternyata sejarah Papua semenjak wilayah tersebut dibicarakan dalam sejarah, selalu berkaitan dengan wilayah-wilayah lain di Nusantara yang akhirnya secara bersama-sama membentuk Negara Indonesia.

Sejarah Papua dalam kaitannya sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia sangatlah unik. Walaupun dinilai terlambat diakui oleh dunia internasional sebagai bagian dari NKRI, namun sebenarnya sejak awal penduduk Papua sudah merupakan “keluarga besar” penduduk yang mendiami wilayah Nusantara yang kemudian bergabung dan membentuk Negara Indonesia.

Pada masa kerajaan di wilayah Nusantara, Pemerintah Kerajaan Sriwijaya tercatat pernah mengirimkan burung-burung asli Papua yang waktu itu disebut Janggi kepada Pemerintah Kerajaan China.

Dari beberapa nama masa lalu yang diberikan untuk Papua ini, tampak jelas bahwa sejak daerah ini di kenal sejarah, sudah ada hubungan yang amat erat antara wilayah ini dengan wilayah-wilayah lain di Nusantara saat itu.

Nama lain dari Papua pada masa lalu adalah “Samudranta“, yang menunjukkan bahwa daerah Papua telah di kenal oleh masyarakat pemakai bahasa Sansekerta yang bermukim di wilayah kepulauan Indonesia, baik dalam pengertian geo-politik maupun sosial ekonomi. dan budaya dalam arti luas. Ramandey menulis bahwa pada abad pertama Masehi pengaruh Hindu dan India telah tersebar di seluruh Nusantara saat itu dan tidak hanya terbatas di Jawa dan Sumatra saja tetapi juga menyebar sampai ke timur termasuk Papua. Mungkin saja yang disebut “Pulau Ujung Samudranta “ itu adalah Pulau Nieuw Guinea. Rupanya pelaut-pelaut India telah sampai kesini, karena terbukti dari catatan-catatan dari orang India yang menyebut Irian itu Samudranta, yang berarti pulau diujung lautan. Ada besar kemungkinan mereka sudah berlayar sampai di daerah ini.”

Bila hal itu dihubungkan dengan Kerajaan Sriwijaya besar kemungkinan bahwa penamaan itu diberikan oleh kerajaan maritim itu, yang merupakan indikasi bahwa pulau Irian juga telah berada di bawah kontrol kekuasaannya.

Pada abad ke-13 seorang musafir Cina bernama Chau Yu Kua menulis bahwa di Kepulauan Indonesia terdapat satu daerah bernama Tung-ki yang merupakan bagian dari suatu negara di Maluku. Tung-ki adalah nama Cina untuk Janggi atau Irian.

Pada masa Kerajaan Majapahit (1293 – 1520), Kitab Negara Kertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca juga secara eksplisit menyebutkan wilayah Papua sebagai bagian dari Kerajaan Majapahit.

Setelah kedatangan bangsa Eropa, yaitu pada tahun 1660, sebuah perjanjian disepakati antara Tidore dan Ternate di bawah pengawasan Pemerintah Hindia Timur Belanda yang menyatakan bahwa semua wilayah Papua berada di wilayah kekuasaan Kesultanan Tidore. Perjanjian ini menunjukkan bahwa pada awalnya Pemerintah Belanda sebenarnya mengakui Papua sebagai bagian dari penduduk di kepulauan Nusantara.

Sebelum Perang Dunia II, Pemerintah Hindia Belanda menempatkan Papua dan para penduduknya di bawah Provinsi Maluku dengan Ambon sebagai ibu kota pemerintahan. Menyatunya Papua dengan wilayah lain di Nusantara dipertegas dengan peta Pemerintah Belanda tahun 1931 yang menunjukkan bahwa wilayah colonial Belanda membentang dari Sumatra di sebelah barat sampai Papua di sebelah Timur. Papua juga tidak pernah disebutkan terpisah dari Hindia Belanda. Fakta ini menunjukkan bahwa berdasarkan sejarah, Papua merupakan bagian dari bangsa-bangsa di kepulauan Nusantara yang akhirnya membentuk Negara Indonesia.

Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan pernyataan kemerdekaan seluruh wilayah bekas Hindia Belanda menjadi Negara Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Pada bulan Juni 2019, Papua Barat dinyatakan sebagai provinsi konservasi pertama di Indonesia.[6][7][8][9][10][11]

WilayahSunting

Wilayah provinsi ini mencakup kawasan kepala burung pulau Papua dan kepulauan-kepulauan di sekelilingnya. Di sebelah utara, provinsi ini dibatasi oleh Samudra Pasifik, bagian barat berbatasan dengan provinsi Maluku Utara dan provinsi Maluku, bagian timur dibatasi oleh Teluk Cenderawasih, selatan dengan Laut Seram dan tenggara berbatasan dengan provinsi Papua. Batas Papua Barat hampir sama dengan batas Afdeling ("bagian") West Nieuw-Guinea ("Guinea Baru Barat") pada masa Hindia Belanda. Provinsi ini dibagi dalam beberapa kabupaten dan Kota.

