Buka menu utama
Firaun Mesir Kuno disembah sebagai dewa-raja

Pemujaan kekaisaran adalah sebuah bentuk agama negara dimana seorang kaisar atau dinasti dari para kaisar (atau para penguasa dengan gelar lainnya) disembah sebagai dewa hidup atau setengah dewa. "Pemujaan" disini dipakai untuk mengartikan "penyembahan", bukan dalam pengartian pejoratif modern. Pemujaan tersebut adalah salah satu pemujaan pribadi dalam kasus figur Euhemerus yang baru diangkat atau salah satu identitas nasional (seperti Firaun Mesir atau Kekaisaran Jepang) atau identitas supranasional dalam kasus negara multi-etnis (seperti Era Kekaisaran Tiongkok, Kekaisaran Romawi). Raja ilahi adalah seorang penguasa yang memegang signifikansi keagamaan khusus menurut subyeknya, dan menjabat sebagai kepala negara sekaligus deitas atau kepala figur relijius. Sistem pemerintahan tersebut memadukan teokrasi dengan monarki absolut.

ReferensiSunting

Bacaan tambahanSunting

  • Ameresekere, H. E. (July 1931). "The Kataragama God: Shrines and Legends". Ceylon Literary Register (dalam bahasa English). Kataragama.org. hlm. 289–292. Diarsipkan dari versi asli tanggal January 12, 2016. Diakses tanggal 20 April 2016. 
  • Baptist, Maria (Spring 1997). "The Rastafari". Buried Cities and Lost Tribes (dalam bahasa English). Mesa Community College. Diarsipkan dari versi asli tanggal June 5, 2008. Diakses tanggal 20 April 2016. 
  • Effland, Richard (Spring 1997). "Definition of Divine kingship". Buried Cities and Lost Tribes (dalam bahasa English). Mesa Community College. Diarsipkan dari versi asli tanggal June 5, 2008. Diakses tanggal 20 April 2016. 
  • Effland, Richard; Lerner, Shereen (Spring 1997). "The World of God Kings". Buried Cities and Lost Tribes (dalam bahasa English). Mesa Community College. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 5, 2008. Diakses tanggal 20 April 2016. 
  • Marglin, F. A. (1989). Wives of the God-King: The Rituals of the Devadasis of Puri. New Delhi: Oxford University Press. ISBN 0-19-561731-2.