No. Kabupaten/Kota Pusat pemerintahan Bupati/wali kota Luas wilayah (km²)[12] Jumlah penduduk (2017)[12] Distrik Kelurahan/kampung Logo Peta lokasi
1 Kabupaten Fakfak Fakfak Mohammad Uswanas 14.320,00 84.692 17 7/142
2 Kabupaten Kaimana Kaimana Matias Mairuma 16.241,84 61.370 7 2/84
3 Kabupaten Manokwari Manokwari Edi Budoyo (Plt.) 3.186,28 185.615 9 9/164
4 Kabupaten Manokwari Selatan Ransiki Markus Waran 2.812,44 34.009 6 -/57
5 Kabupaten Maybrat Kumurkek Bernard Sagrim 5.461,69 41.431 24 1/259
6 Kabupaten Pegunungan Arfak Anggi Yosias Saroy 2.773,74 36.818 10 -/166
7 Kabupaten Raja Ampat Waisai Abdul Faris Umlati 8.034,44 62.861 24 4/117
8 Kabupaten Sorong Aimas Johny Kamuru 6.544,23 118.985 30 26/226
9 Kabupaten Sorong Selatan Teminabuan Samsudin Anggiluli 6.594,31 57.676 15 2/121
10 Kabupaten Tambrauw Fef Gabriel Assem 11.529,18 28.978 29 -/216
11 Kabupaten Teluk Bintuni Bintuni Petrus Kasihiw 20.840,83 76.932 24 2/115
12 Kabupaten Teluk Wondama Rasiei Bernadus A. Imburi 3.959,53 41.304 13 1/75
13 Kota Sorong - Lamberthus Jitmau 656,64 275.618 10 52/-

Perlengkapan DaerahSunting

LambangSunting

Lambang Daerah berbentuk Tameng /Perisai melambangkan pertahanan dengan warna utama Kuning, Biru, Merah dan Hijau. Sedangkan warna pendukung Hitam dan Putih, di dalamnya terdapat unsur-unsur lambang dan tulisan Papua Barat, serta didesain dengan Pita berwarna Kuning dengan tulisan ”Cintaku Negeriku”.

Lambang Daerah terdiri dari 8 (delapan) bagian dengan rincian sebagai berikut:[13]

  1. Bintang berwarna putih bermakna Ketuhanan Yang Maha Esa dan cita-cita serta harapan yang akan diwujudkan.
  2. Perisai dengan warna dasar biru bersudut lima bermakna bahwa Provinsi Papua Barat berasaskan Pancasila yang mampu melindungi seluruh rakyat.
  3. Leher dan Kepala Burung Kasuari menghadap ke kanan dalam bidang lingkaran hijau bermakna bahwa Provinsi Papua Barat secara geografis terletak di wilayah leher dan kepala burung pulau Papua, sekaligus memiliki filosofi ketangguhan, keberanian, kekuatan dan ketahanan dalam menghadapi tantangan pembangunan pada masa depan serta berkeyakinan bahwa dengan semangat persatuan dan kesatuan, kesinambungan pembangunan mewujudkan masa depan yang cerah.
  4. Menara Kilang dengan semburan api berwarna merah bermakna bahwa Papua Barat memiliki kekayaan bahan tambang yang melimpah.
  5. Pohon dan ikan bermakna bahwa Provinsi Papua Barat juga memiliki Sumber Daya Hutan dan Sumber Daya Laut yang berpotensi untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
  6. Sepasang pelepah daun sagu, masing-masing pelepah bagian kanan terdiri 12 (duabelas) pasang anak daun sagu dan pelepah bagian kiri terdiri 10 (sepuluh) pasang anak daun yang diikat oleh dua angka sembilan bermotif ukiran karerin budaya papua, bermakna bahwa Provinsi Papua Barat dibentuk pada tanggal 12 Oktober 1999 sebagai Provinsi ke-2 di Tanah Papua dan ke-31 di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sagu merupakan makanan pokok masyarakat Provinsi Papua Barat yang melambangkan kesejahteraan dan Kemakmuran.
  7. Bidang hijau yang diapit 3 (tiga) bidang biru bermakna kesatuan teka dan perjuangan dari 3 (tiga) unsur, yaitu Pemerintah, Rakyat/Adat, dan Agama mewujudkan keberadaan Provinsi Papua Barat.
  8. Pita berwarna kuning bertuliskan “Cintaku Negeriku” berwarna hitam bermakna filosofis perjuangan seluruh komponen masyarakat untuk mempertahankan keberadaan Provinsi Papua Barat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

GeografiSunting

GunungSunting

  • Pegunungan Arfak (2.940 m) di Kabupaten Manokwari
  • Pegunungan Fak- Fak di Kabupaten Fak-Fak
  • Gunung Fudi (1.280 m) di Kabupaten Fak-Fak
  • Pegunungan Kumafa di Kabupaten Fak-Fak
  • Gunung Kwoko (3.000 m) di Kabupaten Sorong
  • Pegunungan Tamarau, di Kabupaten Sorong
  • Gunung Togwomeri (2.680 m) di Kabupaten Manokwari
  • Gunung Wasada (1.070 m) di Kabupaten Manokwari
  • Gunung Wiwi (1.130 m) di Kabupaten Manokwari

DanauSunting

  • Danau Ayamaru di Kabupaten Maybrat
  • Danau Anggi Giji di Kabupaten Pegunungan Arfak
  • Danau Anggi Gita di Kabupaten Pegunungan Arfak
  • Danau Yamur di Kabupaten Manokwari
  • Danau Yawasi di Kabupaten Sorong

PemerintahanSunting

Daftar gubernurSunting

No Potret
resmi
Pejabat Awal Jabatan Akhir Jabatan Periode Keterangan Wakil Gubernur
1
 
Abraham Octavianus Atururi
24 Juli 2006
24 Juli 2011
1
(2006)
[ket. 1]
Rahimin Katjong (2006–15)
17 Januari 2012
17 Januari 2017
2
(2012)
[ket. 2]
Irene Manibuy
(2015–17)
2
 
Dominggus Mandacan
12 Mei 2017
Petahana
3
(2017)
Mohamad Lakotani
  1. ^ Periode pertama
  2. ^ Periode kedua

Dewan PerwakilanSunting

DPRPB beranggotakan 45 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali dan 11 orang yang diangkat melalui jalur otonomi khusus, sehingga total anggota DPRPB adalah 56 orang. Pimpinan DPRPB terdiri dari 1 Ketua dan 3 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak serta ditambah 1 Wakil Ketua yang berasal dari jalur otonomi khusus. Anggota DPRPB yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 2 Oktober 2019 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura, Setyawan Hartono, di Auditorium PKK Provinsi Papua Barat.[14] Komposisi anggota DPRPB periode 2019-2024 terdiri dari 11 partai politik dimana Partai Golkar adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu 8 kursi disusul oleh Partai NasDem dan PDI Perjuangan yang masing-masing meraih 7 kursi.Berikut ini adalah komposisi anggota DPRPB dalam dua periode terakhir.[15][16]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  Jalur Otsusa 11   11
  PKB 3 2
  Gerindra 4 3
  PDI Perjuangan 4 7
  Golkar 9 8
  NasDem 4 7
  PKS 1 2
  PPP 1 0
  PAN 4 3
  Hanura 4 3
  Demokrat 9 6
  PKPI 2   2
  Perindo (baru) 2
Jumlah Anggota 56   56
Jumlah Partai 11   11
aAnggota DPRPB jalur otsus dilantik pertama kali pada Januari 2015.

Kabupaten dan kotaSunting

No. Kabupaten/Kota Pusat pemerintahan Bupati/wali kota Luas wilayah (km²)[12] Jumlah penduduk (2017)[12] Distrik Kelurahan/kampung Logo Peta lokasi
1 Kabupaten Fakfak Fakfak Mohammad Uswanas 14.320,00 84.692 17 7/142
2 Kabupaten Kaimana Kaimana Matias Mairuma 16.241,84 61.370 7 2/84
3 Kabupaten Manokwari Manokwari Edi Budoyo (Plt.) 3.186,28 185.615 9 9/164
4 Kabupaten Manokwari Selatan Ransiki Markus Waran 2.812,44 34.009 6 -/57
5 Kabupaten Maybrat Kumurkek Bernard Sagrim 5.461,69 41.431 24 1/259
6 Kabupaten Pegunungan Arfak Anggi Yosias Saroy 2.773,74 36.818 10 -/166
7 Kabupaten Raja Ampat Waisai Abdul Faris Umlati 8.034,44 62.861 24 4/117
8 Kabupaten Sorong Aimas Johny Kamuru 6.544,23 118.985 30 26/226
9 Kabupaten Sorong Selatan Teminabuan Samsudin Anggiluli 6.594,31 57.676 15 2/121
10 Kabupaten Tambrauw Fef Gabriel Assem 11.529,18 28.978 29 -/216
11 Kabupaten Teluk Bintuni Bintuni Petrus Kasihiw 20.840,83 76.932 24 2/115
12 Kabupaten Teluk Wondama Rasiei Bernadus A. Imburi 3.959,53 41.304 13 1/75
13 Kota Sorong - Lamberthus Jitmau 656,64 275.618 10 52/-

PotensiSunting

Provinsi ini mempunyai potensi yang luar biasa, baik itu pertanian, pertambangan, hasil hutan maupun pariwisata. Mutiara dan rumput laut dihasilkan di kabupaten Raja Ampat sedangkan satu-satunya industri tradisional tenun ikat yang disebut kain Timor dihasilkan di kabupaten Sorong Selatan. Sirup pala harum dapat diperoleh di kabupaten Fak-Fak serta beragam potensi lainnya. Selain itu wisata alam juga menjadi salah satu andalan Irian Jaya Barat, seperti Taman Nasional Teluk Cenderawasih yang berlokasi di kabupaten Teluk Wondama. Taman Nasional ini membentang dari timur Semenanjung Kwatisore sampai utara Pulau Rumberpon dengan panjang garis pantai 500 km, luas darat mencapai 68.200 ha, luas laut 1.385.300 ha dengan rincian 80.000 ha kawasan terumbu karang dan 12.400 ha lautan.

Disamping itu baru-baru ini, ditemukan sebuah gua yang diklaim sebagai gua terdalam di dunia oleh tim ekspedisi speologi Prancis di kawasan Pegunungan Lina, Kampung Irameba, Distrik Anggi, Kabupaten Manokwari. Gua ini diperkirakan mencapai kedalaman 2000 meter. Kawasan pegunungan di Papua Barat masih menyimpan misteri kekayaan alam yang perlu diungkap.

ReferensiSunting

  1. ^ "Dominggus Mandacan dan Mohammad Lakotani Pimpin Provinsi Papua Barat". 2017-03-16. Diakses tanggal 2017-04-09. 
  2. ^ a b "Provinsi Papua Barat Dalam Angka 2019". www.papuabarat.bps.go.id. BPS Provinsi Papua Barat. Diakses tanggal 17 Februari 2020. 
  3. ^ "Kewarganegaraan, Suku, Agama, Bahasa 2010" (PDF). www.bps.go.id. Diakses tanggal 15 Juni 2018. 
  4. ^ https://ipm.bps.go.id/data/nasional/metode/baru
  5. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  6. ^ adminITN. "Papua Barat, Provinsi Konservasi Pertama di Indonesia dan Dunia". indonesiatouristnews.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-05-20. 
  7. ^ antaranews.com (2019-06-11). "Gubernur Papua Barat menerima penghargaan lingkungan dari CI". Antara News. Diakses tanggal 2020-05-20. 
  8. ^ Yustiana, Kurnia. "Sah! Papua Barat Jadi Provinsi Konservasi Pertama di Indonesia". detikTravel. Diakses tanggal 2020-05-20. 
  9. ^ antaranews.com (2019-07-01). "Papua Barat upayakan kawasan hutan konservasi jadi 70 persen". Antara News. Diakses tanggal 2020-05-20. 
  10. ^ "Realisasikan Pembangunan Berkelanjutan, 70 Persen Kawasan Hutan di Papua Barat untuk Konservasi". Trubus.id. Diakses tanggal 2020-05-20. 
  11. ^ "Papua Barat Sah Jadi Propinsi Konservasi". POKJA PAPUA (dalam bahasa Inggris). 2019-03-26. Diakses tanggal 2020-05-20. 
  12. ^ a b c d "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  13. ^ http://irjabar.bps.go.id/website/pdf_publikasi/Provinsi-Papua-Barat-Dalam-Angka-2014.pdf
  14. ^ James Aisoki dan Charles Maniani (02-10-2019). "Resmi Dilantik, 45 Anggota DPR Papua Barat Dipimpin Origenes Wonggor dan Zeth Kadakolo". arfaknews.com. Diakses tanggal 10-10-2019. 
  15. ^ Arsul Latul Rahman (19-05-2019). "Inilah 45 Caleg Bakal Duduki Kursi Dewan Papua Barat 2019-2024". teropongnews.com. Diakses tanggal 10-10-2019. 
  16. ^ "Hasil Pemilu 2014 Provinsi Papua Barat". puskapol.ui.ac.id. Diakses tanggal 10-10-2019. 

Pranala luarSunting